Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2020

Move On


Judul               : Move On
Penulis             : Tim Ayo Menulis
Penyunting      : Ayumungil
Penerbit           : Sidoarjo, Ay Publisher, 2020
ISBN               :  978 623 7774 10 5
Tebal               :  viii, 262 hlm

            Memaknai kata move on dalam diri setiap orang bisa saja berbeda. Namun tentu saja masih dalam satu koridor arti yang hampir sama, yakni berpindah atau bergerak. Tentu saja berpindah atau bergerak menjadi lebih baik dengan “meninggalkan” kenangan lama yang membawa kesedihan. Biasanya kata move on ini sering kita dengar dari para remaja yang ingin melupakan masala lalunya untuk memulai aktivitas kehidupan yang baru. Biasanya pula, move on berkaitan dengan hal percintaan. Apakah benar seperti itu?
            Tidak salah jika move on dikaitkan dengan hal percintaan. Akan tetapi ini berlaku juga untuk kisah hidup lainnya, karena bergerak menjadi lebih baik adalah wajib untuk segala sisi kehidupan. Salah satu penulis dalam buku antologi Move On ini adalah pustakaan dari UMMagelang, Jamzanah Wahyu Widayati dengan judul tulisannya ”Move On Menuju Masyarakat Akademis yang Literate”. Membaca judul tersebut, move on tidak hanya melulu masalah pecintaan saja.
            Penulisan karya ilmiah, literasi, dan plagiasi adalah kata-kata yang sering kita temuai sebagai hal yang seiring sejalan. Penulisan karya ilmiah akan berhasil baik apabila penulis menguasai literasi yang baik sehingga terhindar dari tindakan plagiat. Tingkat pengukuran plagiat adalah dengan uji similarity melalui aplikasi turnitin dan sejenisnya. Tetapi, ada hal yang perlu kita renungkan kembali terkait dengan deteksi plagiat ini. Penulis mengatakan dalam buku ini bahwa kita perlu merenungkan kembali proses penciptaan karya ilmiah tersebut. Alangkah baiknya jika proses penulisan karya tersebut dan tidak hanya berfokus pada hasil. Hasil suatu karya jika dicek melalui mesin pengukur tingkat kesamaan, dapat saja dikatakan aman dari batas maksimal. Plagiarisme yang tidak terdeteksi dengan mesin sejatinya lebih berbahaya, karena menyangkut moral diri. Proses hingga hasil mesti diwarnai dengan kejujuran.
            Kejujuran seperti apa? Kejujuran dan keadilan bukan saja pada peneliti terdahulu yang biasanya kita sitasi karyanya, akan tetapi pada rekan seperjuangan dalam penelitian. Hasil pemikiran perlu dihargai, sehingga jika karya hasil penelitian adalah karya bersama, maka nama peneliti mesti dicantumkan dengan benar. Jadi perlu kita move on,  bukan hanya untuk menghindarkan kita dari deteksi plagiarisme, akan tetapi juga agar beretika. Move on menuju masyarakat akademis yang literate dan beretika.
            Pemaknaan move on lain dapat dibaca pada buku antologi ini dari 23 penulis lainnya. Membaca buku ini akan menemukan berbagai pemaknaan move on dalam hidup. Namun yang pasti dari berbagai pemaknaan move on itu, akan membawa kita lebih mantap move on dalam menjalani hidup menjadi lebih baik.
 By: jamzanah 

0 komentar:

Posting Komentar