Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 27 Mei 2019

MENJAGA KESEHATAN



                                                Oleh : Lasa Hs

Semua orang pada umumnya kepingin sehat. Mereka tidak ingin sakit meskipun hanya sakit panu misalnya. Sehat memang mahal, maka perlu dijaga sebaik-baikmya.
Orang sehat insya Allah dapat melakukan banyak aktivitas. Sehat dalam hal ini adalah sehat dalam segala aspek; fisik, mental, sosial. ekonomi, dan akidah. Mereka yang sehat adalah orang yang kuat. Untuk itu perlu dipahami prinsip utama dalam kesehatn, yakni mengupayakan sehat secara teratur da optimal agar orang menjadi kuat. Rasulullah saw menyatakan yang artinya :”seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah (H.R. Muslim, riwayat Abu Hurairah).
            Dari hadist ini dapat dipahami bahwa Islam sangat memerhatikan kesehatan fisik, jiwa, akal, sosial, ekonomi, dan lainnya. Oleh karena itu menjaga kesehatan di saat sehat lebih baik daripada berobat ketika telah sakit. Sebab mencegah itu lebih baik daripada menghilangkan. Sehat rohani dan jasmani merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seseorang dalam hidup di dunia ini dan akhirat nanti. Rasulullah saw bersabda dalam suatu hadist dari ‘Abdullah bin ‘uMar, ia berkaa bahwa Rasululah saw senantiasa tidak meninggalkan doa-doa ini pada pagi dan sore hari, Ya Allah aku memohon kepada-Mu kesehatan di dunia dan di akhirat.Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan agamaku, duniaku, dan hartaku (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
            Agar orang tetap sehat, beberapa pakar kesehatan menganjurkan untuk menkonsumsi gizi yang cukup, olah raga yang cukup, jiwa yang tenang, dan menjauhkan diri dari berbagai pengaruh yang menjadikannya kena penyakit, Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization)  memberi batasan tentang sehat adalah suatu keadaan jasmaniah, rohanian, dan sosial yang baik, tidak hanya tidak berpenyakit atau catat (health os a state of complete phusical, mental and social being, not merely the absence of disease on infimity. Definisi ini pada tahun a984 ditambah dengan kesehatan agama. Dengan demikian sehat itu meliputi bio-psiko-socio-spiritual. Oleh karena itu seorang dapat dikatakan sehat yang sebenarnya apabila jasmani tidak berpenyakit, mental yang baik,kehidupan sosial yang baik,  dan agama yang baik,
            Dalam hal kesehatan ini, Ibnul Qayyim al Jauziyah (wafat 1350 M) salah seorang ulama terkenal dalam bukunya yang berjudul al Thib al Nabawi  membagi cara penjagaan kesehatan Nabi Muhammad saw menjadi 3 (tiga) kategori, yakni obat alami, obat Ilahi, dan gabungan diantara keduanya (Departemen Agama RI, 2002: 24). Sedangkan al Dzahabi dalam bukunya al Thib al Nabawi menyatakan bahwa inti pengobatan Nabi Muhammad saw adalah keterpaduan kesehatan pada diri seseorang yang meliputi berbagai aspek yakni: aspek-aspek spiritual, psikologi, fisik, dan moral. Diantara cara pengobatan Nabi   Muhammad saw adalah pola makan minum, menjalankan puasa, menjaga keseimbangan, minum madu, menggunakan air jernih, minum air susu murni, makan buah kurma, pencegahan, pengobatan dan olah raga.
Pola makan minum
            Sebagaimana dipahami bahwa makanan dan minuman merupakan unsur penting untuk menjaga kesehatan. Kemudian makanan dan minuman ini dalam Islam disyaratkan  yang halalan thoyyiban. Hal ini sebagaimana tersebut dalam Q.S. al Baqarah: 168 yang artinya “Hai manusia, makanlah  yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”. Pengertian makanan/minuman yang halal dalam hal ini harus dilihat dari 4 (empat) aspek, yakni dari segi zat, sifat, cara memeroleh, dan akibat yang ditimbulkan bila mengkonsumsinya. Kemudian pengertian thayyiban berarti makanan yang baik dan bergizi.Makanan inipun harus dilihat dari segi kebersihan, rasa, dan cara peyajiannya, cara memeroleh, dan cara mengonsumsinya.
            Islam menjaga kebersihan makanan minuman antara lain dari cara memerolehnya. Bila cara memerolehnya dengan cara yang tidak halal seperti mencuri, korupsi, merampok, suap menyuap, memalsu cap, memalsu tanda tangan dan lainnya, maka cara-cara ini tidak dibenarkan dalam agama Islam.
            Demikian pula keharaman makanan/minuman dapat dilihat dari jenisnya seperti bangkai, daging babi, darah, minuman keras, dan lainnya. Dalam hal ini Rasulullah saw menyatakan bahwa “Setiap tubuh yang tumbuh dari makanan/minuman yang haram, maka nerakalah lebih layak untuknya”(HR. al Turmudzi).
            Disamping itu, dalam mengkonsumsi makanan dan minuman hendaknya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Hal ini sesuai dengan apa yag difirmankan Allah swt dalam Q. S. Al A’raf: 31) yang artinya:”makan dan minumlah kamu sekalian dan janganlah berlebihan, sesungguhnya Allah swt tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa pengaturan pola hidup sederhana merupakan rahasia untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Resep sehat disini adalah tengah-tengah, artinya tidak berlebihan, tidak terlalu kenyang sehingga di dalam perut itu ada rongga sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk  sepertiga untuk minuman, dan yang sepertiga untuk bernafas.
            Pola makan seperti itulah ysng digunakan oleh Rasullulah saw yang dalam catatan sejarah hanya sakit 2 (dua) kali sepanjang hidup beliau. Bahkan pernah dikirim dokter khusus untuk menjaga kesehatan beliau. Akhirnya dokter itu minta ijin untuk pulang karena dokter tersebut menganggur, karena Rasulullah selalu sehat.
Menjalankan puasa
            Puasa wajib maupun puasa sunah, kecuali bernilai ibadah juga memiliki nilai sosial, pendidikan, dan kesehatan. Dalam berbagai penelitian telah dibuktikan bahwa puasa itu dapat menyehatkan badan, terutama pada pencernakan dan kegemukan/obesitas. Adapun makna puasa dilihat dari kacamata kesehatan:
a.Memberi kesempatan pada organ pencernakan untuk istirahat
   sementara;
b. Meremajakan sel-sel tubuh yang mulai menua;
c. Mengendalikan emosi.Sebab dengan pengendalian ini akan memberikan penggaruh positif terhadap organ tubuh seprti jantung, paru-paru yang mulai menua.
d. Menuju keseimbangan makan dan minum
e. Menghindarkan diri dari kegemukan/obesitas
f. Menyehatkan lambung;
g. Berpengaruh positif terhadap rohani;


0 komentar:

Posting Komentar