Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 10 Juni 2020

MEMAAFKAN ORANG LAIN




          Dalam kehidupan bermasyarakat ini, kadang terjadi fitnah memfitnah. Apalagi di jaman merebaknya media sosial, orang sangat mudah dan cepat membuat dan menyebarkan fitnah dalam hitungan detik.
      Perbuatan ini merupakan bentuk pendzaliman bagi yang difitnah. Namun di sisi lain, mereka yang difitnah perlu kesabaran tersendiri. Apabila keterlaluan kiranya dapat diserahkan kepada pihak kepolisian. Insya Allah akan segera ditindaklanjuti, meskipun si pemfitnah menggunakan sandi-sandi tertentu. Ini untuk menghentikan perilaku yang meresahkan masyarakat.
      Kiranya tidak perlu ftnah dibalas dengan fitnah. Kalau demikian keadaan tidak akan tenteram dan tidak  akan ada habis-habisnya. Memaafkan kejelekan orang lain merupakan perilaku yang mulia disisi Allah dan dihormati masyarakat. Rasulullah Saw memberikan contoh dan menunjukkan kebesaran jiwanya, keagungan, kewibawaan, dan kehormatan beliau. Beliau memaafkan pada orang yang akan membunuhnya.
          Suatu ketika Zainab binti Al Harits pernah melakukan usaha pembunuhan terhadap diri Rasulullah Saw dengan racun. Zainab isteri Salam bin Masykam (salah seorang tokoh Yahudi) berhasil membubuhkan racun pada sate yang dihidangkan kepada Rasulullah Muhammad Saw.
          Saat itu Rasulullah Saw bersama Bisyr bin Ma’rur akan menyantap hidangan tersebut. Saat itu Bisyr sempat menelan daging beracun itu dan beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. Sedangkan Nabi Muhammad Saw baru tahap mengunyah lalu memuntahkannya kembali dan mengatakan :”Daging itu memberitahukan padaku bahwa dia beracun”.
          Setelah kejadian itu, Zainab dipanggil Rasulullah Saw dan ditanya :”Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu?. Wanita itupun menjawab :” Kiranya bukan rahasia lagi bahwa kaumku ingin membunuh tuan. Apabila tuan adalah seorang raja, pasti telah mati oleh racun tadi. Akan tetapi apabila tuan itu seorang nabi, maka tidak mungkin mati karena racun itu. Sebab tuan pasti diberitahu Allah bahwa daging itu mengandung racun.Nyatanya tuan selamat setelah makan daging beracun itu, maka saya yakin bahwa tuan adalah nabi”.
Kemudian Rasulullah Saw memaafkan dan melepaskan wanita yang kejam itu. Akirnya wanita Yahudi itu menyatakan diri masuk Islam dengan kesadaran .
        Memaafkan orang lain secara ikhlas merupakan buah dari iman yang kokoh.Iman yang kokoh ibarat pohon yang memiliki akar-akar terhujam ke bumi, bercabang, beranting, berbunga dan berbuah. Orang-orang yang ikhlas tidak khawatir akan rezekk, nasib anak-anak, pangkat, dan jabatan.

Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar