Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 27 Juni 2018

Judul CFP Pustakawan PTMA go International

Tahun ini alhamdulillah 7 judul paper pustakawan go international diantaranya: 4 paper lolos CFP Bangkok, 2 lolos CFP IFLA dan 1 lolos CFP Jepang. berikut judul paper pustakawan PTMA:
IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) di Malaysia

  1. Traditional Costumes as Librarians’ Uniforms for Work at Public Libraries of Yogyakarta, Indonesia:  Atin Istiarni UM Magelang
  2. Instagram As A Media To Get Information: A Case Study At Grhatama Pustaka Special Region Of Yogyakarta: Raisa Fadelina UM Yogyakarta

iCoo (The International Conference on Library and Information Science : From Open Library to Open Society ) di Bangkok
  1. Preservation of Manuscript With Mix Tradition of Local Culture in KHP Widya Budaya Library of Keraton Yogyakarta, Indonesia:  Aidilla  Qurotianti UM Yogyakarta
  2. Presentation Of Gamelan And Rocks Karst As Implementation Information Local Content In Dpk Gunung Kidul : Muhammad Erdiansyah Cholid Anjali UM Yogyakarta
  3. Information Behavior Of Santri In Pandanaran Yogyakarta Boarding School In The Information Age: Arda Putri  Winata UM Yogyakarta dan Gretha Prestisia R.K UAD
  4. Cross Cultural Understanding through Library (Case Study at American Corner and Warung Perancis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) UM Yogyakarta: Novy Diana Fauzie UM Yogyakarta

ACLL (The Asian Conference on Language Learning) di Jepang
  1. Japanese Language Development in Indonesia Perspective of Library Science: Expansion of Japanese Notation on DDC (Dewey Decimal Clasification) Arda Putri  Winata UM Yogyakarta
Semoga menginspirasi pustakawan yang lain. Amin 

Selasa, 26 Juni 2018

Galery Foto MuhammadiyahTempo Doeloe

Perayaan Pemboekaan 3 Juli 1932
Perayaan Pemboekaan 3 Juli 1932
Zainal Baharudin, anggota Madjlis Consul Daerah Atjeh di Kutaradja
Zainal Baharudin, anggota Madjlis Consul Daerah Atjeh di Kutaradja

Teuku M. Hassan Gelompong Pajung. Consul Muhammadijah Daerah Atjeh

Conperensi Muhammadijah Daerah Atjeh ke VI di Kwala Simpang




Minggu, 24 Juni 2018

MENYIKAPI INFORMASI Bag 1


Kemajuan teknologi terutama teknologi informasi tidak dapat dihambat apalagi ditolak. Kehadirannya memang memberikan fasilitas, tetapi kadang berdampak negatif. Hal ini tergantung pintar-pintarnya memanfaatkannya. Bagi umat Islam, dengan adanya teknologi informasi akan mempermudah akses informasi nilai-nilai Islam dari berbagai sumber. Kita dapat memilih berbagai tema yang disampaikan oleh para da’i , ustadz, kiyai, atau ulama tertentu
Melalui media sosial, Alhamdulillah kita bisa mendengarkan kembali ceramah-ceramah da’i maupun ulama kharismatik yang telah berpulang ke Rahmatullah. Bahkan pesan-pesan mereka dapat  kita simak melalui youtube misalnya.
            Dengan kemudahan akses ini akan menambah wawasan kita terhadap nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam. Dengan keluasan wawasan ini akan mempersempit perbedaan dan mencegah perpecahan.  Mereka saling menghormati perbedaan itu. Sebab ketika mereka belum memeroleh wawasan dari pihak yang berbeda, seolah-olah apa yang mereka lakukan itulah yang paling benar. Namun setelah mendapatkan informasi dari sumber lain , maka mereka akan berpikir dan berperilaku lebih toleran kepada sesama muslim dan pemeluk agama lain.
            Namun demikian, dengan adanya keterbukaan menciptakan informasi dan kemudahan share informasi kadang begitu mudah orang menciptakan dan share informasi. Keadaan ini sering dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan dan kebencian. Kadang orang dengan seenaknya sendiri mencaci maki dan mencemooh agama atau tokoh lain tanpa merasa bersalah. Apabila cacian dan cemoohan itu diprotes, lalu dengan gampangnya cukup minta maaf. Katanya lebih baik minta maaf daripada minta ijin.
            Hiruk pikuknya penyebaran inforasi perlu disikapi dengan sangat hati-hati. Jangan sampai kita begitu mudah menciptakan informasi. Kiranya perlu dipikir panjang apakah informasi yang akan diciptakan itu menjadi masalah bagi orang lain atau tidak. Ide yang baik belum tentu diterima baik oleh orang lain apabila cara penyampaianmya tidak tepat dan salurannya tidak pas.
Penciptaan informasi
Agar informasi yang akan diciptakan itu tidak menimbulkan keresahan, konflik, maupun kerusuhan, kiranya perlu diperhatikan etika berinformasi antara lain bahwa informasi itu : tidak bersifat merendahkan dan mencela pihak lain.  Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah Swt dalam Al Hujurat: 11 yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman!. Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi bahwa mereka (yang diperolok-olokkan) itu justru lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok) itu justru lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu pada yang lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk  panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. Selanjutnya pada ayat berikutnya diingatkan bahwa  jangan sampai kita ini begitu mudah buruk sangka, curiga, mencari-cari kesalahan orang lain, maupun menggunjing (ghibah) orang lain.  
Penyebaran informasi
            Mengingat media komunikasi di tangan kita, kadang tidak disadari begitu mudah kita pencet tombol untuk share informasi. Kadang kita tidak berpikir panjang bahwa apa yang kita share itu akan menjadi masalah bagi orang lain atau tidak. Oleh karena itu dalam share berita perlu dilakukan pengecekan (tabayun) dari sumber informasi, isi informasi, maupun validitas informasi. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi tidak valid, berasal dari sumber yang tidak bertanggung jawab, dan informasi itu bersifat bohong. Langkah tabayun ini sangat penting agar kita terhindar dari fitnah dan cemoohan orang lain. Hal ini sesuai peringatan Allah Swt dalam Q.S. Al Hujurat: 6) yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu”.
(Bersambung)

Lasa Hs







KYAI KHALIL ; Guru Para Kyai dan Penyusn Kaidah Arab Pegon


KH Muhammad Khalil atau sering dipanggil mBah Khalil, lahir 27 Januari 1820.Beliau adalah putra Kyai Abdul Latif yang menurut beberapa penuturan masih ada hubungan darah dari Sunan Gunung Jati .mBah Khalil merupakan guru beberapai kyai P. Jawa dan Madura. Para kyai yang pernah berguru kepadanya antara lain KH Hasyim ‘Asy’ari (Pendiri NU), KH Wahab Hasbullan (Jombang), KH  Munawir  (Krapyak Yogyakarta), KH Bisri Mustofa (Rembang), bahkan konon Bung Karno pernah beruguru kepadanya.
Sejak kecil sudah kelihatan sangat mencintai ilmu pengetahuan terutama pengetahuan agama Islam. Pada tahun 1850 an beliau nyantri di ponpes Langitan Tuban, lalu ke pesantren Cangaan Bangil, lalu ke pesantren Keboncandi. Di Ponpes Keboncandi ini beliau berguru kepada Kyai Nur Hasan yang  kebetulan masih ada hubungan famili. Ketika nyantri di pesanten ini, beliau menjadi buruh batik untuk mengidupi dirinya agar tidak menggantungkan diri pada orang tua. Beliau sebenarnya anak orang berada, namun jiwa kemadiriannya angat kuat. Baginya rizki yang diperoleh dari keringat sendiri itu lebih bernilai dan memberikan kepuasan dari pada pemberian pihak lain.
Kehausan akan ilmu pengetahuan tak terbendung. Beliau sagat ingin belajar ke Mekah Mukaramah. Untuk mewujudkan impian ini,beliau nyantri di Pesantren Banyuwangi.Beliau memilih pesantren ini dengan perikiraan bahwa pesantren ini memliki banyak pohon  kelapa . Dengan nyantri di pesantren ini, beliau bisa menjadi buruh pemtik buah kelapa . Uang dari memetik buah kelapa ini dia tabung. Sedangkan untuk makan sehari-hari, beliau bekerja mengisi bak mandi, mencuci pakaian, dan menjadi juru masak teman-temannya. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan kerja cerdas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan tabungan dari buruh memetik buah kelapa akhirnya mimpi belajar ke Mekah terwujud. Pada ahun 1273 H/1859 M dengan uang tabungan memetik kelapa ini beliau berangkat ke Mekah untuk belajar.Selama belajar di sana, beliau menyalin kitab-kitab yang diperlukan para pelajar. Upah pekerjaan ini untuk menyambung hidup dan belajar selama disana.
Sepulang dari Mekah, beliau bersama dengan Syekh Nawawi Al Bantani dan Syekh Sholeh as Samarani (Semarang) menyusun kaidah penulisan Arab Pegon. Tuisan Arab Pegon ini digunakan untuk menulis kitab, surat menyurat  dalam bahasa Jawa, Sunda dan Madura yang pada prinsipnya sama dengan tulisan  Melayu/Jawi

Lasa Hs.      

SHIYALI RAMAMRITA RANGANATHAN; Pencetus Five Laws of Library Sciences dan Klasifkasi Colon.


Pustakawan India ini lahir 9Agustus 1892 di Shiyali Distrik Tanjavor Madras India. Putra Ramamrita Ayyar ini sebenarnya  ahli matematik yang juga banyak menulis tentang kepustakawanan. Beberapa penemuannya antara lain; Colon Classification /CC, Five Laws of Library Sciences. Ayahnya seorang budayawan dan tuan tanah. Ibunya bernama Seethalashmi  Ranganahan sebagai anak tunggal.
Dalam pembentukan pribadi dan pencapaian karir, Ranganathan banyak dipengaruhi oleh kakeknya yang juga seorang guru bernama Sabha Ayyar, dan kedua gurunya . Ia adalah seorang yang cerdas yang kebetulan pada tahun 1907 – 1909 dia mengalami penyempitan pembuluh darah dan anemia. Dengan demkian beliau tidak dapat duduk dan tidakbisa membaca. Temannyalah yang membacakan buku-buku pelajaran padanya dan hanya melalui pedengaranlah beliau menyerap ilmu pengetahuan.Meskipun demikian, beliau mendapat gelar sarjana muda (vokasi) dari Intermediate College Madras dan pada tahun 1916 berhasil menggondol gelar Maser of   Art. Kemudian ia menjadi staf pengajar di Akademi Pemerintahan Mangalore dan Akademi Pemerintahan Coimbatore. Ketika berkunjung ke Inggris, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke 100     perpustakaan di sana. Hasil kunjungan ini kemudian hari sebagai modal perbaikan kepustakawanan di  India.
          Prestasinya di bidang perpustakaan dimulai tahun 1924 sebagai pustakawan di Universitas Madras.Kemudian pada tahun 1930 Ranganathan menjadi anggota Library Association dan pernah mendapatkan penghargaan dari School of Librarianship dari University College. Beliau menjadi pustakawan di University of Madras tahun 1944, lalu diangkat sebagai profesor perpustakaan di Benares Hindu University (1945 – 1947) serta sebagai profesor kehormatan pada Vikram University Mijain (1957 – 1959).
    Dalam pengembangan Sistem Colon, beliau mengembangkan sistem faset yang sebenarnya merupakan perluasan dari sistem klasifikasi DDC, UDC, maupun Bliss Bibliograpic Classification Indeks berantai yang dikembngkannya  merupakan simbolis antara klasifikasi dan subjeks indeks . Pemikirannya untuk mengembangkan sistem kepustakawanan cukup besar antara lain beliau ingin adanya  jaringan perpustakaan nasional yang dapat diikuti semua perpustakan. Pada tahun 1956, beliau menerbitkan Annals of Library Sciences dan pada tahun 1956 menerbitkan Library Science With a Slant to Documentaion dan sekaligus beliau sebagai editor dua jurnal tersebut.
Karya tulis yang diwariskan kepada generasi penerus kepustakawaan antara lain; 1) Classification Catalog Code; 2) Chain Procedure;3) Theory  of Books Selection; 4) Library Administration and Management; 5) Long Range Reference Service; 6) Organzation of Library and Information Systems; 7) Library Housing ; 8) Colon Classification 9) Five Laws of Library Sciences. Bapak Pustakawan India ini  meninggal dunia pada tanggal     27 September 1972.    
(Sumber : Kamus Kepustakawanan Indonesia,2017)
Lasa Hs

Jumat, 08 Juni 2018

BERHASIL KARENA TEKUN BEKERJA


Artinya “dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Allah pasti memberikan karuniaNya kepadamu, lalu (hati) kamu menjdi puas”. (Q.S. Adh Dhuha: 4 – 5)
Setiap orang ingin mencapai kemajuan dan keberhasilan. Mereka berkeinginan agar hari esok lebih baik daripada hari ini. Hari ini diushaakan lebih baik daripada hari kemarin.
Perubahan ini akan terjadi apabila orang memahami apa makna hidup.Hidup adalah anugerah Allah yang sangat berharga. Anugerah itu harus disyukuri antara lain dengan melakukan dan menghasilkan sesuatu yang positif  atau manfaat untuk diri dan orang lain. Salah satu pilihan untuk menghasilkan yang positif itu adalah bekerja.
Bekerja memiliki banyak maknadan bukan sekedar mendapatkan uang. Bekerja dapat dinilai sebagai bentuk syukur dan ibadah kepada Allah. Sebab dengan melakukan suatu pekerjaan berarti kita memanfaatkan potensi yang ada untuk diri dan orang lain. Putaran otak, gerakan tangan, dan langkah kaki untuk menggapai kemanfaatan diri atau orang lain sebenarnya merupakan langkah positif meskipun belum menghasilkan.
Agama apapun tidak mengajarkan pengikutnya untuk bermalas-malasan. Pada umumnya agama-agama di dunia ini menganjurkan umatnya untuk berusaha dan bekerja. Sebab dengan bekerja akan menaikkan status seseorang dan tidak menjadi beban orang lain.
Suatu ketika Rasulullah SAW kedatangan seorang laki-laki yang mengadukan kefakirannya. Mendengar keluhan itu, lalu Rasulullah SAW memberikan dua dirham dan bersabda :”Apakah kamu memiliki sesuatu ?. “Tidak, wahai Rasulullah”. Jawab orang itu. Lalu orang itu diberi lagi uang sebanyak 2 dirham dan Rasulullah SAW bersabda lagi “Terimalah uang ini. Belilah makanan sekedarnya untuk kamu dan keluargamu. Sisanya coba belikan kampak. Dengan kampak itu engkau mencari kayu di hutan lalu juallah kayu itu. Hal ini akan lebih baik dan bermakna daripada engkau menjadi pengemis (minta-minta pada orang lain) “. Setelah 15 hari dari pertemuan itu, lelaki itu sowan pada Rasulullah SAW dan matur “Wahai Rasulullah, Allah sungguh telah memberkahi apa yang telah Rasul perintahkan kepadaku. Alhamdulillah,kini kami telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 10 dirham. Uang yang 5 dirham saya gunakan untuk beli makanan anak isteri dan yang 5 dirham saya gunakan  membeli pakaian untuk mereka”. Mendengar cerita keberhasilan itu, Rasululah nampak berkenan, lalu bersabda “Hal itu lebih baik dari pada engkau meminta-minta kepada orang lain”.
Dengan bekerja, seseorang akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bila dibandingkan dengan orang yang menganggur. Sebab orang yang bekerja tidak menjadi beban orang lain. Orang yang bekerja tidaklah dipandang sebelah mata oleh orang lain. Bahkan predikat orang bekerja menjadi “penghasil sesuatu” dan bukan lagi sebagai peminta. Dengan kata lain, orang yang bekerja ibarat baju yang bermerek. Tentunya baju yang bermerek harganya lebih mahal daripada baju yang tidak punya merek.
Bekerja dapat menaikkan status dan gengsi seseorang dan keluarga.Maka tak heran apabila sebagian besar orang cenderung mencari pekerjaan yang bergengsi dan prospektif. Sebab dengan prestise tinggi diharapkan akan mendatangkan banyak fasilitas. Namun demikian ada pula orang yang mementingkan pada pekerjaan/bidang yang ditekuninya  itu. Dia tidak mementingkan prestise. Baginya memaknai pekerjaan itu lebih penting daripada mengejar prestise. Sebab prestise hanya bersifat sementara dan kadang orang terjebak oleh pengejaran prestise. Betapa banyak orang yang sekedar mengejar gengsi lalu kehilangan makna hidup. Maka dalam hal pekerjaan ini yang penting adalah fungsinya dan bukan statusnya. Apalah artinya status kalau toh nyatanya tidak mampu berfungsi pada bidang tertentu.
Orang-orang yang bekerja dengan baik dalam bidangnya akan memberikan makna dalam kehidupan dan namanya akan dikenang sepanjang masa. Sekedar contoh adalah karyawan sekolah tertentu, ketika masih hidup menyaksikan para siswa praktek biologi dengan tengkorak buatan. Dia berpikir alangkah bagusnya apabila anak-anak itu bisa praktek dengan tengkorak sungguhan. Dia menyadari bahwa praktek dengan tengkorak asli jauh berbeda dengan praktek dengan tengkorak buatan. Tak lama, lalu  dia berwasiat kepada keluarga dan sekolah apabila sewaktu-waktu meninggal dunia, maka tengkoraknya supaya diambil dan digunakan sebagai media praktek para siswa sekolah tersebut. Wasiat inipun dilaksanakan dan tengkorak itupun digunakan sebagai media paktek dan sekarang tersimpan di ruang leboratorium sekolah tersebut.
Meskipun karyawan tersebut termasuk pegawai rendah, namun ternyata ia mampu memberikan makna dalam kehidupan keilmuan. Sekecil apapun pekerjaan seseorang asal dilakukan dengan baik, maka  akan memberikan makna tersendiri. Dalam hal ini Martin Luther King Jr. mengatakan “Kalau anda terpanggil menjadi tukang sapu jalan, maka sapulah jalan itu seperti Michelangelo melukis,  atau Bethoven mengubah musik, atau seperti Shakespeare menulis sajak. Sapulah jalan itu sedemikian baik, sehingga semua penghuni surga dan bumi akan berhenti sejenak untuk mengatakan “Di sini pernah hidup seorang tukang sapu jalan yang hebat yang sangat baik kerjanya”.
Keberhasilan tidak begitu saja datang dari langit. Orang yang sukses adalah orang yang berusaha, mampu mengatasi kendala, dan memperoleh sesuatu yang diinginkan. Pemalas adalah orang yang enggan bekerja, takut gagal, dan maunya dapat enaknya. Kemudian orang yang berusaha adalah orang yang mampu memaknai hidup. Mereka yang malas berarti tidak tau tentang makna hidup. Bekerja merupakan salah satu upaya memberikan makna dalam kehidupan.
Apabila orang memahami bahwa bekerja merupakan makna hidup, maka dia akan merasa bahagia dalam melaksanakan pekerjaan. Sebab sesepele apapun pekerjaan asal dilaksanakan dengan baik dan senang, maka akan mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan. Dengan bekerja membuat seseorang tidak menganggur, dapat menghasilkan sesuatu, dan dapat memenuhi kebutuhan hidup. Kiranya tidak perlu dipusingkan dengan adanya kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan. Tak perlu takut dengan kelelahan. Sebab di balik kelelahan itu akan tumbuh kebahagiaan lantaran memperoleh sesuatu sebagai hasil jerih payahnya.
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan orang harus berani kompetisi dalam berebut kesempatan. Maka bangun pagi lalu melakukan aktivitas merupakan salah satu sikap siap untuk berkompetisi. Sebab bangun siang itu rizkinya sudah dipatuk ayam.
Berkatian dengan itulah, maka Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk bangun pagi hari dengan sabdanya bahwa shalat fajar itu lebih baik daripada dunia dan isinya. Artinya dengan shalat fajar tersebut orang akan bangun pagi lalu melakukan serangkaian kegiatan yang produktif. Pengertian ini bukan berarti setelah shalat fajar dan shubuh lalu tidur-tiduran atau malas-malasan. Berkaitan dengan malas-malasan ini, suatu ketika Rasulullah SAW menghampiri tempat tidur putri tercinta yakni Fatimah Az-Zahra. Saat itu Fatimah sedang tiduran seusai melaksanakan shalat subuh. Melihat putrinya yang sedang malas-malasan itu, beliau menggoyang tubuh putrinya itu dan bersabda :”Wahai putriku, bangunlah dan sambutlah rizki Allah dan jangan lalai. Sebab Allah itu membagi-bagi rizki kepada manusia antara terbit fajar sampai menjelang matahari terbit” (H.R. Baihaqi).
Pada pagi hari pikiran masih fresh yang dapat digunakan untuk kegiatan yang memerlukan konsentrasi dan perencanaan. Bagi seorang ilmuwan waktu itu dapat digunakan untuk kegiatan baca dan tulis.Bagi penjual makanan, maka pagi itu dapat digunakan untuk masak . Demikian pula bagi rumah tangga, sepagi itu banyak hal-hal yang dapat dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan jalan atau lari pun merupakan olah raga murah meriah dan menyehatkan.
Kemalasan akan melahirkan penyesalan. Kemalasan membuat orang enggan beranjak, tangan malas bergerak, kaki berat melangkah, pikiran terbelenggu, dan  kemauan beku. Kemalasan membuat hidup menjadi redup, langkah mundur, mata tertidur, dan maunya yang enak-enak tidur di atas kasur. Sikap inilah yang membuat  orang, masyarakat, bahkan bangsa ketinggalan dari yang lain. Untuk itu Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan akan bahaya kemalasan dalam sabdanya :”Beberapa hal yang sangat aku khawatirkan akan menimpa umatku yakni besar perut (doyan makan) terus menerus tidur, lemah, dan lemah keyakinan “ (H.R. Daruqutni).   


Lasa Hs                                       


MENCUAT BERKAT MINAT DAN BAKAT


“Janganlah kita dipusingkan oleh anggapan tidak adilnya Tuhan dalam membagi-bagi bakat kepada masing-masing orang. Adapun yang menjadi masalah bagi kita ialah bagaimana memanfaatkan bakat yang sudah ada pada diri kita itu, dan dengan tekun mempergunakannya sksn tercapai sesuatu yang tinggi  (Allan Loy McGinnis).
            Tiap orang memiliki bakat dan potensi yang berbeda.Bakat dan minat seseorang perlu digali dan dicoba. Orang yang tak pernah mau mencoba, maka selamanya tidak akan tau bakat dirinya.
            Bakat yang ada pada diri seseorang perlu dikembangkan dengan gigih untuk mencapai keberhasilan. Dengan kegigihan, sesuatu yang nampaknya mustahil ternyata menjadi kenyataan. Apabila seseorang punya kegigihan, insya Allah apa yang mustahil akan terwujud menjadi kenyataan. Orang ini akan berhasil daripada orang-orang yang cerdas tetapi malas.Sampai-sampai pepatah Cina kuno menyatakan bahwa lantaran kegagalan seorang bodoh sekalipun mampu memindah gunung karena memiliki kegigihan. Tidak semua orang harus menjadi polikus, penyanyi, bintang film, da’i kondang, dan lainnya bila ingin sukses. Dengan kegigihan dalam mengembangkan bakat dan minat, insya Allah akan berhasil dalam hidup. Sebab kegigihan merupakan energi yang menggerakkan seseorang untuk bekerjs lagi, bersemangat, dan menumbuhkan rasa percaya diri.  
            Walt Disney  mencuat namanya dengan mengembangkan bakat dan minatnya terhadap dunia kartun. Dalam bidang yang mungkin tidak menarik banyak orang ini justru  mampu mengantarkan Disney memperoleh 700 penghargaan lebih antara lain 31 Oscar, 5 Emmy Award, dan lainnya.
            Kehidupan Disney di kala kecil sangat sengsara. Sejak kecil dia harus bekerja keras. Bersama abangnya yang bernama Roy, dia harus mengurusi ladangnya  seluas 50 hektar . Ketika dia berumur 10 tahun terpaksa menjadi loper koran. Ia mulai bekerja menganatr koran sejak pukul 03.30 dini hari pada saat orang-orang masih tidur nyenyak. Disney juga sering membantu ibunya berjualan susu sapi. Ketika ia duduk di sekolah menengah sudah bekerja di kantor pos sebagai tenaga paruh waktu/part time untuk membeayai sekolahnya.
            Minat dan bakatnya di bidang kartun memang telah kelihatan sejak kecil. Meskipun demikian, ia tidak serta merta sukses begitu saja. Kendala, kesulitan, dan hambatan lebih dulu menghadangnya. Master kartun dunia ini pernah ditolak sebagai kartunis oleh Kansas City Star. Ia pernah bekerja di suatu agen periklanan. Di sini dia bekerja tidak lama. Karena karyanya saat itu jelek, mak iapun diberhentikan.
            Perjalanan hidup Disney ternyata bisa berubah bahkan melesat berkat kegigihan dalam pengembangan bakat dn minatnya terhadap dunia kartun. Bersama kawannya, mereka mendirikan iklan Iwerk Disney Corporation. Dalam perjalannan usaha ini ternyata  mengalami kebangkrutan.
            Tidak lama kemudian, beliau mendapat kontrak dari seorang dokter gigi. Dengan uang kontrak inilah dia mengadu nasib ke Holywood. Di sana, ia masuk kantor satu ke kantor lain bidang pefilman melamar sebagai sutradara. Nasib mujur nampaknya belum menghampirinya, maka sebagaian besar perusahaan itu belum menerimanya.
            Pekerjaan belum diperoleh, uangnya hampir habis. Dengan sisa uang 5 dolar ia kembali ke California. Sesampai di rumah  ia nampak murung dan putus asa. Roy, sebagai kakaknya memahami betul apa yang dirasakan adiknya itu. Roy pun menghibur dan menyemangatinya. Sekecil apapun bakat dan minat seseorang apabila ditekuni dan dikembangkan pasti mencapai keberhasilan.
            Setelah berhari-hari merenung lalu bersemangat lagi untuk berkarya. Dengan imajinasinya yang kuat.akhirnya ia menemukan keberhasilan setelah menciptakan tokoh tikus lucu Mickey Mouse. Raja kartun inipun kemudian mendirikan Disneyland sebagai tempat hiburan keluarga  yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai mancanegara.
            Demikian pula dengan Elvis Presley yang namanya melegenda sampai saat ini. Elvis yang  punya minat dan bakat tarik suara itu mencuat namanya berkat ketekunan dan kemauan yang kuat.  Ketika ia berumur 15 tahun telah bekerja sebagai pengiring tamu di Theather Loew dengan gaji 12.50  dolar per minggu. Ia bekerja sejak pukul 17.00 sampai pukul 22.00 malam. Ia bekerja di sini tidak terlalau lama, dan keluar. Lalu ia bekerja Marl Metal Company. Atas saran ibunya, Elvis Presley keluar dari perusahaan ini. Setelah lulus sekolah menengah ia menjadi sopir truk di Crown Electric Company. Dengan kegigihan dan ketekunan tarik suara ini, kini almbumnya telah terjual hampir satu milyar.



Lasa Hs


HAMKA – di “penjara” pun Menulis Buku


Kata orang, bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang bisa membaca peluang, mampu memanfaatkan peluang, mau menciptakan peluang, dan berhasil mengembangkan peluang. Buya Hamka adalah salah satu orang yang memenuhi kriteria ini. Beliau doktor, setelah banyak menulis buku. Bukannnya doktor yang tak punya buku.
            Ulama kharismatik, ketua MUI pertama kali itu juga seorang pujangga, penulis buku produktif, dan da’i yang disegani di kawasan Asia Tenggara bahkan Jepang. Buku-bukunya masih bisa ditemukan di toko buku dan perpustakaan antara lain; Negara Islam, Islam dan Demokrasi, Revolusi Pikiran, Revolusi Agama, Adat Minangkabau, Menghadapi Revolusi, Dari Lembah Cita-Cita. Novel-novelnya antara lain; Di Bawah Lindungan Ka’bah, Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah.Buku-buku ini ditulis sejak bertemu dengan Thaha Husein (tunanetra penulis buku Al Ayyam, dan pernah menjadi Menteri Pendidikan Mesir)  dan Fikri Abadah.
            Menurut penuturan drh.H.Taufik Ismail seorang budayawan dan sastrawan bahwa ketika PKI (Partai Komunis Indonesia) berjaya dan Masyumi mengalami penurunan, Buya Hamka dijelek-jelekkan oleh orang-orang PKI melalui rubrik Lentera d Harian Bintang Timur. Suatu ketika Buya Hamka menghadiri walimatul ‘ursy anak seorang sejawatnya. Di situ, beliau terlibat pembicaraan dengan kawan-kawan lama. Entah bagaimana lalu muncul fitnah bahwa Buya Hamka dan teman-temannya bermaksud membunuh Bung Karno dan Menteri Agama saat itu (Syaifuddin Zuhri). Dari fitnah keji itu, Buya Hamka ditangkap dan dipenjarakan selama 2 tahun 4 bulan. Namun hikmah dari penjara tanpa proses hukum ini adalah beliau berhasil menyelesaikan Tafsir Al Azhar yang 30 juz itu. Di penjara ini, beliau memanfaatkan peluang untuk menulis. Tetapi yang bebas, tidak dipenjara tak menulis buku.
            Hamka bukanlah tipe pendendam dan sakit hati yang dibawa mati. Beliau menunjukkan jiwa besar dan sikap bijaknya. Ketika Bung Karo wafat, Buya Hamka memaafkannya. Bahkan beliau mengimami shalat jenazah untuk Sang Proklamator itu. Ketika ditanya mengapa Buya mau menshalatkan Bung Karno yang pernah mendhaliminya. Beliau dengan singkat menjawab “Beliau adalah sahabat saya”. Beliau tetap menjalin silaturrahmi dengan keluarga Bung Karno. Sehingga tidak ada dusta diantara kita.
            Pahlawan Nasional ini, dipanggil pulang ke Rahmatullah tanggal 24 Juli 1981 dengan meninggalkan ilmu pengetahuan kepada kita dalam berbagai bidang sepeti politik, agama, kebudayaan, filsafat, tasauf, sastra, dan lainnya. Beliau masih hidup (ilmu, pikiran,) meskipun mati (jasadnya).
            Buya Syafi’I Ma’arif dalam Suara Muhammadiyah 3 Syawal 1435 H menyatakan : Benarlah penglihatan Sutan Mansur, bahwa Hamka adalah orang besar yang bertahun-tahun ditempa penderitaan, dan membuatnya menjadi manusia tahan banting dan halus perasaaannya. Penderitaan yang dialaminya justru menjadi tangga emas baginya yang terus berkarya dan beramal :mencari jalan pulang”. Maka tak heran berjibun rakyat dari segala lapisan masyarakat menangisi kepergiannya. Sebab yang pergi itu mewakili hati nurani mereka.
            Prof. Dr. Shawki Futaki, Presiden Japan Islamic Congress menyampaikan pesan dukanya dengan kalimat :” Atas nama 50.000 umat Islam Jepang, kami sampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulang ke rahmataullah Prof.Dr.Hamka, tokoh Islam Indonesia yang bagi kami adalah seorag pemimpin yang telah memberi bimbingan selama 4 tahun terakhir. Banyak bimbingan Buya Hamka bagi kemajuan umat Islam Jepang. Umat Islam Jepang benar-benar merasa kehilangan seorag tokoh yang selama ini dirasakan sangat dekat.
(sumber : 100 Tokoh Muhammadiyah, yang Menginspirasi, 2014)


Lasa Hs.

Selasa, 05 Juni 2018

MEMANFAATKAN DAN MENGEMBANGKAN JARINGAN KERJASAMA PERPUSTAKAAN PTMA DI SUMATERA BAGIAN SELATAN


Oleh : Ir. Genot Agung Busono, M.Si.
Kepala Perpustakaan UM Palembang, Jl.A.Yani 13 Ulu Plaju
                                               e-mail: genot2011@yahoo.co.id
ABSTRAK
Rumusan masalah dalam artikel ini  adalah bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan jaringan kerjasama perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/PTMA  khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.Dengan adanya jaringan ini diharapkan saling terhubung dan terintegrasi.Melalui integrasi ini  perpustakaan perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi perpustakaan yang  kuat, memiliki sumber informasi yang lengkap, memiliki koleksi lokal/local content yang variatif. Melalui jaringan ini, sumber informasi dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Diharapkan, dengan bekerjasama  perpustakaan  PTMA akan menjadi efektif dalam pengembangan dan penggunaan koleksi  serta efisiensi dalam penggunaan anggaran biaya.
Metode dalam penulisan adalah menggunakan studi literatur yaitu mengambil sumber-sumber dari internet, website, beberapa jurnal, dan buku-buku yang berhubungan dengan topik tersebut.
Bentuk kerjasama antar jaringan perpustakaan dimulai dengan melakukan koordinasi yang baik, kemudian melakukan kesepakatan dan pemahaman dalam penyeragaman  software, dilanjutkan dengan penyediaan infrastuktur elemen, seperti perangkat keras/hardware, perangkat lunak/software, dan manusia /brainware yang handal.

Kata kunci: Koordinasi. Standar Metadata, Jaringan, Kerjasama, Interoperabilitas.



KOMPETENSI PUSTAKAWAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI


Ana Wahyuni
Pustakawan Unversitas Muammadiyah Surakarta
ABSTRAK
Perpustakaan memerlukan dukungan sumber daya manusia unggul dan profesional antara lain pustakawan yang berkompeten dalam pengadaan bahan pustaka. Tulisan ini bertujuan memaparkan berbagai kompetensi yang dimiliki pustakawan layanan teknis khususnya pustakawan pengembangan koleksi. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pustakawan meliputi kompetensi umum dan kompetensi inti. Kompetensi umum terdiri dari penguasaan teknologi informasi, menyusun rencana kerja, dan membuat laporan kerja. Kemudian kompetensi inti pustakawan antara lain pengembangan koleksi yang terdiri dari kegiatan  melakukan seleksi koleksi  dan pengadaan koleksi.
Pustakawan penembangan koleksi harus memilki kompetensi dalam menyeleksi bahan pustaka dengan melakukan identifikasi, menilai, dan menentukan koleksi untuk keperluan pengadaan dan pengembangan berdasarkan kebijakan yang berlaku di perpustakaan tempat tugas. Kompetensi pustakawan dalam pengadaan bahan pustaka mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan membuat laporan pengadaan bahan pustaka.
Kata kunci : Pustakawan. Kompetensi. Pengadaan, Bahan Pustaka.  

Senin, 04 Juni 2018

KOMPETENSI BAHASA INGGRIS PUSTAKAWAN PTMA DI ERA DIGITALISASI INFORMASI DAN TEKNOOGI


Ari Fatimah Aisyah
                        Pustakawan Universitas Muhammadiyah Suakarta
                                                      ABSTRAK
Semakin maju ilmu penetahuan dan teknologi informasi, pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk lebih profesional, berpengetahuan, dan berketrampilan tinggi. Kinerja yang profesional akan mendukung kinerja perpustakaan dalam menunjang Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, yakni Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat
            Sebagai pengelola informasi, pustakawan perlu meningkatkan citranya dari penjaga buku (books guardian) menjadi manajer informasi disamping harus berpengatahuan luas. Melalui peningkatan citra dan pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja mereka terutama dalam layanan perpustakaan.
            Kompetensi dan komitmen dapat diperoleh melalui perjuangan internal dan eksternal. Secara internal, pustakawan dapat mengembangkan karakter ke target yang telah ditetapkan dalam indikator kinerja. Kemudian secara eksternal, pustakawan harus menguasai kompetensi ilmu pengetahan, kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, sikap profesionalisme, dan ketrampilan komunikasi termasuk kemampuan berbahasa Inggris.
Kata kunci : Kompetensi.Pengembangan diri. Komunkasi.Kemampuan BerahasaInggris.


MUHAMMADIYAH MENJAWAB TANTANGAN JAMAN


Judul             : Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah 3
Penerbit       : Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, Mei 2018
 ISBN              : 978-602-9417-19-7
 Tebal             : 684 halaman
Muhammadiyah sebagai gerakan kemajuan selalu berusaha  untuk memberikan pencerahan kepada bangsa dalam menghadapi perkembangan dan perubahan yang mereka alami. Sebab  perubahan tidak bisa dihindarkan dalam keidupan manusia.
Muhammadiyah berusaha memberikan sumbangan pemikiran atau solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi umat Islam , bangsa, bahkan masalah kemanusiaan. Sumbangan pemikiran itu antara lain dalam bentuk kumpulan keputusan dalam Himpunan Putusan Tarjih/HPT Muhammadiyah  3 . Buku ini merupakan kompilasi dari keputusan empat Munas Tarjih yaitu Munas Ke 26, 27, 28, dan 29. Sementara itu keputusan Munas Tarjih Ke 20, 21, 22, 23, 24, 25 Insya Allah akan diterbitkan dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah 2 yang kini dalam proses penerbitan. 
Buku bersampul biru ini menyajikan Tanfidz Keputusan Munas Ke 26 antara lain berisi tentang etika politik, etika bisnis, pengembangan HPT (pengobatan alternatif, puasa sunat,salat Jumat, merawat jenazah), pornografi, fikih perempuan, hisab dan rukyat. Kemudian Tanfidz Keputusan Munas Ke 27 antara lain tentang fikih tatakelola, pemberantasan korupsi, seni dan budaya, dan agama sebagai sumber nilai, hisab, arah kiblat,gerhana, dan lainnya. Pada bagian ketiga menyajikan Tanfidz Keputusan Munas Ke 28 yang menyajikan fikih; air dalam perspektif Muhammadiyah. Dalam pembahasan ini dijelaskan tentang pandangan Islam terhadap air, pengelolaan dan pemeliharaan air, tuntunan menuju keluarga sakinah, dan tuntunan manasik haji. Kemudian pada bagian keempat disajikan Tanfidz Keputusan Munas Ke 29 yang berisi tentang tuntunan salat lima waktu, fikih kebencanaan, masalah ibadah pada saat bencana, dan lainnya.
Beberapa keputusan Munas tarjih sebenarnya telah diterbitkan dalam bentuk terbitan pisah-pisah dengan harapan cepat sampai ke masyarakat dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Namun untuk lebih memudahkan penyampaian hasil pemikiran itu secara menyeluruh, maka diterbitkan dalam bentuk kompilasi ini.
Buku ini sebaiknya dimiliki oleh setiap warga Muhammadiyah terutama pada pimpinan Persyarikatan yang selanjutnya dapat disampaikan kepada warga Muhammadiyah. HPT 3 ini juga sekaligus mengoreksi, menambah, dan melengkapi hal-hal tertentu yang telah ditulis pada HPT 1.
Lasa Hs

Minggu, 03 Juni 2018

PAK AR DISURUH NYANYI OLEH BUNG KARNO


Suatu hari, Pak AR ditugasi oleh PP Muhammadiyah untuk menghadiri pertemuan ormas-ormas di Istana Negara. Dalam pertemuan itu ada hiburan dan saat itu Bung Karno meminta wakil-wakil ormas untuk maju dan bernyanyi. Tiba-tiba Bung Karno menunjuk Pak AR sebagai wakil dari Muhammadiyah untuk menyanyi. Pak AR memang tidak biasa menyanyi, namun tak kurang akal kemudian beliau maju dan nyanyi dihadapan Bung Karno lagunya singiran model pesantren: “eling eling siro menungso, temenono anggonmu ngaji, mumpung durung ketekan malaikat jurupati” bung Karno hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Komentar saudara Asnawi putra Ibu Zahri (Wonokromo) “wah Bung karno ketanggor wong Bleberan”

(sumber: library.umy.ac.id disarikan dari anekdot dan kenangan lepas tentang Pak AR-Sukriyanto, 2013)


Jumat, 01 Juni 2018

BUDAYA MEMBACA dan MEMANFAATKAN E-JOURNAL MAHASISWA UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA


Agung Suyudi
Pustakawan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
ABSTRAK
Budaya baca bukan hanya membaca buku, akan tetapi dalam wujud yang berbeda. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, bahan bacaan juga mengalami perkembangan pesat. Sivitas akademika diharapkan memanfaatkan koleksi cetak mapun koleksi digital yang dikelola perpustakaan Perguruan Tinggidan perpustakaan lain.
Untuk itu perlu ketrampilan akses informasi cetak maupun sumber-sumber elektronik ang dapat diakses melalui internet. Melalui e-journal yang telah disediakan oleh berbagai perpustakaan, para pemustaka diharapkan mampu mengakses dan memanfaatkan sumber-sumber informasi yangup todate . Dengan pemanfaatan sumber-sumber informasi yang up todateini diharpkan mampu meningkatkan kualitasnkeilmuan mereka.
Kata kunci: Sumber elektronik. Budaya baca. Akses informasi.

BRANDING SELF; CARA PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH DALAM MENGEMBANGKAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH


Ana Pujiastuti
Pustakawan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
ABSTRAK
Pustakawan dapat menggali potensinya untuk memunculkan ciri khas yang dapat dijadikan brand. Brand inilah yang akan menjadi pembeda antarpustakawan.Sedangkan brandingself adalah citra diri seseorang terkait dengan kemampuannya dalam  menyelesaikan setiap permasalahan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupannya. Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/PTMA dapat berpartispasi dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiah melalui perpustakaan. Penerapan brandingself dalam keseharian antara lain bersifat kolaborasi passion dan portable equity, dekat karena terbuka, harum karena karya dan hangat dengan sikap.Brand  pustakawanPTMA yang produktif inilah yang kelak menjadi role model pustakawan Indonesia.
Kata kunci: Branding self. Pustakawan. Amal Usaha Muhammadiyah.