Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 30 Desember 2020

Ahlan wa Sahlan 2021: Kejar Amal Baik, Bukan Nama Baik

 Ahlan wa Sahlan 2021. Selamat datang tahun 2021. Apakah tahun 2021 akan lebih baik atau sama dengan tahun lalu atau bahkan lebih buruk?

Kita memang berharap bakal lebih baik. Namun hari esok itu separuh gelap separuh terang. Kita tidak sepenuhnya tahu keadaan yang akan datang. Kemampuan kita hanya memperkirakan.

Kupu-Kupu Kebahagiaan

Ada bagian dalam hidup yang tidak sepenuhnya berada dalam genggaman tangan kita. Bagian misteri itulah yang membuat hidup menjadi indah. Ada kejutan dan ada kejadian tidak terduga. Namun ada keinginan yang sama pada setiap orang yaitu ingin hidup bahagia.

Seorang bijak mengatakan, bahagia itu seperti kupu-kupu. Banyak orang mengejarnya. Namun kupu-kupu selalu terbang cepat. Orang itu lalu berlari lebih cepat lagi. Namun kupu-kupu juga terbang lebih cepat lagi. Sehingga tidak terkejar. Badan sudah letih dan nafas hampir habis tetapi kupu-kupu tetap tidak terkejar.

Lalu datang seseorang kepada orang bijak. “Guru, ajarkan kepada kami cara mengejar kupu-kupu. Saya sudah letih tetapi kupu-kupu kebahagiaan itu tidak terkejar. Terbang terlalu cepat.”

“Apa yang sudah kamu lakukan?”

“Saya berlari cepat. Ingin mengimbangi kecepatan kupu-kupu. Namun gagal.”

“Itulah kesalahan banyak orang. Padahal ada cara lebih sederhana. Tanamlah pohon atau bunga di halaman rumahmu. Ketika tanaman itu menghijau atau berbunga maka banyak kupu-kupu akan datang dengan sendirinya. Bahkan serangga lain misalnya kumbang juga ikut datang.”

Itulah cara mengejar kebahagiaan. Menanam bunga atau menanam tanaman di halaman kehidupan kita. Nama tanaman itu ialah tanaman amal shaleh. Jika orang menanam pohon amal shaleh dalam hidupnya maka kupu-kupu kebahagiaan akan datang sendiri mendekati dia. Tanpa kita harus berlari mengejarnya.

Dari mana kita tahu kupu-kupu kebahagiaan akan datang? Al-Quran yang memberi informasi. “Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Aku berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sungguh akan Aku berikan kepada mereka pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan. (an-Nahl :97).

Diberi kehidupan yang baik adalah kehidupan bahagia di dunia ini. Dan nanti di akhirat mendapat balasan yang jauh lebih hebat lagi. Alangkah indahnya janji Allah ini.
Persoalannya, apakah kita sudah menanam pohon amal shaleh pada halaman kehidupan kita? Atau tetap memilih berlari mengejar kupu-kupu tanpa arah?

Amal Shaleh

Amal shaleh itu banyak macamnya. Sangat luas. Seluas samudera. Jika dikelompokkan bisa disederhanakan menjadi tiga. Pertama: keshalehan ritual yaitu ketekunan ibadah ritual. Shalat, baca alquran, puasa dan sebagiannya.

Kedua: Keshalehan sosial yaitu kepedulian pada masyarakat atau orang lain. Lebih-lebih saat pandemi-Covid-19 sekarang ini. Uluran tangan itu sangat berarti. Ketiga: Keshalehan publik yaitu melaksanakan amanah yang berkaitan dengan layanan dan amanah publik. Terutama pemangku kekuasaan.

Ketiga pohon itu, keshalehan ritual, keshalehan sosial, dan keshalehan publik harus tumbuh sama-sama subur. Jika hanya salah satu yang tumbuh baik, sedang lainnya tumbuh kering, maka kupu-kupu kebahagiaan tidak tertarik mendekat. Ada polusi moral kehidupan di sana sehingga pohon amal shaleh itu tumbuh pincang. Dan itu atmosfer yang tidak sehat bagi kupu-kupu kebahagiaan.

Adapun orang yang enggan menanam pohon amal shaleh dalam hidupnya maka hidupnya akan sempit. Serba sumpek. Jauh dari kebahagiaan hidup. Di luar mungkin tampak serba baik. Namun sesungguhnya hatinya jauh dari kebahagiaan. Urip iku sawang sinawangAna wong numpak Mercy tapi karo berebes miliAna wong mung melaku tapi ngguya-ngguyu.

Orang yang tidak punya pohon keshalehan hidupnya sumpek. Itulah yang ditegaskan al-Quran: “Barang siapa yang berpaling dari ajaranku maka hidupnya akan sangat sempit dan nanti di akhirat akan Kami giring dikumpulkan dengan keadaan buta.” (Thaha: 124).

Amal Baik, Bukan Nama Baik

Yang harus diingat ialah menyuburkan amal baik berbeda dengan menyuburkan nama baik. Kita harus memupuk amal baik. Bukan memupuk nama baik. Kita sering merasa sedang melakukan amal baik, padahal yang kita lakukan sebenarnya membangun nama baik. Sepertinya beda-beda tipis. Tetapi konsekwensinya jauh. Di sisi Allah yang dilihat amal baik, bukan nama baik.

Orang yang melakukan amal baik memang bisa dapat nama baik. Dapat pujian. Penghargaan dan popularitas. Itulah bonus dari amal baik. Bukan tujuan. Sekali lagi itu bonus. Bukan tujuan.

Amal baik digerakkan hati yang tulus. Sedangkan membangun nama baik digerakkan oleh nafsu dan ambisi. Kita agaknya perlu latihan terus menerus agar hati tulus bisa mengalahkan nafsu. Rasulullah SAW pernah sangat menghawatirkan syirik kecil bagi umatnya yaitu riya. Ada tujuan tersembunyi dalam aktivitasnya. Ingin dipuji atau dilihat orang. Wujudnya halus hampir tidak terdeteksi. Amal baiklah yang bisa mendatangkan kupu-kupu kebahagiaan. Bukan nama baik.

Keinginan agar namanya menjadi baik, ingin dapat pujian, ingin populer justru menghancurkan kebahagiaan. Hidup menjadi bergantung pada kendali orang lain. Jika nama baik tidak bisa diraih, atau kalah dengan nama baik orang lain maka dia kecewa.

Kebahagiaan Itu Menular

Satu hal lagi. Kebahagiaan itu bisa datang tertular dari orang lain. Ya, kebahagiaan itu bisa menular. Seorang istri ditinggal mati suami secara mendadak. Serangan jantung. Dia sedih karena dua hal. Pertama karena berpisah dengan suami tercinta.

Kedua, dia menyesal karena tidak sempat merawat suami sebagi tanda cinta dan bakti seorang istri. Suami meninggal tanpa sakit. Maka sebagai tanda bakti dia datangi kuburnya lalu ditaburkan bunga di atasnya. Tapi kesibukannya tidak memungkinkan dia ziarah setiap hari atau setiap akhir pekan.

Maka dia titip uang kepada penjaga makam untuk membeli bunga dan diletakkan di pusara suaminya. Pekan pertama berjalan lancar sampai pekan ke empat. Namun pada pekan ke lima tidak terlihat bunga di atas pusara suaminya.

“Bapak tidak letakkan bunga di makam suami saya?”

“Maaf saya belum lapor ibu. Saya wujudkan bakti ibu kepada bapak dengan cara lain. Saya belikan makanan. Lalu saya bawa ke rumah sakit. Atas nama bapak dan ibu, makanan itu saya sedekahkan kepada keluarga penunggu pasien yang banyak tiduran di selasar rumah sakit. Mereka gembira sekali menerima makanan itu. Umumnya mereka dari luar kota dengan ekonomi terbatas. Bapak saya kirim doa, bukan lagi bunga”.

Esoknya wanita itu datang ke rumah sakit bersama penjaga kubur untuk membuktikan. Betapa kaget dia melihat reaksi orang-orang itu. Ketika mereka melihat penjaga kubur itu datang, dengan takzim mereka menyambutnya.

Lalu dengan wajah gembira dia terima makanan dari penjaga kubur itu. Wanita itu terharu melihat wajah yang berseri-seri dari para penunggu pasien itu. Maka hari-hari berikutnya wanita itu sendiri yang datang. Dia merasa sangat bahagia bisa membuat orang lain tersenyum gembira.

Itulah bahagia. Bisa menular kepada orang yang memberi. Semakin banyak kita memberi bahagia kepada orang lain, maka akan semakin banyak bahagia yang kita terima.
Orang bijak berpesan: Carilah kesenangan dengan cara menyenangkan orang lain. Carilah kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain. Jangan pernah mencari kesenangan dan kebahagiaan dengan cara memplokotho orang lain.

Ingatlah: Keindahan hidup di dunia ini penuh kepalsuan dan tipuan. Wama hayatut dun-ya illa matau’ul ghurur. Artinya: Dan hidup di dunia ini tiada lain hanya kesenangan penuh tipu daya” (Ali Imran: 185)

Ahlan wa sahlan, selamat datang tahun 2021. Tersenyumlah. Maka dunia akan tersenyum kepada Anda. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni.


Sumber : https://pwmu.co/172515/12/30/ahlan-wa-sahlan-2021-kejar-amal-baik-bukan-nama-baik/

Rabu, 23 Desember 2020

Perpustakaan UMS adakan Kegiatan “Refreshing Training Turnitin Originality”

 UMSLibrary – Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Workshop pada hari Selasa (22/12/2020) dengan tema “Refreshing Training Turnitin Originality” yang diikuti oleh lebih dari 100 orang peserta yang merupakan Dosen dan Tenaga Kependidikan dari seluruh Unit dan Fakultas yang ada di di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Acara yang berlangsung selama 2 jam lebih ini memberikan paparan dan penjelasan mengenai cara penggunaan aplikasi Turnitin untuk para Instruktor yang disampaikan oleh Muhammad David Lung yang merupakan Consultan Turnitin Indonesia dan di moderatori oleh Pustakawan Senior Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Maria Husnun Nisa, S.Sos, M.A.

Plagiarisme merupakan musuh besar bagi dunia pendidikan, salah satunya dunia perguruan tinggi. Turnitin merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk menampilkan tingkat similaritas tulisan atau artikel guna menghindari plagiasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta melanggan 1000 akun Turnitin yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Muhammad David Lung menyampaikan tentang perbedaan antara Plagiarisme dan Text Similarity.  Selain itu dijelaskan pula fitur Feedback Studio yang berisi Similarity Report, Grade Mark dan ETS eRater. Berbagai fitur dan ketentuan dalam tahap pengecekan dokumen dan perbedaan User Roles salah satunya Fitur Instructor dalam aplikasi Turnitin juga tidak lupa dijelaskan dalam Webinar ini. Selain beberapa poin tadi, dijelaskan pula cara menghindari persentase similaritas yang tinggi dengan melakukan Teknik paraphrase dan penulisan kutipan atau sitasi dari sumber yang ada didalam penulisan suatu artikel atau karya ilmiah.

Banyak dari peserta yang merasakan manfaat dari webinar yang diselenggarakan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta karena bersinggungan langsung dengan kegiatan utama seluruh sivitas Universitas Muhammadiyah Surakarta yang salah satunya adalah kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah, yang harapannya akan dapat meminimalisir praktik plagiarisme.

Para peserta juga mengungkapkan bahwa perlu diadakan webinar dengan tema yang sama secara rutin dan juga diadakannya demo atau praktik langsung untuk mempermudah penggunaan Turnitin guna menunjang kemampuan berpikir dan menulis serta meminimalisir praktik plagiarisme bagi seluruh sivitas Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Selasa, 15 Desember 2020

NASIHAT PENDAHULU KITA Tulisan - 5

 Sak dawa-dawaning lurung isih dawa gurung

 (sepanjang panjang jalan, masih panjang tenggorokan/lisan)                  

Kata-kata tersebut dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bahwa pengaruh perkataan itu lebih luas/panjang dari panjangnya jalan raya. Perkataan yang disampaikan secara lisan, tulisan, melalui media sosial akan cepat dan meluas penyebarannya. Bahkan bisa ditambah, dikurangi, dan dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesalahpahaman bahkan fitnah.

            Perkembangan media masa atau linimasa membawa pengaruh positif dan negatif. Linimasa berupa facebook, blogspot, twitter, youtube, maupun instagram ini ikut meramaikan komunikasi di dunia maya.

Media ini memang mampu memperlancar komunikasi, mendekatkan jarak yang jauh, dan mempercepat pengembangan ilmu dan informasi. Namun dengan adanya kebebasan menciptakan dan menyebarkan informasi, akhirnya muncul informasi palsu (hoax). Informasi ini kadang menimbulkan fitnah bahkan adudomba.  Penyebaran informasi palsu ini justru akan menyuburkan produk informasi sensasional, menimbulkan kebingungan masyarakat, dan bisa menyulut permusuhan dan perpecahan masyarakat.

Di satu sisi, informasi yang di share melalui media sosial ini bisa menimbulkan kelelahan mental (information fatigue syndroms). Untuk itu perlu dipahami gejala kelelahan mental ini.

Gejalan kelelahan mental ini dapat diketahui sejak dini antara lain dengan gejala-gejala :

1.      Sulit konsentrasi

2.      Penggunaan memori pendek terus menerus

3.      Multi tugas yang berlebihan

4.      Menurunnya produktivitas

5.      Stress

(Chard, 2002)

Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu memahami etika bermedia sosial antara lain:

1.      TIDAK melakukan ghibah , fitnah, namimah  dan menyebarkan permusuhan

2.      TIDAK melakukan ujaran kebencian (hate speech), bullying , dan permusuhan berdasarkan suku, ras,paham, dan antargolongan

3.      TIDAK menyebarkan pornografi, kemaksiatan, dan segala yang dilarang secara syar’i

4.      TIDAK menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik

5.      TIDAK menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai dengan tempat dan waktunya.

(Dadang Kahmat, 2020).

 

Lasa Hs.

Minggu, 13 Desember 2020

UMY TAMBAH GURU BESAR LAGI

 

Tahun 2020 ini UMY panen prestasi. Salah satu tambahan prestasi bahwa  UMY kali ini menambah Guru Besar. Hari ini Senin, 14 Desember 2020 pukul 12.30 Prof. Dr. Sukamto, M.T. menerima penyerahan Surat Keputusan sebagai Guru Besar Tehnik Mesin. Pak Kamto, demikian sapaan akrabnya adalah putra Klaten lahir 2 Mei 1970 dikenal sebagai seorang yang gigih, serba ingin tahu, kreatif, dan tidak mudah menyerah. Beliau menempuh pendidikan S1 sampai S3 di kampus ternama yakni Universitas Gadjah Mada. Saat masih kuliah di S1, beliau nglajo dengan sepeda onthel dari Klaten ke Yogya. Semangat inilah yang tetap membara sampai mengantarkannya sebagai Profesor dan Wakil Rektor Bidang Akademi UMY. Beliau merupakan guru besar ke 11 di UMY dan Guru Besar pertama dalam Ilmu Teknik Mesin FT UMY.

Di tengah-tengah kesibukannya, beliau juga berhasil melakukan penelitian sebanyak 8 kali,  menulis 11 artikel, dan beberapa artikelnya terindeks Scopus selama 5 tahun terakhir.  Diantara hasil penelitiannya adalah Efek Signifikan dari Viskositas Cair pada Aliran Dua Fase, dan Studi Eksperimental tentang Aliran Dua Fase Gas Cairan Viskositas Tinggi di Kapiler dengan Kemiringan 5 Derajat Melawan Posisi Horizontal.

 Disamping itu, beliau juga menjadi narasumber berbagai seminar. Bahkan sebagai da’i, khatib di berbagai komunitas.

Pak Kamto bergabung dengan UMY sejak 1996 dan sejak 1 April 2017 beliau mendapat amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Akademi UMY. Banyak terobosan yang dilakukan selama menjabat jabatan bidang akademik ini antara lain adanya Science Camp, pengembangan perpustakaan, peningkatan penulisan dan penelitian para dosen, dan lainnya.

Beliau berpesan kepada sivitas akademika UMY bahwa gelar Profesor yang diraihnya itu merupakan bentuk motivasi untuk sivitas akademika UMY agar terus berkarya sesuai bidang masing-masing.

 

Raisa Fadelina

Pustakawan UMY

Jumat, 11 Desember 2020

Penulisan Book Chapter


 

Kamis, 10 Desember 2020

Quotes

 

·        Man qalla shidquhu qalla shadiquhu

(siapa yang sedikit jujurnya (alias pembohong)  maka akan sedikit  temannya)

 

·        Ide sepele akan menjadi apa-apa bila diperjuangkan. Ide hebat mungkin tak akan jadi apa-apa bila didiamkan

 

 

·        Rendah hatilah ibarat bintang terlihat rendah di permukaan air. Namun sebenarnya bintang itu pada posisi yang  tinggi (terhormat)

 

·        Orang pintar itu bila diam, sebenarnya dia berpikir. Bila bicara sebenarnya ia mengingatkan. Bila ia melihat, sebenarnya mengambil pelajaran/hikmah.

·        Likulli maqamin maqal, walikulli maqalin maqam (tiap tempat ada perkataan yang tepat, dan tiap perkataan terdapat tempat yang tepat

·        Burung itu terbang dengan sayapnya, manusia terbang dengan cita-citanya

·        Telur hari ini lebih baik dari ayam esok hari

·        Asyyarafu bil adabi laa binnasabi (kemuliaan seseorang itu terletak pada sopan santunnya/akhlaknya dan bukan karena keturunan

·        Undhur maa qaala walaa tandhur man qaala (perhatikan apa yang dikatakan, dan jangan memperhatikan siapa yang mengatakan)

·        Ketulusan teman itu akan nampak pada saat kesusahan.

·        Man qalla shidquhu qalla shadiquhu (siapa yang sedikit kejujurannya (pembohong) maka akan sedikit temannya)

·        Siapa yang baik perbuatannya, maka akan banyak kawannya

·        Khairul kalami ma qalla wa dalla (sebaik-baik perkataan adalah yang padat singkat)

 

NASIHAT PENDAHULU KITA Nasihat K.H. Abdurrahman (1879 – 3 Februari 1966)

 

Tulisan – 6

  Nasihat K.H. Abdurrahman (1879 – 3 Februari 1966)

  Tokoh Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

 

  1. Kepada pemimpin organisasi (Muhammadiyah). Kalau kamu marah di rumah, jangan dibawa ke rapat/sidang. Kalau kamu ribut di rapat/sidang jangan dibawa keluar sidang
  2. Orang Islam dapat bersatu hanya dengan mendalami dan mengamalkan pelajaran yang diajarkan dalam Al-Quran dan Hadits
  3. Ajarilah manusia dengan ajaran-ajaran Islam yang murni dan jangan jemu, karena kamu akan ditagih/dimintai tanggung jawab oleh Allah Swt kelak di hari akhirat
  4. Jangan suka menyiar-nyiarkan aib orang lain, selidikilah aibmu, kemudian kamu perbaiki sebelum kamu terlambat
  5. Bantulah sekuat tenagamu tentang pendidikan anak-anak, karena mereka penerus angkatan pembangun umat mendatang
  6. Beramallah dengan hartamu dan ilmumu dan jangan jemu, karena kebanyakan orang itu fithrahnya suka meniru yang baik.

 

Lasa Hs

Minggu, 06 Desember 2020

Metode Pengembangan Sistem SDLC (System Development Life Cycle)

Dalam mengembangkan  sistem tentu dibutuhkan sebuah metode yang dapat menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh peneliti. Salah satu metode tersebut adalah metode SDLC (System Development Life Cycle. SDLC merupakan metode yang digunakan untuk merancang, membangun,  memelihara, dan mengembangkan suatu sistem.  Abdul Kadir menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam merancang dan mengembangkan sebuah sistem. Tahapan tersebut sebagaimana diperlihatkan gambar berikut :

Pengertian MetodePenelitian SDLC (System Development Life Cycle)


Tahapan SDLC (System Development Life Cycle)

2.2.5.1.            Analisis Sistem
Tahap analisis sistem merupakan tahapan dimana sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem baru diusulkan, sehingga isi dari tahap ini adalah menentukan hal detail terkait apa saja yang akan dikerjakan oleh sistem yang diusulkan.  Analisis sistem mencakup kegiatan studi kelayakan dan analisis kebutuhan.

1.      Studi Kelayakan
Studi kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berfungsi untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan adalah benar-benar dicapai.  Tugas yang tercakup dalam studi kelayakan adalah sebagai berikut :
a.          Penentuan masalah dan peluang yang dituju oleh sistem.
b.         Pembentukan sasaran sistem baru secara keseluruhan
c.          Pengidentifikasian para pemakai sistem
d.         Pembentukan lingkup sistem
2.      Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan Sistem. Spesifikasi kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang rinci terkait hal tertentu yang akan dilakukan oleh sistem, spesifikasi ini sekaligus dipakai untuk membuat kesepakatan antara pengembangan sistem, pemakai sistem, manajemen, dan mitra kerja lainnya. Dalam kegiatan ini ada beberapa langkah yang dilakukan, yaitu :
a.                Wawancara
           Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mencari data dan informasi, sehingga akan diperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem. 
b.               Observasi Lapangan
           Untuk mempelajari sistem yang sedang berjalan, analisis sistem dapat dilakukan dengan cara berkunjung secara langsung ke  lapangan dan mengamati segala hal yang terjadi.
c.                Pengamatan Terhadap Sistem Serupa
           Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengamati sistem lainnya yg serupa, dengan tujuan untuk memberikan gambaran ataupun acuan dalam pembuatan sistem baru terkait sistem yang akan dikembangkan.
d.               Prototype
           Dengan membuat prototype (contoh sistem sederhana) dan kemudian menunjukan kepada user, maka analisis sistem dapat meminta user untuk memberikan komentar atau masukan terkait prototype yang telah dihasilkan.
2.2.5.2.    Desain Sistem
Tahapan desain adalah tahapan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil. Tahapan desain sistem dapat dibagi menjadi 2 tahap, yaitu perancangan konseptual dan perancangan fisik.
1.      Perancangan Konseptual
Perancangan Koseptual seringkali disebut dengan perancangan logis. Pada kegiatan ini akan dijelaskan deskripsi secara detail dari spesifikasi sistem yang akan dibuat, yaitu meliputi input (data apa saja yang menjadi input), output (informasi apa saja  yang menjadi output), dan proses (prosedur apa saja yang harus dilakukan untuk mengubah input menjadi output)..
2.      Perancangan Fisik
Pada perancangan fisik, rancangan yang bersifat konseptual diterjemahkan ke dalam bentuk fisik yang berupa laporan terkait beberapa hal berikut :
a.       Rancangan Interface, berupa laporan rancangan layar yang akan ditampilkan pada website.
b.      Rancangan Platform, berupa rancangan untuk menentukan software dan hardware yang digunakan.
c.       Rancangan Basis Data, berupa rancangan bekas dalam basis data, termasuk penentuan kapasistas masing-masing.
d.      Rencana Pengujian, berupa rencana yang dipakai dalam menguji sistem
2.2.5.3.   Implementasi Sistem
Dalam tahap implementasi ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Pemrograman dan pengujian
Setelah melakukan perancangan fisik, maka peneliti mulai melakukan perograman. Pemrograman diartikan sebagai aktifitas untuk membuat sebuah program aplikasi yang digunakan di komputer agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan. Sedangkan pengujian diartikan sebagai langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji sistem berdasarkan tingkat erornya dan serta kesesuaian menu-menu yang disediakan teradap kebutuhan promosi perpustakaan.
2.      Instalasi
Instalasi dilakukan dengan cara menginstall perangkat keras dan perangkan lunak yang dibutuhkan oleh sistem, setelah itu barulah sistem tersebut diinstall. 

3.      Pelatihan Kepada Pemakai
Pelatihan kepada pemakai dimaksudkan agar pemakai dapat menggunakan sistem yang telah dibuat, sehingga mereka dapat mendayagunakan sistem tersebut dengan maksimal.
4.      Pembuatan Dokumentasi
Dokumentasi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu :
1)      Dokumentasi Pengembangan
Dokumentasi ini menjabarkan sistem secara lengkap terkait basisdata, deskripsi sistem, bentuk keluaran, bentuk masukan, dan hasil pengujian sistem.
2)      Dokumentasi Operasi  dan Dokumentasi Pemakai
Dokumentasi ini mencakup beberapa hal, yaitu jadwal pengoperasian, cara pengoperasian sistem, dan faktor keamanan.

3.            Operasi dan Pemeliharaan

Setelah sistem berjalan sepenuhnya, maka sistem tersebut masuk ke dalam tahapan operasi. Tahapan operasi merupakan tahapan dimana sebuah sistem  yang telah dibangun oleh peneliti mulai diterapkan. Selama sistem beroperasi, pemeliharaa sistem tetap diperlukan, dengan alasan bahwa dikhawatirkan dalam masa pengujian sistem masih menyisakan masalah, sehingga dalam jangkan panjang sistem harus senantiasa disempurnakan.

BELAJAR BAHASA ARAB TANPA GURU

 



Judul            : Cepat dan Mudah Kuasai Bahasa Arab; Cara Praktis Belajar

                     Bahasa Arab Tanpa Guru

Penulis         : Muklish, S.S.

Penerbit        : Checklist, 2020

Tebal           : 254 hlm.

 

Umat Islam tidak bisa dipisahkan dengan bahasa Arab. Al Qur’an ditulis dengan bahasa Arab itu, merupakan kitab suci dan sebagai sumber ajaran Islam.

Dalam ibadah shalatpun, bacaannya dengan bahasa Arab. Tidak boleh dengan bahasa lain.

          Untuk memahami bahasa Arab secara baik perlu ketekunan dan kesabaran tersendiri. Sebab bahasa ini memiliki banyak tatabahasa, jenis kata (mudzakar, muannats), jumlah (mufrad, mutsana, jamak), waktu (madhi, mudhari’) dan lainnya.

Buku ini memberikan serangkaian alur belajar bahasa Arab yang dimulai dari bahasan tenang shorof. Shorof berarti peralihan, perubahan, distribusi, dan diakhiri dengan kosa kata bahasa Arab. Ilmu shorof yang diuraikan dalam buku ini sangat mudah dipahami karena setiap penjelasan di setiap bab pasti diberikan contoh.

Dalam ilmu shorof, setiap kata memiliki karakteristik dan kekhususan yang membedakan satu kata dengan kata lain. Sedangkan kata dalam bahasa Arab disebut kalimat. Maka dalam bahasa Arab,  kalimat itu terdiri dari kalimat isim, kalimat fi’il, dan kalimat huruf.  Kalimat isim disebut kata benda (bahasa Indonesia) atau noun (bahasa Inggris). Kalimat fi’il  disebut kata kerja (bahasa Indonesia) atau verb (bahasa Inggris). Kalau kalimah huruf memang sulit padanannya dalam bahasa Indonesia. Secara gampang yakni kalimat/kata selain kata benda dan selain kata kerja. Ketiga hal ini merupakan sesuatu yang mutlak dalam memelajari ilmu shorof.

          Buku ini juga membahas tentang kalimat. Kalimat dalam bahasa Arab ada dua macam, yakni jumlah (klausa) dan kalam (kalimat). Jumlah (klausa) adalah serangkaian kata yang belum lengkap dan belum mencapai derajat kalimat. Jumlah biasanya gabungan dua kata atau lebih, tetapi belum memberikan infomasi lengkap.

Kemudian jumlah dibagi menjadi jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah, dan serupa jumlah. Kalam secara bahasa berarti kalimat. Secara istilah, kalam adalah kalimat sempurna yang terdiri dari rangkaian kalimat isim, fi’il, dan huruf.

Buku ini juga menyajikan kamus Arab tematik dan contoh percakapan bahasa Arab sehari-hari. Maka buku ini dapat dijadikan sebagai guru belajar bahasa Arab. Sebab di dalam buku ini dibahas tentang kaidah morfologi dan sintaksis yang merupakan kunci utama bahasa Ara

          Uraian dalam buku ini mudah dipahami dan cocok untuk para pemula pembelajar bahasa Arab. Teori yang disajikan cukup lengkap dan mudah dimengerti. Disamping itu, untuk memperdalam materi, maka setiap bab diberi latihan untuk mengetahui kemampuan pembaca. Namun sedikit kekurangan buku ini yakni di akhir buku tidak diberikan kunci jawaban.

 

Raisa Fadelina

Pustakawan UMY