Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2020

SERBA KEBETULAN




          Sekitar tahun 1970 an, Pak AR disertai seorang mubaligh muda, ditugasi PP Muhammadiyah ke Purwodadi Grobogan, untuk memberi pengajian di suatu ranting yang anggotanya kebanyakan terdiri dari kaum dhu’afa. Tiba di ranting itu sudah maghrib.
          Pak AR bersama temannya dipersilahkan ke kamar untuk istirahat. Ternyata di kamar itu tidak ada tempat tidurnya, hanya tikar dan dua bantal yang tersedia (tidak ada dipan dan tidak ada kasur). Karena pengajian dimulai sekitar pukul 22.00 (10 malam), maka tuan rumah mempersilahkan Pak AR untuk istirahat sebentar atau sekedar leyeh-leyeh. Kata tuan rumah :”Silahkan istirahat dulu, mohon maaf Pak AR, tidak ada tempat tidurnya. Kami hanya bisa menyediakan tempat tidur (tikar dan bantal) seadanya”. Jawab Pak AR :”Tidak apa-apa, malah kebetulan”  Tuan rumah bertanya :”Kebetulan bagaimana Pak ?. Pak AR menjawab :”Karena, kalau tidur  di bawah tidak akan jatuh”. Tentu saja tuan rumah itu hanya tersenyum-senyum sambil berkata :”Matur nuwun”.
          Ketika waktu makan malam tiba, (sekitar pukul 20.00) Pak AR dan temannya dipersilakan untuk makan bersama. Kata tuan rumah :”Mari Pak, makan seadanya. Maaf lauknya cuma sayuran dan tempe, tidak ada daging”. Kata Pak AR, :”Tidak apa-apa, malah kebetulan. Kalau selalu makan daging dapat menyebabkan darah tinggi”.
          Ketika minum, ternyata minumannya tidak manis, sehingga tuan rumah pun minta maaf, karena minumannya tidak manis. Pak AR pun menjawab :”Terima kasih, malah kebetulan. Karena, kalau kebanyakan manis-manis dapat menyebabkan kencing manis:.
Setelah memperhatikan kejadian-kejadian itu, maka mubaligh muda yang menyertai Pak AR itu berkomentar :”Pak AR, bepergian dengan Pak AR itu enak, semuanya serba kebetulan”.
(sumber; Biograsfi Pak AR; KH Abdur Rizaq Fachruddin – oleh Sukriyanto AR, 2017)
                                     



0 komentar:

Posting Komentar