Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 04 Agustus 2020

Penerapan Blended Librarian di Era Digital (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Penerapan Blended Librarian di Era Digital (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

 

Oleh

Aidilla Qurotianti

Pustakawan UMY

 

                                    Abstrak

Era digital merupakan tantangan bagi pustakawan terutama pustakawan perguruan tinggi. Untuk menunjang  Tridharma Perguruan Tinggi di perguruan tinggi, perpustakaan perguruan tinggi harus mampu  menyediakan layanan yang mengikuti pola kebutuhan informasi sivitas akademika. Selain meningkatkan layanan dan fasilitas, perpustakaan PT perlu meningkatkan keahlian dan ketrampilannya. Maka pustakawan perlu meningkatkan kompetensinya dalam pengolahan bahan pustaka , pemanfaatan teknologi informasi , dan mampu berperan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kemampuan menggabungkan ketiga kombinasi ini disebut blended librarian . Salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang telah memiliki pustakawan  dengan kemampuan blended librarian adalah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Berdasarakan pemaparan tersebut,  peneliti tertarik pada penelitian tentang implementasi blanded librarian di era digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi blended di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta/UMY adalah; 1) Menyediakan dan mengelola sumber referensi; 2) menyediakan fasilitas yang mendukung learning common; 3) Mengoptimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk akses informasi; 4) Sebagai penghubung ke sumber lain di luar universitas; 5) user education; 6) Literasi Informasi; 7) Pencegahan Plagiarisme; 8) Pelatihan manajer Referensi, dan 9) pendampingan pada dosen.

Katakunci: blended librarian. Perpustakaan Perguruan Tinggi.