Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 05 September 2019

MANAJEMEN PERUBAHAN :Tulisan - 3


1)   Resistensi terhadap perubahan
          Memang sering terjadi perbedaan persepsi adanya perubahan. Manajemen sering memandang bahwa perubahan merupakan peluang. Sedangkan di kalangan akar rumput, sering terjadi sikap bahwa perubahan itu menakutkan bahkan kekacauan. Pada dasarnya mereka juga ingin perubahan. Dalam hal ini Peter Scholters berpandangan bahwa pada dasarnya karyawan/pegawai tidak menolak perubahan, tetapi mereka menolak diubah (Wibowo, 2016:152)
          Selanjutnya dikatakan bahwa resistensi perubahan itu bersifat afektif/affective, perilaku/behavioral, dan kognitif/cognitive. Komponen afektif adalah bagaimana orang merasakan adanya perubahan. Komponen perilaku adalah bagaimana orang berperilaku dalam perubahan. Kemudian komponen kognitif adalah bagaimana orang berpkir tentang perubahan.       
a.   Teori-teori perubahan
Perubahan akan dialami oleh setiap manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Baik kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan karir. Menghadapi perubahan ini, banyak teori yang dikemukakan para ahli. Dalam hal ini  Nursalam (2015) mengemukakan teori  perubahan yakni Teori Kusrt Lewin (1951), Teori Roger (1962), dan Teori Lippits (1973)
1)   Teori Kusrt Lewin (1951)
Dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi, Lewin menyatakan bahwa perubahan itu dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tahapan, yaitu; pencairan/unfreezing, bergerak/moving, dan pembekuan/refreezing
a).Pencairan
     Pencairan merupakan motivasi yang kuat untuk beranjak dari keadaan semula dan mengubah keseimbangan yang ada. Pada tahapan ini, perlu ditumbuhkembangkan sikap siap untuk berubah, menyiapkan diri, dan usaha melakukan perubahan.
b).Bergerak
     Bergerak di sini berarti adanya sikap untuk bergerak menuju keadaan yang baru atau tingkatan/tahapan perkembangan baru.Kemauan bererak maju ini lantaran  memiliki cukup informasi, memiliki sikap dan kemampuan untuk berubah, memahami masalah yang dihadapi, dan mengetahui langkah-langkah penyelesaian yang harus dilakukan
c). Pembekuan
     Pembekuan adalah keadaan di saat motivasi telah mencapai tingkatan/tahap baru atau mencapai keseimbangan baru. Tingkat baru yang telah dicapai harus dijaga agar tidak mengalami kemunduran pada tingkat atau tahap perkembangan semula. Oleh karena itu, selalu diperlukan umpan balik dan kritik yang membangun dalam upaya pembinaan/reinforcement  yang terus menerus
2)   Teori  Roger (1962)
Teori ini dikenal dengan teori AIETA yakni singkatan dari awareness (kesadaran), interest (keinginan), evaluation (evaluasi), trial (mencoba), adoption (penerimaan). Dalam teori ini, Rogers berpendapat bahwa proses penerimaan terhadap perubahan itu lebih kompleks dari teori yang dikemukakaan oleh Lewin tersebut. Rogers berpendapat bahwa setiap individu yang terlibat dalam perubahan itu mungkin menerima atau bahkan menolak perubahan. Bahkan mungkin saja terjadi, pada mulanya orang itu menerima. Tetapi setelah dirasakan bahwa perubahan itu dirasakan sebagai hal yang menghambat keberadaannya, maka mereka menolaknya.
Dikatakan selanjutnya bahwa perubahan yang efektif itu tergantung pada individu yang terlibat, tertarik, dan berupaya untuk selalu berkembang dan maju serta mempunyai suatu komitmen untuk melaksanakannya.
3)   Teori Lippits (1973)   
Teori perubahan ini ditujukan untuk merubah status quo/kemapanan, baik perubahan itu direncanakan atau tidak direncanakan. Kemapanan ini terjadi dalam individu, pekerjaan, jabatan, situasi, proses, pemerintahan, dan sistem kerja. Memang bisa terjadi apabila sesuatu itu sudah dianggap mapan dan berjalan lama begitu-begitu saja, maka orang cenderung malas berubah.Begini saja sudah jalan, mengapa harus berubah kata mereka. Padahal status quo itu belum tentu baik dan juga belum tentu produktif. Sikap status quo inilah yang kadang sulit dirubah. Ibarat orang sudah duduk nyaman, lalu disuruh pindah tempat. Maka rata-rata orang tak mau pindah dari tempat duduk semula.
Sekali menjabat telah merasakan nikmatnya,maka berusaha untuk menjabat pada periode berikutnya. Kalau perlu isterinya diminta mencalonkan diri. Maka bisa terjadi family politic bahkan money politics   
Lippits selanjutnya menyatakan bahwa untuk menghadapi perubahan, perlu mengidentifikasi 7 (tujuh) tahap yakni; 1) mendiagnosis/menentukan masalah; 2) mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan; 3) mengkaji motivasi agen perubahan dan sarana yang tersedia; 4) menyeleksi tujuan perubahan; 5) memilih peran yang sesuai ; 6) mempertahankan perubahan yang telah dimulai; 7) menjaga kesinambungan perubahan
a). Menentukan masalah
     Dalam tahap ini, setiap individu yang terlibat dalam perubahan harus membuka diri. Juga mereka harus berusaha menghindari dari pembuatan keputusan sebelum semua data dan fakta terkumpul. Sebab dengan adanya perubahan ini setiap individu memiliki tanggung jawab untuk selalu menginformasikan fenomena yang terjadi. Semakin banyak informasi yang diterima manajemen, semakin bagus dalam pembuatan keputusan perubahan. Oleh karena itu setiap orang yang memiliki potensi harus diikutsertakan secara aktif dalam proses perubahan ini.
b). Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan
     Perubahan nampaknya sesuatu yang mudah. Namun keberhasilan perubahan memerlukan kerja keras dan komitmen yang tinggi mereka yang terlibat dalam perubahan itu. Pada tahap ini setiap individu yang terlibat dalam perubahan harus dikaji kemampuan mereka, hambatan yang mungkin timbul, dan dukungan yang akan diberikan. 
c). Mengkaji motivasi agen perubahan dan sarana yang tersedia
     Pada tahap ini, diperlukan suatu komitmen dan motivasi pimpinan dalam proses perubahan. Pemikiran pimpinan untuk melakukan perubahan harus dipahami betul oleh anak buah dan dapat dipercaya. Disamping itu, pimpinan harus mau mendengar pemikiran-pemikiran bawahan yang terkait dengan perubahan itu.
d).Menyeleksi tujuan perubahan
     Pada tahap ini, perubahan harus sudah disusun sebagai suatu kegiatan secara operasional,  terorganisir, berurutan, dan kepada siapa perubahan itu ditujukan. Untuk itu diperlukan target waktu capaian perubahan.
Bersambung

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar