Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Senin, 31 Agustus 2020

BERANI dan SABAR

 


Berani dan sabar merupakan dua unsur yang saling terkait. Keterkaitan itu bagaikan dua sisi mata uang yang keduanya saling mendukung. Orang yang mampu bersabar terhadap duka dan derita adalah orang yang kuat. Orang seperti ini tidak takut lagi bila sewaktu-waktu menghadapi penderitaan.

Sabda Rasulullah Saw. :”Apabila Allah Swt. menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Allah akan menimpakan musibah padanya sebagai ujian untuk memperkuat diri” . (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

          Memperkuat hadist ini, Imam Ghazali menyatakan :”Hakikat sabar adalah tetap tegaknya dorongan agama ketika berhadapan dengan hawa nafsu. Sedangkan dorongan agama merupakan hidayah dari Allah kepada manusia untuk mengenalNya, mengenal RasulNya, mengetahui dan mengamalkan ajaranNya”.

          Orang dengan sikap saar seperti itu dapat digolongkan sebagai orang sabar yang sempurna (shabrun jamil). Yakni sabar yang tidak memperlihatkan keluhan dan rintihan. Jadi apabila seseorang menerima cobaan masih mengeluh dan merintih kepada orang lain, maka sikap ini belum dikatakan sebagai sabar yang sempurna.


Lasa Hs.

 

Minggu, 30 Agustus 2020

Layanan Baru Perpustakaan UMY : Resources Guide Author : Eko Kurniawan

 Bagi civitas akademika yang ingin membuat karya ilmiah pasti membutuhkan sebuah referensi. Referensi tersebut dapat berupa buku, artikel jurnal, dan sebagainya. Dalam memudahkan user dalam memperoleh referensi tersebut, maka Perpustakaan UMY membuat sistem/layanan baru berupa Resources Guide. Resources Guide Merupakan sebuah sistem/layanan yang menampilkan berbagai referensi yang sudah dikelompokkan berdasarkan kategori referensinya dan disesuaikan dengan masing-masing prodi, sehingga user akan semakin mudah dalam mencari referensi sesuai dengan kebutuhannya.

Sistem/layanan Resources Guide dapat diakses oleh siapa saja melalui alamat library.umy.ac.id kemudian klik menu Resources Guide. Di dalam menu tersebut kita bisa memilih referensi sesuai dengan prodi atau kategori referensi yang diinginkan. Jika user menemukan referensi yang belum masuk ke dalam sistem/layanan tersebut maka dapat menghubungi admin Perpustakaan UMY melalui icon wa yang ada pada website ini.

Hibah Buku "Keluarga adalah Guru"

         Selasa, 25 Agustus 2020, Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta berkesempatan menerima kunjungan tamu penting. Beliau adalah orang yang sangat berkontribusi dalam menggerakkan literasi untuk negeri. Beliau yang pernah menjadi redaktur senior di Bernas, dan menjadi pembina berbagai media dan komunitas menulis di Yogyakarta. Sosok penting tersebut tak lain adalah Bapak YB Margantoro. Banyak hal menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan literai bagi civitas akademika UNISA Yogyakarta.

Bertempat di Lantai 3 Gedung C Kampus Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Pak YB (panggilan untuk Bapak  YB Margantoro) juga memberikan hibah buku berjudul “Keluarga adalah Guru” menjadi koleksi bagi Perpustakaan UNISA Yogyakarta. Hibah buku diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Ibu Irkhamiyati, M.IP. Buku tersebut sebagai salah satu hasil karya nyata dalam dunia penulisan. Harapannya, akan terbit berbagai karya-karya baru yang turut berkontribusi dalam menggerakkan literasi untuk negeri tercinta Indonesia ini.

Oleh: Irkhamiyati, M.IP.


Senin, 24 Agustus 2020

KASMAN; Seorang Nasionalis Tulen

 

           KASMAN; Seorang Nasionalis Tulen

 

Judul                   : Nasionalis Tulen Singa Podium; Kasman Singodimedjo

                     Pemikiran dan Pergerakan

Editor         : Gunawan Budiyanto, Achmad Nurmandi, Hasse Jubba,

                      Mega Hidayati, Dyah Mutarin

Penerbit     : Yogyakarta: JKSG & Program Doktor Politik Islam –

                     Ilmu Politik UMY, 2020

ISBN          : 978-602-73900-8-9

Tebal          : 290 halaman

 

Ketika mendengar namanya, orang berasumsi bahwa seorang Kasman Singodimedjo itu berperawakan tinggi, besar, dan gagah. Ternyata perawakannya kecil,  ketika beliau bicara, suranya memang menggetarkan . Maka pantas disebut singa podium. Ayahnya bernama Singodimedjo seorang modin (muadzin) yang bertugas mengurusi keagamaan dan sosial di desa seperti mengurusi orang sakit, mengurusi orang meninggal, dan kenduri.

Kasman yang kelahiran Kalirejo Bagelen Purworejo itu adalah pribadi yang kuat, tegas, dan diplomat ulung. Aktivis Muhammadiyah dan Masyumi ini memiliki andil besar dalam merumuskan dasar negara RI. Beliaulah yang melakukan lobi politik pada Ki Bagus Hadikusumo (wakil Muhammadiyah) yang akan mempertahankan pendapatnya tentang tujuh kata dalam Piagam Jakarta itu.

Buku terbitan Program Doktor Politik Islam – Ilmu Politik UMY ini merupakan kumpulan artikel yang menyajikan langkah, perjuangan, sepak terjang, dan pemikiran Kasman Singodimedjo yang ditinjau dari berbagai aspek.

Zuly Qadir menguraikan Kasman, Islam dan Pancasila. Faisal Ismail memandang Kasman dari perspektif Islam dan Kebangsaan. Penulis-penulis Suhartono Wiryopranoto, Sri Margana, Siti Utami Dewi Ningrum, Mu’arif, David Effendi, Abdul Munir Mulkan memandang Kasman dari kacamata politik dan Kebangsaan. Sementara itu, Aisyah yang tokoh Aisyiyah itu menguraikan pemikiran Islam tentang Perempuan dan Rumah Tangga.

Tokoh teladan ini juga dikomentari oleh Menteri Polhukam RI, Mohammad Mahfud MD yang menyatakan :”Kasman Singodimedjo adalah seorang tokoh teladan bangsa yang bisa mengintegrasikan pengabdiannya kepada bangsa dan negara ke dalam pengabdiannya kepada agama yang dianutnya. Kasman Singodimedjo adalah pengamal bahwa agama dan Pancasila bisa harmonis dan bersinergi baik dalam ide maupun dalam praktik. Kita perlu mengajari generasi penerus umat Islam dan bangsa Indonesia untuk berguru kepada Kasman Singodimedjo”.

 

Lasa Hs.

PERPUSTAKAAN UMY BEKERJASAMA DENGAN KOMUNITAS MIP PASCASARANA UGM

 

PERPUSTAKAAN UMY BEKERJASAMA DENGAN KOMUNITAS  MIP PASCASARANA UGM

 

Dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan, pada 25 Agustus 2020 diselenggarakan webinar tentang terapeutik lanskap dalam perpustakaan.  Ida Fajar Ph.D dalam pengantarnya menyampaikan penjelasan bahwa perpustakaan memiliki fungsi inklusi sosial, inklusi politik, bahkan inklusi ekonomi.

Sementara itu Safiratu Khaoir Ph.D yang lulusan Autralia itu memaparkan bahwa terapi itu merupakan treatment untuk melepaskan emosi yang tidak nyaman dalam diri seseorang. Dalam hal ini perpustakaan bisa berfungsi untuk mengurangi ketegangan emosi seseorang. Dari pengalaman beliau yang telah berkunjung ke berbagai negara, bahwa perpustakaan bukan sekedar tempat pinjam buku.

Menurut pengamatnnya, perpustakaan bisa berfungsi sebagai tempat duduk-duduk, tidur sejenak, menunggu pacar, menunggu buku yang dipesan, atau mengikuti webinar. Untuk itu perpustakan perlu merubah desain ruang, memperhatikan pencahayaan, penyediaan meja kursi yang diperlukan pemustaka misalnya sekedar ngobrol-ngobrol, selfi,  shooting, bahkan ngopi, . Bahkan perpustakaan dimungkinkan sebagai performing art;  memperingati hari jaz, karaoke, menonton film, game intelektual

Konsep terapeutik harus menjadi perhatian pengelola perpustakaan kalau tidak ingin perpustakaannya  ditinggalkan masyarakat.

Webinar itu terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara Perpustakaan UMY dan Komunitas MIP Sekolah Pascasarjana UGM

Wahid Nasihuddin staf PDII LIPI yang masih studi di MIP Sekolah Pascasarjana UGM itu menyajikan materi  Membangun Perpustakaan Rekreatif (dilihat dari perspetif pengguna). Dalam pengamatannya sebagai pengguna ditemukan kejadian-kejadian

1.    Ada pemustaka tak berani ke perpustakaan .

2.    Ada pemusaka salah masuk toilet. Mungkin orang ini dalam kondisi stres

3.    Cara teguran petugas kepada pemustaka yang kadang kurang memperhatikan etika.

4.    Petugas sering cuek  pada pengguna. Ketika ada pemusaka ingin mendapatkan layanan, petugas justru  malah main HP  

Harapannya bahwa penerapan terapeutik adalah layanan yang ramah, mampu berkomunikasi  interaktif,memberi solusi, dan perpustakaan perlu menyediakan  fasilitas yang nyaman.  

Untuk menyediakan layanan yang terapeutik perlu ada perubahan fisik, mental, dan spiritual. Hal ini diharapkan agar pemustaka mendapat kepuasan ketika memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Kepuasan yang dimaksud adalah perpustakaan yang mampu memberikan kepuasan kepada pemustaka seperti  realisasi diri, dan penghormatan diri.

Narasumber terakhir adalah Haslinda Husaini Ph.D Staf Pengajar Universiti Teknologi Mara Malaysia. Beliau membawakan makalah bertajuk  Therapeutic Lanscape in Library.

       Dalam paparannya, beliau menyatakan bahwa kemanfaatan perpustakaan tidak saja tergantung pada megahnya gedung dan lengkapnya koleksi, tetapi juga dipengaruhi oleh kepuasan pemustaka pada penyediaan fasilitas terapeutik fasilitas perpustakaan.

 

 

Lasa Hs

 

Jumat, 21 Agustus 2020

BEREBUT RUANG VIRTUAL

  Judul           : Memperebutkan Ruang Publik Virtual

Penulis        : Thoriq Tri Prabowo

Penerbit      : Yogyakarta: Zahir Pulishing

ISBN            : 978-623-7707-46-2

Tebal           :  235 halaman

Di era keterbukaan ini, tiap orang bisa melontarkan pemikiran dan pengalaman mereka terutama melalui media sosial. Hanya dengan sentuhan satu jari hasil pemikiran itu dalam waktu sekejap dapat dibaca banyak orang. Oleh karena itu perlu hati-hati dan selektif dalam menyampaikan pemikiran melalui medsos ini.

Namun demikian, karena berbagai kepentingan ternyata muncul pula informasi yang abal-abal bahkan informasi bersifat fitnah ibarat lempar batu sembunyi tangan.

         Buku yang ditulis oleh dosen muda Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fak Adab & Humaniora UIN Sunan Kalijaga ini memberikan kiat-kiat jitu menembus dunia maya, content apa saja yang layak dishare, dan bagaimana menangkap isu kontemporer lalu mengolah dan menyajikannya di dunia maya.

Bisa dimaklumi buku yang berisi kumpulan artikel yang pernah dimuat media cetak tulisan beliau 2017 – 2020 ini menyajikan aneka subjek; dunia virtual, etika bermedia sosial, informasi hoaks, agama, politik, dan lainnya. Memang dengan keanekaragaman artikel ini dapat menambah wawasan. Namun demikian apakah buku kumpulan artikel ini bisa menjadi referensi tulisan ilmiah. Sebab artikel itu dikumpulkan dari tulisan beberapa surat kabar. Apalagi  penulis tidak mencantumkan daftar rujukan sebagai dasar tulisan. Maka kumpulan tulisan ini bersifat opini.

          Buku yang dicetak pada kertas HVS ini sebaiknya dicetak pada kertas putih tulang (khas cetakan penerbit) sehingga enak membacanya. Maka mata tidak cepat lelah. Sebab membaca pada kertas putih polos itu (HVS) cepat melelahkan mata. 

        Langkah penulisan ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada pegiat perpustakaan dan informasi untuk menulis buku. Sebab menulis suatu buku tidak harus utuh membahas suatu masalah. Menulis suatu buku bisa dengan  mengumpulkan tulisan yang pernah terbit seperti makalah seminar, artikel, hasil penelitian  dan diedit sana sini seperti buku Mas Thoriq ini. Gampang kan. Mengapa takut. Ingat, kita akan diminta tanggung jawab tentang harta (dari mana ke mana), umur untuk apa, dan ilmu kita untuk apa ?. Bila anda tidak menulis, bisa dilupakan sejarah bahkan tak dikenal dalam bidangnya sendiri.

Semoga disusul dengan buku-buku lain untuk mengisi khazanah perbukuan kepustakawanan kita.  

 

Lasa Hs.

Selasa, 18 Agustus 2020

FPPTMA Korwil Sumut-Aceh Gelar Webinar Strategi Menulis Buku yang Kreatif

Medan-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UMSU yang dipercaya sebagai Ketua Korwil Sumut-Aceh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA) menyelenggarakan Webinar “Strategi Menulis Buku yang Kreatif”, Rabu, 12 Agustus 2020. Webinar diikuti 378 peserta dari 500 peserta yang mendaftar.

Rektor UMSU diwakili Wakil Rektor I, Dr Muhammad Arifin Gultom, SH, MHum mengatakan banyak dosen yang tidak memiliki buku salah satunya karena tidak memiliki kemampuan menulis. Tulisan-tulisan ilmiah seperti tesis atau disertasi sudah mulai menggali terhadap pemikiran-pemikirna, seperti pemikiran Al Gazali, Syafii Maarif ditulis dalam disertasi. Tapi, begitu dasar sebuah buku yang disampaikan penulis, sehingga orang bisa mengetahui pokok-pokok pemikiran sekalipun penulisnya tidak ada di dunia. “Kita harus mempunyai tulisan yang bisa dibaca masyarakat sehingga pemikiran-pemikiran tetap menggalir di dalam pemikiran yang dilanjutkan pembaca berikutnya. UMSU sangat mendukung sekali webinar yang diselenggarkaan FPPTMA di mana UPT Perpustakaan UMSU merupakan koordinatornya. Apalagi, berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Penerbit Prenada Media Group. Dari webinar ini diharapkan semua peserta berlomba-lomba melahirkan tulisan-tulisan,”katanya.

Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA), Drs Lasa HS, M.Si. Dalam sambutannya disampaikan menjadi penulis harus memulai dan jangan takut dikritik karena memang salah satu yang menyebabkan penulis itu terhambat takut terhadap kritikan. “FPPTMA sangat mendukung kegiatan ini dan merupakan program yang disarankan untuk setiap koordinator wilayah FPPTMA se Indonesia,” katanya.

Kasyful Anwar, Lc menyampaikan materi berjudul “New Normal Penerbitan Buku”. Adapun point-point yang disampaikan ;Langkah pertama memilih penerbit yang ditentunya harus disesuaikan. Pilihlah penerbit yang bisa menerbitkan tulisan penulis. Misalnya, penerbit yang focus buku akademik maka bisa memilih penerbit yang focus pada penerbitan buku akademik.  Jika penerbitnya fiksi maka jangan pernah ke penerbit yang fokus penerbit akademik karena akan sulit diterima. Faktor-faktornya karena memang tidak semua penerbit itu fokus terhadap penerbitan seluruh jenis buku. Penulis diharapkan untuk melakukan riset terlebih dahulu penerbit mana yang cocok untuk tulisan bapak ibu.

Penulis harus memilih penerbit yang memiliki skala penerbitan misalnya memiliki kantor fisik, atau cabang di kantor pusat. Seberapa jauh pemasaran. Di beberapa tempat saat ini, ada penerbit yang tidak memiliki kantor fisik, biasanya penerbit penerbit Indie. Sebenarnya penerbit seperti sah-sahnya saja, hanya saja harus diperhatikan adalah resiko. Kadang-kadang masih rintisan maka gagal berkembang juga ada. Artinya, naskah yang diberikan kepada penerbit Indie ada kemungkinan untuk penerbitnya bisa hilang jika tidak berjalan dan berkembang.

Kejelasan prosedur dan administrasi, bagaimana prosedur tersebut dilaksanakan dan selama ini penerbit tersebut berintegrasi dan biasanya memiliki trackrecord yang baik. Reputasi penerbit ditentukan oleh mereka yang selama diajak kerjasama

Pemateri kedua, Dr Rulli Nasrullah, MSi dengan judul “Bimbingan Teknis Penulisan Buku Akademik”. Adapun point-point penting yang disampaikan di antaranya;

Ide menulis dalam menulis buku  sebagai akademisi maupun peneliti harus memerhatikan empat hal ; dimulai darikarya ilmiah, materi kuliah, pendapat dan prosiding. Dari empat ini ada sela-sela orang menulis buku karena memang ada anggaran dari kampus. Ada program untuk kenaikan pangkat, untuk keputusan menjadi lector kepala biasanya diperlukan jurnal 1 dan buku 1. Kemudian, setiap dosen dan peneliti atau praktisi tidak tahu menulis adalah pertanyaan serius. Persoalannya setiap orang diberikan kemampuan untuk memujudkan kreativitas. Termasuk di dalam bentuk tulisan karena tidak ada satupun di dunia ini yang sebenarnya baru yang ada hanya menulis ulang. Dia mencontohkan bagaimana menulis salat subuh. Salat subuh dua rekaat, hadishnya sama. Tetapi judulnya beda-beda, tetapi sama aja intinya hanya saja penulisan beda-beda.

Dicontohkan juga buku “Indahnya Surga”, dan “21 Upaya Terbebas dari Api Neraka”. Pertanyaannya apakah penulis memiliki pengalaman masuk neraka atau surga dan “Sedihnya Siksaan Neraka”. Yang diperlukan hanya imajinasi dan kreativitas. Ketika berbicara dosen,

Banyak dosen yang pandai mengajar, bahkan tahan sampai 4 jam. Tetapi, tidak menggunakan buku. Dosen bisa ngomong tapi untuk menulis buku tidak bisa. Disampaikan Kang Arul ini terjadi karena menulis itu dimulai 1. Menulis ketika perlu? 2. Kebiasaan dimana gairah menulis turun, 3. Aktivitas yang padat, 4. Berkutat dengan administrasi dan banyak akademisi yang berkutat dengan administrasi.

Menulislah sesuai dengan mata kuliah yang diampuh, menulis sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan. Atau professional yang dilakukan kesehariaan. Disarankan untuk menulis buku sebaiknya; 1. Buatlah 5-10 halaman draf sebelum memberikan kuliah, 2. Saat memberikan kuliah rekam pemaran dosen dengan menggunakan alat perekam atau aplikasi mengubah suara menjadi teks, 3. Tambah beberapa contoh dan defenisi  dari buku-buku. 4. Setelah 14 kali pertemuan mulai perbaikan draft tulisan dan penulis harus memerhatikan kontens dan luaran. Harus sebanding. Maka menulis harus dengan topik yang sesuai dengan kepakaran atau keahlian masing-masing.

Koordinator Wilayah FPPTMA Sumut-Aceh yang juga Kepala UPT Perpustakaan UMSU, Muhammad Arifin, MPd menyampaikan acara ini terselenggara berkat kerjasama FPPTMA Sumut-Aceh, Magister Ilmu Komunikasi UMSU, UMSU Press, Lembaga Publikasi Ilmiah UMSU, dan Prenada Media Group. Tampak memberikan sambutan, Sekretaris Magister Ilmu Komunikasi, Muhammad Thariq, MPd, moderator Kepala LPI UMSU, Muhammad Irfan Nasution, MM.

Senin, 17 Agustus 2020

PRESTASI PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH-’AISYIYAH/PTMA 2020

 Alhamdulillah tahun 2020 ini beberapa pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah/PTMA berhasil unggul dalam berbagai kompetisi. Atin Istiarni M..IP (pustakawan UM Magelang) berhasil menjadi Juara 1 pemilihan pustakawan berprestasi Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 25 peserta se Jawa Tengah. . Mery Susanti R., S.IP,MM  (pustakawan UM Bengkulu) juga menjadi Juara I pemilihan pustakawan berprestasi Provinsi Bengkulu. Kemudian dalam kompetisi pemilihan pustakawan berprestasi Provinsi Sumatera Utara, pustakawan UM Sumatera Utara masing-masing  Isva Affannura Khair sebagai  juara 2, dan , Fitria Rizka S sebagai juara harapan 1.

Sementara itu tulisan pustakawan UM Malang karya Dian Puspita, S.AP.; Melati PB., S.SPs, dan Retno WTW, M.IP ) dengan judul: Analisis Model Literasi Informasi Perpustaaan Perguruan Tinggi Kota Malang di Masa Pendemi termasuk penelitian terbaik Perpustakaan Nasional RI  tahun 2020.

 

 

Lasa Hs

Film - Film Perjuangan

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI.. ke 75 terdapat Film-film perjuangan yang dapat dinikpati, berikut adalah link youtubenya.


PEJOEANG

https://youtu.be/uYu6Raflbe4


Enam Jam di Jogja

https://youtu.be/AQ-wFgLD6iY


Janur Kuning

https://youtu.be/LaaUlGKp4Zs


Serangan Fajar

https://youtu.be/n3rM6bvdb7I


Pasukan Berani Mati

https://youtu.be/NTXwTUF759E


Jendral Sudirman

https://youtu.be/uEVhuECnWpQ


Kereta Api Terakhir

https://youtu.be/m-Iql9SkIYI


Perawan di Sektor Selatan

https://youtu.be/3ydcX27I1pI


Tapal Batas Jendral Sudirman

https://youtu.be/9v2wcks6_9g


Merdeka atau Mati Surabaya 1945

https://youtu.be/3KEha73m3Vs


Cut Nyak Dien

https://youtu.be/SAwotI6iGnA


Sang Pencerah

https://youtu.be/iVy5JEbJkDw


Ketika Bung Karno di Ende

https://youtu.be/eP66pvW06vg


Sang Kiyai

https://youtu.be/X0hqoQCY5ks


Kartini Baru

https://youtu.be/JEl44-MAX74


Kartini (1982)

https://youtu.be/D9WaEzcg1IE


Senja Merah di Magelang

https://youtu.be/3DfF-yYHd_0


Merah Putih Hati yg .Merdeka

https://youtu.be/TGGldp2vrmI


Darah Garuda

https://youtu.be/eDyJR2RnC8w


November 1828 Diponegoro

https://youtu.be/-WYF6tE4Jl


Perjyangan Gerilya

https://youtu.be/9vAFJYUZ-4I


Dokumenter Perang 1945

https://youtu.be/01jToAizpfw


SEOGIJA

https://youtu.be/01jToAizpfw


Diponegoro

https://youtu.be/hat8iQnzuj0

Selasa, 11 Agustus 2020

RUN DOWN WEBINAR STRATEGI MENULIS KREEATIF

RUN DOWN WEBINAR STRATEGI MENULIS KREEATIF KERJA SAMA FPPTMA KORWIL SUMUT-ACEH, MAGISTER ILMU KOMUNIKASI UMSU, UMSU PRESS, LEMBAGA PUBLIKASI ILMIAH DAN PRENADAMEDIA GROUP

 

Webinar "Persiapan Perpustakaan Menghadapi Pendidikan Jarak Jauh"

 Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Wilayah Jawa Timur mengadakan webinar nasional mengangak topik Persiapan Perpustakaan Menghadapi Pendidikan Jarak Jauh, dengan para narasumber;

1. Menko PMK. Prof. Dr. Muhajir Effendi. S.pd. MAP. (Keynote Speaker)

2. Kepala Perpustakaan UMM. Dr. Asep Nurjaman, M.Si.

3. Kepala Perpustakaan UMY. Drs.Lasa HS, MSi.

4. Kepala Perpustakaan UNISA. Irkhamiyati, M.IP.

5. Kepala Perpustakaan UM Bengkulu. Drs.Adi Asmara, M.Pd.

6. Kepala Perpustakaan UAD. Drs. Tedy Setiadi, MT.

7. Kepala Perpustakaan UM Sukabumi Yanti Sundari, S.Sos.

8. Kepala Perpustakaan UM Surabaya. Dra. Mas'ulah, MA


Webinar ini akan diadakan pada:

Kamis 13 Agustus 2020

🕒 : 09.00 WIB

📍 : via aplikasi ZOOM

Live melalui Saluran Youtube FISIP UMM atau klik bit.ly/youtube-webnas

Senin, 10 Agustus 2020

Ciri Ciri Website yang Bisa Dijadikan sebagai Referensi

 

Dengan hadirnya teknoloi internet, kita dengan mudah bisa memperoleh informasi tanpa adanya batasan ruang dan waktu, namun yang menjadi permasalaan adalah...... tidak semua informasi yang ada di internet tersebut bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk itu, kita harus bisa memilah dan memilih, mana website yang bisa dijadikan sebagai referensi dan mana website yang tidak bisa dijadikan sebagai referensi.


Solusi mudahnya untuk bisa membedakan website mana yang bisa dijadikan sebagai referensi yaitu dengan melihat domainnya. Ketika sebuah website berdomain (beralamat) resmi, maka dipastikan website tersebut bisa dijadikan sebagai referensi. Kenapa? karena website tersbeut jelas siapa pemiliknya, sehngga jika ada kekeliruan di dalam informasi yang diposting maka yang tanggung jawab adalah organisasi atay lembaga pemilik domain resmi tersebut

Jenis Jenis Domain Resmi

.ac.id : domain akademik
.or.id domain organisasi
.go.id atau .gov domain pemerintah
.mil.id domain militer
.edu domain pendidikan


Website yang tidak bisa dijadikan sebagai sumber rerensi adalah :

  1. Wikipedia
  2. Wikipedia tidak bisa dijadikan sebagai sumber referensi dikarenakan website tersebut memungkinkan siapa saja bisa mengedit informasi yang ada di dalamnya, sehingga penulisnya pun tidak jelas. Bisa dibayangkan, ketika ada informasi tentang perpustakaan (misalnya), kemudian ada orang yang backgroundnya ilmu lain yang dia itu tidak paham tentang perpustakaan. Kemudian ia mengedit informasi tentang perpustakaan tersebut. maka bisa dipastikan hasil editan tersebut kurang kredibel

  3. Blogspot.com dan Wordpres.com
  4. Kenapa blogspot dan wordpres.com tidak bisa dijadikan sebagai referensi? dikarenakan website tersebut sifatnya pribadi. Website pribadi pada prinsipnya sama seperti kita sedang membuat status di sosial media, misal di facebook, ig, twitter, dll. yang namanya status, itu kan terserah sipembuat status.. iya nggak?
    Sehingga isi informasi yang ada pada website tersebut pun kurang krediel. Lalu bagaimana solusinya terkait 2 poin di atas itu?
    Kita lihat, di dalam wikipedia, atau di dalam blogspot/wordpress tersebut ada sumbernya, jika ternyata informasi yang ada di dalamnya itu ada sumbernya, dan ternata sumbernya valid, maka langsung saja menuju ke sumber tersebut.

Lalu pertanyaannya adalah, jika kita menemukan website dengan domain .com , .net, .web.id .org dan dot dot lainnya bagaimana?
Nah,, ada beberapa ciri ciri yang bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi, yaitu :

  1. Ada informasi keterangan penanggung jawab
  2. Informasi penannggung jawab pada website biasanya dibuuktikan dengan adanya menu tentang kami, about, kontak kami, contast us. Dengan adanya informasi itu, maka jelaslah pemilik website tersebut, sehingga jika ada apa apa, aka yang bertanggung jawab adalah si pemilik webste tersebut.

  3. informasi yang ada di dalamnya objektif
  4. Tau objektif kan yaa? Intinya objektif yaitu menyajikan informasi sesuai dengan fakta, tidak meebih lebihkan, dan tidak menjelek jelekkan kelompok lain.

  5. Tidak banyak iklannya


Sehingga ketika kita menemukan website dengan domain .com , .net, .web.id .org dan dot dot lainnya yang sudah memenuhi3 kriteria di atas, maka website tersebut bisa dijadikan sebagai sumber referensi. 
Demikian artikel tantag cara mengevaluasi website yang bisa dijadikan sebagai bahan referensu, semoga bermanfaat.


Kamis, 06 Agustus 2020

APA PESAN PENDAHULU KITA ?

APA PESAN PENDAHULU KITA ?

“SEDIKIT PERINGATAN SUPAYA MENJADIKAN PIKIRAN”

 

1.                  Manusia itu harus dan wajib menurut aturan dan syarat yang syah, yang sudah setuju dengan pikiran yang suci,  jangan sampai membuat putusan sendiri

2.                  Laif-laifnya manusia, ialah yang tidak dapat mengangkat harga dirinya

3.                  Terbangnya burung dengan sayap, terbangnya manusia dengan keteguhan hatinya

4.                  Semua manusia itu merdika, bekerja apa sesukanya, akan tetapi jangan sampai menggoda merdikanya lain manusia

5.                  Pokoknya ketakutan itu disebabkan dari busuknya pikiran

6.                  Merdika yang sempurna itu diatasnya perkara; 1) mencari pengetahuan; 2) membuka pikiran; 3) memikir segala perkara 

7.                  Setengah dari pada yakin, maka manusia tiada dapat bangun keatas kemajuan, jika tiada terlepas dari taki kebodohannya

8.                  Manusia itu harus dan wajib mencari tambahan pengetahuan, jangan sampai merasa cukup dengan pengetahuannya sendiri

9.                  Perlu dan wajib bagi manusia, menjalankan pengetahuannya yang utama, jangan sampai hanya tinggal pengetahuannya saja

10.              Segala pekerjaan itu tergantung atas maksudnya hati, jika bermaksud baik, pekerjaanyapun baik; sebaliknya jika bermaksud jahat, pekerjaannyapun jahat

11.              Semua manusia itu mempunyai sifat keberanian, akan tetapi tak pernah lahir, melainkan dengan kerukunan

12.              Perkumpulan itulah suatu daya akan menghubungkan kebangsaan dan menjaga berjenis manusia

13.              Ikhlasnya hati itu tidak boleh dihargai dengan uang

 

Wassalam bilk hair

St. Oemnijah. ‘Aisjijah

Djokja.

 

Sumber: Soeara ‘Aisjijah No. 1 – 2 Januari – Februari 1931 – Koleksi Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY)

(Naskah aslinya ditulis dengan ejaan lama, susunan bahasanya disalin apa adanya)

 

 Lasa Hs.


Selasa, 04 Agustus 2020

Bertambah Perpustakaan PTMA yang Terakreditasi.


Alhamdulillah, tahun 2020 ini bertambah beberapa Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiah/PTMA yang terakreditasi, baik pengajuan baru maupun yang reakreditasi dengan biaya mandiri. Perpustakaan PTMA  yang telah melakukan reakreditasi dengan biaya mandiri adalah Perpustakaam UMY (A)  dan Perpustakaan UMS (A) dan Perpustakaan UM POnorogo (A). Sementara itu Perpustakaan PTMA yang mengajukan akreditasi tahun ini dan sudah terakreditasi adalah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang/UNIMUS (A), Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Aceh (B), dan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (A).

. Dengan demikian menurut catatan,  bahwa sampai  kini terdapat 17 Perpustakaan PTMA yang telah terakreditasi. Kemudian kini telah siap untuk mengajukan akreditasi antara lain Perpustakaan UM Magelang. Perpustakaan UM Bengkulu, dan Perpustakaan UM Palembang.  

Semoga berjalan lancar dan disusul yang lain.

 

Lasa Hs


Bimbingan Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Tidak sedikit diantara para pengelola  perpustakaan sekolah yang berusaha mencapai  mencapai mutu dan berstandar Nasional. Untuk itu, mereka ingin mengajukan akreditasi perpustakaan sekolah masing-masing. Mereka sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dalam pengisian borang dan kelengkapannya. Sementara itu, belum banyak lembaga yang mengulurkan tangan untuk membantu mereka dalam penyiapan borang dan kelengkapannya. Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, memang tahun 2020 ini pernah ada bimbingan akreditasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY sebelum adanya Pandemi Covid-19. Di satu sisi, memamg pada tahun-tahun sebelumnya, organisasi profesi seperi ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia  maupun HIMPUSMA (Himpunan Pengelola Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah-‘Aisyiyah) DIY  pernah menyelenggarakan bimbingan akreditasi perpustakaan sekolah. Namun karena kesibukan masing-masing, kedua organisasi itu belum  menyelenggarakan bimbingan akreditasi tahun ini secara mandiri

            Untuk membantu pengelola perpustakaan sekolah terutama dalam pengisian borang dan kelengkapannya, Perpustakaan UMY bekerja sama dengan Pengurus ATPUSI DIY menyelenggarakan bimbingan akreditasi perpustakaan sekolah. Bimbingan diselenggarakan tanggal 29 dan 30 Juli, dan 4 Agustus 2020  

            Bimbingan dipandu oleh Lasa Hs (Perpustakaan UMY) dan Aziz (ATPUSI DIY) diikuti 200 peserta seluruh Indonesia dengan materi pengembangan koleksi, sarana prasarana, pelayanan, penyelenggaraan dan pengelolaan, sumberdaya manusia, dan unsur penguat.

            Mengingat begitu besar animo bimbingan akreditasi, Insyaa Allah pada minggu ketiga bulan Agustus 2020 akan diselenggarakan bimbingan akreditasi untuk perpustakaan SMP/MTs dan SD/MI.

 

Lasa Hs


Penerapan Blended Librarian di Era Digital (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Penerapan Blended Librarian di Era Digital (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

 

Oleh

Aidilla Qurotianti

Pustakawan UMY

 

                                    Abstrak

Era digital merupakan tantangan bagi pustakawan terutama pustakawan perguruan tinggi. Untuk menunjang  Tridharma Perguruan Tinggi di perguruan tinggi, perpustakaan perguruan tinggi harus mampu  menyediakan layanan yang mengikuti pola kebutuhan informasi sivitas akademika. Selain meningkatkan layanan dan fasilitas, perpustakaan PT perlu meningkatkan keahlian dan ketrampilannya. Maka pustakawan perlu meningkatkan kompetensinya dalam pengolahan bahan pustaka , pemanfaatan teknologi informasi , dan mampu berperan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kemampuan menggabungkan ketiga kombinasi ini disebut blended librarian . Salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang telah memiliki pustakawan  dengan kemampuan blended librarian adalah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Berdasarakan pemaparan tersebut,  peneliti tertarik pada penelitian tentang implementasi blanded librarian di era digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi blended di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta/UMY adalah; 1) Menyediakan dan mengelola sumber referensi; 2) menyediakan fasilitas yang mendukung learning common; 3) Mengoptimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk akses informasi; 4) Sebagai penghubung ke sumber lain di luar universitas; 5) user education; 6) Literasi Informasi; 7) Pencegahan Plagiarisme; 8) Pelatihan manajer Referensi, dan 9) pendampingan pada dosen.

Katakunci: blended librarian. Perpustakaan Perguruan Tinggi.


Senin, 03 Agustus 2020

Perpustakaan UMY adakan Kegiatan 5S

Jum`at, 7 Agustus 2020 Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengadakan kegiatan webinar. Webinar tersebut bertemakan 5S (Serba Serbi Sinta, Scimago, & Scopus) yang akan diisi oleh Dr. Purwani Istiana,SIP.,M.A. Beliau merupakan pustakawan UGM sekaligus pernah menjadi pustakawan Berprestasi Nasional. 

Webinar ini diperuntukkan khusus bagi para pustakawan, baik pustakawan sekolah, perguruan tinggi amupun pustakawan pada perpustakaan lainnya. Bagi pustakawan yang ingin mengikuti webinar tersebut silahkan klik link pada poster di bawah ini