Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 22 Maret 2019

Jum`at Cerah : Muhasabah

Jum`at, 22 Maret 2019 Khatib yang ada di Masjid KH. Ahmad Dahlan UMY mengutip dari Kitabnya Al-Ghazali, bahwa suatu ketika ada salah seorang tabi'in yang mau menjual kain tenunnya ke pasar. Kain tersebut ia tenun selama berbulan - bulan. Ketia  tiba di pasar, ia mengutarakan maksutnya kepada seorang pedagang, "Bapak, saya ingin menjual kain tenun saya" kata tabi`in tadi. 

Lalu pedagang itu bilang "Setelah aku cek, kainmu ini bagus, namun ternyata ada cacatnya, jadi aku nggak mau beli". Mendengar jawaban pedagang itu, maka tabi`in ini menangis. Kemudian pedagang tanya "kenapa kamu menangis, akun kan sudah bilang jujur.. Ya sudah, karena aku kasihan,,,, aku beli kainmu ini tapi dengan harga yang sesuai dengan kondisinya. akun nggak bisa beli dengan harga yang tinggi". Kemudian tabi`in tersbeut menjawab "akun menangis bukan karena kain tenunku ini yang cacat, namun aku ingat dengan ibadahku. Aku takut selama ini aku beribadah kepada Allah, ternyata ada cacatya sehingga Allah nggak mau menerima ibadahku". 
Lantas pedagang itu terdiam....

Kemudian sang khatib menegaska, dari cerita itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa,tidak ada satupun yang tahu ibadah kita diterima oleh Allah atau tidak, sehingga yang harus kita lakukan adalah merasa takut akan hal itu dan dibarengi dengan raja` . Raja`  yaiu benar-benar berharap kepada Allah agar Allah mau menerima Ibadah kita, karena perasaan takut dan raja` sendiri sudah termasuk ibadah kepadanya.

Kisah yang sama juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah. Pada suatu hari Rosulullah becerita kepada para sahabatnya, "suatu saat nanti akan ada orang yang bangkrut", kemudian sahabat bertanya "siapa itu wahai Rosulullah". Lalu Rosul menjawab yang intinya "yaitu mereka yang banyak ibadahnya, namun pahala ibadahnya itu hilang karena dosa - dosa yang ia perbuat"

Eko Kurniawan

0 komentar:

Posting Komentar