Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Jumat, 15 Maret 2019

ETIKA PROFESI PUSTAKAWAN DALAM KECERDASAN SPIRITUAL


    
                                    Oleh: Enny Anggraeny
                        Pustakawan Universitas Diponegoro Semarang

Abstrak
            Profesionalisme pustakawan dalam memberikan layanan prima tidak lepas dari etika pustakawan.Dengan kecerdasan spiritual dalam pelaksanaan tugas kepustakawanan, akan  memberikan dasar bahwa bekerja itu ibadah yang dilandasi keikhlasan.  Penerapan prinsip zakat misalnya, merupakan bentuk integritas pustakawan.  Zakat merupakan salah satu bentuk ekspresi potensi spiritual manusia dan penanaman konsep pemeliharaan lingkungan sosial.Hal ini merupakan bentuk saling membantu dan memperkuat sinergi kemanusiaan.
Melalui potensi spiritual zakat yang disana terdapat nilai kemanusiaan, saling menyayangi, saling membantu, sikap sopan, sikap saling menghargai merupakan nilai spiritual bagi pustakawan dalam melaksanakaan tugas-tugas kepustakawanan.
Dengan dasar-dasar tersebut, manusia akan memeroleh etika yang sebenarnya. Yakni etika yang baik dan benar menurut Allah dan menurut manusia.


(Sumber: Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme,2013: 271)


PERAN KERJASAMA LAYANAN LIBRARY CAFÉ DENGAN KREATIFITAS MAHASISWA di PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI




          Oleh : M. Firdaus Charis N.
            Pustakawan Universitas Muhammad          iyah Semarang
                       
                                           Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk memberikan wacana bahwa perpustakaan merupakan sumber informasi dan media refreshing  pemustaka dalam kegiatan keilmuan. Para pecinta ilmu pengetahuan dapat melakukan interaksi, berekspresi,  akses informasi, dan saling berbagi melaui media yang disediakan perpustakaan.
Tulisan ini mengedepankan konsep library café  yang mencakup; eksistensi perpustakaan perguruan tinggi, layanan kafe, dan kreativitas. Untuk merealisir layanan library café  ini diperlukan sumber daya manusia yang kompeten.
Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadi pergeseran fungsi perpustakaan Perguruan Tinggi. Hal ini disebabkan adanya perubahan pemanfatan perpustakaan PT yang dulu sekedar tempat membaca, dan kini telah berubah menjadi media pengembangan kreativitas sivitas akademika.

(Sumber: Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme,2013: 78)

Selasa, 12 Maret 2019

Dampingi Orang Tua dalam Bersosmed

Di era teknologi informasi seperti saat ini, dengan mudahnya seseorang dapat mendapatkan informasi dari berbagai media, baik media cetak, maupun media digital. Semenjak munculnya internet, informasi dalam bentuk digital berkembang sangat pesat, bahkan dalam watu 1 hari saja bisa jadi muncul ribuan sampai jutaan informasi baru. 

Selain itu, dengan adanya teknologi internet tersebut muncul aplikasi sosial media yang bisa digunakan untuk berkomunikasi di dunia maya, diantaranya aplikasi sosial media yaitu facebook, instagram, whatsapp, line, bbm, dan sebagainya.  Selain digunakan untuk berkomunikasi, melalui sosial merdia juga kita bisa share informasi kepada yg lain.

Seperti yang kita tau, sosial media ini merupakan aplikasi bebas, sehingga semua orang bebas menuliskan apa saja yang ia mau. Sehingga informasi yang ada di sosial media tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dari kebebasan itulah, ada beberapa orang yang memang sengaja menyebarkan berita hoax di sosial media. Penyebaran berita itu dilatar belakangi beberapa motif, diantaranya yaitu :
1.     Motif Ekonomi
Contoh penyebaran berita hoax dengan motif ekonomi yaitu, ketika seseorang membuat website yang disitu terdapat iklannya. Lalu ia membuat judul berita yang bombastis, kontroversial, dan hoax. Kemudian judul berita itu ia share ke sosial media. Secara otomatis ketika orang membaca judul berita yang bombastis, dan kontroversial, maka akan banyak orang yang mengeklik/membuka judul berita itu. Semakin banyak orang yang membuka berita itu maka semakin banyak pula pendapatan orang yang punya website tersebut.

2.     Motif Politik
Contohnya, diitahun politik ini, ada sebagian orang membuat kampanye hitam di sosial media, Kampanye tersebut berupa informasi hoax yang dibumbuhi dengan editan gambar dan informasi yang bombastis. Penyebaran berita itu biasanya bertujuan agar elektabilitas salah satu paslon menurun

Bagi orang tua yang baru kenal dengan sosial media,  ada sebagian mereka yang langsung percaya bergitu saja terhadap gambar - gambar atau informasi yang di share  tersebut. Tida berhentu disitu, bahkan kadang kala mereka juga meneruskannya kepada yang lain. Sehingga informasi hoax tersebut bisa tersebar ke mana - mana dan viral

Sebagai generasi milenial, kita wajib mendampingi orang tua kita masing-masing, memberikan pengertian bahwa informasi yang ada di sosial media tersebut tida semuanya benar. Tentu dengan pendampingan yang tida terkesan menggurui. 

Eko Kurniawan

Minggu, 10 Maret 2019

DEMI IMAN : THALHAH SERAHKAN TANAHNYA, ZAID SERAHKAN KUDANYA


Firman Allah yang artinya: “Kamu sekalian tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui ” (Q.S Ali Imran: 92)
Menyebut iman itu mudah, namun mencapai hasil iman itu yang sulit. Seseorang belum akan mencapai kebaikan (birr) atau pribadi yang baik kalau dia belum menginfakkan/menyumbangkan sesuatu yang dicintainya.
Setelah ayat ini turun, maka sangat besar pengaruhnya bagi para sahabat Nabi Muhammad saw. Mereka sangat ingin menjadi pribadi yang baik dengan memperhatikan orang banyak dan tidak individualis.
Adalah Abu Thalhah seorang sahabat Rasulullah saw dari kaum Anshar. Pak Thalhah memiliki kebun/tanah luas yang subur di Bairuhaa’ . Tanah ini tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi Madinah. Kebun ini dipelihara secara baik, dipupuk tanamannya, dijaga kebersihannya. Dibayarnya pekerjanya sebelum keringat kering. Upah mereka tidak dikemplang. Pengemplangan (tidak bayar upah, hutang) menyengsarakan banyak orang. Lingkungan dan sanitasinya dijaga betul. Maka tak heran bila  Rasulullah saw beberapa kali singgahdi kebun ini untuk minum airnya yang sangat bersih. Dengan pemilikan kebun yang subur dan sering dikunjungi Nabi saw ini, maka nama Thalhah menjadi viral saat itu. Thalhah tidak terlalu bangga dengan luasnya tanah yang dimilikinya itu.  Iman yang kuat, mendorongnya untuk menghibahkan tanah itu demi kamaslahatan umat. Beliau pun menemui Nabi Muhammad saw dan menyatakan:”Aku ingin mengamalkan wahyi Ilahi itu, Ya Rasulullah. Kekayaan yang paling aku cintai adalah kebun/tanah di Bairuhaa. Terimalah  ya Rasulullah. Itu sebagai sedekahku. Aku memberikan kuasa kepada Rasulullah untuk menyerahkannya kepada siapapun yang pantas menerimanya.
          Dengan amat gembira, Rasulullah saw menerima penyerahan tanah untuk kemaslahatan umat itu. Beliaupun menghargai Thalhah yang dengan ketulusan hati yang telah menyerahkan tanah itu, meskipun tidak sampai ratusan ribu hektar.
          Dengan kebijakan Rasulullah saw, beliau menguasakan kembali kepada Pak Thalhah untuk membagi tanah itu kepada siapapun yang dikehendakinya. Menurut riwayat hadits Muslim, harta itu diberikan kepada Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab.
Demikian pula dengan Zaid bin Haritsah mantan putra angkat Nabi Muhammad saw. Zaid ini sowan kepada Nabi saw dengan menunggang kudanya yang sangat disayanginya. Kuda ini diberi nama Subul. Beliaupun matur kepada Rasulullah saw:”Ya Rasulullah, inilah kuda    tungganganku yang engkau tahu adalah yang paling aku sukai. Terimalah dia sebagai sedekahku dan sudilah Rasulullan memberikannya kepada yang lebih pantas menerimanya, semoga hal ini diterima Allah”.
          Kuda yang tangkas itu diterima Rasulullah saw sampai beliau melihat wajah Zaid membayangkan kesedihan Zaid berpisah dengan kuda yang disayanginya. Akan tetapi kepemimpinan Rasulullah saw adalah kememimpinan yang sangat mulia dan bijaksana. Kemudian beliau menyuruh sahabat lain untuk menjemput Usamah putra Zaid. Usamah sangat dicintai Rasulullah saw seperti cinta Rasul kepada Zaid bin Haritsah. Setelah Usamah tiba, maka bersabdalah Rasulullah saw:” Kuda tunggangan yang cantik ini telah diserahkan Zaid kepadaku, dan aku  telah menerimanya dan aku berhak memberikannya kepada siapapun yang aku kehendaki.Sekarang kuda ini aku serahkan kepada Usamah”. Demikianlah keagungan kepemimpinan beliau. Tanah yang amat dicintai Abu Thalhah disedekahkannya dan menguasakan kepada  Nabi untuk memberikanmya kepada siapapun yang dkehendakinya. Lalu Rasulullah saw menguasakan kembali kepada Pak Talhah. Kemudian Pak Thalhah menghadiahkan kebuh/tanah itu kepada Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab.
Demikian pula dengan kuda Subul yang sangat dicintai oleh Zaid bin Haritsah. Setelah kuda itu diterima Nabi saw, maka langsung diserahkan  kepada Usamah yang juga putra Zaid bin Haritsah. Dengan demikian barang yag berharga dan sangat dicintainya itu diterima oleh orang-orang yang tidak jauh dari yang memberikannya.
(Sumber:  Tafsir Al Azhar Juz 4,5,6, , 2015 : 6 – 7)


Lasas Hs.

Jumat, 08 Maret 2019

PESIMIS ITU MATI SEBELUM PERANG


Pesimis adalah sikap takut, putus asa, bahkan merasa kalah sebelum menghadapi masalah. Mereka merasa tidak mampu mengatasi kesulitan masa depan yang menghadang. Mereka menyerah kalah sebelum maju perang. Mereka takut melangkah begitu melihat masa depannya gelap gulita. Bahkan mereka bunuh diri akibat penderitaan dan kesusahan yang mendera hidup dan kehidupan mereka. Baik kehidupan ekonomi, kehidupan rumah tangga, maupun kekuasaan.
Mereka menggantung diri karena kesulitan ekonomi. Tidak sedikit seorang ayah atau ibu tega meninggalkan anak-anak mereka dengan bunuh diri lantaran keretakan rumah tangga. Bahkan bisa terjadi seseorang menenggak racun lantaran gagal menggapai kekuasaan/jabatan tertentu.
          Kondisi semacam itu bisa terjadi lantaran tipisnya iman, sempit memandang kehidupan, kuatnya tekanan, dan lingkungan.
Tipis iman
Orang-orang yang memiliki iman kuat, akan berkeyakinan bahwa hidup ini ada yang mengatur. Mereka akan baik sangka/khusnudz dzan terhadap apa yang akan terjadi, termasuk penderitaan yang sedang dialami. Kehidupan yang menyenangkan dan menyusahkan diterimanya sebagai anugerah. Bila senang, mereka bersyukur, bila sedih mereka sabar. Ketika ditimpa kesedihan, mereka yakin bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan diangkat derajatnya. Mereka yakin kebenaran apa yang disabdakan Rasulullah saw:” Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu musibah dan keletihan, kekhawatiran, kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah swt akan mengampuni dosanya”.(H.R.Abu Hurairah, hadis hasan).
Orang yang imannya kuat akan menyadari bahwa kekuasaan itu ada yang mengatur. Meskipun tidak bermodal besar (ekonomi) dalam meraih kekuasaan,namun bila Allah menghendaki, maka kekuasaan akan berpihak padanya. Sebaliknya bisa saja terjadi ada orang yang syahwat kekuasaannya tinggi. Dengan menebar janji, hutang sana hutang sini,  sikut sana sikat sini dan kebetulan tidak jadi. Bisa saja dia akan mengantung diri dengan tali di pohon pinggir kali. Saking gemuknya,   putuslah tali, dan tercebur ke sungai. Padahal belum mati. Dari kejauhan nampak seperti  babi mati terapung di sungai. Hal ini lantaran tipisnya iman. Tidak kuat menanggung malu, lantaran ditagih hutang kanan kiri. Malu pada masyarakat lantaran tingginya janji.  
Seharusnya disadari bahwa bagaimanapun usaha manusia, namun Allah yang menentukan. Pepatah Arab mengatakan :al insanu bit tafkiri wallahu bittadbiri (manusia berpikir/merecanakan, Allahlah yang menentukan).
Dalam hal  kekuasaan sebaiknya direnungkan peringatan Allah dalam Q.S. Ali Imran: 26 yang artinya: katakanlah (Muhammad) “Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki.Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan/kekuasaan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”.
Karena keroposnya fondasi iman, mereka yang pesimis beranggapan bahwa penderitaan itu merupakan siksaan. Mereka beranggapan apalah artinya hidup kalau menderita terus menerus. Mereka menanggung malu dan lainnya.

(bersambung)

Lasa Hs

Kisah Uwais Al-Qarni



Uwais Al-Qarni merupakan salah satu pemuda yang hidup di zaman Rosulullah SAW, namun karena jarak antara tempat tinggalnya dengan Rosulullah sangatlah jauh, maka ia tak pernah sekalipun bertemu Beliau.

Di daerah ia tinggal, Uwais Al-Qarni dikenal sebagai pemuda yang ”rendahan”, dikarenakan ia mempunyai penyakit belang-belang dan bahkan cacat, sehingga banyak ornag yang tidak mau kenal dengannya. Walaupun demikian, Uwais Al-Qarni merupakan pemuda yang sangat taat kepada Ibunya. Setiap hari ia merawat ibunya yang sedang sakit dengan kasih sayangnya, setiap kemana-mana ibunya selalu ia gendong, ia suapi dan sebagainya.

Di sisi lain, ia sangat rindu sekali ingin bertemu Rosulullah SAW., bahkan setiap malam ia selalu meneteskan air mata saking pengennya bertemu dengan Rosulullah SAW. Karena merasa kasihan, maka ibunya mengijinkan ia pergi ke Makkah untuk bertemu Rosulullah SAW. Setelah beberapa lama berjalan menuju Makkah, ternyata Rosulullah sedang bepergian jauh, sehingga Uwais Al-Qarni pun tidak bisa bertemu dengan Rosulullah SAW.

Setelah beberapa hari di Makkah, Uwais Al-Qarni khawatir dengan keadaan Ibunya, sehingga ia putuskan untuk pulang, walaupun di hati Uwais Al-Qarni agak sedikit mengganjal karena belum bertemu Rosulullah SAW. Setelah Uwais Al-Qarni sampai rumah, kemudian Rosulullah baru tiba di Makkah, lalu Malaikat Jibril datang menemui Rosul dengan menyampaikan kabar bahwa “kemarin ada salah seorang pemuda dari yaman dengan ciri ciri begini begini da begini, maka ketika engkau bertemu dengannya, mintalah doa kepadanya. Karena doanya pasti dikabulkan oleh Allah SWT”.
Sampai akhir-akhir menjelang wafat, Rosul belum sepat bertemu dengan Uwais Al-Qarni, akhirnya beliau berpesan kepada para sahabat agar ketika menemui pemuda dari yaman, dengan ciri begini begini da begini, segera minta doa kepadanya karena doanya musjatab.

Lalu, setelah Rosulullah wafat, suatu ketika para sahabat mendengar berita bahwa rombongan dari Yaman akan menunaikan ibadah haji, maka dicegatlah mereka, lalu bertanya terhadap romongan tersebut “mana yang bernama Uwais Al-Qarni”. Kemudian rombongan itu menjawab bahwa tidak ada yang bernama Uwais Al-Qarni. Lalu dari belakang muncul teriakan “sayalah Uwais Al-Qarni”. Rombongan tersebut terheran-heran karena mereka tidak mengenal Uwais Al-Qarni yang hanya bekerja sebagai penunggu kuda, lantas kenapa para sahabat itu seolah mengenal pemuda yang kucel itu.

Kemudian shabat Rosul berkata yang intinya “Dulu Rosulullah berpesan kepada kami, bahwa saking cintanya ia kepada Ibunya dan Rosullnya, maka doa Uwais Al-Qarni mustajab, untuk itu doakanlah kami wahai Uwais Al-Qarni”.

Pelajaran yang bisa kita ambil :
Orang yang kelihatan hina dimata manusia, belum tentu demikian menurut Allah, bisa jadi mereka merupakan waliyullah yang sengaja Allah rahasiakan untuk menguji kita semuanya. Sehingga jangan sekali-kali merendahkan orang lain hanya karena covernya.

Eko Kurniawan

Kamis, 07 Maret 2019

MENJAMU TAMU


Meskipun KHA Dahlan seorang pedagang, mamun juga kadang mengalami paceklik. Suatu sore, KHA Dahlan kedatangan tamu dari jauh. Setelah berbincang-bincang sekedarnya, lalu terdengar suara adzan shalat maghrib. Tamu itu diajak oleh sang Kiyai untuk shalat jama’ah di masjid.
Sebelum pergi ke masjid, KHA Dahlan pesan kepada isterinya agar disediakan makan untuk tamu tadi. Ny. Walidah (isteri KHA Dahlan) matur bahwa porsi makan saat itu tinggal satu piring dengan lauk yang sederhana. Sedianya nasi itu untuk KHA Dahlan. Kiyai Dahlan menjawab
dengan tersenyum; “Kalau begitu, nasi itu disiapkan saja di meja makan dan disiapkan piring kosong dengan sendok dan garpunya. Juga siapkan air putih.Nanti piring yang ada nasinya ditaruh sebelah sana, dan piring kosong ditaruh sebelah sini.
Seusai shalat maghrib, Kiyai Dahlan meminta tamunya menunggu waktu shalat Isya’ sekalian di masjid. Setelah selesai melaksanakan shalat Isya’ berjamaah, beliau dan tamunnya menuju rumah kiyai dan langsung menuju ruang makan. Saat itu lampu ruang makan sengaja tidak dinyalakan.
Sesuai skenario, Kiyai Dahlan duduk di meja yang piringnya kosong. Sedang tamunya duduk di meja yang ada piringnya berisi nasi. Kiyai pun minta maaf kepada tamu, :”maaf ini kamarnya gelap dan lampunya dipakai di ruang lain”. Mari kita makan lanjutnya. Kiyai Dahlan berpura-pura makan dengan sedikit menggerak-gerakkan sendok di atas piring seolah-olah sedang makan. Sesekali beliau minum air putih itu. Sementara itu, tamunya makan nasi yang disajikan itu sampai habis. Tamu tidak tahu bahwa kiyai tidak makan sama sekali karena gelap.

(sumber: Kisah Inspiratif Para Pemimpin Muhammadiyah, 2017)

 Lasa Hs.


Kunjungan Mahasiswa Spanyol ke Perpustakaan UMY

Rabu, 05 Maret 2019 Perpustakaan UMY kedatangan beberapa mahasiswa yang berasal dari Universitas Spanyol, tidak hanya itu saja bahkan ada beberapa mahasiswa yang juga berasal dari Universitas di Jepang dan Thailand. 
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan "International Tropical Farming Summer School" yang diadakan oleh Fakultas Pertanian UMY dengan beberapa kampus tersebut. Di Perpustakaan UMY, mereka diajak keliling Perpustakaan, dikenalkan beberapa fasilitas dan layanan yang ada di Perpustakaan. Harapannya mereka bisa mengambil hal positif dan bisa diceritakan di tempat asal mereka.

Selasa, 05 Maret 2019

AL QUR’AN ITU BUKAN FIKSI:



                                Apa Kata Buya Hamka

Al Qur’an memberitakan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Berita tentang apa yang akan terjadi yang disampaikan Al Qur’an pasti terjadi. Beda dengan karya fiksi. Meski fiksi meramalkan sesuatu yang akan terjadi, maka belum tentu terjadi. Sebab fiksi hanya khayalan manusia saja. Maka makna kata “akan dan kata “telah itu jauh berbeda. Kalau telah berarti sudah ada bukti, sedangkan akan hanyalah sekedar mimpi.
Kebenaran Al Qur’an diakui banyak pihak, termasuk orang-orang Arab. Dalam hal ini buya Hamka menjelaskan :”Kalau orang Arab yang empunya bahasa itu sendiri telah mengaku bahwa tidak ada kesanggupan manusia menandinginya, usahkan mengatasinya, betapa lagi bangsa yang lain, yang memakai bahasa lain?.
          Sejarah dan perkembangan penilaian terhadap Al Qur’an itu telah memberikan tiga kesimpulan tentang i’jaz. Yang pertama ialah keistimewaan yang telah dicapai oleh bangsa Arab. Yang kedua ialah makna atau ma’ani-nya, yang hakiki, yang telah terbukti bahwa puncak tertinggi yang manapun dari pikiran mereka tidaklah akan sampai ke martabat makna Al Qur’an. Ketiga ialah ajaran akhlaknya.
Sebab itu, i’jaz ini telah menjadi salah satu ilmu yang wajib diperhatikan juga ketika menafsirkan Al Qur’an.
Dan, i’jaz Al Qur’an ini adalah berharap seluruh manusia. Kalau bangsa Arab dengan bahasa Arab adalah bahasa yang tidak mati, malahan bertambah berkembang dan berpengaruh di dalam abad kedua puluh ini, dan orang-orang Arab sendiri, terutama sarjana-sarjana bahasanya, telah mengakui kelemahan mereka, apatah lagi seluruh manusia. Dan memang Muhammad saw . diutus kepada seluruh manusia di muka bumi ini (Q.S. Saba’: 28).
Dengan secara ringkas dan pokok saja, kami hendak  memcoba mengemukakan empat i’jaz Al Qur’an:
Pertama;  fashahah dan balaghah, amat tinggi derajat kata dan maknanya, yang memesona pendengarnya, yang dimulai oleh orang Arab yang empunya bahasa itu sendiri, yang lebih tahu apa susun, irama, gaya, dan pengaruh ungkapan kata yang dapat menarik dan mempesona.
Susunan Al Qur’am bukanlah susunan syair, dengan susun rangkai kata menurut suku kata bilangan tertentu, dan bukan ia puisi, dan bukan ia prosa, dan bukan pula ia sajak, tetapi ia berdiri sendiri melebihi syair, nashar, dan nazham, yang belum pernah sebeumnya turun, orang Arab belum pernah mengenal seperti itu. Demikianlah terpesona mereka itu, lebih terpesona pemuka-pemuka mereka sendiri, sebgimana Abu Jahal, Abu Sofyan, al Walid bin al Mughirah, dan lain-lain.
Kedua; Al Qur’an banyak  menceritakan berita tentang masa-masa telah lalu; seperi berita tentang kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaum Luth, kaun Nuh, kaum Ibrahim, kaum Musa, negeri Madyan, cerita tentang kesucian Maryan dan kelahiran Isa Al Masih. Segala berita yang dibawanya itu benar dan semuanya bertepatan dengan kenyataan yang benar dan banyak persesuaian dengan cerita Ahlul Kitab.
 Ketiga; di dalam AlQur’an pernah diberitakan pula hal-hal yang akan terjadi. Hal ini dapat disimak pada awal Q.S. Ar Rum yang menyatakan bahwa pada mulanya orang Rum kalah perang dengan orang Persia. Tetapi sesudah beberapa tahun kemudian, ternyata orang Rum menang kembali.
Ketika orang Rum kalah pada awalnya, maka para musyrikin Quraisy bergembira ria. Sebab orang Persa (penyembah berhala) dapat mengalahkan orang Rum (pemeluk Nasrani yang pada pokoknya bertauhid, dekat dengan Islam). Namun turunnya ayat ini memberikan kepastian kepada kaum Muslimin bahwa Rum akan menang kembali beberapa tahun kemudian (bidh’I sinina, yakni bilangan antara tujuh sampai sembilan tahun). Saat itu, saking yakinnya atas kebenaran berita dalam S.Ar Rum ini, Abu Bakar bertaruh dengan orang Quraisy beberapa ekor unta. Beliau yakin bahwa orang Rum akan menang kembali. Maka benar bahwa beberapa tahun kemudian orang Rum mampu mengalahkan orang Persia (ketika itu zaman Mekah, belum ada larangan bertaruh). Maka diterimalah kemenangan taruhan itu.
Ke-empat; Dalam Al Qur’an terdapat beberapa pokok ilmiah tentang alam. Sebagai contoh adalah disebutkan dalam S. al Anbiyaa’: 30 (dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman ?).
Dibicarakan pula dalam Al Qur’an tentang asal usul manusia sejak dari tanah, lalu menjadi sperma (nutthfah), ‘alaqah, mudhghah, lalu berbentuk tulang yang kemudian tulang itu diselimuti (dibungkus) dengan daging lalu menjadi manusia yang bernyawa. (Q.S. AL Mu’minun 12 -1 4).
Soal-soal alam yang dibicarakan ini sangat mengagumkan karena bertambah dalam penyelidikan manusia dalam berbagai macam ilmu pengetahuan alam, bertambah jelas maksud ayat-ayat Al Qur’am itu. Padahal Nabi Muhammad saw buanlah seorang ahli ilmu alam.
Dalam Al Qur’an juga dibicarakan tentang ombak, laut, kapal berlayar, yang sangat menarik para pelaut. Sehingga Mr.Brown seorang nakhoda kapal Inggris yang bolak balik berlayar antara Inggris dan India selalu membaca terjemahan Al Qur’an. Beliau sangat kagum apabila membaca  ayat-ayat yang membicarakan tentang laut, kapal, dan bahtera. Beliau pernah bertanya kepada orang-orang Islam di India, pernahkah Nabi Muhammad saw berlayar ?. Merekapun menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw belum pernah berlayar selam hidupnya. Mendengar cerita ini dan ditambah pendalamannya tentang riwayat hidup Rasulullah saw, dan yakin bahwa Al Qur’an itu  wahyu yang mengandung kebenaran,   maka nakhoda Inggris itu masuk Islam.

(Sumber Tafsir Al Alzhar I; juz 1,2,3,)

Baca juga Q.S. As Shaf: 8 :”Mereka akan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan, cuitan, istagram, pernyataan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir itu membencinya”.

Lasa Hs.


Jumat, 01 Maret 2019

Perpustakaan Unisa Yogya Belajar Dspcae ke UII


Perkembangan teknologi informasi sangat berimbas terhadap perkembangan dunia perpustakaan, terlebih bagi perpustakaan perguruan tinggi. Kemudahan dalam mengakses berbagai sumber informasi menjadi unggulan bagi perpustakaan saat ini. Berbagai koleksi dalam bentuk digital seolah memberikan layanan yang paling dicari oleh pemakai. Dengan bermodalkan jaringan internet, maka koleksi digital perpustakaan akan dengan sangat cepat dan mudah didapatkan.
Hal itu juga menjadi bahan pemikiran lebih lanjut oleh Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saat ini sudah ada wadah bernama Perpustakaan Digital Unisa Yogyakarta yang mewadahi berbagai hasil penelitian dan local content milik civitas akademika. Seiring dengan tuntutan kebutuhan pemustaka yang lebih bervariasi, maka dilakukan evaluasi terhadap perpustakaan digital yang sudah ada tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan beberapa kelemahan yang ada, sehingga diusulkan rencana untuk mengganti wadah perpustakaan digital yang sudah ada dengan software lain yang lebih bisa memenuhi kebutuhan pemakai Unisa Yogyakarta.
Jumat, 1 Maret 2019 bertempat di Ruang Sidang lantai 2 Direktorat Perpustakaan UII Yogyakarta, dilakukan study banding yang diikuti oleh Irkhamiyati, M.IP, selaku kepala Perpustakaan Unisa Yogya beserta staff di bidang perpustakaan digital, yaitu Agung Suyudi, A.Md. Hadir juga dalam study banding tersebut yaitu Kepala PDSI (Pusat data dan Sistem Informasi) Unisa Yogya, Bp. Basit Adhi Prabowo, ST. Banyak ilmu dan tukar pengalaman yang didapatkan dalam study banding tersebut, terlebih dalam pengelolaan repository UII yang menggunakan software Dspace. Kunjungan dari Unisa diterima sangat hangat oleh Direktur Perpustakaan UII, Bpk. Joko Sugeng Priyanto, SIP., M.Hum beserta beberapa pejabat di lingkungan perpustakaannya (Muhammad Jamil, SIP., Sungadi, S.Sos., M.IP, Suharti, SIP., Ismanto, S.I.Pust., Bambang Hermawan, A.Md., dan Hana Isnaini Al Husna, ST). Bapak Muhammad Jamil, SIP, selaku kepala Divisi Internet, Jaringan, dan Teknologi memaparkan dengan jelas tentang pengelolaan Dspace di sana. Dialog berlangsung sangat interaktif. Irkhamiyati menyampaikan, apabila ada yang kurang jelas, maka akan dilakukan komunikasi lebih lanjut tentang pengelolaan DSpace di Perpustakaan UII ini. (Irkhamiyati-1-3-19)