Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Minggu, 23 Februari 2020

SOEKARNO MENDAPAT PENCERAHAN DARI SANG PENCERAH :Tulisan – 1




Tanda bangunan budaya dari Pemkot Surabaya berupa plakat berwarna kuning keemasan dipasang di dinding bagian depan rumah. Plakat cagar budaya tersebut bertuliskan :”Kediaman Pahlawan Nasional Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto sebagai pimpinan Sarekat Islam. Di tempat para kader pejuang bangsa digembleng, antara lain Bung Karno yang pernah kost di tempat ini, Jalan Peneleh VII/29-31 Surabaya”. Bung Karno (Soekarno) sendiri lahir  6 Juni 1901  di Surabaya.
          Di tempat ini pula, pertama kali Soekarno mendapat pencerahan tentang agama dari Sang Pencerah KH. Ahmad Dahlan. Dalam suasana remang-remang itu datanglah Kiai Ahmad Dahlan di Surabaya dan memberi tabligh mengenai Islam. Bagi saya (pidato) itu berisi regeneration dan rejuvenation daripada Islam. Sebab, maklum, ibu meskipun beragama Islam (tapi) berasal dari agama lain. (Beliau) orang Bali. Bapak meskipun agama Islam, beliau adalah beragama teosofi. Jadi (orang tua) tidak memberi pelajaran kepada saya tentang agama Islam”: Kata Soekarno di depan Muktamirin Mu’tamar Muhammadiyah Setengah Abad tahun 1962 di Jakarta.
          Lebih lanjut Soekarno menyatakan “Nah, suasana yang demikian itulah, saudara-saudara, meliputi jiwa saya tatkala saya buat pertama kali bertemu dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Datang Kiai Ahmad Dahlan yang sebagai tadi saya katakan memberi pengertian yang lain tentang agama Islam. Malahan ia mengatakan, sebagai tadi dikatakan salah seorang pembicara:”Benar umat Islam tertutup sama sekali oleh jumud, tertutup sama sekali oleh khurafat, tertutup sekali oleh bid’ah, tertutup sekali oleh takhayul-takhayul. Dikatakan oleh Kiai Dalan, sebagai tadi dikatakan pula, padahal agama Islam itu agama yang sederhana, yang gampang, yang bersih, yang dapat dilakukan oleh semua manusia, agama yang tidak pentalitan, tanpa pentalit-pentalit, satu agama yang mudah sama sekali”.

Bersambung

(Sumber Suara Muhammadiyah (1-15 Agustus 2015), edisi Khusus Muktamar ke 47 di Makasar: 46