Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 28 Februari 2020

MAKNA IKHLAS : Tulisan – 2



       
Perbuatan ikhlas memang berbeda dengan perbuatan yang disertai dengan kepentingan-kepentingan tertentu seperti perbuatan riya’, sum’ah, dan lainnya. Perbuatan riya’ adalah perbuatan baik yang dilakukan dengan maksud pamer dan bangga atas kebaikan yang dilakukan kepada orang lain. Apalagi kalau perbuatan itu disertai dengan katakaburan. Na’udzu billahi mindzalik.
Kemudian perbuatan sum’ah adalah perbuatan baik yang sengaja disiar-siarkan (didengar-dengarkan) berlebihan melalui berbagai media agar orang lain mengerti dan kagum terhadap perbuatan baik itu.
Tidak mudah memang untuk menegakkan keiklasan, sebab manusia itu pada dasarnya adalah makhluk yang lemah. Syetan selalu mengintai manusia. Syetan mengetahui gerak gerik manusia, sedangkan manusia tidak mengetahui gerak gerik syetan. Menyikapi kondisi seperti ini, Sofyan Ats Tsauri ulama terkena  pernah menyatakan :”Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya berubah-rubah.
          Keikhlasan tidak saja dituntut dalam kegiatan ibadah mahdhah maupun beramal saleh. Dalam melakukan kegiatan keilmuan pun dituntut untuk ikhlas. Ikhlas tidaknya seseorang dalam melakukan aktivitas keilmuan tersebut besar pengaruhnya terhadap keberkahan ilmu pengetahuan itu sendiri. Artinya kalau mereka ikhlas, maka ilmu itu insyaa Allah akan memberikan keberkahan pada diri orang itu atau pada orang lain. Dalam hal ikhlas  melakukan kegiatan keilmuan ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw :” Siapa yang menuntut ilmu pengetahuan hanya dengan motivasi keduniaan (pangkat, jabatan, gelar, uang, kedudukan dan lain-lain), maka besok pada hari akhir tidak akan mendapatkan bau surga”. (H.R. Abu Daud).
Tentang keikhlasan berilmu pegetahuan ini, Imam Daroquthni mengakui betapa pentingnya dalam menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Untuk itu beliau menyatakan :”Pada awalnya saya menuntut ilmu pengetahuan bukan karena Allah, ternyata selama itu ilmu pengetahuan enggan menghamapiri saya. Kemudian saya menyadari untuk ikhlas dalam menuntut ilmu dengan mengharap ridha Allah)”.

Bersambung

(Lasa Hs)

0 komentar:

Posting Komentar