Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 08 Maret 2019

Kisah Uwais Al-Qarni



Uwais Al-Qarni merupakan salah satu pemuda yang hidup di zaman Rosulullah SAW, namun karena jarak antara tempat tinggalnya dengan Rosulullah sangatlah jauh, maka ia tak pernah sekalipun bertemu Beliau.

Di daerah ia tinggal, Uwais Al-Qarni dikenal sebagai pemuda yang ”rendahan”, dikarenakan ia mempunyai penyakit belang-belang dan bahkan cacat, sehingga banyak ornag yang tidak mau kenal dengannya. Walaupun demikian, Uwais Al-Qarni merupakan pemuda yang sangat taat kepada Ibunya. Setiap hari ia merawat ibunya yang sedang sakit dengan kasih sayangnya, setiap kemana-mana ibunya selalu ia gendong, ia suapi dan sebagainya.

Di sisi lain, ia sangat rindu sekali ingin bertemu Rosulullah SAW., bahkan setiap malam ia selalu meneteskan air mata saking pengennya bertemu dengan Rosulullah SAW. Karena merasa kasihan, maka ibunya mengijinkan ia pergi ke Makkah untuk bertemu Rosulullah SAW. Setelah beberapa lama berjalan menuju Makkah, ternyata Rosulullah sedang bepergian jauh, sehingga Uwais Al-Qarni pun tidak bisa bertemu dengan Rosulullah SAW.

Setelah beberapa hari di Makkah, Uwais Al-Qarni khawatir dengan keadaan Ibunya, sehingga ia putuskan untuk pulang, walaupun di hati Uwais Al-Qarni agak sedikit mengganjal karena belum bertemu Rosulullah SAW. Setelah Uwais Al-Qarni sampai rumah, kemudian Rosulullah baru tiba di Makkah, lalu Malaikat Jibril datang menemui Rosul dengan menyampaikan kabar bahwa “kemarin ada salah seorang pemuda dari yaman dengan ciri ciri begini begini da begini, maka ketika engkau bertemu dengannya, mintalah doa kepadanya. Karena doanya pasti dikabulkan oleh Allah SWT”.
Sampai akhir-akhir menjelang wafat, Rosul belum sepat bertemu dengan Uwais Al-Qarni, akhirnya beliau berpesan kepada para sahabat agar ketika menemui pemuda dari yaman, dengan ciri begini begini da begini, segera minta doa kepadanya karena doanya musjatab.

Lalu, setelah Rosulullah wafat, suatu ketika para sahabat mendengar berita bahwa rombongan dari Yaman akan menunaikan ibadah haji, maka dicegatlah mereka, lalu bertanya terhadap romongan tersebut “mana yang bernama Uwais Al-Qarni”. Kemudian rombongan itu menjawab bahwa tidak ada yang bernama Uwais Al-Qarni. Lalu dari belakang muncul teriakan “sayalah Uwais Al-Qarni”. Rombongan tersebut terheran-heran karena mereka tidak mengenal Uwais Al-Qarni yang hanya bekerja sebagai penunggu kuda, lantas kenapa para sahabat itu seolah mengenal pemuda yang kucel itu.

Kemudian shabat Rosul berkata yang intinya “Dulu Rosulullah berpesan kepada kami, bahwa saking cintanya ia kepada Ibunya dan Rosullnya, maka doa Uwais Al-Qarni mustajab, untuk itu doakanlah kami wahai Uwais Al-Qarni”.

Pelajaran yang bisa kita ambil :
Orang yang kelihatan hina dimata manusia, belum tentu demikian menurut Allah, bisa jadi mereka merupakan waliyullah yang sengaja Allah rahasiakan untuk menguji kita semuanya. Sehingga jangan sekali-kali merendahkan orang lain hanya karena covernya.

Eko Kurniawan

0 komentar:

Posting Komentar