Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 18 Agustus 2019

DO’A NABI IBRAHIM A.S.


MOTTO FPPTMA 2019 – 2020

“MELALUI LITERASI MEMAJUKAN INDONESIA & MENCERAHKAN SEMESTA”     


Ibadah haji memerlukan kesehatan dan ketahanan fisik. Kecuali perjalanan jauh, sebagian besar ibadah ini dilaksanakan secara fisik. Kegiatan itu misalnya thawaf, sa’i, melempar jamarat, maupun bermalam di Mudzdalifah. Adapun jama’ah haji yang meninggal disana memang nampaknya mereka telah dikategorikan sebagai resiko tinggi/resti, seperti; jantung, paru-paru, darah tinggi, dan lainnya.
Haji Tamatu’
            Haji tamatu’ sebenarnya pelaksanaan haji dengan melakukan umrah lebih dulu, baru kemudian melaksanakan serangkaian ibadah haji. Namun kata ini di kalangan jama’ah haji kadang diartikan dengan tangi  (bangun), mangan  (makan), turu (tidur). Hal ini sebenarnya merupakan sindiran jangan sampai harta, kesehatan, kesempatan yang berharga itu tidak dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai kesempatan yang menguras tenaga dan beaya itu hanya diisi dengan ngobrol, bergurau, jalan-jalan, makan-makan, dan tidur.
            Kegiatan itu bernilai produktif atau tidak tergantung pada motivasi/niat. Kata orang bahwa high motivation is high performance. Artinya tingginya kinerja/penampilan itu dipengaruhi oleh motivasi. Bila motivasi/niat itu tinggi, maka akan menghasilkan kinerja yang berkualitas.
Tidak sedkit diantara jama’ah haji kita yang sangat serius melaksanakan berbagai macam ibadah seperti rajin melakukan shalat jama’ah di masjid, melaksanakan shalat sunah, mengaji, dan lainnya. Mereka itu bisa ibadah haji lantaran menabung sekian tahun. Hal ini agak berbeda  dengan mereka yang motivasinya rendah yang mungkin dana ibadah haji itu berasal dari hadiah atau mendapat sponsor.
            Makkah, Mina,Mudzdalifah, dan “Arofah merupakan pusat kegiatan ibadah haji.Demikian pula Madinah sebagai kota kehormatan karena di sana dimakamkan jasad  orang yang paling mulia dan dihormati yakni jasad Rasulullah s.a.w.. Kota-kota itu sebenarnya merupakan kota tandus, berpasir, dan berbatuan. Betapa besar kekuasaan Allah, bahwa tanah yang kering itu menyimpan rahasia alam dan religi.
            Di tanah suci itu terdapat medan magnit yang mampu menjalankan bus (dengan mesin dimatikan) dengan kecepatan 100 km/jam. Di gua Hira’ yang berlokasi di puncak gunung itulah diturunkan wahyu pertama kali. Di Gua Tsur yang terjal itu, tersimpan bukti perjuagan historis Nabi Muhammad s.a.w.dan para sahabatnya melawan kemusyrikan dan kebodohan.
Kemudian di Jabal Rahmah konon tempat bertemunya Nabi Adam a.s. dan Hawa setelah pisah sekian ratus tahun. Lalu di Mina yang di sana terdapat 3 (tiga) jamarat (tugu) yang harus dilempar kerikil oleh para jama’ah haji. Ini merupakan bukti dan meneladani kisah Nabi Ibrahim melawan nafsu syaithaniah dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya.
            Dengan bukti kekuasaan Allaha tersebut, maka tak heran apabila insan muslim datang ke sana dari berbagai belahan bumi untuk beribadah. Mereka berbondong-bondong ke tanah suci u

0 komentar:

Posting Komentar