Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 30 Desember 2018

RAHIM DJA’FAR : Pendiri Perguruan Tinggi Muhammadiyah /PTM Pontianak


          
Tokoh yang satu ini dikenal sebagai ulama yang kharismatik dan bersahaja. Sampai akhir hayatnya, beliau berdakwah kemana-mana dengan sepeda motor bebek tua Astrea 800. Pria yang juga dikenal sebagai “tukang memandikan jenazah” ini mulai aktif di Muhammadiyah sejak tahun 1957. Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia/MUI Kalimantan Barat dan menjadi Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
H.A. Rahim Dja’far yang lahir di Menpawah pada tahun 1930 ini terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/PWM Kalimantan Barat 1978 – 1985, bahkan berlanjut sampai tahun 1995. Semasa kepemimpinannya inilah, beliau merintis berdirinya Universitas Muhammadiyah Pontianak (1990). Dua tahun kemudian juga merintis berdirinya Akademi Keperawatan Muhammadiyah yang dalam perkembanagnnya menjadi Sekolah Tinggi Keperawatan Muhammadiyah Pontianak.
Ulama besar dan tokoh Muhammadiyah ini wafat di Pontianak 30 Oktober 2011 pada usia 90 tahun (Allahu Yarham).
Sumber : 100 Tokoh Muhammadiyah Yang Menginspirasi, 2017: 111)

Lasa Hs


KOMUNIKASI POLITIK


Judul               : Komunikasi Politik Soekarno; Mengguncang Dunia Lewat Pidato dan Tulisan
Penulis             : Roni Tabroni
Penerbit           : Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2015                        
ISBN               : 978-602-7973-19-0
Tebal               : 350 hlm.
            Pesan HOS Cokroaminoto kepada murid-muridnya (termasuk Soekarno) :”Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator”. Pesan ini direnungkan, diresapi, bahkan dipraktekkan oleh Soekarno (Kusno) yang nanti menjadi Bung Karno.
            Untuk bisa menulis, beliau memelajari ratusan bahkan ribuan judul buku dalam berbagai bidang, belajar langsung kepada para tokoh politik, dan berguru kepada para kiyai (termasuk Kiyai Ahmad Dahlan). Kemampuan itu ditambah dengan semangatnya untuk menguasai bahasa sebagai kunci ilmu pengetahuan (language is the key of science). Beliau belajar dan menguasai berbagai bahasa,  yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Bali, bahasa Sunda, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Prancis, dan bahasa Jepang (halaman : 48).
            Dengan penguasaan berbagai bidang, bahasa, dan kekuatan baca inilah Bung Karno menjadi penulis ratusan buku. Buku atau tulisan lain itu menjadi media komunikasi politik  Bung Karno dengan rakyatnya, dan para  penentangnya. Diantara buku-bukunya antara lain; Sarinah, Indonesia Menggugat, Di Bawah  Bendera Revolusi, dan lainnya. Maka Bung Karno sebagai penulis yang baik dan sekaligus sebagai pembaca yang baik. Sebaliknya, tidak semua pembaca baik menjadi penulis yang baik. 
            Bung Karno mampu melakukan komunikasi politik dengan lancar, juga didukung oleh kemampuan berorasi. Kemampuan ini telah nampak ketika masih berusia 16 tahun, ketika beliau mengikuti Studieclub. Kemampuan ini diasah antara lain dengan mengikuti kemanapun HOS Cokroaminoto berorasi dan tekun berlatih berorasi. Beliau berlatih di kegelapan malam, tanpa sinar listrik dengan suara lantang, berirama, menghentak, dan menghanyutkan. Sesekali beliau berperan sebagai tokoh Yunani, dan presiden Amerika Serikat.
            Soekarno bukan komunikator biasa, sebab kemampuan komunikasinya (tulis & lisan) diatas rata-rata politikus pada umumnya. Memang saat itu orang sangat tertarik mendengarkan/mengikuti pidato beliau meskipun hanya melalui radio. Radiopun kadang satu desa hanya seorang yang memilikinya. Bahkan konon di sebuah desa terpencil di Jawa Tengah, sebuah pesta pernikahan ditunda, gara-gara para tamu lebih tertarik untuk mendengarkan pidato Bung Karno.
            Keahlian berpidato dengan intonasi yang baik, tutur kata yang sistematis, dan keluasan wawasan membuat Soekarno tidak hanya memesona rakyat Indonesia, tetapi juga masyarakat internasional. Bung Karno juga pernah menyitir Q.S. Al Hujurat 13, ketika menyampaikan pidato berjudul To Build The World a New di depan Sidang Umum PBB pada tahun 1960 (halaman 54). Bahkan W.S. Rendra pernah menulis bahwa Bung Karno sebagai orator terkemuka dunia, di samping Santo Johanes Pembaptis, Santo Ignasius, Martin Luther, Hitler, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Billy Graham, dan Buya Hamka.
Buku yang ditulis oleh Roni Tabroni yang aktivis Muhammadiyah ini, menyajikan tema-tema komunikasi politik. Kelancaran komunikasi politik antara lain perlu didukung oleh wawasan yang luas, gemar membaca, kemampuan menulis, dan kemampuan sebagai orator.
            Untuk menjadi pemimpin hebat, kadang harus mengalami berbagai penderitaan. Sebagai calon pemimpin bangsa, beliau berulang kali hidup dari penjara ke penjara lain. Bahkan berulang kali mengalami percobaan pembunuhan. Pada tanggal 29 Desember 1929 beliau ditangkap ketika mengadakan rapat di Yogyakarta. Kemudian beliau dijebloskan ke Penjara Banceuy, kemudian ke Sukamiskin. Selama 2 tahun, Bung Karno dipenjara di Sukamiskin ini,  lalu dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Setelah itu, beliau terus mengadakan pergerakan antipenjajah melalui tulisan, rapat, dan orasi. Maka pada 31 Juli 1933 tengah malam beliau ditangkap di rumah M. Husni Thamrin Jl. Sawah Besar Jakarta. Dari sini, kemudian pada tahun 1934, beliau diasingkan ke Ende Flores selama 4 tahun. Kemudian pada 14 Februari 1938, Bung Karno dipindahkan ke Bengkulu, yang kemudian ke Padang. Ketika di Bengkulu, beliau sempat mengajar di sekolah rakyat. Disini, beliau kenal dengan Fatmawati yang nantnya menjadi isteri Bung Karno. Fatmawati bernama asli Fatimah adalah putra Hassan Din, seorang tokoh dan pmpinan Muhammadiyah Bengkulu.
            Buku ini ditulis dengan bahasa populer, dengan gaya mencair, sehingga mudah dipahami. Juga disertai cuplikan-cuplikan pidato Bung Karno dalam berbagai event. Hal ini menambah segarnya ingatan pada masa lalu, seolah-olah kita berkomunikasi langsung kepada Sang Proklamator.
            Komunikasi politik melalui lisan dan tulis kea rah yang jelas merupakan kebutuhan tersendiri bagi pendidikan politik masyarkat. Tulisan dan orasi yang membangun, menumbuhan semangat berkemajuan itulah yang dibutuhkan. Bukannya saling merendahkan, mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), suudz dzan, dan lainnya. Rakyat yang cerdas ini selayaknya disuguhi informasi yang cerdas dan mendidik. Bukan informasi tanpa data, prediksi yang asal-asalan, dan bukan  kebohongan-kebohongan lain. 

Lasa Hs. 



Conggres Moehammadijah ke XXI di Makassar pada 1932


Dokumentasi Conggres  Moehammadijah ke XXI di Makassar pada 1932






PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN JARINGAN KERJASAMA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH 'AISYIYAH

Desy Setiyawati
STIKES Muhammadiyah Gombong
dhe_tya@yahoo.com


ABSTRAK


Di jaman yang serba terbuka ini, data dan informasi mudah diakses seluas-luasnya oleh masyarakat. Namun demikian tidak ada satu lembagapun yang mampu memenuhi semua kebutuhan informasi pemustaka. Oleh karena itu, untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pemustaka diperlukan jaringan kerjasama perpustakaan. Kerjasama perpustakaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Sebab dalam kerjasama ini melibatkan dua/lebih perpustakaan. Masing- masing perpustakaan harus memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah kerjasama yang ada di perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah Ini terus dikembangkan untuk memajukan Jaringan kerjasama perpustakaan PTMA, faktor faktor pendorong kerjasama, Konsep ke jesama, keglatan kegatan yang sudah dilakukan serta pemanfaatan dan pengembangn jaringan kerjasama PTMA selanjutnya. 

Jumat, 28 Desember 2018

UPAYA KERJA SAMA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PEMUSTAKA

Deaisya Maryama Alfianne
Pustakawan Universitas Muhammadiyah Malang


ABSTRAK


Perpustakaan perguruan tinggi khususnya Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademikanya. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Kerja sama bisa dengan berbagai cara dengan memberi manfaat kepada pihak lain atau memperoleh manfaat dari pihak dari pihak lain. Studi literatur ini bertujuan membahas upaya dan manfaat kerjasama perpustakaan UMM dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka. Dalam pembahasan disimpulkan bahwa Sampai saat ini Perpustakaan UMM telah mengupayakan kerjasama di bidang pelatihan, studi banding, pengadaan koleksi, peminjaman koleksi, seminar dan keanggotaan. Sedangkan manfaat kerjasama tersebut adalah daya saing Perpustakaan UMM, tingkat kunjungan dan pemanfaatan koleksi meningkat. Sasaran bagi perpustakaan UMM adalah agar kerjasama ditingkatkan Ilagi dengan mengikut-sertakan pustakawan dalam berbagai kegiatan seminar, melakukan kunjungan studi banding di perpustakaan dalam maupun luar negeri. 

 Kata kunci: Kerja sama, perpustakaan, kualitas layanan

Kamis, 27 Desember 2018

MANAEMEN KERJASAMA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH AISYIYAH/PTMA

Arien Bianingrum, AMd
Perpustakaan UHAMKA Jakarta
anggitacatty@gmail.com
Hp. 08175424080


ABSTRAK

Manajemen kerjasama perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah/PTMA diperlukan agar jalinan kerjasama yang diikrarkan dapat berjalan dengan lancar. Kenjasama tersebut terjalin melalui Forum Silaturahmi Perpustakaan Perguruan Tingi Muhammadiyah-Aisyiyah (FSPPTMA). Pengurus FSPPTM tersebut adalah para pustakawan dari perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Karena adanya rangkap jabatan, yaitu sebagai pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi asalnya dan juga sebagai pengurus di FSPPTM, membuat kinerja dalam mengelola jalinan kerjasama perpustakaanperguruan tinggiini kurang optimal.Denganpembentukan manajemen kerjasama perpustakaan PTMA, di bidang manajemen dapat masuk untuk mengelola dan me jalinan kerjasama tersebut. Ilmu manajemen yang profesional perlu diterapkan agar jalinan kerjasama tidak mandek di tengal lebih maju lagi. Lebih jauh diharapkan perpustakaan dapat maju. Besar sekali manfaat dari kerjasama antarperpustakaan PTMA sebanyak 177 perpustakaan. Kerjasama ini diharapkan dapat memecahkan masalah dan menjadi solusi bagi keterbatasan masing-masing perpustakaan. Dengan demikian, seluruh perpustakaan PTMA dapat mencapai dasar pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi Standar Nasional Perpustakaan

Kata kunci: Manajemen Kerjasama. Kerjasama. Perpustakaan PTMA. Jaringan Kerjasama

Rabu, 26 Desember 2018

MEDIA SOSIAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA LITERASI INFORMASI


Cahyana Kumbul Widada
Pustakawan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Teknologi informasi telah membawa perubahan seluruh aspek kehidupan bagi kehidupan dunia modern. Internet semakin popular dan familiar sebagai sumber informasi. Internet melalui sosial media merupakan ruang interaksi antar pengguna, inilah yang akan melahirkan budaya kekinian yaitu cyberculture. Budaya itu diproduksi, didistribusikan dan dikonsumsi melalui perantara teknologi jaringan internet mulai dari yang sederhana sampai komplek. Sosial media online memberi pengaruh yang cukup signifikan dalam budaya literasi informasi. 

Cyberculture melalui cybermedia telah membangkitkan intensitas peningkatan melek informasi, intensitas budaya baca-tulis. Informasi berkualitas dari sumber terpercaya melalui internet hanya didapatkar dengan kemahiran literasi informasi. Melalui group cybermedia dapa mengarahkan kita untuk berkontribusi aktif dalam forum diskusi onlin melalui artikel, tanggapan, opini dan lain sebagainya. Inner self kita haru terus diperkuat sebagai pengendali dampak negative revolusi digital. 
Kata Kunci: Teknologi informasi, media social, literasi

Dokumentasi Foto Jadoel Kegiatan Muhammadiyah

Muhammadiyah berdiri sudah 1 abad lebih, tentu banyak kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Berikut dokumentasi foto-foto jadoel yang bisa anda lihat di Intagram Muhammadiyah Corner UMY