Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 11 November 2018

Kunjungan Stikes Jayapura ke Perpustakaan Unisa Yogya


Senin, 5 November 2018 bertempat di Perpustakaan Unisa Yogyakarta, hadir seorang purna tugas dari Dinkes Papua yang sekarang aktif di Stikes Jayapura. Beliau adalah Ibu Dionesia Pri Utami, SKM, M.Kes. Kehadirannya dari Jakarta pasca mengikuti Kongres  Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk study banding ke Unisa Yogyakarta. Salah satu bahannya adalah tentang pengelolaan perpustakaan, untuk pengembangan Stikes Jayapura yang berada di bawah Yayasan Pengembangan Masyarakat Papua.
Kunjungan study banding diterima oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogya, Irkhamiyati, SIP., M.IP. Banyak hal menarik menjadi topik perbincangan dalam studi banding kali ini, mulai dari akreditasi perpustakaan oleh Perpiusnas RI sampai akreditasi prodi oleh BAN PT. Di akhir sesi beliau ingin menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Unisa Yogyakarta demi kemajuan Perpustakaan bersama. (Irkhamiyati-2018).

PENINGKATAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN BERBASIS MANAJEMEN PENGETAHUAN


                                       Nurhayati
                     Perpustakaan UM Sidoarjo
                                      Abstrak

Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiah perlu memiliki kompetensi dalam melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Kompetensi ini meliputi kompetensi profesi, kompetensi pribadi, dan kompetensi kepemimpinan. Kompetensi profesi mencakup pengetahuan bidang perpustakaan, informasi, psikologi, dan manajemen. Kompetensi pribadi merupakan kemampuan yang berhubungan dengan perilaku, sikap, dan nilai diri. Kompetensi kepemimpinan adalah kemampuan dalam merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan, dan melakukan pengawasan dalam pemberdayaan sumber informasi, pengembangan SDM, pemanfaatan teknologi informasi, maupun mengarahkan kegiatan kepustakawanan.
Penguasaan kompetensi ini semakin meningkat, apabila pustakawan mau    mengembangkan diri dengan pendidikan dan belajar sepanjang hayat.


Jumat, 09 November 2018

PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERPUSTAKAAN PTMA


Dwi Sundari
Perpustakaan STIKES Muhammadiyah Gombong
 Abstrak
                Perpustakaan dan pustakawan merupakan 2 (dua)  komponen yang tak terpisahkan, bagaikan dua sisi mata uang. Pustakawan memiliki tugas mengelola bahan pustaka,  memberikan layanan informasi, dan mengembangkan profesi pustakawan. Namun dalam pelaksanaan kegiatan itu, di beberapa lembaga belum mendapat apresiasi terutama oleh stakeholder.
                Oleh karena itu, pustakawan harus menyadari perlunya  meningkatkan kinerja dan selalu belajar, dan menunjukkan kemampuannya dalam ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pustakawan perlu mengembangkan karir dengan menunjukkan prestasi, kreativitas, talenta, dan produk intelektual. Misalnya aktif  di organisasi kepustakawanan, berperan serta dalam seminar, mengikuti  call for paper, mengikuti kompetisi, pelatihan, magang, dan lainnya. Mereka perlu belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan kinerja pustakawan.

Selasa, 06 November 2018

MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAl UNTUK MEWUJUDKAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI


        Yunda Sara Sekar Arum
          Perpustakaan UM Magelang
     Abstrak
            Banyak yang berpandangan bahwa hal yang menentukan prestasi adalah kecerdasan intelektual (IQ). Akan tetapi pada kenyataannya, kecerdasan intelektual hanya menyumbang  20 persen dalam faktor yang memengaruhi prestasi. Sedangkan sisanya 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosional. Maka, kini kecerdasan emosional dijadikan tolok ukur baru dalam penilaian kinerja.
Pustakawan dalam melaksanakan kegiatannya perlu menggunakan kecerdasarn emosionalnya terutama dalam memberikan layanan. Melalui kecedasan emosional, pustakawan akan mampu meraih prestasi tinggi.

Minggu, 04 November 2018

Menuju 106 Tahun Muhammadiyah ;Ta’awun Untuk Negeri


        JENDRAL SOEDIRMAN
                    Pahlawan Nasional  & Kader Muhammadiyah
           
Tokoh yang satu ini dikenal sebagai sosok yang bekerja keras, sederhana, berani menghadapi resiko, disiplin, dan bertanggung jawab. Kepribadian ini terbentuk sebagai buah proses pendidikan di Muhammadiyah, Hizbul Wahan, Taman Siswa, dan kemiliteran.
Bapak TNI ini merupakan tokoh penggerak revolusi fisik yang dinilai paling menonjol dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI. Peran itu terutama dalam pertempuran Ambarawa, Semarang, dan Magelang (1949), agresi militer Belanda  I (21 Juli – 5 Agustus 1947), dan agresi militer Belanda II (19 Desember 1948). Beliau bergerilya, naik gunung turun gunung, masuk dan keluar hutan dengan ditandu.Sebab saat itu beliau sakit paru-paru. Meski fisik sakit namun jiwa patriotismenya tidak luntur. Dengan semangat juang yang tinggi dan didukung oleh rakyat, pasukan TNI berhasil memukul mundur pasukan Inggris dalam pertempuran Ambarawa.
Seusai perang, sebenarnya Bung Karno meminta Jendral Soedirman untuk istirahat. Namun permintaan itu tidak dipenuhinya dan menyatakan bahwa yang sakit itu Soedirman, tetapi panglima tidak boleh sakit dan tetap memimpin perang.
Kepribadian beliau ini menjadi suri tauladan bagi kita. Semangat berjuang dengan keikhlasan dan memegang teguh amanah ini diakui banyak pihak. Dalam hal ini Buya Hamka pun pernah memberikan pernyataan bahwa Jendral Soedirman itu “Keluar sebagai serigala yang galak, ke dalam dia merupakan Bapak yang pengasih”.
Kader Muhammadiyah
          Putra dari bapak Karsidi Kartowirodji dan ibu Siyem ini merupakan kader Muhammadiyah. Soedirman yang lahir tanggal 24 Januari 1916 ini mula-mula masuk sekolah HIS di Cilacap 1923 – 1930.Kemudian masuk ke Perguruan Parama Wiworotomo.Setelah itu, ia masuk ke HIK Muhammadiyah di Solo (Surakarta).
Semasa sekolah, Soedirman telah aktif di Muhammadiyah dan kepanduan Semula menjadi anggota Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) kemudian masuk Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah.
Pada tahun1936, beliau kembali ke Cilacap sebagai guru di  HIS Muhammadiyah Cilacap. Pengabdiannya di  Muhammadiyah antara lain ialah pernah menduduki jabatan Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah wilayah Banyumas, bahkan pernah dipercaya sebagai Wakil Majelis Muhammadiyah Jawa Tengah.
Jendral Soedirman meninggal dunia tanggal 29  Januari 1950 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta.
Begitu besar jasa-jasa belau terhadap negara, maka Pemerintah memberikan anugrah sebagai Bapak TNI, Pahlawan Nasional, dan Jendral Besar dengan Bintang Lima.   
Sekedar catatan, bahwa  tokoh-tokoh Muhammadiyah yang mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional antara lain:
1.     KH Ahmad Dahlan
2.     Ny. Walidah (Ny.Ahmad Dahlan)
3.     KH Fakhruddin
4.     Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
5.     Ki Bagus Hadikusumo
6.     Jendral Soedirman
7.     Prof. Dr. Hamka

Lasa Hs



Mendulang Hikmah “Ada Hikmah dalam Setiap Keadaan & Waktu”


Judul Buku      : Mendulang Hikmah “Ada Hikmah dalam Setiap Keadaan & Waktu”
Penulis Buku   : Abu Azka Fathin Mazayasyah
Penerbit           : Darul Hikmah
Cetakan           : IV, 2016

Ketebalann      : 348 hlm
ISBN               : 979-25-4572-7

Anak adalah investasi dunia akhirat yang dapat membawa keselamatan ataupun menjadi batu sandungan bagi orangtuanya ketika menghadap sang pencipta. Anak dapat membawa keselamatan apabila bisa menjadi anak yang saleh dan salihah dan semuanya bergantung dengan bagaimana caranya orangtua mengarahkan, membimbing dan membina anak-anaknya.
Buku yang ditulis oleh Abu Azka Fathin Mazayasyah dengan judul Mendulang Hikmah ini menjelaskan tentang bagaimana caranya orangtua mempersiapkan anak yang saleh dan salihah agar tidak tersesat, tergelincir dan terjerembab dalam kerusakan di muka bumi. Buku ini terbagi ke dalam 5 bagian dan bagian pertama menjelaskan tentang bagaimana belajar menghargai waktu. Perubahan waktu merupakan sebuah isyarat bahwa terjadi perubahan dalam hidup manusia, waktu tidak bisa diulang, terus bergerak serta senantiasa membawa ujian.
Bagian kedua dari buku Mendulang Hikmah ini menjelaskan tentang bagaimana caranya melemahkan nafsu, seperti membatasi pandangan mata agar tidak melihat sesuatu yang buruk, menjaga telinga dengan mendengarkan ayat-ayat Allah, mengendalikan gerak kaki dan tangan agar tidak melakukan perbuatan maksiat, menjaga kata-kata dan mendengarkan suara hati layaknya kompas yang dapat menuntun perjalanan menuju Al-Khaliq.
Selain mengajarkan tentang bagaimana caranya menghargai waktu, buku ini juga menuntun bagaimana caranya memanfaatkan waktu, karena semua yang bernyawa pada akhirnya pasti akan mati. Sehingga sebelum menghadapi kematian, sudah sepantasnya manusia memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, bertaubat dan memohon ampun, menunaikan amanah dan perintah-Nya, mencegah kerusakan, serta menyebar salam dan mencintai semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.
Di bagian ke empat dalam buku ini, Abu Azka menjelaskan tentang bagaimana belajar menentukan keputusan, khususnya menentukan identitas diri yang sangat penting. Menegaskan posisi sebagai hamba Allah dan dapat memahami kelemahan diri sendiri. Pada buku ini juga dijelaskan bahwa di setiap pilihan akan ada konsekuensi dan belajar dari sebuah pilihan adalah sesuatu yang berguna untuk menentukan jalan hidup selanjutnya.
Pada akhir bagian dari buku ini, Abu Azka mengajak kita untuk merenung, mengingat sang pencipta dengan senantiasa berzikir, bersyukur dan tidak pernah putus asa. Buku ini juga mengajarkan kita sebagai manusia untuk saling memaafkan, tidak berlebihan dan selalu mendahulukan akhirat, karena apapun yang ditawarkan dunia sifatnya tidaklah kekal.



Bukti Peduli antar Perpustakaan PTMA


Sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang dalam satu persyarikatan serasa satu keluarga besar. Sepantasnya kami saling peduli satu dengan lainnya. Salah satu bentuk kepedulian kami adalah kunjungan dan hibah ke Perpustakaan STT Muhammadiyah Kebumen. Kunjungan dilakukan atas undangan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/FPPTMA Korwil DIY Jateng Selatan. Rakor yang diagendakan setahun dua kali ini, sangat bermanfaat bagi semua Perpustakaan PTMA DIY Jateng Selatan. Kunjungan kali ini dilakukan ke Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah/STTM Kebumen pada hari Rabu, 24 Oktober 2018 pukul 10.00-11.30 WIB.
PTM ini termasuk PTM yang tergolong belum besar. Banyak keprihatinan ketika melihat kondisi riil di sana. Dari segi bangunan masih menggabung dengan Gedung PDM Kebumen. Dilihat dari ruangan dan sarana prasarana juga sangat sederhana. Sebagian aktivitas civitas akademika dilakukan di gedung lantai 2, baik itu ruang kelas, administrasi, peprustakaan, laboratorium, dll, yang luasnya sangat terbatas.
Jumlah total mahasiswanya adalah 30 orang untuk semua tingkat. Yang paling memprihatinkan lagi adalah jumlah mahasiswa baru tahun 2018 ini hanya tiga orang saja. Perpustakaan masih dikelola secara manual. Koleksi yang ada juga tidak banyak dan belum dikelola sesuai standar peprustakaan yang ada. Petugas yang mengelola juga masih seadanya. Dia berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir di STTM Kebumen, juga merangkap tenaga administrasinya.
Kondisi tersebut memotivasi seluruh anggota Perpustakaan PTMA Korwil DIY Jateng Selatan untuk bias membantu Peprustakaan STTM Kebumen. Hibah buku dilakukan oleh semua Perpustakaan PTMA Korwil DIY Jateng Selatan. Perpustakaan UMY menjadi peprustakaan yang paling banyak memberikan hibah buku ke STTM Kebumen. Pengurus juga merencanakan untuk memberikan hibah computer unyuk mendukung pengelolaan perpustakaan.
Kunjungan disambut oleh Ketua  STTM Kebumen, dosen, karyawan, dan mahasiswa. Mereka sangat menyambut kunjungan ini dan sangat berterima kasih atas hibah buku yang diberikan. Drs.Lasa Hs, M.Si, selaku ketua FPPTMA dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesame PTMA harus saling membantu, karena kita adalah saudara kandung dalam persyarikatan. Hal ini sesuai dengan slogan FPPTMA “Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa”. Harapan dari kunjungan ini adalah agar sesame Perpustakaan PTMA dapat meningkatkan sinergi demi kemajuan Bersama. Dokumen SC dapat dilihat di:  https://youtu.be/RdJ-3qsCV3Q
Oleh: Irkhamiyati



Belajar dengan yang Muda dalam Kunjungan, Sharing Session, dan Rakor FPPTMA Korwil DIY Jatengsel


Kunjungan pengurus FPPTMA pusat dan pengurus FPPTMA Korwil DIY Jateng Selatan setelah dari ST Muhammadiyah kebumen adalah ke STIKES muhamamdiyah Gombong. Acara dilakukan pada hari Rabu, 24 Oktober 2018 pukul 11.30-16.00 WIB. Kegiatan berlangsung di lantai 3 Ruang Meeting 1 kampus Stikes Muhammadiyah Gombong.
Acara dimulai dengan solat duhur berjamaah, dilanjutkan dengan makan siang Bersama. Acara pembukaan dilakukan dengan “pengajian” yang disampaikan oleh Ketua LPPI. Setelah pengajian, sambutan oleh Ketua yang diwakili oleh wakilnya. Dalam sambutannya beliau berpesan agar pustakawan yang ibarat sebagai gula, yang ketika dicampur dengan aneka minuman, maka yang disebut adalah nama minumanya, bukan gulanya. Namun jika kebanyakan akan menjadikan penyakit, baru disebut itu penyakit gula. Pustakawan ibarat gula, maka pustakwan ada di mana-mana, dan memberi manfaat untuk semuanya.
Sambutan selanjutnya oleh Ketua FPPTMA, Drs. Lasa Hs, M.Si, beliau juga menyampaikan bahwa kita sebagai sesame saudara PTMA harus terus meningkatkan rasa peduli sesama Perpustakaan PTMA. Jaringan kerja sama baik secara fisik dan maya harus terus dilakukan, demi kemajuan Bersama.
Acara selanjutnya adalah sharing session tentang pemilihan tulisan dan ajang Call for paper oleh Pustakawan Berprestasi Kopertis V, yaitu Arda Putri Winata, MA. Mbak Arda yang sudah banyak berpengalaman lolos dalam berbagai ajang CFP baik local, nasional, dan internasional, menyampaikan berbagai hal agar lolos dalam CFP. Banyak pengalaman dia sampaikan. Tak kalah menarik dalam diskusi selanjutnya disampaikan oleh Pustakawan UM magelang, Atin istiarni, M.IP, yang juga sudah banyak berpengalaman dalam CFP seperti Mabk Arda. Berbagai pengalaman mereka sampaikan dalam sharing session tersebut. Kami sebagai keluarga besar FPPTMA ikut bangga punya pustakawan-pustakawan yang penuh dengan karya seperti merekea. Semoga hal ini bias menjadi motivasi bagi pustakawan di Peprustakaan PMA lainnya, untuk ikut berkarya nyata.
Acara terakhir adalah rapat koordinasi FPPTMA Korwil DIY Jateng Selatan, yang dipimpin oleh Djamzanah Wahyu, M.IP, sekaligus kepala Perpustakaan UM Magelang. Mbak Zanah menyampaikan bahwa rakor selanjutnya akan diadakan di bulan April 2019. Tempatnya di Peprustakaan UM Purwokerto dengan kunjungan ke STIE Muhammadiyah Cilacap. Dia juga menyampaikan bahwa edisi penulisan yang dimuat di Buletin Peprustakaan UM Magelang, sebagai program FPPTMA Korwil DIY Jatengsel sudah terlaksana. Untuk edisi selanjutnya akan dibagi sesuai dengan kondisi jumlah pustakwan di masing-masing PTMA DIY Jatengsel.  Hal ini berdasarkan pada data profil pustakawan yang sudah diperoleh sebelumnya.
Dalam rakor juga disampaikan laporan keuangan oleh Laila Niswatin, S.I.Pust, Pustakawan UMY sekaligus bendahara FPPTMA Korwil DIY Jatengsel. Demikian juga laporan keuangan secara umum dari FPPTMA Pusat, disampaikan oleh irkhamiyati, M.IP, selaku bendahara dan kepala Peprustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta/Unisa Yogya. Setelah semua acara berlangsung lancer dari awal sampai akhir, kemudian dilakukan kunjungan ke Peprustakaan STIKES Muhammadiyah Gombong, dilanjutkan foto Bersama sebelum berpisah dan berpamitan. Dokumen SC dapa dilihat di: https://youtu.be/XsPJ1HQe570.





Oleh: Irkhamiyati

Kamis, 01 November 2018

Menuju 106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun untuk Negeri


HINDARI GUNJINGAN

Menggunjing merupakan perilaku yang bisa meresahkan. Apalagi kalau gunjingan itu dilakukan oleh public figure dan diterima oleh masyarakat yang emosional. Gunjingan yang tak berdasarkan fakta dapat mengarah pada fitnah. Sebab sebagian besar gunjingan itu muncul karena adanya ketidaksenangan seseorang/lebih pada orang/kelompok lain.
Memediasosialkan kekurangan pihak lain (dalam hal tertentu) apalagi bersifat fitnah sebenarnya merupakan usaha penyebaran aib sendiri. Aib orang lain yang kebetulan masih ada ikatan tertentu (persaudaraan, agama, kelompok, bangsa) sebenarnya sama dengan menyebarkan aib diri sendiri. Perilaku seperti ini diibaratkan makan bangkai saudara sendiri. Firman Allah dalam Q.S. AL-Hujurat: 12 yang artinya:”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah kamu suka kalau seorang dari kamu itu memakan bangkai saudaranya sendiri?. Tentunya kalian akan merasa jijik kepadanya”.
Ketika Rasulullah saw melaksanakan Isra’ dan Mi’raj mengetahui orang-orang yang mencakar-cakar muka sendiri dengan kuku-kuku mereka yang tajam. Menyaksikan keadaan itu, Rasulullah saw bertanya kepada malaikat Jibril. :”Hai Jibril, siapa mereka?. Jawab malaikat Jibril:” Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing manusia dan membicarakan harga diri mereka”.
Imam Ghazali membahas lebih detail tentang penggunjingan ini. Dalam bukunya berjudul Mukasyafatul Qulub, beliau menerangkan tentang buruknya pergunjingan.  Al Barra’ berkata bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw berkhutbah dan kami mendengar beberapa budak perempuan yang dimerdekakan dalam kamar-kamar mereka. Beliau bersabda :”Wahai golongan yang mengaku iman dengan lidahnya dan tidak beriman dengan hatinya, janganlah kamu menggunjing orang-orang Islam dan janganlah kamu meneliti (mencari-cari) kekurangan/cela mereka. Siapa yang meneliti (mencari-cari) kekurangan/cela saudaranya, maka Allah akan meneliti kekurangannya. Siapa yang kekurangannya diteliti Allah, maka Allah akan membuka aibnya di tengah rumahnya (halaman: 366).

Lasa Hs

Pres Release FPPTMA Korwil Jateng Utara


Pengurus FPPTMA wilayah Jawa Tengah Utara menyelenggarakan rapat koordinasi pada tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di ruang rapat dan diskusi perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada kesempatan tersebut dihadiri oleh pengurus FPPTMA antara lain dari UNIMUS, STIKES Aisyiyah Surakarta, STIKES Muhammadiyah Klaten, STIKES Muhammadiyah Kudus ,UMS, STIKES PKU Muhamamdiyah Surakarta, STIKES Muhammadiyah Pekalongan. Dalam kesempatan rakor tersebut menghasilkan beberapa keputusan antara lain :
1.       Perubahan struktur kepengurusan penambahan 1 divisi humas yang dipercayakan kepada Asmani Lukito, A.Md
2.       Pencetusan beberapa program kerja diantaranya penguatan repository dan  automasi perpustakaan
3.       Pelantikan pengurus FPPTMA Jateng Utara direncakan bertempat di UNIMUS pada tanggal 28/29 November 2018
4.       Mengadakan silaturahmi antar sesama anggota FPPTMA Jateng setiap 3 bulan sekali
Pada rapat koordinasi tersebut diambil kesimpulan perpustakaan yang kuat membantu perpustakaan yang lemah.


Surakarta, 31 Oktober 2018