Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 18 Maret 2019

SELAMAT MILAD KE 38 UMY




PAK  AR  dan  UMY

          Pada tahun 1980an, kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta/UMY masih berlokasi di Jl.HOS  Cokroaminoto Wirobrajan, yakni di lapangan ASRI (sekarang untuk Asri Medical Centre/AMC). Saat itu, Ir. Dasron Hamid selaku Rektor UMY ditawari tanah 25 ha oleh Bupati Bantul. Harga per meter berapa, tidak diketahui. Namun Pak Dasron saat itu menawar Rp. 2.500-/per meter persegi, dengan catatan bahwa ongkos administrasi ditanggung UMY. Akhirnya terjadilah kesepakatan harga per meter Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) saat itu.
          Ketika itu, UMY memang belum memiliki dana yang cukup. Akhirnya lapor ke PP Muhammadiyah dan minta dicarikan pinjaman dana sebesar Rp. 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Kemudian pimpinan Muhammadiyah mengadakan rapat dan memutuskan untuk berusaha mencari bantuan dana. Usaha itu antara lain mencari bantuan dana pinjaman kepada Pak Harto (Presiden RI). Lalu Pak AR ditugasi untuk melaksanakan keputusan rapat itu. Pak AR lalu menulis surat berbahasa Jawa ditulis tangan yang kira-kira kalimatnya sebagai berikut:
Pak Harto, niki Rektor UMY kewanen, mboten gadah arto ngawis siti dateng Pak Bupati Bantul 25 hektar; per meter persegi reginipun Rp. 5.000,- kaliyan biaya administrasinipun. Dening Pak Bupati dipun parengaken. Gandeng UMY lan Muhammadiyah mboten gadah arto, menawi kepareng Muhammadiyah bade nyuwun ngampil arto Rp. 750.000.000,- (pitung atus seket yuta), kangge mbayari siti punika. Insyaa Allah mangke bade kita angsur saben tahun”.
 (Pak Harto, ini Rektor UMY nekat, terlalu berani. Tidak punya uang tetapi berani menawar tanah (untuk membangun  kampus baru UMY) kepada Pak Bupati Bantul seluas 25 ha, per meter persegi seharga Rp. 5.000,- termasuk biaya admnistrasinya. Karena UMY dan Muhammadiyah tidak punya uang, maka jika diperkenankan Muhammadiyah mau pinjam uang kepada Bapak untuk membayar tanah itu. Insya Allah akan diangsur setiap tahun.
          Alhamdulillah, seminggu setelah surat itu dikirim, Pak AR ditilpon Bapak Ali Afandi (Bendahara Yayasan yang dikelola Pak Harto) bahwa Pak Harto tidak bisa meminjmi uang sebanyak itu, tetapi malah membantu Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
Mendengar pemberitahuan dari Pak Ali Afandi tersebut, lalu Pak AR menjawab:” Nggih pun dos pundi malih, kepekso purun”.  Kemudian beliau menilpon Pak Dasron Hamid supaya sujud syukur. Setelah selesai sujud syukur, barulah diberitahu bahwa Pak Harto tidak bisa meminjami, tetapi malah membantu Rp.500.000.000,- untuk beli tanah di kawasan Tamantirto sebagai lokasi UMY saat ini. Subhanallah.
 Untuk pendahulu kita, sebaiknya yang baik-baik yang disampaikan. Itulah namanya mikul duwur mendem jero.

(Kisah Inspiratif Para Pemimpin Muhammadiyah, 2015: 100 – 101)

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar