Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 10 September 2020

PERTAUBATAN


Bertaubatlah mumpung masih ada waktu. Perkataan ini sering diucapkan untuk mengingatkan manusia agar mereka  menghentikan kemaksiatan dan mengganti dengan ketaatan. Waktu dan kesempatan terbuka dan manusia tidak tahu kapan pintu taubat itu sewaktu-waktu ditutup dengan kematian.

          Taubat bukan sekedar kapok. Apalagi kapok lombok. Artinya suatu ketika berhenti maksiat, tetapi esok kumat lagi. Selama 2 tahun dipenjara, tetapi setelah keluar berbuat maksiat lagi.

          Taubat dari segi bahasa berarti kembali. Yakni kembali kepada ajaran, tuntunan, dan peraturan yang benar. Sedangkan pengertian taubat dari syari’at adalah pendekatan diri kepada Allah Swt dengan melakukan ketaatan kepadaNya dengan memperbaharui niat untuk melaksanakan amal saleh.

          Upaya ini harus disertai dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Inilah yang sebenarnya yang disebut ketaatan. Kalau orang sudah mampu menghayati dan melaksanakan makna ketaatan, Insyaa Allah akan tumbuh kesadaran tinggi untuk beramal saleh. Sebab hati mereka digerakkan oleh iman. Iman dan amal saleh selalu berdampingan ibarat dua sisi mata uang. Allah Swt. berfirman yang artinya :”Sesungguhnya Aku (Allah) Maha Pengampung terhadap orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beamal saleh, lalu mereka itu mengikuti jalan yang benar “. (Q.S. Thaha : 82)

          Pertauabatan tidak dibatasi dimensi waktu, tempat, dan kesempatan. Untuk bertaubat tidak perlu menunggu besok kalau sudah pensiun atau kalau sudah tua. Setiap saat, Allat Swt. menerima taubat manusia yang menyadari kesalahan langkahnya. Kesalahan itu mungkin disebaban kekhilafan, emosi, demi nama diri, kebencian, karena dihasut, atau dendam membara.

              Dalam hal ini Rasulullah Saw. mengingatkan kepada kita dalam sabdanya:”  Allah membuka kesempatan (bertaubat) di malam hari untuk menerima taubat hambaNYa atas kesalahan yang dilakukan di siang hari. Allah juga memberi kesempatan untuk bertaubat pada siang hari atas kesalahan hamba-Nya pada malam hari sampai terbit matahari”. (H.R. Muslim)

                                                                                      Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar