Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Selasa, 30 Juni 2020

Suicide : yes or no ?


Suicide : yes or no ?
Oleh : Yunda Sara (Pustakawan UMMagelang)
            Bunuh diri, menjadi kata yang tidak asing akhir-akhir ini. Muncul kasus-kasus bunuh diri di media yang tidak hanya dilakukan oleh orang biasa namun publik figur pun ada yang melakukannya. Alasannya hampir semua sama yaitu karena “depresi”, ada yang depresi karena pekerjaan, depresi karena keuangan, depresi karena masalah hati,maupun depresi karena gagal meraih sesuatu. Seolah-olah bunuh diri dan depresi seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
            Orang yang mengalami gangguan depresi memang berkemungkinan besar bisa melakukan bunuh diri. Namun sebenarnya ada banyak pilihan yang bisa diambil selain bunuh diri. “ Orang bunuh diri sebenarnya tidak benar-benar ingin mengakhiri hidupnya, namun hanya ingin mengakhiri rasa sakitnya”.  Saya tidak ingin fokus dengan penyebab depresinya akan tetapi fokus pada pilihan-pilihan yang bisa diambil ketika mengalami depresi untuk meredam “rasa sakitnya”.
            Di dalam Islam, ada sebuah pilihan yang bisa diambil yaitu “sabar”. Seperti dalam surat Al Baqarah : 153
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. – (Q.S Al-Baqarah: 153)
Ketika Rabb kita telah memberikan petunjuk yang jelas bahwa jadikanlah salat dan sabar sebagai penolong, lantas kenapa mau mengambil pilihan lain yang Allah tidak suka? Namun masalahnya apakah kita paham dengan makna sabar itu sendiri. Jangan-jangan kita masih menganggap bahwa sabar itu adalah sama dengan pasif, menyerah. Padahal tidak seperti itu.
            Sabar itu ada tiga macam yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar dalam menghadapi takdir . Sabar itu proaktif. Sebagai seorang muslim alangkah akan indah ketika ada takdir yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan menghampiri kita, maka kita bersabar.
            Dalam sabar ketika menghadapi takdir,ada ikhtiar iman maksimal di dalamnya. Tindakan atau ikhtiar yang memakai iman dapat kita praktekkan dengan cara pertama yaitu, berkhusnudzon kepada Allah. Allah itu sesuai prasangka hambanya, jika prasangka kita baik kepada Allah maka kebaikan pula yang hadir dalam diri kita, begitu juga sebaliknya. Sesuai dengan hadist yang ada di dalam kitab Riyadhus Sholihin berikut ini :
            Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
            Selain itu hal yang bisa kita lakukan ketika menghadapi takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita adalah menjaga ucapan. Ucapan seorang muslim perlu dijaga bahkan ketika sedang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya,layaknya nabi Yunus As. Ketika nabi Yunus berada dalam 3 kegelapan sekaligus tak pernah sedikitpun terlontar dari mulutnya ucapan yang buruk justru nabi Yunus berdzikir kepada Allah dengan dzikirnya yang begitu terkenal yaitu :
“Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin”
Artinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
            Sebab lantaran dzikirnya tersebut maka Allah menyelamatkan nabi Yunus dari 3 kegelapan tersebut. Allah berfirman
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)
            Ketiga, wujud rasa sabar kita adalah dengan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Tidak putus asa bisa dilakukan dengan cara mengusahakan untuk miminta tolong kepada profesional bisa psikolog maupun psikiater untuk membantu kita melewati masa-masa sulit ini. Berolahraga dan memakan makanan bergizi pun juga disarankan untuk kita lakukan agar meningkatkan produksi hormon bahagia seperti endrofin dan serotonin.
            Jadi, sebenarnya bunuh diri bukanlah satu-satunya pilihan ketika kamu sedang mengalami depresi maupun menghadapi masa tersulit dalam hidupmu. Ada pilihan-pilihan lain yang bisa kamu ambil. Tetap semangat dan yakin bahwa Allah itu tidak akan pernah mendzalimi hambanya.
By: Yunda SS








Move On


Judul               : Move On
Penulis             : Tim Ayo Menulis
Penyunting      : Ayumungil
Penerbit           : Sidoarjo, Ay Publisher, 2020
ISBN               :  978 623 7774 10 5
Tebal               :  viii, 262 hlm

            Memaknai kata move on dalam diri setiap orang bisa saja berbeda. Namun tentu saja masih dalam satu koridor arti yang hampir sama, yakni berpindah atau bergerak. Tentu saja berpindah atau bergerak menjadi lebih baik dengan “meninggalkan” kenangan lama yang membawa kesedihan. Biasanya kata move on ini sering kita dengar dari para remaja yang ingin melupakan masala lalunya untuk memulai aktivitas kehidupan yang baru. Biasanya pula, move on berkaitan dengan hal percintaan. Apakah benar seperti itu?
            Tidak salah jika move on dikaitkan dengan hal percintaan. Akan tetapi ini berlaku juga untuk kisah hidup lainnya, karena bergerak menjadi lebih baik adalah wajib untuk segala sisi kehidupan. Salah satu penulis dalam buku antologi Move On ini adalah pustakaan dari UMMagelang, Jamzanah Wahyu Widayati dengan judul tulisannya ”Move On Menuju Masyarakat Akademis yang Literate”. Membaca judul tersebut, move on tidak hanya melulu masalah pecintaan saja.
            Penulisan karya ilmiah, literasi, dan plagiasi adalah kata-kata yang sering kita temuai sebagai hal yang seiring sejalan. Penulisan karya ilmiah akan berhasil baik apabila penulis menguasai literasi yang baik sehingga terhindar dari tindakan plagiat. Tingkat pengukuran plagiat adalah dengan uji similarity melalui aplikasi turnitin dan sejenisnya. Tetapi, ada hal yang perlu kita renungkan kembali terkait dengan deteksi plagiat ini. Penulis mengatakan dalam buku ini bahwa kita perlu merenungkan kembali proses penciptaan karya ilmiah tersebut. Alangkah baiknya jika proses penulisan karya tersebut dan tidak hanya berfokus pada hasil. Hasil suatu karya jika dicek melalui mesin pengukur tingkat kesamaan, dapat saja dikatakan aman dari batas maksimal. Plagiarisme yang tidak terdeteksi dengan mesin sejatinya lebih berbahaya, karena menyangkut moral diri. Proses hingga hasil mesti diwarnai dengan kejujuran.
            Kejujuran seperti apa? Kejujuran dan keadilan bukan saja pada peneliti terdahulu yang biasanya kita sitasi karyanya, akan tetapi pada rekan seperjuangan dalam penelitian. Hasil pemikiran perlu dihargai, sehingga jika karya hasil penelitian adalah karya bersama, maka nama peneliti mesti dicantumkan dengan benar. Jadi perlu kita move on,  bukan hanya untuk menghindarkan kita dari deteksi plagiarisme, akan tetapi juga agar beretika. Move on menuju masyarakat akademis yang literate dan beretika.
            Pemaknaan move on lain dapat dibaca pada buku antologi ini dari 23 penulis lainnya. Membaca buku ini akan menemukan berbagai pemaknaan move on dalam hidup. Namun yang pasti dari berbagai pemaknaan move on itu, akan membawa kita lebih mantap move on dalam menjalani hidup menjadi lebih baik.
 By: jamzanah 

PUKIS: Pustakawan Berkisah


Judul               : PUKIS: Pustakawan Berkisah
Penulis             : Tim Ayo Menulis
Penyunting      : Ayumungil
Penerbit           : Sidoarjo, Ay Publisher, 2020
ISBN               :  978 623 7774 27 1
Tebal               : viii, 201 hlm

Pustakawan adalah satu profesi yang diakui dan bermanfaat bagi umat. Menjadi pustakawan merupakan sebuah pilihan untuk menjadikan diri bermanfaat dalam menggunakan ilmu yang dimiliki. Perjalanan menjalani sebuah profesi tidak selalu menyenangkan seperti yang diharapkan, termasuk menjadi pustakawan. Riak dan rintangan pasti akan dilalui sebagai bumbu sedapnya sebuah perjalanan. Kendala yang dihadapi akan memperkaya dan mendewasakan kita dalam bertindak dan berinovasi.
Orang akan mempunyai pengalaman yang berbeda meski dalam satu profesi. Setiap pustakawan mempunyai sisi yang unik untuk dikenang dan mungkin bermanfaat untuk dibagikan. Buku Pukis ini mengisahkan kehidupan pustakawan sebagai penyelenggara layanan perpustakaan. Pukis merupaka karya antologi dari para pustakawan yang berkenan membagikan lebih jauh kisah mereka di perpustakaan.
Pustakawan berkisah tentang apa yang dialami dalam dunia perpustakaan dimana orang menganggap perpustakaan adalah sebuah gedung dengan tumpukan bukunya. Pustakawan mempunyai berbagai kisah berada di dunia perpustakaan dengan segala dinamikanya. Beberapa pustakawan yang tergabung dalam penulisan buku ini, salah satunya adalah pustakawan UMMagelang, Jamzanah Wahyu Widayati dengan judul Menjadikan Perpustakaan “Ada” dengan Berprestasi.
Awal kisah menjalankan tugasnya sebagai pustakawan, ia merasa percaya diri dan baik-baik saja. Justru ketika beberapa waktu menjalani pekerjaan, barulah terasa realita yang dihadapi. Mulai dari fasilitas sampai pada kebijakan dan mindset sekitar tentang keberadaan perpustakaan. Pernah merasa hanya dibutuhkan saat harus mengisi angka-angka pada borang akreditasi tanpa diperhatikan proses mencapai anka untuk mengisi borang tersebut. Akhirnya penulis menyadari bahwa perpustakaan akan dapat berkembang dengan baik jika pustakawannya “cerdas”. Penulis mempunyai keyakinan dengan proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula. Jika hasil yang baik belum terwujud, itu menjadi bagian dari proses menuju kesuksesan. Berjuang dengan berprestasi menjadikan perpustakaan yang sebelumnya dianggap tidak ada kini menjadi penting keberadaannya.
Kisah lain juga dapat dinikmati dalam buku dari 18 penulis lainnya. Beragam kisah disajikan dengan bahasa yang santai dan memberikan pelajaran melalui pengalaman penulis. Kisah pustakawan dalam suka dukanya akan membawa kita mengembara pada kisah yang mungkin saja dialami juga oleh pustakawan lain yang belum berbagi melalui buku ini. Pustakawan yang semula kehilangan motivasi dalam menjalankan tugasnya, akan menjadi tergugah kembali untuk berinovasi. Kendala dan hambatan yang dikisahkan nikmat untuk kita resapi.
by: Jamzanah







Senin, 29 Juni 2020

Perpustakaan UMY Kembali Menyelenggarakan Kegiatan IQRA


Setelah berlangsung Iqra (Increasing your thesis Quality through Reading Ability) 1, 2, dan 3 berhasil, maka akan dilanjutkan Iqra 4 dan 5. Catat  hari,  tanggal, dan jam penyelenggaraannya:

No. Hari,tgl. Jam                             Tema                         Narasumber
  1. Sabtu, 4 Juli 2020,       Sosialisasi dan                Irwan Sukardi 
      Pukul 09.00-11.00       Strategi Tembus             Business Manager
                                               Emerald                            Indonesia of Emerald
  1. Rabu, 29 Juli 2020      Research Workflow       Johan Jang
           Pukul 13.00 – 15.00     with Elsevier                  Customer Consultant
                                                                                               Elsevier South East Asia
----------------------------------------------------------------------------------------------------
   


Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom, terkai Id dan Password, akan dikonfirmasi melalui email peserta

Assesment ulang (re-akreditasi) Perpustakaan UMS




Assesment ulang (re-akreditasi) Perpustakaan UMS

Sabtu 27 Juni 2020 Perpustakaan Unversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan assesment ulang (re-akreditasi) oleh Perpustakaan Nasional RI. Assesment ulang (re-akreditasi) ini dilakukan untuk mengetahui konsistensi Perpustakaan UMS dalam menjaga kualitas layanan sesuai dengan standar nasional perpustakaan. Setelah sempat mengalami beberapa kali pengunduran jadwal pelaksanaan yang salah satunya dikarenakan adanya pandemi covid-19, akhirnya assesment ulang berhasil dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom.

Assesment ulang secara daring ini, diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Rektor UMS Prof.Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I bidang akademik dan kerjasama Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si. Apt., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Hari Prasetyo, P.Hd., Kepala Perpustakaan UMS Mustofa, S.E. dan para pustakawan UMS. Dalam sambutannya, Rektor UMS menyampaikan tentang komitmen dan dukungan pimpinan perguruan tinggi terhadap berbagai upaya kegiatan pengembangan yang telah dilakukan perpustakaan. Prestasi UMS yang mampu menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi UniRank, tidak lepas dari peran dan kontribusi perpustakaan sebagai salah satu komponen pendukung yang ada di UMS. Usai pembukaan, acara assesment dilanjutkan dengan presentasi dan pemutaran video profil Perpustakaan UMS.




Asesor yang bertugas pada assesment ulang ini adalah Drs. Supriyanto M.Si, Dra. Sri Sularsih, M. S., dan Drs. Sudirwan Hamid, M.H. Selain melakukan verifikasi bukti fisik dari 6 komponen, para asesor juga melakukan peninjauan ruangan, layanan dan sarana prasarana perpustakaan secara daring.  Dipandu oleh pustakawan senior UMS Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. dan Ken Retno Yuniwati, S.IP, asesor diajak untuk melakukan Library Tour secara daring ke semua lantai yang ada di perpustakaan berikut layanan dan fasilitas yang ada di dalamnya.




Di akhir acara assessment ulang, tim asesor menyampaikan resume skor akhir penilaian sementara. Berdasarkan hasil verifikasi bukti fisik, pengamatan data, dan peninjauan kondisi di lapangan secara daring, tim asesor menyampaikan bahwa Perpustakaan UMS mencapai skor baik

Kepala Perpustakaan UMS menyampaikan bahwa apa yang sudah dicapai oleh Perpustakaan UMS hingga saat ini merupakan upaya bersama seluruh staf, yang tidak pernah berhenti untuk terus berkreasi dan berinovasi.


Alhamdulillah, semoga hasil yang maksimal penuh dengan barokah. Aamiin (kry)


Jumat, 26 Juni 2020

Peranan Pustakawan UMSU Dalam Penerapan Layanan Bebas Pustaka Selama Work From Home di Masa Pandemi Covid-19

Peranan Pustakawan UMSU Dalam Penerapan Layanan Bebas Pustaka Selama Work From Home di Masa Pandemi Covid-19
 Nurhidayah, S.Sos 
Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
 nurhidayah@umsu.ac.id 
ABSTRAK 
Perpustakaan memerlukan sebuah layanan dalam mengembangkan perpustakaanya. Layanan yang ada diperpustakan menjadi suatu tolak ukur untuk mengetahui seberapa termanfaatkan kah perpustakaan tersebut oleh pemustaka. Layanan tersebut salah satunya adalah layanan bebas pustaka. Layanan bebas pustaka di perpustakaan UMSU memiki prosedur yang berbeda ketika masa pandemi Covid-19, dikarenakan mahasiswa diliburkan dan juga tenaga kependidikan UMSU melaksanakan Work From Home. Prosedur tersebut dibuat untuk memudahkan mahasiswa memahami langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ketika mengurus bebas pustaka pada masa pandemic Covid-19 berlangsung. Agar layanan tersebut dapat berjalan dengan baik dibutuhkan peranan pustakawan untuk a) membantu kepala perpustakaan dalam menetapkan prosedur layanan bebas pustaka yang akan ditetapkan, b) melakukan sosialisasi informasi literasi melalui website perpustakaan maupun dari sosial media berupa instagram maupun facebook, c) membantu mengarahkan mahasiswa yang ingin melakukan bebas pustaka, d) membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiwa dan memberikan informasi tentang layanan yang lain yang ada di perpustakaan. Kata Kunci : Peranan pustakawan, Layanan bebas pustaka, Perpustkaan UMSU PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perpustakaan di masa lalu selalu diidentikan dengan koleksi buku yang banyak, menumpuk bahkan berdebu, ruangan yang membosankan, tenaga perpustakaan yang tidak bersahabat dan masalah klasik lainnya sehingga perpustakaan menjadi kurang menarik untuk dikunjungi. Oleh karena itu untuk menghilangkan kesan tersebut perpustakaan terus mengembangkan diri agar tidak ditinggalkan oleh peminatnya. Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan teknologi saat ini dan tidak menutup diri atas kemajuan teknologi. Perkembangan perpustakaan saat ini juga semakin maju, salah satunya perpustakaan perguruan tinggi yang harus mengimbangi layanan sesuai kebutuhan civitas akademika salah satunya layanan berbasis teknologi informasi. Layanan merupakan aspek penting pada sebuah perpustakaan. Layanan juga dapat dikatakan sebagai suatu citra diri dari perpustakaan. Dengan adanya layanan pada suatu perpustakaan dapat mempengaruhi kualitas perpustakaan itu sendiri. Layanan yang diberikan tidak terlepas dari peranan pustakawan sebagai pihak yang membantu dalam memberikan layanan tersebut sehingga pemustaka mendapatkan kebutuhan informasi sesuai dengan yang diharapkan. Seiring perkembangan zaman, peranan pustakawan menjadi lebih beragam. Pustakawan dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih di era tantangan global seperti sekarang ini agar menghasilkan kinerja yang semakin nyata sesuai dengan visi misi perpustakaan yakni Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Perpustakaan UMSU sendiri memilki 8 pustakawan yang masing-masing memiliki peranan dalam memajukan perpustakaan dan sudah kompeten dibuktikan dengan tersertifikasinya para pustakawan tersebut. Di masa sekarang ini dimana dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang memberikan banyak dampak terhadap segala aspek kehidupan tak terkecuali pada bidang pendidikan seperti universitas. Perpustakaan yang merupakan bagian dari universitas harus siap menerima kondisi sekarang ini dan dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi layanan perpustakaan saat krisis Covid19. Untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pimpinan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuat kebijakan Work From Home atau bekerja dari rumah kepada seluruh tenaga pendidikan UMSU tak terkecuali tenaga pendidikan yang ada di perpustakaan yaitu pustakawan. Tetapi dengan begitu, walaupun perpustakaan ditutup tidak menghalangi perpustakaan UMSU untuk memberikan layanan-layanan yang ada di perpustakaan , Pepustakaan UMSU menyediakan banyak layanan yang dapat di akses pemustaka secara online tanpa harus datang ke perpustakaan, salah satunya seperti layanan bebas pustaka. Layanan bebas pustaka adalah layanan yang diberikan untuk mahasiswa yang akan melaksanakan sidang skripsi, cuti kuliah dan juga pindah kuliah tetapi harus menyelesaikan segala bentuk pinjaman buku terlebih dahulu untuk mendapatkan surat keterangan bebas pustaka. Layanan ini memang sudah ada lama di Perpustakaan UMSU, tetapi selama pandemi Covid-19 layanan ini dibuat se efektif mungkin untuk membantu mahasiswa yang ingin bebas pustaka ketika perpustakaan ditutup karena seluruh staf melaksanakan Work From Home. LANDASAN TEORI A. Peran Pustakawan 1. Pustakawan Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2011:927), disebutkan bahwa pustakawan adalah orang yang bergerak dalam bidang ilmu perpustakaan; ahli perpustakaan. Sedangkan menurut Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), pustakawan ialah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Menurut UU No. 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 8 tentang perpustakaan, Pustakawan adalah seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan, serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Dari uraian di atas dapat dismpulkan bahwa pustakawan adalah individu yang merupakan tenaga profesional di bidang perpustakaan dan informasi yang kompeten dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang ada diperpustakaan, salah satunya yaitu dalam memberikan layanan yang ada diperpustakaan. 2. Peran Pustakawan Peran pustakawan di era informasi merupakan hal yang penting untuk memberikan pelayanan informasi kepada pemustaka. Menurut June Abbas dalam Sudarsono (2000), beberapa peran pustakawan antara lain : a. Pustakawan sebagai gerbang baik menuju masa depan maupun masa lalu. b. Pustakawan sebagai guru atau yang memberdayakan. c. Pustakawan sebagai pengelola pengetahuan. d. Pustakawan sebagai pengorganisasi jaringan sumberdaya informasi. e. Pustakawan sebagai pengadvokasi pengembangan kebijakan informasi. f. Pustakawan sebagai partner masyarakat. g. Pustakawan sebagai kolaborator dengan penyedia jasa teknologi h. Pustakawan sebagai teknisi i. Pustakawan sebagai konsultan informasi Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan pustakawan sangat penting, karena mereka merupakan individu yang dapat dikatakan multitalenta dan profesi tersebut merupakan bukan hal yang mudah, merekalah sebagai penentu yang dapat mengantisipasi berbagai gambaran dan imajinasi untuk perkembangan perpustakaan yang akan dicapai dimasa mendatang. Secara ringkas, dapat dinyatakan bahwa baik buruknya perpustakaan dapat dilihat dari bagaimana peranan pustakawan dalam memajukan perpustakaan yang dinaunginya. B. Layanan Perpustakaan 1. Pengertian Layanan Perpustakaan Layanan perpustakaan adalah bentuk layanan yang diberikan petugas kepada pengguna perpustakaan dalam memanfaatkan perpustakaan. Menurut Darmono (2007), layanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pemakai perpustakaan tentang hal-hal berikut : a. Segala bentuk informasi yang dibutuhkan pemakai perpustakaan, baik untuk dimanfaatkan di tempat ataupun untuk dibawa pulang untuk digunakan di luar ruang perpustakaan, b. Manfaat berbagai sarana penelusuran informasi yang tersedia di perpustakaan yang merujuk pada keberadaan sebuah informasi. Menurut Lasa Hs (2007), ”Layanan perpustakaan merupakan upaya pemberdayaan yang dapat berupa penyediaan jasa sirkulasi, baca di tempat, pelayanan rujukan, penelusuran literatur, penyajian informasi terbaru, penyajian informasi terseleksi, pelayanan audio visual, pelayanan internet, bimbingan pemakai, jasa fotokopi, pelayanan reproduksi, pelayanan terjemahan, pelayanan pinjam antar perpustakaan, dan pelayanan konsultasi” Menurut Yoyo (2004) layanan perpustakaan terdiri dari dua jenis layanan, yaitu: a. Layanan Teknis merupakan layanan yang tidak langsung berhubungan dengan pembaca (technical services), yang pekerjaannya meliputi: 1) Pengadaan bahan pustaka 2) Pengorganisasian bahan pustaka atau pengolahan bahan pustaka 3) Administrasi lainnya. b. Layanan pembaca merupakan layanan yang langsung berhubungan dengan pembaca atau pemakai perpustakaan, yang pekerjaannya meliputi: 1) Layanan sirkulasi 2) Layanan referansi 3) Layanan ekstensi 4) Layanan silang layan. Dari semua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa layanan perpustakaan banyak jenisnya dengan tujuan utamanya adalah untuk kepuasan pengguna dalam memperoleh kebutuhan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Segala jasa yang dibutuhkan mahasiswa diperpustakan dapat dikatakan sebagai suatu layanan. 2. Surat Keterangan Bebas Pinjam (Bebas Pustaka) Menurut Lasa Hs (2007: 171), untuk menjaga keutuhan koleksi secara keseluruhan, maka tiap anggota yang telah habis masa keanggotaannya atau untuk keperluan lain, diperlukan keterangan bebas pinjam. Kegunaaan bebas pinjam ini untuk mengecek apakah pinjaman telah kembali semua atau belum.Selain itu keterangan bebas pinjam juga berfungsi untuk mencegah kemungkinan kehilangan bahan pustaka. Menurut Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (Depdiknas, 2004: 84), prosedur kegunaan dari keterangan bebas pinjam diperlukan untuk ujian akhir, yudisium,penerimaan ijazah dan pindah studi ke perguruan tinggi lain. PEMBAHASAN Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi swasta di Kota Medan yang meraih Akreditasi A. Pepustakaan UMSU terletak di Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yaitu di Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan . Perpustakaan UMSU sendiri telah berbenah dalam 3 tahun terakhir dan melakukan perubahan-perubahan untuk memajukan perpustakaan. Perubahan tersebut berupa perubahan layout perpustakaan dan juga perubahan dalam bidang layanan. Perubahan dalam bidang layanan tersebut lebih kepada inovasi yang dibuat perpustakaan agar lebih memudahkan civitas akademika UMSU terutama mahasiswa memanfaatkan layanan yang tersedia di perpustakaan UMSU. Salah satu layanan tersebut merupakan layanan bebas pustaka. Layanan bebas pustaka di perpustakaan UMSU memang dahulu sudah diterapakan, tetapi penerapannya belum merata pada semua program studi yang ada di UMSU sehingga banyak koleksi buku yang berhilangan,karena tidak dikembalikan. Belajar dari pengalaman tersebut, sejak perpustakaan UMSU dipimpin oleh kepala perpustakaan yang baru yaitu Bapak Muhammad Arifin, S.Pd, M.Pd dan juga adanya penambahan pustakawan sebanyak 6 orang dari yang sebelumnya hanya 2 orang membuat perpustakaan memiliki harapan untuk berubah, banyak ide yang bermunculan seperti bagaimana perpustakaan dapat terus berkembang mengikuti teknologi informasi dan diterapkan pada layanan di perpustakaan. Dengan adanya layanan yang memanfaatkan teknologi informasi yang dalam bahasan ini berupa layanan bebas pustaka dapat dilakukan dimana saja oleh mahasiwa secara online untuk menyelesaikan urusan tersebut tanpa harus datang ke perpustakaan terlebih lagi masa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan kondisi sekarang ini mahasiswa diliburkan dan tenaga kependidikan juga bekerja dari rumah (Work From Home). Dengan begitu layanan bebas pustaka tetap berjalan dan pelaksanaannya diatur sesuai dengan kebijakan yang dibuat oleh kepala perpustakaan. Adapun penerapan layanan bebas pustaka selama masa pandemi Covid-19 di Perpustakaan UMSU adalah dengan dibuatnya terlebih dahulu kebijakan mengenai prosedur pembuatan surat keterangan bebas pustaka yang kemudian diinfokan melalui media sosial seperti instagram, facebook dan juga menempel selebaran-selebaran kebijakan tersebut dilingkungan Kampus UMSU Setelah mahasiswa melihat prosedur tersebut biasanya mereka akan bertanya melalui fitur chat pada aplikasi whatsapp seperti contoh dibawah ini : Mahasiswa yang ingin melaksanakan bebas pustaka mengirim foto KTM mereka kemudian pustakawan memeriksa pada sistem perpustakaan digilib.umsu.ac.id untuk memastikan apakah mereka memiliki pinjaman buku ataupun denda. Bagi mahasiswa yang ingin mengurus bebas pustaka tetapi masih memiliki pinjaman buku atau memiliki denda harus menyelesaiakan terlebih dahulu urusan tersebut. Buku yang dipinjam dapat dikembalikan melalui pengiriman via Go send atau melalui kurir Jne, J&T ke alamat perpustakaan UMSU. Bagi mahasiswa yang pinjamannya terdapat denda dapat melakukan transfer ke nomor rekening yang sudah ditetapkan seperti yang tertera pada kebijakan yang sudah dibuat dan mengirimkan bukti transfer tersebut kepada nomor kontak pustakawan yang tersedia . Setelah itu mahasiswa mengisi data mereka pada form http://literasi.umsu.ac.id/main/bebaspustaka dengan benar karena surat yang nantinya dikirimkan ke email mereka sesuai dengan data yang mereka isi pada form tersebut. Berikut tampilannya : ketika mahasiswa telah selesai mengisi semua data akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini Setelah selesai mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan, surat keterangan bebas pustaka akan dikirimkan ke alamat email mahasiswa yang bersangkutan seperti gambar dibawah ini. Sedangkan peranan pustakawan dalam penerepan layanan bebas pustaka salah satunya yaitu a) membantu kepala perpustakaan dalam menetapkan prosedur layanan bebas pustaka yang akan ditetapkan, b) melakukan sosialisasi informasi literasi melalui website perpustakaan maupun dari sosial media berupa instagram maupun facebook, c) membantu mengarahkan mahasiswa yang ingin melakukan bebas pustaka, d) membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiwa dan memberikan informasi tentang layanan yang lain yang ada di perpustakaan. PENUTUP Kesimpulan Penerapan layanan bebas pustaka yang dilakukan Perpustakaan UMSU yaitu sebagai inovasi layanan pada masa pandemi Covid-19 yang tentunya tidak terlepas dari peranan pustakawan dalam membantu mahasiswa memanfaatkan layanan tersebut. Pustakawan sebagai konsultan informasi ataupun menjadi tempat bertanya apabila mahasiwa yang ingin melaksanakan bebas pustaka mengalami kebingungan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Penerapan layanan bebas pustaka yang diterapkan perpustakaan UMSU dinilai sebagai cara yang kiranya dapat memudahkan mahasiswa mengurus keperluan tersebut tanpa harus datang ke perpustakaan karena tekendala kondisi sekarang ini dan diharapakan dapat memberikan kemudahan pelayanan terutama selama masa pandemi Covid-19, meningkatkan kualitas layanan di UPT Perpustakaan UMSU serta memberikan kepuasan kepada pemustaka dalam menyelesaikan bebas pustaka Saran Dalam penerapan layanan bebas pustaka yang dilaksanakan selama masa pandemi Covid - 19 diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif penerapan tersebut misalnya melalui pengisian quisioner dan kedepannya apabila dinilai efektif dan efisien akan tetap berlanjut seperti ini atau dikembangkan jadi lebih baik lagi dan kepada para pustakawan untuk terus meningkatkan semangat kerja dalam memberikan pelayanan terbaik. DAFTAR PUSTAKA Darmono. (2007). Perpustakaan Sekolah . Jakarta: Grasindo. Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2004). Perpustakaan Perguruan Tinggi ; Buku Pedoman Edisi ke-3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Depdiknas. (2011). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Lasa, H. (1995). Jenis-Jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Lasa, H. (2007). Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Perpustakaan Nasional RI . (2007). Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 . Jakarta: Perpustakaan Nasional RI . Sudarsono, B. (2000). Peran Pustakawan di Abad Elektronik : Impian dan Kenyataan . Jakarta : PDII-LIPI . Yoyo, Y. (2004). Layanan Perpustakaan . Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Webinar "Tembus Jurnal Scopus, Why not?"


Sabtu, 27 Juni 2020 Perpustakaan UMY menyelenggarakan webinar dengan judul "Tembus Jurnal Scopus, Why not?". Kegiatan tersebut akan diisi oleh Prof Agus Setyo Muntohar. Bagi anda yg ingin mengikutinya maka dapat bergabung melalui aplikasi zoom dg id dan password di bawah ini


Dokumentasi Webinar Pengenalan Metode Penelitian Online (Daring) di Era New Normal

23 Juni 2020 Perpustakaan UMY mengadakan kegiatan Webinar Pengenalan Metode Penelitian Online (Daring) di Era New Normal. Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan tersebut

Rabu, 24 Juni 2020

SI ANAK PEMBERANI, PEMBELA KEBENARAN DAN KEADILAN


SI ANAK PEMBERANI, PEMBELA KEBENARAN DAN KEADILAN
Oleh: Irkhamiyati, M.IP*
Si Anak Pemberani Mamak, Serial Anak Nusantara Halaman 1 ...
Judul               : Si Anak Pemberani
Pengarang       : Tere Liye
Terbitan           : Jakarta: Republika Penerbit, 2018, 424 hlm.

Eliana, atau Kak Eli terlahir sebagai anak sulung. Itulah yang menjadikan dia tak lepas dengan kodratnya yang harus mampu menjadi anak yang kuat, yang mampu melindungi dan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Suatu ketika hal tersebut seolah menjadi beban baginya. Suatu hari dia lengah dalam mengawasi adiknya, yang menyebabkan kaki adiknya terluka. Mamak tak menghiraukan ketika Eli pulang selepas menonton layar tancap, sebagai bentuk hukuman. Eli lantas kabur selama tiga hari ke rumah Wak Yati budhenya. Eli marah dengan mamak. Dia merasa diusir mamak dari rumah, karena malam hari pertama ketika dia kabur, menurut Wak Yati, mamak mengantarkan kebutuhan sekolah dan baju-baju pengganti. Bahkan ketika bertemu Amelia adiknya, saat mengaji di rumah Nek Kiba, Amel bercerita kalau mamak tak menanyakannya. Eli bertambah marah karena pada malam ke tiga dia kabur, yang menjemputnya pulang bapak, bukan mamak. Namun akhirnya setelah dia mendengar pembicaraan Wak Yati dengan seorang perempuan malam-malam, dia baru sadar bahwa selama ini meskipun Eli kabur, ternyata mamak selalu mengeceknya, membetulkan selimutnya, menciumnya, dsb. Eli pun akhirnya menyadari begitu besar cinta, kasih sayang, dan  pengorbanan mamak untuk dia dan adik-adiknya tanpa membedakannya.
Eli dan ketiga adiknya, yaitu Pukat, Burlian, dan Amelia sama-sama didik oleh bapak dan mamak dengan hidup yang sederhana, kerja keras, disiplin, dan penuh religi. Hal tersebut yang selalu dibekalkan kepada anak-anak Pak Syahdan dan Mak Nung yang akhirnya mengantarkan mereka menjadi orang sukses di kemudian hari. Selama ini Eli sudah terbiasa membantu pekerjaan orang tua. Kemampuan mamaknya yang multitasking juga menurun kepadanya, termasuk kebiasaan mengomel ketika adik-adiknya ketika mereka nakal, bahkan melebihi omelan mamak kepada anaknya.
            Si sulung Eli meskipun seorang perempuan, namun punya keberanian yang luar biasa. Dia pun selalu rangking 1 di kelasnya sejak kelas satu sampai kelas lima. Di usinya yang masuk kelas 6 SD, keberaniannya semakin terlihat. Ia tidak pernah menangis untuk masalah yang sepele. Suatu ketika tak sengaja dia dan Amel menunggu ayahnya dan beberapa tokoh kampung yang sedang melakukan pertemuan dengan orang-orang penting di gedung kota. Mereka sedang membahas masalah penggalian pasir yang dilakukan di kampungnya. Eli mendengar seseorang telah mengatakan kalau bapaknya tak mampu membelikan baju baru untuk anak-anaknya, bisanya di loakan, dsb. Itulah saat pertama kali dia menangis. Dia merasa sakit hati oleh omongan Pak Johan. Dia adalah pengusaha pasir atau mantan mandor bapaknya ketika bekerja sebagai kuli bangunan saat membangun Bandara Palembang. Pak Johan mengatakan bahwa bapak adalah keluarga misikin. Spontan Eli berteriak keras di depan ruang pertemuan: "Jangan hina bapakku, walau kami hidup sederhana, sungguh keluarga kami tidak hina. Bapak kami tidak pernah mengambil yang bukan haknya, apalagi menghidangkan nafkah busuk ke meja makan. Hal itu membuat seisi ruangan terdiam, dan mengakhiri rapat yang belum juga menemukan kesepakatan. Penambang pasir tetap ngotot melakukan penambangan karena merasa sudah mengantongi ijin.  Sementara masyarakat yang diwakili bapak, kepala kampung, dll, tetap menolak kegiatan tersebut yang dinilai merusak alam dan menguntungkan pengusaha saja.
Sebagai anak yang pemberani, Eli tak kalah beraninya dengan kawan-kawan laki-laki di sekolah. Berbagai tantangan selalu dia terima yang diakhiri dengan kemenangan. Contohnya saat Anton menantangnya dalam berbagai lomba, termasuk mengumandangkan Adzan Magrib di masjid kampong mereka. Tak heran, setelah penduduk kampung mendengar suara anak perempuan adzan, semua berdatangan ke masjid. Pengadilan dimulai, yang diakhiri dengan pembelaan oleh Nek Kiba, guru ngaji di kampung. Suara adzan Eli setidaknya lebih kuat daripada suara adzannya laki-laki. Terbukti setelah Eli adzan, penduduk kampung berdatangan, entah hanya sekedar melihatnya, memarahinya, atau memang mau solat di masjid. Begitu juga yang sedang asyik nongkrong-nongkrong mereka bergegas ke masjid, tidak seperti biasanya . 
Keberanian Eli melawan penambang pasir yang meresahkan penduduk kampung, menginspirasi dia dan 3 temannya membentuk Gank Buntal. Mereka mulai melakukan pengintaian ke tambang pasir dan menyusun strategi penyerangan untuk mengempesi ban. Aksi pengempesan ban gagal, yang menyebabkan dia bersama ganknya diselamatkan Marhotap (teman yang sebelumnya membuatnya kesal), dengan menyelam di Lubuk Larangan. Mulai saat itu Eli dan Marhotap berdamai, apalagi setelah Marhotap menceritakan rahasia tempat dia mencari batu alam yang bagus-bagus untuk dijadikan berbagai manik-manik dan aksesoris yang mahal harganya.
 Sejak aktivitas pengerukan pasir, ladang jagung gagal panen, air sungai keruh sehingga tidak bisa untuk mandi, mencuci, dan sulit mencari ikan, termasuk keluarga Marhotap susah mencari bebatuan indah untuk souvenir. Begitu pula dengan petani yang mau menyeberang ke ladang seberang sungai tidak diijinkan melewati pos pengeruk pasir. Penduduk banyak dirugikan.
Suatu malam setelah selesai mengaji, Eli dipamiti Marhotap untuk melemparkan kantong balon yang berisi bensin ke truk pengeruk pasir. Misi Marhotap adalah meledakkan truk-truk itu sehingga penambang pasir akan meninggaplkan kampung mereka. Marhotap berhasil meledakkan beberapa truk, namun dia gagal menyelamatkan diri. Dia terkena tembakan, dan jasadnya tak ditemukan. Eli yang malam itu menyaksikan peristiwa nahas tersebut menceritakan ke bapaknya. Namun sampai proses penyelidikan berlangsung, Eli oleh polisi justru dikatakan kalau dia hanya berimajinasi saja. Pak Johan terlalu pintar dan berpengalaman dalam menyuap pejabat dan polisi, termasuk menghilangkan barang bukti. Semua truk yang terbakar telah disingkirkan, bahkwan ke mana mereka mengubur Marhotap tak seorang pun yang mengetahuinya.
Peristiwa di atas menambah amunisi keberanian Eli. Terlebih ketika dia tak sengaja mendengar pembicaraan anak buah Pak Johan. Mereka mengatakan bahwa baju berdarah dan batu manik-manik Marhotap mereka simpan di laci meja pos penjagaan pengerukan pasir dan tidak dikunci. Tanpa pikir panjang, Eli langsung menyusun strategi bersama Gank Bantalnya. Mereka ingin mengambil barang bukti tersebut. Sayang sekali, untung tidak berpihak di Gank Buntal, ternyata mereka masuk dalam jebakan yang sudah disusun Pak Johan. Omongan anak buah Pak Johan hanya untuk memancing Eli dan kawan-kawan datang. Setelah itu Pak Johan akan menawarkan negosiasi kepada penduduk. Dia akan menukar anak-anak itu dengan ijin penambangan penduduk. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya Eli dan gangnya sudah berhasil mengumpulkan semua tanda tangan atau cap jempol semua penduduk atas penolakan penambangan pasir tersebut. Sayangnya hal itu dianggap tidak legal dan tidak fair oleh pejabat dan Pak Johan.
Malam itu Eli dan ganknya masuk perangkap Pak Johan. Mereka disekap dalam sebuah truk kontainer yang gelap dalam keadaan mulut tertutup. Berbagai usaha Eli dan ganknya dilakukan untuk melepaskan diri gagal. Kepasrahan akhirnya yang bisa dilakukan, hingga terdengar suara gemuruh. Ternyata hujan turun lebat yang menyebabkan banjir bandang dan meratakan pos penambangan pasir. Semua truk terbawa arus, termasuk kontainer tempat menyekap mereka.
Pagi hari setelah air surut penduduk membuka kontainer yang tersangkut di antara pohon-pohon di hutan dekat penambangan pasir. Eli dan kawan-kawan selamat. Jasad Marhotap yang dikuburkan di hutan larangan ditemukan. Kalung manik pemberian Marhotap yang kuminta untuk disimpannya juga ditemukan dalam sakunya. Itulah kenang-kenangan untuk Eli selamanya. Pak Johan tidak menambang pasir lagi di kampung mereka. Setidaknya usaha Eli untuk menyelamatkan alam sekitar dan hutan di wilayahnya sudah dilakukan, meskipun setelah Eli dewasa dan menjadi pengaca sukses serta pakar lingkungan alam, terdengar kabar kalau Pak Johan sudah mulai merencanakan penambangan batu bara lagi di kampung mereka. Eli siap berjuang melawan kebenaran dan keadilan, sesuai cita-citanya sejak kecil. Eli memang si Anak pemberani.
Setelah membaca novel ini, alur ceritanya saya rasakan sama dengan gaya penulisan dalam serial anak mamak di novel-novel sebelumnya. Penulis terkesan memutus satu kasus yang nantinya akan dimunculkan sebagai akhir cerita di bab terakhir, agar pembaca penasaran. Serial Si Anak Pemberani ini tetap menarik untuk dibaca sebagai motivasi bagi anak-anak Indonesia. Pesan kuat dalam novel ini yaitu bahwa masa anak-anak jangan hanya dihabiskan untuk bermain saja. Anak harus dididik dengan benar sejak kecil tanpa mengurangi kemerdekaan masa bermainnya, agar kelak menjadi orang yang sukses dan benar di masa depan.
·         Penulis adalah Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta