Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 28 Januari 2018

ANDA INGIN SEHAT ?

Judul                                     : Rahasia Sehat Rasulullah yang Tak Pernah Sakit
Penulis                                 : dr. Muhammad Suwardi
Penerbit                                : Jakarta: Zahira, 2014
ISBN                                     : 978-602-1258-42-2
Tebal                                     :  184 hlm
Siapapun ingin sehat. Sakit ibarat hantu bagi manusia, meskipun ada Askes, BPJS, dan asuransi kesehatan lain. Sehat merupakan dambaan setiap orang. Orang Barat pernah bilang menzana in corporizano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat). Apa iya ?. Nyatanya para koruptor itu sehat-sehat jasmaninya, bandar narkoba itu  gagah-gagah. Lalu bagaimana ? Apa perlu dibalik menjadi corporizano in menzana ( dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat). Apa betul. Realita, terdapat banyak remaja rajin ibadah dan aktivis justru kena penyakit yang biasanya diderita orang-orang senja.
                Buku ini mengupas perilaku Rasulullah Saw dari sisi kesehatan oleh seorang dokter muslim, akupunktur, dan herbalis. Buku yang spektakuler ini menyajikan ajaran-ajaran Al Quran dan Hadist tentang pola hidup sehat, dan menjelaskan fakta-fakta kebenaran Al Quran dan Hadits  dari sisi ilmu kedokteran modern. Islam tidak sekedar mengajarkan menghadapi sakit dan kematian. Tetapi juga mengajarkan hidup sehat. Disinilah perlunya umat Islam belajar ilmu-ilmu lain. Bukan sekedar memperbesar perbedaan paham dan tafsir saja. Kalau ingin maju perlu dijauhi sikap saling mengkafirkan dan menajiskan. Perlu dipupuk terus saling menghormati perbedaan pendapat.
                Pola hidup orang sekarang terjebak rutinitas, glamour, kesibukan, dan serba praktis cepat. Maka mereka mengonsumsi fast food, junk food, dan soft drink. Generasi now mulai meninggalkan pola makan nenek moyang kita. Para leluhur kita biasa memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan. Mereka banyak bergerak (bertani, nelayan, berdagang, jalan kaki)
Penulis buku ini menyatakan bahwa mengonsumsi buah-buahan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit  seperti kencing manis, asam urat, hipertensi dan bisa menghilangkan stress. Maka tak heran orang-orang tua kita itu tahan bantingan. Sebalikya generasi now begitu perjalanan sehari semalam saja, paginya  sudah teler dan nggak masuk kerja.
                Rasulullah Saw telah memberikan contoh hidup sehat antara lain:
  1. Tidak berlebihan dalam makan dan minum (Q.S. Al A’raf: 31)
  2. Beliau makan ketika sudah lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang
  3. Mengisi lambung dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga.udara.
Ketiga prinsip ini pada intinya untuk mengurangi asupan kalori secara berlebihan. Thomas J.Slaga, Ph.D dalam bukunya yang berjudul The Detox Revolution menyatakan bahwa penurunan asupan kalori akan meningkatkan sistem detoksifikasi (penawaran atau penetralan toksin dalam tubuh) . Pengurangan sepertiga asupan kalori dari hewan percobaan dapat memberi perlindungan terhadap hewan tersebut dari kanker, gangguan daya tahan tubuh, penyakit jantung, peyakit turunan, serta dapat memperpanjang usia hidup hewan tersebut. Sebaliknya, terlalu banyak makan akan memudahkan timbulnya radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab dasar dari penyakit-penyakit kanker, kardiovaskular, dan degeneratif (penyakit turunan) yang salah satunya adalah kegemukan (obesitas). Obesitas sebenarnya merupakan akibat pola makan yang berlebih-lebihan. Padahal apabila orang mengalami obesitas, maka berbagai macam penyakit mudah menjangkitinya. Kini kegemukan bukan lagi lambang kemakmuran dan kesehatan, tetapi lebih pada sebagai gudang penyakit. Hal ini telah terbukti di Korea Selatan. Laporan KBS world menyatakan bahwa para wanita muda Korea Selatan mulai menyadari untuk menurunkan berat badan mereka. Sebab banyak diantara mereka yang mengalami obesitas menderita endometriosis (tumbuhnya jaringan selaput lendir rahim di luar rongga uterus) dan kitsa uterus (halaman 6-7).
Dalam buku itu disajikan tip-tip menuju sehat antara lain:
1.       “Makan dan minumlah kamu sekalian, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak nmenyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Q.S. AL A’raf: 31)
2.       Mengonsumsi buah-buahan dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kencing manis, asam urat, hipertensi, dan menghilangkan stres
3.       “Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah dan shalat, dan janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” Hadits dari Abu Nu’man dari “Aisyah.
Ular makan melebihi kapasitas perutnya. Kambing yang besarpun dimakannya. Maka dalam kondisi perut keyang, ular tertidur pulas dan tidak dapat menggerakan badannya meskipun diusik makhluk lain. Manusia makan terlalu kenyang (dalam arti luas) akan tertutup hatinya. Tidur di malam hari dengan perut kenyang, suara adzan Shubuh pun tak digubris karena malas menjalari seluruh tubuhnya.
4.       Dengan mencampur berbagai jenis makanan dalam satu menu, akan membuat lambung terisi penuh. Sedangkan kapasitas lambung maksimal satu liter. Idealnya lambung diisi seperempat liter atau 250 cc. Artinya sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara
5.       Seorang pasien saya (penulis buku) mengalami anemia dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah. Penyebabnya adalah karena si pasien gemar mengonsumsi daging dan mie instan yang dicampur dengan telur, tetapi tidak suka makan sayur-sayuran dan jarang makan buah-buahan (halaman 99)
6.       “Lambung adalah kolamnya tubuh dan pembuluh darah bersumber darinya. Apabila lambung itu baik, maka pembuluh darah yang keluar darinya pun akan sehat/ Dan jika lambung itu sakit, maka pembuluh darah pun akan sakit (Hadits, halaman 137)
7.       Berolah raga sangat baik apabila dilakukan ketika udara masih segar di pagi hari, terutama di pagi hari setelah shalat Shubuh sekitar pukul lima atau setengah enam pagi (halaman 139)
8.       Perokok adalah orang yang paling dhalim, karena mereka mendhalimi diri mereka sendiri dan orang lain dengan memasukkan racun-racun ke dalam tubuh melalui asap rokoh (halaman 154). Maka merokok di kalangan Muhammadiyah haram.
9.       Kurangilah mengonsumsi makanan berlemak tinggi. Sempatkan waktu untuk berolahraga setiap hari. Hindari rokok dan alkohol. Ubahlah pola makan Anda ke pola makan sehat. Niscaya Anda akan sehat. Percayalah (halaman 73).
Yogyakarta, 29 Januari 2018
Sehabis shubuh



Lasa Hs

Sabtu, 27 Januari 2018

KH.ALI DAN PELACUR DI DALAM SATU MOBIL YANG SAMA...!!!



KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya.

Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia.

“Malam, Om.”

“Malam.”

“Ikut dong, Om. Boleh, ya?”

“Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.”

Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan.

“Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?”

Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ikut aja.”

Wanita itu kaget dan salah tingkah, “Oh, jadi Bapak ini Kiyai, ya?”

Tadi panggil om sekarang panggil pak kiyai.

Lucu, ya? Kiyai Ali tersenyum geli.

“Maaf, Kiyai, saya benar-benar tidak tahu. Sekali lagi maaf.”

Wanita itu kian tegang dan raut wajahnya pucat ketakutan.

Tapi Kiyai Ali santai saja berkata, “Oo, ndak apa-apa. Santai saja, Mbak. Sekali-kali ikut pengajian bagus itu.”

“Ndak usah Kiyai, saya turun di sini aja.”

“Enggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampean bilang mau ikut, ya harus ikut.”

“Tapi saya kang gak pakai jilbab, Kiyai?”

“Gampang, nanti tak pinjem jamaah.”

“Tapi saya malu Kiyai?”

“Lho, sampean jadi pelacur ndak malu, kok pengajian malah malu. Piye to?”

“Bagaimana ini, Kiyai?” Wanita itu makin salah tingkah, “Saya takut, Kiyai?” Tadi bilang malu sekarang katanya takut. Hehe..

Dengan bijak Kiyai Ali menenangkan, “Sudahlah, santai aja.”

Mobil pun terus berjalan hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan. Jepara. Suasana tempat diselenggarakannya acara pengajian sudah ramai. Para jamaah laki-laki dan perempuan memadati area tempat acara. Gegap gempita para panitia menanti kedatangan Kiyai Ali.

Begitu turun dari mobil Kiyai Ali langsung menghampiri jamaah ibu-ibu, “Maaf Bu, bisa pinjam jilbabnya. Ini lho, Bu Nyai lupa bawa jilbab.”

Bu Nyai adalah panggilan kehormatan yang biasanya disematkan pada istri kiyai. Masa iya istri kiyai lupa berjilbab. Hehe.

Dengan sedikit bingung ibu itu menjawab tergesa-gesa, “Oh, bisa Kiyai. Sebentar saya ambilkan.”

Ibu itu bergegas pergi dan tak lama sudah kembali. Jilbab yang dibawanya itu di sodorkan ke dalam mobil dan langsung dipakai oleh sang wanita. Setelah rapi wanita itu turun dari mobil dan masyaallah… Langsung diserbu rombongan ibu-ibu untuk mencium tangannya. “Ngalap berkah,” katanya.

Mendapati sambutan kehormatan seperti itu, wanita yang kini disulap jadi Bu Nyai langsung berwajah pucat. Ia dipersilakan masuk, dijamu, dan dilayani bagaikan seorang ratu. Ada haru campur malu menyelinap di hatinya.

Pengajian pun digelar dengan seksama, Kiyai Ali menjadi pembicara yang luar biasa, penyampaiannya ringan tapi dalam makna kandungannya.

Usai acara Bu Nyai Dadakan dipersilakan menikmati jamuan rupa-rupa makanan. Lalu makan berat.

Tapi sebelum makan rombongan jamaah ibu-ibu mohon didoakan keberkahan dari Bu Nyai Dadakan, sontak saja ia kaget setengah mati. Sudah lama tak berdoa, sudah lupa doa yang dulu dihafal waktu kecil ngaji di kampung. Untungnya masih ingat Rabbana Atina Fi Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah..

Pun demikian sebelum pulang, jamaah ibu-ibu bergantian cium tangan dan diantar dengan hormat sampai masuk mobil.

Selama perjalanan di mobil wanita penghibur itu menangis sedu sedan, sesenggukan dengan air mata bercucuran. Kiyai Ali dan sopir membiarkannya hingga reda..

Setelah suasana agak tenang, Kiyai Ali menasihati, “Apakah sampean tidak melihat dan berpikir tentang bagaimana orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu, dan rela juga mereka antri hanya untuk dapat mencium tanganmu satu demi satu, bahkan minta berkah doa darimu, padahal tahu sendiri kamu siapa?”

Kembali sang wanita menangis, merasa hina, miris, dan sedih mengingat perbuatan dosa yang selama ini dilakukannya. Tapi Allah menutup aibnya, Allah sangat menyayanginya.

“Hari ini,” lanjut Kiyai Ali, “Sampean dapat nasihat yang mungkin nasihat berharga selama hidupmu, maka segeralah taubat dan mohon ampun sama Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum taubat.”
Tangisnya kian deras. Kiyai Ali membiarkannya.

Sambil terisak wanita itu berkata, “Terimakasih Kiyai atas nasihatnya, dan berkah dari kejadian ini. Mulai hari ini saya bertaubat dan berhenti dari pekerjaan bejat ini. Sekali lagi terimakasih Kiyai.”

Menyeksamai kisah ini berarti kita belajar bijaksana. Para ulama, pendahulu, dan guru kita para mubaligh *berdakwah dengan baik dan bijak, mengajak tanpa menginjak, menasihati tanpa menyakiti, dan menunjukkan kebenaran tanpa merendahkan derajat kemanusiaan.*

Inilah salah satu telaga yang indah dan menyejukkan, yang menjadikan banyak orang tertarik dengan Islam. Semoga jadi pelajaran bagi kita untuk menyampaikan kebenaran dengan baik, Bil Hikmah Wal Mau Idatil Hasanah.

Semoga artikel ini memotivasi dan bermanfaat, dan semoga menjadi amal jariyah bagi yang men-share kepada sesama muslim 🤲🏻

والسلام عـليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

Kamis, 25 Januari 2018

RIYA’; Gejala dan Macamnya

Riya’ merupakan perilaku memperlihatkan kebaikannya agar dipuji dan disanjung. Mereka kadang kumalungkung bila disanjung dan sakit hati bila dicaci. Dengan pujian ini, mereka merasa memiliki nilai lebih dari yang lain.
Memang kadang orang memiliki kelebihan dan kekurangan dari orang lain. Kelebihan itu bisa dalam jabatan, pangkat, harta, keturunan, dan kekuasaan.
Menunjukkan kelebihan diri itu kadang dipandang sebagai hak. Hal ini merupakan realita yang sering dianggap benar. Namun dalam koridor etika dan agama dipandang kurang pantas.
            Dalam hal ini, pernah suatu ketika ditanyakan kepada seorang filosof tentang sesuatu yang benar tetapi jahat. Filosof itu menyatakan bahwa perilaku orang yang memuji diri sendiri itulah merupakan perbuatan benar tetapi jahat.
            Riya’ dan semacamnya dapat dikategorikan sebagai perbuatan syirik meskipun kecil. Dalam hal ini Rasulullah Saw pernah mengingatkan dalam sabdanya:” Aku sangat mengkhawatirkan kamu sekalian dari perbuatan syirk kecil”. Kemudian para sahabat bertanya :” Apa yang dimaksud syirk kecil itu ya Rasulullah ?.” Beliau menjawab :yakni riya’.
            Penyakit ini sering tersembunyi dan pelakunya kadang tidak merasa. Untuk itu perlu dipahami gejala-gejala riya’. Imam Ghazali memberikan kriteria beberapa perilaku yang merupakan gejala riya’ yakni:
1.     Semakin meningkat ibadah dan amaliyahnya bila disanjung
Orang dewasa itu kadang bertingkah seperti anak kecil. Yakni begitu ceria dan bangga bila dipuja, tinggi hati bila dipuji, dan besar hati bila disanjung. Demikian pula mereka dalam melaksanakan ibadah yang kadang tertipu oleh perasaan sendiri.
Begitu semangat shalat seseorang bila dilihat banyak orang. Sumbangannya ditambah lantaran sumbangan pertama dimuat surat kabar. Perilaku ini dikira akan meningkatkan eksistensi diri dan keluarga di mata publik.
2.     Putus asa dan kurang semangat bila dicela
Tidak sedikit diantara kita yang mudah putus asa bila dicela. Begitu mudah sakit hati bila dicaci maki. Hal ini terjadi lantaran perbuatan itu untuk manusia dan bukan untuk Allah.
3.     Malas melakukan kegiatan ibadah bila sendirian
Kadang diri kita terkena penyakit malas bila melakukan kegiatan ibadah sendirian. Mungkin malas shalat malam bila sendirian meskipun hanya 2 (dua) rekaat. Tetapi kalau menonton pertandingan sepak bola tengah malam sampai dini hari begitu asyik walau berjam-jam.
4.     Menunjukkan kedermawanannya bila diketahui orang banyak
Orang memberi sesuatu kepada orang lain dengan niat bermacam-macam. Ada yang memberi sesuatu untuk memeroleh suara, simpati, pujian, dan nama diri. Mereka menampakkan kedermawanannya bila dilihat orang banyak. Namun begitu pelit bila tak dilihat orang.

Oleh: Lasa Hs.
                                                            (bersambung)


Minggu, 21 Januari 2018

Dibalik ketergesa-gesaan



Manusia memiliki akal dan hasrat sehingga manusia memiliki kecendurangan untuk senantiasa mengikhtiarkan kehidupan yang lebih baik.
Manusia berpotensi serakah karena syahwatnya dan berpotensi taat karena akal yang dimilikinya.
Satu tahap awal sikap syahwati yaitu sikap tergesa-gesa (isti’jal). Sikap tergesa-gesa selalu berbandinglurus dengan dominasi syahwat duniawi di dalam hati. Sikap ketergesaan selalu menghiasi kehidupan kita sebagaimana dalam surat Al Anbiya: 37 yang artinya “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” Dalam surat tersebut terkandung peringatan yakni apabila kita menuruti tabiat tergesa-gesa maka ia akan jatuh pada dosa sementara jika ia bersabar maka Allah menjanjikan balasan besar bagi kesabarannya.
Ketergesaan akan membuka pintu masuk bagi setan, sehingga berbagai penyakit hati akan sangat mudah muncul diantaranya:
  1. Orang yang tergesa-gesa lemah dalam komitmen ketaatan
  2. Mudah putus asa
  3. Hilang kepekaan
  4. Lupa mensyukuri nikmat
  5. Tidak sabar
Sikap tergesa-gesa dalam urusan duniawi merupakan sebuah akhlak yang buruk, namun berbeda bila ia dalam amal akhirat dan pemenuhan hak-hak Allah. Dalam hal ini kita justru dituntut bersegera dan menjadikan Allah prioritas utama sebagaimana dala QS Al Imron: 133 yang artinya “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” hal tersebut juga dijelaskan pada QS Al Hadid: 21 yang artinya “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”  Setan tidak menyukai tergesa-sgesa dalam hal tersebut malah sebaliknya setan mengajak kita menunda-nunda urusan akhirat seperti menunda sholat dll. Berikut beberapa macam ketergesaan yang baik:
  1. Bersegera dalam bertaubat
QS An Nisa: 17 “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
  1. Bersegera dalam memenuhi hak orang lain
Hadis Nabi: “Aku pernah shalat ‘Ashar di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah. Setelah salam, tiba-tiba beliau berdiri dengan tergesa-gesa sambil melangkahi leher-leher orang banyak menuju sebagian kamar isteri-isterinya. Orang-orang pun merasa heran dengan ketergesa-gesaan beliau. Setelah itu beliau keluar kembali menemui orang banyak, dan beliau lihat orang-orang merasa heran. Maka beliau pun bersabda: “Aku teringat dengan sebatang emas yang ada pada kami. Aku khawatir itu dapat menggangguku, maka aku perintahkan untuk dibagi-bagikan.” HR. Bukhari.
  1. Bersegera dalam perintah haji
  2. Menyegerakan fitar (Buka Puasa)
  3. Bersegera dalam memenuhi panggilan adzan
  4. Bersegera dalam membayar hutang

Oleh : Arda Putri Winata
Disarikan dari Majalah Nurul Hayat no 168 Januari 2018



Kamis, 18 Januari 2018

BUDAK dan ANJING

  Pemberian yang pantas apalagi sesuatu yang diberikan itu masih kita senangi sebenarnya merupakan penghormatan bagi yang diberi dan menjaga martabat  pemberi. Kalau memang mampu, memang sebaiknya pemberian itu dalam jumlah banyak dan ikhlas. Sedikitpun asal ikhlas itu juga sudah ada kebaikan dan syukur rutin. 
          Dulu ada seorang kaya raya dan dermawan bernama Abdullah bin Ja’far yang memiliki putra bernama Ja’far bin Abi Halaib.  Pada suatu hari yang panas, beliau berjalan-jalan mengelilingi kebunnya. Setelah dirasa cukup mengelilingi kebun, ia pun bermaksud berteduh di bawah pohon milik orang lain. Kebun itu dijaga oleh seorang budak yang saat itu membawa bekal 3 (tiga) potong roti.
          Dari kejauhan ada seekor anjing lari-lari sambil menjulurkan lidahnya karena lapar dan kehausan. Anjing itu mendekati budak tadi sambil menggerak-gerakkan ekornya dan menjilat-jilat sesuatu di sekitar budak tadi. Melihat perilaku anjing itu, hati budak terketuk dan memberikan sepotong rotinya. Anjing itupun memakannya sampai habis. Akan tetapi anjing itu masih penasaran dan tetap menengadah meminta kepada budak yang masih memegang dua potong roti itu. Lalu diberikanlah sepotog roti lagi dan anjing itupun memakannya sampai habis. Dasar anjing, sudah diberi dua  potong roti,nampaknya masih kurang juga.
          Melihat kondisi anjing yang memelas seperti itu, budak itu tidak tega makan roti yang tinggal satu potong itu. Dia pun merelakan sepotong roti terakhir untuk anjing itu. Dia sendiri tidak makan roti. Sedianya satu potong untuk makan di pagi hari, satu potong siang hari, dan satu potong lagi untuk makan nanti sore. Berhubung 3 (tiga) potong habis diberikan pada anjing, maka jatah makan hari itu habis.
          Menyaksikan kejadian itu, Abdullah bin Ja’far memanggil budak tadi dan bertanya.” Hari Saudara, berapa potong roti yang diberikan tuanmu untuk makan hari ini ?”. Budak itu menjawab, :”Ya sebnyak yang Bapak lihat, yakni 3 (tiga) potong roti yang sudah saya berikan pada anjing tadi”. Kemudian dia melanjutkan :”Saya melihat anjing itu bukan anjing dari sekitar sini. Sepertinya anjing itu datang dari jauh dan mengembara sampai ke sini karena kelaparan. Saya sangat kasihan pada anjing tadi dan tidak sampai hati melihatnya kelaparan dan tak berdaya”  lanjutnya..
          Abdulah pun seperti mengulang pertanyaannya lagi :”Lalu apa yang kau makan hari ini?”. Dengan lugas budak itu menjawab,:”Aku akan mengikatkan ikat pinggangku kuat-kuat agar tidak terasa lapar.”, tkasnya.
Mendengar jawaban budak itu, Abdullah bin Ja’far termenung dan berkata pada dirinya sendiri.”Sampai di mana aku dikenal sebagai seorang dermawan. Padahal budak itu lebih dermawan dari pada aku. Ia telah memberi makan pada anjing. Padahal roti itu   akan dimakan untuk satu hari hanya karena tidak tahan melihat seekor anjing nyaris mati karena kepalaran”.
          Abdullah bin Ja’far merenung beberapa saat, kemudian ia memanggil budak tadi dan minta ditunjukkan rumah majikannya. Setelah diberi alamat yang jelas, ia pergi ke rumah yang dituju yaitu majikan budak tadi. Sesampai di suatu rumah, ia ditemui langsung oleh sang majikan. Kemudian Abdullah bin Ja’far mengutarakan maksudnya bahwa ia ingin membeli sepetak kebun dan budak (saat itu budak dijualbelikan)  yang menjaga kebun itu yang selanjutnya akan dimerdekakannya.
          Setelah mendapatkan kesepakatan harga, lalu dibayarlah harga kebun dan budak itu. Abdullah bin Ja’far lalu pergi ke toko alat-alat perkebunan. Dari sana, beliau langsung menemui budak tersebut di kebun yang dijaganya. Saat itu, budak sedang menjaga sambil menahan lapar dan haus. Dijelaskannya, bahwa kebun yang dijaganya dan diri budak itu telah dibeli oleh Abdullah.
          Tak disangka, kemudian  Abdullah bin Ja’far berkata, :”Mulai sekarang kebun ini saya serahkan kepadamu. Dan engkau sendiri sekarang telah menjadi orang merdeka (bukan budak lagi). Kemudian semua peralatan perkebunan ini gunakanlah sebaik-baiknya untuk mengelola dan mengembangkan kebun. Hiduplah engkau dengan bahagia dalam memelihara dan memberdayakan kebun ini untuk kehidupanmu yang lebih baik ”.



Lasa Hs.     

Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Dulu, ada seorang ulama fikih yang bernama Imam Ahmad bin Hambal. Suatu ketika beliau sedang bepergian jauh. Di tengah perjalanan beliau memutuskan untuk beristirahat disebuah masjid. Lalu datanglah salah seorang takmir yang melarang dan mengusir beliau keluar dari masjid itu. Pada waktu yang bersamaan, lewatlah seorang penjual roti. Karena iba, kemudian ia mengajak Imam ahmad untuk beristirahat di rumahnya itu.

Sesampai di rumah penjual roti, Imam ahmad mulai melihat pemandangan yang luar biasa. Beliau melihat penjual roti itu sedang mmbuat adonan roti, dan luarbiasanya ia sambil membaca istighfar tanpa henti. Melihat pemandangan  itu, maka imam ahmad pun bertanya kepada si tukang roti.

Wahai tuan, dari tadi aku melihatmu sedang membuat adonan roti, tp mulutmu tidak ada hentinya untuk mengucap istighfar. keutamaan apa yang telah engkau dapat dari Rabmu?

lalu si tukang roti itu menjawab. wahai sahabatku.... semenjak q istikomah dan rutin membaca istighfar, alhamdulilah semua apa yang menjadi keinginanku, dan apa yang menjadi cita citaku semuanya diijabah oleh Allah, kecuali impian satu saja


kemudian Imam ahmad bertanya : impian apa yang belum diijabah oleh Allah, wahai tuan?

Tukang roti menjawab: dari dulu aku ingin sekali bertemu dengan ulama fikih yang hebat, beliau adalah Imam Ahmad bin hambal

Mendengar jawaban itu, maka Imam Ahmad bin Hambal pun memeluk si penjual roti utu, dan berkata : wahai tuan, Allah sudah merencanakan semuanya, dan hari ini semua apa yang engkau inginkan bisa tercapai, karena Akulah yang bernama Imam Ahmad bin Hambal.

Dari cerita itu, maka dapat kita ambil hikmah bahwa ketika kita mampu merutinkan membaca istighfar, maka Allah akan mempermudah segala urusan kita, dan Allah pun akan mengabulkan semua apa yang menjadi keinginan kita

#jumatCerah

Susunan Pengurus dan Program Kerja yang telah terbentuk

Selain Korwil Jatim yang telah terbentuk pada tanggal 17 Januari 2018 lalu, korwil Banten, DKI dan Jawa Barat juga sudah terbentuk. diharapkan dengan terbentuknya susunan pengurus dan program kerja dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.
Berikut Susunan Pengurus Banten
Susunan Pengurus Banten
JABATAN
NAMA
INSTANSI
Ketua
Nurhadi Susanto, S.IP UMT
Universitas Muhammadiyah Tangerang
Wakil
Dr. Avenzor
Akbid Aisyiah Serang
Sekretaris I
Sri Komalasari, S.IP
STFM
Sekretaris II
Aldias Satriavi, S.IP
UM Tangerang
Bendahara I
Erma Yunita, S.IP
UM Tangerang
Bendahara II
Amaliah, S. IP 

UM Tangerang
Bidang Digital Library
Surdani SE

Bidang Sumber Daya Manusia
Nuriva Sukmawibawa. S.IP

UM Tangerang
Bidang Kerjasama
Marlina S.IP



MUSYAWARAH WILAYAH (MUSWIL) FPPTMA KORWIL JAWA TIMUR

Telah terbentuk kepengurusan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiah/FPPTMA Koordinator Wilayah Kawa Timur pada tanggal 17 Januari 2018 di Perpustakaan UM Malang.  Pembentukan Kepengurusan dan penyusunan program kerja ini disepakati dalam Musyawarah Wilayah FPPTMA Jawa Timur yang dihadiri oleh para Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi-‘Aisyiah  se Jawa Timur. Mereka yang hadir antara lain; Prof. Dyah (Kepala Perpustakaan UM Malang), Mufiedah Nur, S.Sos., M.Si (Kepala Perpustakaan UM Jember), Ayu Wulansari, S.Kom (Kepala Perpustakaan UM Ponorogo, Ainur Rahmaniah, M.Si (Kepala Perpustakaan UM Sidoarjo , Ketua FPPTMA, dan para pustakawan UM Malang. Adapun susunan PenguruFPPTMA Korwil Jawa timur sebagai berikut: 

Pelindung
:
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur
Penasehat
:
1.      Dr. H. Nazaruddin Malik, SE., MSi. (Wakil Rektor II UM Malang)
2.      Lasa HS, M.Si (Ketua FPPTMA Pusat)
3.      Kepala Perpustakaan UM Malang
Ketua
:
1.      Mufiedah Nur, S.Sos, M.Si (Kepala Perpustakaan UM Jember)
2.      Arif Yuni Ismanto, ST (UM Malang)
Sekretaris
:
1.      Ayu Wulansari, S.Kom (Kepala Perpustakaan UM Ponorogo)
2.      Tri Wahyuni, SPd. (UM Malang)
Bendahara
:
1.      Ani Herwatin, S.Sos. (UM Malang)

Koordinator Bidang


Digital Librarty
:
1.      Hafiz Ahyanoor, ST (UM Malang)
2.      Ainur Rochmaniah, M.Si (Kepala Perpustakaan UM Sidoarjo)
3.      Yolan Priatna, SIP (UM Ponorogo)
Sumber Daya Manusia
:
1.      Asykaria Purwaningsih, SIIP. (UM Malang)
2.      Dra. Masulah, MA (Kepala Perpustakaan UM Surabaya)
3.      Nisa Ardhianingtyas, SST, M.Kes (Akbid Muhammadiyah Madiun)
Kerjasama

1.      Muhammad Ali Basyah, SH, M.Kes (Kepala Perpustakaan STIEKHAD Lamongan)
2.      Ainur Rofik, S.IIP (Kepala Perpustakaan UM Gresik)
3.      Subiyanto, S.Ikom (STISIP Muhammadiyah Madiun)
4.      Irwan Sulistyawan, S.I Pust (STIKES Muhammadiyah Lamongan)



Rabu, 17 Januari 2018

MENGELOLA KONFLIK (2)


Macam-macam konflik
      Konflik yang terjadi dalam organisasi, lembaga, partai politik, maupun perpustakaan bisa terdiri dari berbagai macam, antara lain:
  1. Konflik dalam diri sendiri
Setiap individu memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi  tugas, kewajiban, dan tanggung jawab, baik itu tugas baru maupun  tugas lama. Konflik bisa terjadi pada diri seseorang apabila menghadapi ketidakpastian tugas, mendapat tugas di luar kemampuannya, atau banyaknya tuntutan tugas atau perintah atasan.
  1. Konflik antarindividu
Perbedaan peran dan perbedaan kepribadian antarindividu dapat menimbulkan konflik dalam suatu perpustakaan. Konflik ini bisa terjadi antara atasan dan bawahan, sesama bawahan, atau antarunit kerja dalam suatu perpustakaan. Konflik ini bisa saja disebabkan oleh individu-individu yang malas, egois, pendengki, iri, mau menang sendiri, dan lainnya. Mereka perlu diberi pengarahan dan pembinaan.
  1. Konflik individu dengan kelompok
Seseorang dapat saja diasingkan, dikucilkan bahkan dikeluarkan dari kelompok atau komunitasnya. Mereka dianggap tidak bisa menyesuaikan diri dan melanggar norma-norma adat. Pihak yang diasingkan itu akan mengalami konflik yang dapat membuat suasana kaku bahkan bisa menjadi ketegangan tersendiri.
  1. Konflik antarkelompok
Terjadinya pertentangan antarbagian di suatu perpustakaan memungkinkan terjadinya konflik antarkelompok. Misalnya saja bagian pelayanan berkeinginan agar buku-buku baru itu segera dapat dipinjamkan. Namun bagian pengolahan tidak bisa melakukan pengolahan buku secara cepat karena semua harus menggunakan prosedur yang berlaku. Ketidaksesuaian sistem kerja ini kadang menimbulkan konflik antarunit kerja
  1. Konflik antarorganisasi, paham, dan aliran
Kepentingan politik, kepentingan ekonomi, perbedaan keyakinan, persaingan karier, dan perbedaan kultur dapat menimbulkan konflik organisasi. Konflik seperti inilah yang kadang menimbulkan keresahan dan kerusuhan yang kadang berakhir dengan pengasingan, pengorbanan, bahkan pembunuhan (Lasa Hs., 2005: 34-35).
Konflik dalam organisasi maupun perpustakaan merupakan dinamika tersendiri apabila pihak-pihak yang terlibat mampu menyikapinya dengan arif. Adanya konflik itu akan membuat semua pihak memahami kekurangan dan menghargai keinginan masing-masing serta dapat diselesaikan secara baik. Namun apabila tidak disadari, konflik itu justru menjadi penyebab perpecahan.
Penyelesaian konflik
Konflik tidak sekonyong-konyong terjadi begitu saja, tetapi ada penyebab awal dan melalui tahapan proses. Yakni suatu benturan, pergulatan, pertarungan, bahkan pertentangan berbagai kepentingan, opini, maupun tujuan yang terjadi dalam diri, bahkan bangsa dan negara.
      Dalam berbagai literatur dapat dikemukakan beberapa cara penyelesaian konflik antara lain:
  1. Kompromi atau negoisasi
Kompromi merupakan strategi penyelesaian konflik ketika semua pihak yang terlibat saling menyadari dan sepakat pada keinginan bersama. Penyelesaian strategi ini sering diartikan sebagai lose-lose situation. Yakn kedua belah pihak yang terlibat saling menyerah dan menyepakati  hal yang telah diperbuat. Biasanya penyelesaian ini digunakan dalam tingkat manajemen atas (top management) dan manajemen menengah (middle management).
  1. Kompetisi
Strategi kompetisi ini sering disebut sebagai win-lose situation. Dalam penyelesaian konflik ini menekankan hanya ada satu orang atau kelompok yang menang tanpa mempertimbangkan pihak yang kalah. Akibat negatif dari strategi ini adalah timbulnya kemarahan, putus asa, bahkan kerusuhan. 
  1. Akomodasi
Akomodasi sering disebut dengan cooperative situation. Pada strategi ini seseorang berusaha mengakomodasi permasalahan dan memberi kesempatan pihak lain untuk menang. Pada cara ini, masalah utama yang terjadi sebenarnya tidak terselesaikan. Strategi ini biasanya digunakan oleh partai politik atau kelompok-kelompok yang berebut kekuasaan dengan segala konsekuensinya.
  1. Smothing
Teknik ini merupakan penyelesaian konflik dengan cara mengurangi komponen emosional dalam konflik. Pada strategi ini, individu yang terlibat dalam konflik berupaya mencapai kebersamaan dari perbedaan dengan penuh kesadaran dan intropeksi diri. Strategi ini bisa diterapkan pada konflik yang ringan dan tidak digunakan untuk mengatasi konflik yang bersifat besar
  1. Menghindar
Pada strategi ini, semua pihak yang terlibat dalam konflik menyadari tentang masalah yang dihadapi. Namun mereka memilih menghindar atau sengaja tidak menyelesaikan masalah. Strategi ini dipilih apabila ketidaksepakatan dianggap akan membahayakan kedua belah pihak.
  1. Kolaborasi
Strategi ini biasa disebut dengan win-win solution. Dalam cara ini kedua belah pihak yang terlibat menentukan tujuan bersama dan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan. Keduanya yakin akan bisa mencapai tujuan bersama itu. Strategi kolaborasi tidak akan bisa berjalan apabila kompetisi insentif sebagai bagian dari situasi tersebut, kelompok yang terlibat tidak mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalah, dan tidak adanya kepercayaan dari kelompok/seseorang (Nursalam, 2015).



                               Oleh :Lasa Hs
                                 (Tulisan II)