Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 28 Juli 2019

TULUS MELAKUKAN PENELITIAN


TULUS MELAKUKAN PENELITIAN
                                          Oleh : Muhammad Erdiansyah Cholid Anjali
                                                      Pustakawan UMY

            Penelitian merupakan bentuk sumbangan pemikiran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Untuk itu para akademisi harus melakukan penelitian, meskipun disadari bahwa setiap penelitian memiliki kesulitan.
Penelitian amerupakan tugas mulia, namun ternyata tidak semua akademisi mampu dan mau melakukan kajian dan penelitian secara tulus. Kalau toh mereka melakukan penelitian lantaran adanya tugas, demi angka kredit, tergiur anggaran, dan lain sebagainya. Penelitian seharusny didasari oleh ketulusan dan niat baik. Dengan ketulusan ini akan menghasilkan kualitas penelitian dan kadar keilmuan yang tinggi.
Hal ini ditegaskan oleh Joko Suyanto S.Sn dalam Workshop Metode Penelitian Bagi Akademisi di ISI Surakarta. Beliau menegaskan bahwa :” Tidak semua akademisi atau peneliti melakukan penelitian demi perkembangan ilmu pengetahuan. Ada yang tulus melakukan penelitian sebaik mungkin, ada pula yang hanya melakukan penelitian demi menyelesaikan tugas administrasi. Apabila penelitian hanya untuk alasan administrasi maka kadar kualitas ilmiahnya tidak akan maksimal.

DIKLAT MANAJEMEN PERPUSTAKAAN


DIKLAT MANAJEMEN PERPUSTAKAAN

            Sejak Selasa 23 Juli 2019 sampai Jum’at 26 Juli 2019 diselenggarakan Diklat Manajemen Perpustakaan oleh Kemristekdikti di Hotel Poenix Yogyakarta. Dalam diklat yang diikuti oleh 45 pustakawan dari PTN/PTS itu disajikan materi tentang betapa pentingnya perpustakaan dan pustakawan berperan serta dalam lembaga induknya, menarik sivitas akademika untuk memanfaatkan fasilitas dan jasa perpustakaan. Diklat yang menampilkan pakar kepustakawanan (Luki Wijayanti, Ida Fajar, Joner, Aditya) itu juga ditekankan betapa pentingnya memanfaatkan teknologi informasi seperti youtube untuk  meningkatkan layanan informasi disamping penyediaan pathfinder yang dikemas dengan teknologi informasi.  Sementara itu Prof. Dr. Ali Ghufran menekankan bahwa pustakawan harus mengikuti kebijakan Kemristekdikti terutama dalam pengelolaan repositori dan pemanfaatan e-resources yang telah dilanggan oleh Kemristekdikti.

Kamis, 25 Juli 2019

PEMBERIAN YANG PANTAS


Allah swt berfirman yang artinya :” Kamu sekalian tidak akan mencapai kebaikan sebelum kamu memberikan sebagian dari harta yang kamu sayangi. Dan segala yang kamu dermakan itu pasti diketahui Allah”. (Q.S. Ali Imran: 92)
            Agama apapun memerintahkan umatnya untuk menolong yang lemah, menuntun yang buta, mengajari yang tidak tau, dan memperhatikan yang kecil. Usaha pendekatan kepada yang lemah ini dimaksudkan untuk mensyukuri nikmat atau kelebihan seseorang, mengurangi kesenjangan, dan mengangkat derajat dan martabat manusia. Sebab kesenjangan yang terjadi pada masyarakat merupakan preseden buruk bagi masyarakat itu sendiri. Akibat lebih jauh adalah akan memengaruhi sistem pemerintahan dan pengembangan kepribadian bangsa.
            Oleh karena itu untuk mencapai suatu kebaikan dan keharmonisan dalam bermasyarakat, kiranya tidak cukup kalau kita mengandalkan ibadah mahdhah saja. Kiranya perlu juga memperhatikan ibadah sosial seperti memberikan bantuan harta,tenaga, pikiran, maupun sekedar doa. Dalam pemberian ini hendaknya apa yang diberikan itu sesuatu yang masih pantas. Perlu dihindari jangan sampai sesuatu yang bagi diri kita tidak pantas, lalu diberikan kepada orang lain. Kalau barang itu berupa pakaian, maka sebaiknya pakaian itu masih pantas kita pakai. Kalau pemberian itu berupa makanan, maka makanan itu juga masih kita senangi. Jangan sampai makanan basi diberika kepada orang lain. Kalau yang diberikan itu berupa perkataan, maka kata-kata itu  juga kita masih senang mendengarkannya. Allah swt berfirman yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (Q.S. Al Baqarah: 267)
            Pemberian yang pantas atau sesuatu yang masih disukai merupakan penghormatan bagi yang diberi dan juga menjaga martabat yang memberi. Dengan cara ini akan terjadi persaudaraan/ukhuwah insaniyah yang hakiki diantara sesama manusia.       
Bersambung

Lasa Hs

Rabu, 24 Juli 2019

PERPUSTAKAAN UMS BEKERJASAMA DENGAN KEMENRISTEKDIKTI DAN FPPTI ADAKAN LOKAKARYA PENINGKATAN MANAJEMEN RISET DAN PUBLIKASI ILMIAH TAHUN 2019



Senin, 15 Juli 2019 Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPI) menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Manajemen Riset dan Publikasi Ilmiah Tahun 2019. Acara ini bertempat di Hotel The Alana and Convention Center, jl. Adi Sucipto, Blukukan Colomadu Karanganyar.
Dalam kesempatan ini hadir dari Kemenristekdikti Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Dr. Lukman, S.T., M.Hum, Wakil Ketua FPPTI Pusat Arif Surachman, SIP., M.M., Rektor UMS Dr. H. Sofyan Anif, M.Si., Ketua FPPTI Jawa Tengah Wiji Suwarno, S.PdI., S.IPI., M.Hum dan Kepala Perpustakaan UMS Mustofa, S.E. Lokakarya ini juga dihadiri oleh 66 peserta dari berbagai PTN dan PTS yang berada di wilayah Jawa Tengah.
Dalam sambutannya  Dr. Lukman, S.T., M.Hum menyampaikan pentingnya peningkatan publikasi ilmiah untuk pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Oleh karena itu sejak tahun 2009 Kemenristekdikti melanggankan database journal untuk seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai sumber mencari referensi berkualitas untuk bahan penulisan publikasi ilmiah. Agar database tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, maka Kemenristekdikti menggandeng FPPTI untuk mengadakan menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Manajemen Riset dan Publikasi Ilmiah Tahun 2019. Sehingga apa yang sudah dilanggan oleh Kemenristekdikti ini tidak seperti memberi mobil tapi tidak mengajari cara pemakaiannya.
Setelah sambutan dari Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan oleh Wakil Ketua FPPTI Pusat Arif Surachman, SIP., M.M. serta sambutan Rektor UMS Dr. H. Sofyan Anif, M.Si sekaligus membuka acara Lokakarya. Pada kesempatan ini dilakukan pula Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama antara FPPTI dengan UMS.
Pada Sesi pertama Lokakarya ini menghadirkan Dr. Lukman, S.T., M.Hum dengan moderator Kepala Seksi Jurnal Ilmiah Kemenristekdikti Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos. Sementara pada Sesi kedua menghadirkan Tim Pakar yang terdiri dari Dr. Ambar Yoganingrum Apt.,M.Kes. (LIPI); Dhama Gustiar Baskoro, S.S., M.Pd (UPH) dan Sony Pawoko, M.T.I. (UI) dengan moderator Ketua FPPTI Jawa Tengah  Wiji Suwarno, S.PdI., S.IPI., M.Hum.



Maria Husnun Nisa,M.IP.

Minggu, 21 Juli 2019

Penguatan Sinergi Perpustakaan UNISA Yogya dengan Perpustakaan UNIMUS


Penguatan Sinergi Perpustakaan UNISA Yogya dengan Perpustakaan UNIMUS
Oleh: Irkhamiyati, M.IP.

Dalam rangka meningkatkan kerja sama pemberdayaan perpustakaan, Kamis 18 Juli 2019, Perpustakaan UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) melakukan kunjungan study banding ke Perpustakaan UNISA (universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta). Kunjungan diketuai oleh Kepala Perpustakaan UNIMUS, Bp. M. Firdaus Charis N.
Salah satu tujuan kunjungan adalah untuk sharing pengalaman antara kedua perpustakaan dalam menyiapkan dan melaksanakan akreditasi perpustakaan, akreditasi prodi, dan akreditasi institusi. Dalam kunjungan ini juga dilakukan penandatanganan MOA/Memorandum of Agreement kedua belah pihak. Hibah buku juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian sesama anggota Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah/FPPTMA.
M. Firdaus Charis menyampaikan beberapa kendala yang dialami dalam pengembangan Perpustakaan UNIMUS, seperti lokasi kampus yang berada di 5 tempat, ruangan yang kurang strategis, jumlah pustakawan yang dirasakan masih kurang, dsb. Dengan kunjungan ini, diharapkan memberikan masukan untuk pengembangan perpustakaan kedua belah pihak. Irkhamiyati, M.IP, selaku Kepala Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyambut baik kunjungan ini. Banyak manfaat yang diperoleh dari kunjungan ini, sehingga ke depannya bisa lebih bersinergi dalam pemberdayaan perpustakaan yang sama-sama di bawah Amal Usaha Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Pengembangan perpustakaan merupakan aspek yang sangat penting, sehingga butuh komitmen semua pihak termasuk jajaran pimpinan dan stakeholder agar perpustakaan benar-benar mampu menunjang terlaksananya catur dhrama perguruan tinggi.(Irkham, Juli 2019)

Pustakawan Unisa Yogya Terpilih sebagai Presenter CFP IPI di Batam


Pustakawan Unisa Yogya Terpilih sebagai Presenter CFP IPI di Batam
Oleh: Irkhamiyati, M.IP.

Setelah melalui rangkaian proses seleksi, Irkhamiyati, M.IP, Pustakawan UNISA/Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta  terpilih sebagai 1 dari 3 peserta yang dinyatakan lolos dan layak untuk mempresentasikan papernya. Naskah paper dipresentasikan dalam CFP dan Seminar Nasional serta Rapat Kerja Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Pusat XXII di Batam. Acara berlangsung mulai 7-10 Juli 2019.
Naskah Irkhamiyati yang dipresentasikan berjudul “Gambaran Tingkat Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/PTMA tentang Konsep Library 4.0”.  Dua presenter lainnya yaitu Taufik Abdul Ghani dari Perpustakaan Unsyiah Banda Aceh.  Dia mempresentasikan tentang “Big Data dan Penyebarluasan Pengetahuan: Pengalaman Perpustakaan Unsyiah”. Pembicara ke tiga adalah tim yang diwakili oleh Muhammad Irsyad Alfatih dengan judul Peran Kepemimpinan Dalam Transformasi Perpustakaan Umum dari Perpustakaan Nasional RI. Materi dapat diunduh di http://ipi.web.id/berita/2019/materi-seminar-ilmiah-nasional-ipi-tahun-2019/.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kepulauan Riau dan National Libryary Singapore. Banyak manfaat yang diperoleh dari acara ini. Pustakawan dapat saling berbagai ilmu pengetahuan agar tidak tertinggal dengan revolusi industri yang terus berkembang. Pustakawan juga bisa saling berjejaring untuk meningkatkan kemajuan perpustakaannya. Acara dihadiri oleh pustakawan dari seluruh penjuru nusantara dari Aceh sampai Papua, dan dari semua jenis perpustakaan yang ada. Yang tak kalah penting banyak pejabat dari Perpustakaan Nasional yang hadir. Begitu pula panitia IPI Pusat yang berasal dari berbagai elemen. Semua memungkinkan untuk membentuk sinergi demi kemajuan layanan perpustakaan sehingga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.(Irkham-07.2019)


HATI-HATI DENGAN KEHIDUPAN INI


Allah swt berfirman yang artinya:” Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megahan antara kamu sekalian, dan berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, ibarat hujan yang bisa menumbuhkan tanaman-tanaman yang mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu sekalian bisa melihat bahwa tanaman itu warnanya kuning, lalu hancur. Dan (ingat) bahwa di akhirat (nanti) ada azab yang hebat dan ada juga ampunan dari Allah serta RidhaNya. Ingat pula bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang sering menjerumuskan”. (Q.S. Al Hadid: 20)
          Kehidupan dunia memang mengasyikkan dan menyenangkan. Apalagi apabila seseorang mampu menduduki posisi yang menyenangkan. Dikiranya bahwa namanya hidup ini hanya sekarang ini. Nanti tidak ada kehidupan lagi pikir mereka. Maka semua kesenangan dihabis-habiskan di dunia ini. Soal kubur dan akhirat itu hanya khayalan kata mereka. Orang mati ya sudah selesai, tak ada urusan lagi menurut  anggapan mereka.
            Mereka tidak menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sandiwara atau permainan. Masing-masing kita sedang memainkan peran atau lakon dalam sandiwara. Kita ini sebenarnya sedang berakting di atas panggung. Diantara kita ada yang berperan sebagai pemimpin yang sedang berakting. Sedangkan yang lain sebagai penonton. Nanti pada saatnya akan turun sesuai aturan sutradara. Namun tidak sedikit yang harus turun sebelum saatnya karena tidak mampu berakting dengan baik. Bahkan ada yang diteriaki penonton untuk turun panggung lantaran permainan mereka mengecewakan penonton. Kemudian nanti peran itu akan digantikan orang lain. Sementara itu mantan pimpinan itu bergantian menjadi penonton.
            Kehidupan dunia tidak lebih dari permainan sepak bola, bulu tangkis, maupun pingpong apabila tidak mampu menyikapinya dengan bijaksana. Namun bila mampu menyikapinya dengan baik, maka kehidupan ini merupakan aset jangka panjang (mazra’atul akhirah) berabad lamanya.
Berangkat dari pemikiran inilah, kita perlu hati-hati dan syukur bila  memiliki sikap zuhud terhadap kehidupan dunia ini. Zuhud arti dasarnya adalah tidak suka terhadap sesuatu, rela terhadap sesuatu yang sedikit, dan lebih mencintai kehidupan akhirat. Sikap zuhud tidak terlalu gembira apabila kehidupan dunia (harta, anak, jabatan, kekuasaan) ada di tangannya dan tidak terlalu sedih apabila lepas dari tangannya. Sebab mereka menyadari bahwa apa yang nempel itu ibarat pakaian yang nanti akan usang.
Mengenai zuhud ini, Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa yang namanya zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat. Kemudian yang disebut wara’ adalah meninggalkan apa-apa yang mendatangkan madharat untuk kepentingan akhirat.
            Zuhud merupakan sikap menahan diri/hati-hati terhadap hal-hal yang haram dan yang halal. Namun demikian ada ulama yang mengatakan bahwa zuhud itu berarti menahan diri dari hal-hal yang haram saja. Hal ini mengingat bahwa yang halal itu jelas dibolehkan. Maka dalam hal yang halal ini, manusia diberi hak untuk memanfaatkannya.
Zuhud terhadap dunia bukan berarti harus meninggalkan kesenangan kehidupan dunia ini sama sekali. Demikian pula dengan menghindari harta benda itu bukan berarti menolak hak milik. Bukankah Nabi Sulaiman a.s. dan Nabi Daud a.s. juga diberikan kekayaan, kekuasaan, dan beberapa kelebihan. Namun demikian, mereka tidak larut dalam kekayaan, tidak mabuk kekuasaan, dan tidak terlena oleh kemewahan.   
 Bersambung

Lasa Hs.


Sabtu, 20 Juli 2019

PUSTAKAWAN DAN PENELITIAN KEPUSTAKAWANAN

Oleh: Nur Hasyim Latif
Pustakawan UMY
Penelitian merupakan proses menemukan kebenaran ilmu pengetahuan melalui prosedur ilmiah. Hasil akhir suatu penlitian  akan memunculkan 4 (empat) hal, yakni pendiskripsian, pembuktian, pengembangan, dan penemuan.
Penelitian bertujuan untuk mengubah hal yang pada mulanya tidak diketahui menjadi  pengetahuan yang dapat  dipahami dan dimanfaatkan. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan memiliki arti yang berbeda. Pengetahuan belum bersifat ilmiah, namun ilmu pengetahuan sudah bersifat ilmiah.
                Di era revolusi industri 4.0 ini pengembangan ilmu pengetahuan kepustakawanan akan memiliki cakupan yang lebih luas. Untuk itu, pustakawan sebaiknya memiliki minat subjek yang spesialis. Hal ini akan mendukung lahirnya berbagai  hasil kajian, konsep, teori, dan  penelitian.
            Pustakawan sebagai tenaga profesional dan ilmuwan perlu melakukan penelitian dan kajian untuk memberikan kontribusi orisinal  keilmuan yang memiliki nilai positif dan kemanfaatan dalam kehidupan manusia. Untuk itu, pustakawan harus memahalmi prosedur penelitian yang meliputi metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, metode kombinsasi (mixed methods), tujuan penelitian, topik penelitian, masalah penelitian, instrumen penelitian, analisis data, dan prosedur-prosedur penelitian yang lain.
            Ruang lingkup dan ragam penelitian kepustakawanan memiliki kaitan yang erat dengan bidang lain. Sebab ilmu perpustakaan lebih dominan pada ilmu sosial. Penelitian kepustakawanan akan bermanfaat bagi pustakawan itu sendiri dalam rangka  mengembangkan profesionalisme kepusakawanan. Hal ini penting terutama dalam menghadapi pengembangan informasi dan profesi di era revolusi industri 4.0 ini. Sebab untuk pengembangan ilmu pengetahuan keputakawanan diperlukan penemuan, kajian, dan penelitian yang signifkan. Tanpa adanya pengembangan pemikiran, kajian, dan tanpa adanya penelitian, maka pengembangan ilmu perpustakaan akan mengalami stagnan dan mandul.

Kamis, 18 Juli 2019

Pustakawan Unisa Yogya Terpilih sebagai Presenter CFP IPI di Batam Oleh: Irkhamiyati, M.IP.



Setelah melalui rangkaian proses seleksi, Irkhamiyati, M.IP, Pustakawan UNISA/Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta  terpilih sebagai 1 dari 3 peserta yang dinyatakan lolos dan layak untuk mempresentasikan papernya. Naskah paper dipresentasikan dalam CFP dan Seminar Nasional serta Rapat Kerja Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Pusat XXII di Batam. Acara berlangsung mulai 7-10 Juli 2019.
Naskah Irkhamiyati yang dipresentasikan berjudul “Gambaran Tingkat Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/PTMA tentang Konsep Library 4.0”.  Dua presenter lainnya yaitu Taufik Abdul Ghani dari Perpustakaan Unsyiah Banda Aceh.  Dia mempresentasikan tentang “Big Data dan Penyebarluasan Pengetahuan: Pengalaman Perpustakaan Unsyiah”. Pembicara ke tiga adalah tim yang diwakili oleh Muhammad Irsyad Alfatih dengan judul Peran Kepemimpinan Dalam Transformasi Perpustakaan Umum dari Perpustakaan Nasional RI. Materi dapat diunduh di http://ipi.web.id/berita/2019/materi-seminar-ilmiah-nasional-ipi-tahun-2019/.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kepulauan Riau dan National Libryary Singapore. Banyak manfaat yang diperoleh dari acara ini. Pustakawan dapat saling berbagai ilmu pengetahuan agar tidak tertinggal dengan revolusi industri yang terus berkembang. Pustakawan juga bisa saling berjejaring untuk meningkatkan kemajuan perpustakaannya. Acara dihadiri oleh pustakawan dari seluruh penjuru nusantara dari Aceh sampai Papua, dan dari semua jenis perpustakaan yang ada. Yang tak kalah penting banyak pejabat dari Perpustakaan Nasional yang hadir. Begitu pula panitia IPI Pusat yang berasal dari berbagai elemen. Semua memungkinkan untuk membentuk sinergi demi kemajuan layanan perpustakaan sehingga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.(Irkham-07.2019)


Tahun Baru Islam 1441 H dan Wakaf buku

Dalam rangka menyambut dan mensosialisasikan Tahun Baru Islam 1441 H pada Agustus sampai dengan September 2019, masing masing perpustakaan PTMA melalui koordinator wilayah dapat mengkoordinir pelaksanaan menyelenggarakan Gerakan Wakaf Buku Terpadu.Pedoman juknis segera disampaikan.terima kasih atas kerjasamanya.

Onesearch.fpptma.or.id

Informasi tentang jurnal online 57 anggota PTMA dapat diakses di Onesearch.fpptma.or.id
mohon dapat disosialisikan kepada sivitas akademika masing masing. Bagi PTMA yang memiliki jurnal online belum bergabung mohon memberitahukan pada kami alamat webnya.
Maju bersama untuk bangsa dan negara