Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 15 Desember 2020

NASIHAT PENDAHULU KITA Tulisan - 5

 Sak dawa-dawaning lurung isih dawa gurung

 (sepanjang panjang jalan, masih panjang tenggorokan/lisan)                  

Kata-kata tersebut dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bahwa pengaruh perkataan itu lebih luas/panjang dari panjangnya jalan raya. Perkataan yang disampaikan secara lisan, tulisan, melalui media sosial akan cepat dan meluas penyebarannya. Bahkan bisa ditambah, dikurangi, dan dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesalahpahaman bahkan fitnah.

            Perkembangan media masa atau linimasa membawa pengaruh positif dan negatif. Linimasa berupa facebook, blogspot, twitter, youtube, maupun instagram ini ikut meramaikan komunikasi di dunia maya.

Media ini memang mampu memperlancar komunikasi, mendekatkan jarak yang jauh, dan mempercepat pengembangan ilmu dan informasi. Namun dengan adanya kebebasan menciptakan dan menyebarkan informasi, akhirnya muncul informasi palsu (hoax). Informasi ini kadang menimbulkan fitnah bahkan adudomba.  Penyebaran informasi palsu ini justru akan menyuburkan produk informasi sensasional, menimbulkan kebingungan masyarakat, dan bisa menyulut permusuhan dan perpecahan masyarakat.

Di satu sisi, informasi yang di share melalui media sosial ini bisa menimbulkan kelelahan mental (information fatigue syndroms). Untuk itu perlu dipahami gejala kelelahan mental ini.

Gejalan kelelahan mental ini dapat diketahui sejak dini antara lain dengan gejala-gejala :

1.      Sulit konsentrasi

2.      Penggunaan memori pendek terus menerus

3.      Multi tugas yang berlebihan

4.      Menurunnya produktivitas

5.      Stress

(Chard, 2002)

Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu memahami etika bermedia sosial antara lain:

1.      TIDAK melakukan ghibah , fitnah, namimah  dan menyebarkan permusuhan

2.      TIDAK melakukan ujaran kebencian (hate speech), bullying , dan permusuhan berdasarkan suku, ras,paham, dan antargolongan

3.      TIDAK menyebarkan pornografi, kemaksiatan, dan segala yang dilarang secara syar’i

4.      TIDAK menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik

5.      TIDAK menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai dengan tempat dan waktunya.

(Dadang Kahmat, 2020).

 

Lasa Hs.