Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Selasa, 26 Februari 2019

Spesial Buat kamu yang masih sendiri aja


Judul Buku      : 7 Kunci Enteng Jodoh
Penulis Buku   : K.H.M. Syukron mak
sum,M.Pd.
Penerbit           : Semesta Hikmah Publishing
Cetakan           : I, 2019
Ketebalan        : 192
ISBN               : 978-602-52649-6-2
Kriteria dalam mencari pasangan hidup setiap orang berbeda-beda, beberapa kriteria yang ada membuat seseorang menjadi sulit untuk mendapatkan jodohnya. Allah SWT telah mengatur segalanya termasuk tentang urusan Jodoh. Lalu bagimana cara mencari jodoh yang tepat? Menurut sabda Rasulullah SAW, “Wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, Keturunanya, Kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya engkau beruntung.” (HR. Bukhrari)
Penulis mendapatkan inspirasi dalam menulis buku ini berdasarkan kisah nyata, bermula dari beberapa orang yang meminta penulis untuk dicarikan jodoh. Ada beberapa yang berhasil mendapatkan jodohnya dan ada pula yang gagal, setelah dipelajari polanya, akhirnya penulis dapat menyimpulkan beberapa cara mendapatkan jodoh sesuai ajaran Islam.
Dalam buku ini penulis memberikan tujuh kisah nyata orang yang menemukan jodohnya, meski dengan lika liku dan perjuangan, bahkan dengan penolakan dan rasa malu. Semua yang terjadi tidak ada yang kebetulan, semuanya sudah di atur oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Mengatur segalanya.
Selain itu penulis di dalam buku ini juga menberikan tujuh cara untuk mendapatkan jodoh. Yang pertama adalah mengoreksi diri, melihat seperti apa dan apa yang salah pada diri kita, setelah mengetahui apa yang salah pada diri kita insyallah akan terjawab kenapa permintaan kita kepada Allah dalam urusan jodoh tak kunjung di kabulkan. Ke dua adalah bertobat, dosa dosa kecil yang sering kita lakukan maupun dosa besar ternyata dapat menjadi salah satu penghambat dalam menemukan jodoh, sehingga bertaubat dengan sungguh sungguh atau taubatan nasuha menjadi jalan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, misalnya jodoh. ketiga memperbaiki ibadah, dengan memperbaiki ibadah kita kepada Allah, kita mendekatkan diri kepadaNya, maka Allah akan mengabulkan permintaan kita termasuk urusan jodoh.  Ke empat melakukan silaturahmi, dengan bersilaturahmi kita akan bertemu dengan banyak orang, bisa jadi ketika bersilaturahmi kita akan bertemu dengan jodoh. kelima Bersedekah, sedekah merupakan pembuka pintu rezeki, sempitnya pintu rejeki contohnya jodoh yang tak kunjung datang dapat dibuka dengan cara bersedekah. Ke enam memantaskan diri, jodoh adalah cerminan dari diri kita, sehingga untuk mendapatkan yang terbaik kita juga harus merubah diri kita menjadi lebih baik pula. Cara ke tujuh adalah terus berdoa, setelah melakukan usaha usaha diatas tentunya kita harus terus berdoa.
Buku ini mengingatkan kita bahwa kunci untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah dream (memimpikan menikah), pray (berdoa dengan penuh keyakinan) dan action (bergeraklah, dijalan Allah), dengan kepercayaan kepada Allah bahwasanya semua sudah di atur oleh Allah serta meminta menggunakan cara-caraNya, insyaallah Allah akan memberikan apa yang kita inginkan.
Amin ya robbal alamin.

Niken Wahyu Rohmawati


Minggu, 24 Februari 2019

BENCHMAKING PUSTAKAWAN UMY KE PERPUSTAKAAN UNDIP


Perpustakaan  UNDIP  dikenal memiliki reputasi tersendiri terutama dalam pengelolaan repositorI. Bertahun-tahun,  repositori  UNDIP bertengger di urutan nomor wahid, dan hanya beberapa tahun menduduki peringkat 3.
Pengelolaan repositori UNDIP telah dimulai sejak 2009 secara telaten, sabar, dan terus menerus. Demikian tutur Budi SIP         selaku Kepala Perpustakaan UNDIP  di depan pustakawan UMY yang berkunjung dan belajar ke sana tanggal 12 Februari 2019. Dijelaskan selanjutnya bahwa kini para mahasiswa meng upload sendiri skripsi, tesis, maupun disertasi mereka.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa UNDIP juga telah menerapkan cek similiaritas untuk skripsi, tesis, maupun disertasi calon lulusannya. Namun ketentuan tingkat minimal kesamaan tergantung pada kebijakan dosen, prodi, maupun fakultas masing-masing. 
            Dalam rangka meningkatkan kualitas penulisan ilmiah, Perpustakaan UNDIP tahun  2019  ini menganggarkan sekitar 9 milyar lebih untuk 11 database e-journal. Untuk itu telah ditetapkan dan sudah berjalan bahwa dalam penulisan karya akademik, mahasiswa harus mengacu dan mengutip sebagian besar jurnal internasional dalam tulisan mereka. Inilah kira-kira salah satu faktor yang memposisikan UNDIP masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik Indonesia versi Kemenristekdikti tahun 2019 ini.  



Lasa Hs.

PENGHARGAAN PADA PUSTAKAWAN UMY


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang kini sedang naik daun, terus menerus memotivasi sivitas akademika untuk bekerja profesional, kreatif, dan produktif. Bagi mereka yang berprestasi, UMY memberikan pengakuan dan penghargaan. Maka pada acara Rapat Kerja Tengah Tahunan (RKTT) 23 Februari 2019 diumumkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berprestasi. Untuk tahun 2018/2019 diberikan penghargaan kepada 3 orang pustakawan UMY. Mereka adalah Arda Putri Winata (peraih Library Award 2018 FPPTI) sebagai tendik berprestasi I UMY. Novi Diana Fauzi (peraih Pustakawan Berprestasi terbaik Kopertis V DIY 2018) dinyatakan sebagai tendik berprestasi II UMY, dan Yuliana Rachmawati (peraih Pustakawan Berprestasi Harapan I BPAD 2018) dinyatakan sebagai tendik berprestasi III UMY.
Kini pustakawan UMY berpeluang untuk berprestasi antara lain berupa kesempatan untuk mendampingi dosen dalam penulisan karya ilmiah, peran serta dalam call for paper dalam/luar negeri, pemilihan pustakawan berprestasi, berperan serta dalam organisasi kepustakawanan daerah/nasional, maupun peluag studi lanjut. Peran mereka betul-betul nyata dapat dirasakan oleh para dosen maupun mahasiswa. Dengan demikian pustakawan UMY tidak lagi dilihat sebelah mata. Masyarakat akademika mengakui kinerja pustakawan. Dengan demikian image pustakawan dilihat sebelah mata, lama kelamaan akan hilang dengan adanya kerja keras, ikhlas, cerdas, dan kerja tuntas. Pengakuan dan penghargaan/reward didasarkan pada kinerja/performance.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang kini sedang naik daun, terus menerus memotivasi sivitas akademika untuk bekerja profesional, kreatif, dan produktif. Bagi mereka yang berprestasi, UMY memberikan pengakuan dan penghargaan. Maka pada acara Rapat Kerja Tengah Tahunan (RKTT) 23 Februari 2019 diumumkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berprestasi. Untuk tahun 2018/2019 diberikan penghargaan kepada 3 orang pustakawan UMY. Mereka adalah Arda Putri Winata (peraih Library Award 2018 FPPTI) sebagai tendik berprestasi I UMY. Novi Diana Fauzi (peraih Pustakawan Berprestasi terbaik Kopertis V DIY 2018) dinyatakan sebagai tendik berprestasi II UMY, dan Yuliana Rachmawati (peraih Pustakawan Berprestasi Harapan I BPAD 2018) dinyatakan sebagai tendik berprestasi III UMY.
Kini pustakawan UMY berpeluang untuk berprestasi antara lain berupa kesempatan untuk mendampingi dosen dalam penulisan karya ilmiah, peran serta dalam call for paper dalam/luar negeri, pemilihan pustakawan berprestasi, berperan serta dalam organisasi kepustakawanan daerah/nasional, maupun peluag studi lanjut. Peran mereka betul-betul nyata dapat dirasakan oleh para dosen maupun mahasiswa. Dengan demikian pustakawan UMY tidak lagi dilihat sebelah mata. Masyarakat akademika mengakui kinerja pustakawan. Dengan demikian image pustakawan dilihat sebelah mata, lama kelamaan akan hilang dengan adanya kerja keras, ikhlas, cerdas, dan kerja tuntas. Pengakuan dan penghargaan/reward didasarkan pada kinerja/performance.

Lasa Hs.

FATMAWATI; Putri Tokoh Muhammadiyah


Fatmawati yang nama aslinya Fatimah itu adalah putri Hasan Din, seorang Konsul Muhammadiyah Bengkulu. Fatmawati  semula sekolah di Sekolah Gedang (sekarang SD), lalu ke HIS sekolah berbahasa Belanda. Namun ketika ia duduk di kelas 3, lalu oleh bapaknya dipindah ke HIS Muhammadiyah.
Kehidupan ekonomi saat itu rata-rata masih susah. Hal ini juga dialami oleh keluarga Hasan Din. Untuk membantu meringankan beban orang tuanya, Fatmawati kecil menjajakan kacang bawang yang digoreng ibunya. Bahkan sering menunggu warung di depan rumahnya. Kemudian untuk mengatasi kondisi ekonomi, Pak Hasan Din pindah ke Palembang. Di kota ini, beliau mendirikan percetakan. Fatmawati melanjutkan sekolahnya ke HIS Muhammadiyah Palembang.
            Suatu hari, Pak Hasan Din mengajak Fatmawati untuk silaturrahmi kepada Ir. Soekarno yang saat itu dibuang Belanda di Bengkulu. Pertemuan pertama Fatmawati dan Ir. Soekarno membawa kesan tersendiri. Kesan pertama sulit dilupakan kata orang. Pertemanan ini berlangsung semakin dekat, akrab, daan terbuka. Maka suatu ketika Fatmawati minta pendapat Ir. Soekarno perihal dirinya dilamar oleh pemuda putra seorang Wedono. Mendengar masalah ini, berubahkan raut wajah Bung Karno. Akhirnya, beliau menyatakan ketulusan hatinya yang paling dalam bahwa beliau telah jatuh cinta sejak  pandangan pertama. Pertemuan ini berlanjut sampai jenjang berumah tangga. Keduanya menikah pada Juli 1942.
            Dalam perkembangan selanjutnya, Fatmawati mengikuti suaminya hijrah ke Jakarta. Rumah tangganya dilakoni dengan harmonis, sederhana. Meski sebagai isteri presiden, Fatmawai tetap sederhana dalam bersikap, bertingkah, dan berpenampilan. Kemanapun pergi, beliau selalu memakai kerudung. Inilah yang selalu dipuji oleh Bung Karno. Saking sederhananya, beliau dipinjami perhiasan isteri Sekretaris Negara ketika beliau mendampingi Bung Karno melakukan lawatan ke India dan Pakistan.
            Ibu Fatmawati sangat setia mendampingi Bung Karno dalam suka dan duka. Dari beliaulah, lahir putra putri Bung Karno . Muhammad Guntur putra pertama lahir tahun 1944 yang oleh orang Jepang disebut Osamu. Ketika ibu kota pindah ke Yogyakarta, maka di kota Gudeg ini lahirlah Megawati Soekarno Putri 23 Januari 1946. Kelahiran Megawati saat itu menjelang adzan Magrib, hujan lebat disertasi halilintar.
            Suatu hal yang membuat hati Ibu Fatmawati sedih dan pilu adalah ketika terpaksa harus hidup mandiri. Sebab saat itu Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan Belanda ke Pulau Bangka. Keluarga tidak boleh ikut, Kemudian ketika perang usai, Soekarno-Hatta kembali ke Yogyakarta dan kemudian dilantik menjadi presiden dan wakil presiden RIS yang kemudian kembali ke Jakarta.
            Menjalani kehidupan di Jakarta dilakoni dengan ketabahan dan kesadaran tinggi mendampingi tokoh perjuangan. Di Ibu kota RI ini, kemudian Ibu Fatmawti melahirkan putra-putrinya berturut-turut; Dyah Permana Rachmawati (lahir 27 September 1951), Dyah Mutiara Sukmawati, dan Muhammad Guruh Irianto Sukarno Putro (lahir 13 Januari 1953).
            Kehidupan manusia memang naik turun, suka dan duka mendampingi perjalanan manusia. Setelah kelahiran Guruh, Bung Karno berniat nikah dengan Hartini. Hal itu dikemukakan kepada Ibu Fatmawati. Putri Hasan Din ini menanggapinya dengan meminta Bung Karno, agar beliau dikembalikan ke orang tuanya. Fatmawati berprinsip tidak menyetujui poligami yang dianggap tidak menghormati martabat wanita. Ia memilih berpisah dengan suami dari pada poligami.
Ibu Fatmawati wafat 14 Mei 1980 setelah menunaikan ibadah umrah. Beliau mengalami serangan jantung ketika pesawat singgah di Kuala Lumpur menuju Jakarta dari Makkah Mukaramah. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Karet Jakarta.


Lasa Hs. 
.

Minggu, 10 Februari 2019

#BERHENTIDIKAMU


Judul Buku      : #BERHENTIDIKAMU
Penulis Buku   : dr. Gia Pratama
Penerbit           : Mizania, PT. Mizan Pustaka
Cetakan           : I, Desember 2018
Ketebalan        : 277
ISBN               : 978-602-418-183-3


Mencari belahan jiwa kadang membutuhkan proses yang tidak sebentar, melalui patah hati, kekecewaan karena berharap lebih kepada manusia dan menjadi insan yang kecewa dengan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Jodoh biasanya begitu dekat dengan kita, tetapi kita tidak menyadari bahwa itu adalah jodoh yang telah ditetapkan Allah, bahkan jika merasa baru pertama berjumpa, bisa jadi sebelumnya pernah berpapasan, teman satu sekolah, teman saudara tetapi belum saling mengenal karena memang belum waktunya untuk saling mengenal.
Buku yang berjudul #BERHENTIDIKAMU menceritakan sebuah kisah nyata seorang Dokter yang berusaha menemukan belahan jiwanya. dr. Gia Pratama pergi berangkat umrah dengan tujuan berdoa secara khusus agar segera bertemu dengan pasangan yang diridhai oleh orangtuanya dan Allah SWT. Ketika menjalankan ibadah umrah dr. Gia bertemu dengan seorang wanita yang Ia yakini sebagai jawaban atas doa-doanya.
Buku ini juga mengajarkan bahwa kehidupan manusia di dunia seperti halnya melakukan tawaf yaitu terus berputar dan tidak ada yang kekal, kekayaan dan kehidupan tidak ada yang abadi, seperti anak menjadi ayah, ayah menjadi kakek dan seterusnya. Buku ini juga menjelaskan bagaimana cara mendapat kehormatan, keutamaan dan kemuliaan yaitu dimulai dari kesucian, kejernihan hati dan pikiran.
Dengan bahasa yang ringan dan santai, buku yang berjudul #BERHENTIDIKAMU dapat membuat para pembaca lebih memahami kisah dan perasaan yang dialami dr. Gia Pratama. Bagaimana perasaan penulis yang menjadi tokoh utama dalam novel ini mengalami patah hati ketika di tinggal oleh wanita yang Ia yakini sebagai jodohnya.
Bagi penulis cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang tidak ada kesan pura-pura, dibuat-buat atau berusaha menggunakan topeng agar disukai oleh pasangan. Cinta seharusnya membuat sepasang kekasih merasakan kenyaman dan perasaan aman satu sama lainnya. Cinta seorang pria juga seharusnya dibuktikan dengan meminta wanita yang dicintainya untuk menjadi istri yang halal dan membangun bahtera rumah tangga bersama dalam suka dan duka.
Penulis juga membuktikan bahwa manusia hanya bisa berencana tetapi hanya Allah SWT yang dapat menentukan jodoh bagi setiap hambanya. Berbagai perjuangan telah dilakukan, berbagai pengorbanan telah diberikan akan tetapi jika memang seseorang tersebut bukan ditakdirkan untuk kita maka sebagai seorang manusia kita hanya bisa berikhtiar agar nantinya diberikan pasangan yang di ridhoi Allah SWT.
Melalui buku ini para pembaca dapat memetik hikmah tentang kesabaran dan keikhlasan, ikhlas atas takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan iklas ketika takdir tidak sesuai dengan harapan. Buku ini mengajarkan para pembaca bahwa pilihan Allah SWT adalah pilihan yang terbaik untuk umatnya.


Rabu, 06 Februari 2019

106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun Untuk Negeri BERUBAH UNTUK KEMAJUAN Tulisan 8 (Teori Lippits)


106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun Untuk Negeri BERUBAH UNTUK KEMAJUAN
  Tulisan 8    
 e. Memilih peran yang sesuai
            pada tahap ini, perlu adanya suatu pemilihan seorang pemimpin atau manajer yang ahli dan sesuai bidangnya. Manajer tersebut akan dapat memberikan masukan dan solusi terbaik dalam perubahan. Perubahan akan berhasil dengan baik apabila antara manajer dan staf memiliki komitmen yang tinggi, saling memahami, dan memiliki dedikasi tinggi.
f.Mempertahankan perubahan yang telah dimulai
            Sekali perubahan dimulai, maka harus dipertahankan dengan penuh komitmen. Komitmen adalah sikap menyesuaikan diri dengan mantap pada sasaran yang akan dicapai seseorang atau kelompok. Orang-orang yang memiliki komitmen tinggi itu akan kelihatan kinerjanya. Biasanya orang yang memiliki komitmen tinggi itu memiliki karakteristik:
1)      Mau berkorban untuk mencapai sasaran, profesi, maupun suatu bidang;
2)      Selalu mencari peluang, memanfaatkan peluang, mengembangkan peluang, bahkan berusaha menciptakan peluang’
3)      Merasa ada dorongan dalam dirinya untuk selalu berkembang dan meningkatkan prestasi.
g. Menjaga kesinambungan perubahan  
Selama proses perubahan, harus selalu diikuti perencanaan yang berkelanjutan.Hal ini dimaksudkan agar individu yang terlibat dalam perubahan ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan perubahan terus menerus. Dalam hal ini pimpinan harus mampu menjadi konsultan perubahan dan secara aktif terus menerus terlibat dalam perubahan. Sebab kualitas suatu kegiatan itu antara lain dipengaruhi kontinuitasnya.
Perpustakaan sebagai sistem dan sumber ilmu pengetahuan akan berjalan baik apabila dikelola/manaj dengan manajemen yang prfesional, memiliki sumber daya manusia yang kompeten, dukungan lembaga, dan anggaran yang memadai. Dengan adanya manajemen yang baik, maka semua aktivitas perpustakaan akan mengarah pada upaya pencapaian tujuan dan seluruh elemen perpustakaan akan berusaha memfungsikan diri sesuai ketentuan perpustakaan. Maka manajemen berfungsi untuk mengatur aktivitas elemen perpustakaan. Oleh karena itu dalam proses manajemen perlu adanya perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, pengaturan sumber daya manusia, dan pengawasan.
Perpustakaan sebagai organisasi, memerlukan manajemen untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan adanya manajemen ini seluruh komponen perpustakaan dapat diatur dan diarahkan untuk mencapai tujuan perpustakaan yang telah disepakati bersama.
Memang telah banyak penulis yang memberikan pengertian tentang manajemen perpustakaan. Sesuai perkembangan ilmu perpustakaan, maka penulis memberikan definisi manajeman perpustakaan adalah optimalisasi pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan perpustakaan secara efektif dan efisien melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, kepepemimpinan, penganggaran, dan pengawasan.
(Habis)

Lasa Hs



Minggu, 03 Februari 2019

Yuk, Pacaran Dengan Al-Quran


Judul Buku      : Yuk, Pacaran Dengan Al-Quran   
Penulis Buku   : Baba Gezel  
Penerbit           : PT. Nazaret Bagindo Corpora  
Cetakan           : I, November 2016
Ketebalan        : 207
ISBN               : 978-602-60605-01





Jatuh cinta yang terbaik adalah mencintai Allah, Rasul dan orangtua. Pacaran memang bukanlah hal yang baik, apalagi jika pacarannya pasangan muda-mudi yang belum menikah, berdua-duan, pegangan tangan, bahkan dapat membawa pasangan ke dalam jurang ke maksiatan, alih-alih ingin mengenal pasangan lebih baik, pasangan yang pacaran seringkali terjerumus ke dalam jurang kenistaan.

Begitulah yang disampaikan oleh buku Yuk, Pacaran Dengan AL-Quran. Buku ini tidak mengajak kita berpacaran dengan lawan jenis, tapi bagaimana pacaran dengan Al-Quran sehingga kita bisa lebih mencintai Allah, Rasul, Nabi Muhammad SAW dan keluarga kita.  Dengan cinta kepada Al-Quran hidup kita dijamin akan penuh berkah dan kebahagian, nggak ada kata galau apalagi patah hati karena dikhianati pasangan.

Babe Gezel menuliskan buku ini dengan bahasa yang santai dan sangat mudah dipahami oleh anak muda, orangtua dan berbagai kalangan.  Bahwa dengan mencintai Al-Quran maka kita akan selalu berusaha memahaminya dengan benar dan mengamalkan segala ajarannya di kehidupan sehari-hari. Sehingga kehidupan yang kita jalani akan lebih terarah dan menjadi lebih baik lagi.

Jika mencari jalan kita membutuhkan peta, buku ini menjelaskan bahwa Al-Quran dapat menjadi petunjuk untuk segala yang kita butuhkan, AL-Quran adalah peta kehidupan umat manusia, dengan mecintainya akan membuat kehidupan menjadi lebih damai, tenang dan segala masalah menjadi lebih ringan.

Buku Yuk, Pacaran Dengan Al-Quran ini juga mengajarkan bagaimana kita menghadirkan Al-Quran di dalam hati, apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini. Sehingga sangat disayangkan apabila masa muda hanya dihabiskan untuk berkumpul dan mengobrol dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Penulis juga menceritakan bagaimana peran Al-Quran dapat memberikan inspirasi bagi kehidupan kita, bagaimana seorang anak muda harus santun terhadap orang tua, dan apa yang dimaksud dengan cinta sejati. Ibarat GPS kehidupan, Al-Quran bisa menjadi panduan kebenaran dari ilahi dan menjadi obat galau serta harmonisasi kehidupan. Bagi penulis, anak muda yang unggul adalah anak muda yang pacarannya  dengan Al-Quran.
Yuliana R.






Jumat, 01 Februari 2019

106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun Untuk Negeri BERUBAH UNTUK KEMAJUAN

Tulisan : 7
TEORI PERUBAHAN
 (Teori Roger dan Teori Lippits)




  1. Teori Roger (1962)
Teori ini dikenal dengan teori AIETA, yakni singkatan dari awareness (kesadaran), interest (keinginan), evaluation (evaluasi), trial (mencoba), adoption (penerimaan). Dalam teori ini, Rogers berpendapat bahwa proses penerimaan terhadap perubahan itu lebih kompleks dari teori yang dikemukakan oleh Lewin. Rogers berpendapat bahwa setiap individu yang terlibat dalam perubahan itu mungkin mulanya mereka menerima perubahan, akan tetapi setelah dilakukan proses perubahan, kemudian mereka justru menolak.
  1. Teori Lippits (1973)
Teori perubahan ini ditujukan untuk merubah status quo/kemapanan, baik perubahan itu direncanakan atau tidak direncanakan. Kemapanan ini terjadi dalam individu, jabatan, situasi, proses, maupun sistem kerja.
Memang sering terjadi bahwa sesuatu itu kalau sudah dianggap mapan dan berjalan lama, maka orang-orang tertentu sulit untuk diajak berubah. Begini saja sudah nyaman, mengapa harus berubah kata mereka. Sikap status quo inilah yang kadang menghambat kemajuan. Sebab mereka sudah merasa nyaman.
            Lippits selanjutnya menyatakan bahwa untuk menghadapi perubahan, perlu mengidentifikasi 7 (tujuh) tahap yakni a.mendiagnosis/menentukan masalah; b) mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan; c. mengkaji motivasi agen perubahan dan sarana yang tersedia; d. menyeleksi tujuan perubahan; e.memilih peran yang sesuai; f.mempertahankan perubahan yang telah dimulai;  g.menjaga kesinambungan perubahan.
s. Menentukan masalah
     Dalam tahap ini setiap individu yang terlibat dalam perubahan harus membuka diri. Mereka juga harus menghindari suatu tindakan sebelum data dan informasi terkumpul. Sebab dalam usaha perubahan ini setiap individu harus menginformasikan fenomena yang terjadi. Semakin banyak informasi yang diterima manajemen, maka akan semakin bagus dalam pembuatan keputusan untuk melakukan perubahan. Oleh karena itu setiap orang yang memiliki potensi harus diikutsertakan secara aktif dalam proses perubahan ini.
b. Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan
          Perubahan nampaknya merupakan sesuatu yang mudah. Namun keberhasilan perubahan memerlukan kerja cerdas, kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Pada tahap ini setiap individu yang terlibat dalam perubahan harus dikaji kemampuan mereka, hambatan yang mungkin terjadi, dan dukungan yang akan diberikan.
c. Mengkaji motivasi agen perubahan
Pada tahap ini diperlukan komitmen dan motivasi para pimpinan dalam proses perubahan. Pemikiran pimpinan untuk melakukan perubahan harus dipahami betul oleh anak buah dan dapat dipercaya. Disamping itu, pimpinan harus mau mendengar masukan, usulan, dan pemikiran anak buah yang terkait dengan perubahan itu.
d. Menyeleksi tujuan perubahan
Pada tahap ini, perubahan harus sudah disusun sebagai suatu kegiatan secara operasional, terorganisir, berurutan, dan kepada siapa perubahan itu ditujukan. Untuk itu diperlukan target waktu capaian perubahan.
Bersambung

Lasa Hs