Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 02 Februari 2021

AKREDITASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH : Tulisan 1

 

Sebelum membicarakan tentang langkah-langkah akreditasi, perlu dipahami lebih dulu tentang pengertian akreditasi, makna dan tujuan akreditasi, dan pengertian masing-masing komponen akreditasi.

 

A.   Akreditasi sebagai Standar Mutu

        Di era kompetitif ini, para penyedia jasa dan pengelola produk berusaha untuk mencapai mutu tertentu. Jasa dan produk yang tidak mutu , maka tidak akan dilirik orang.

Oleh karena itu orang beramai-ramai mencapai mutu layanan dan kualitas barang. Dari sini akan terjadi persaingan yang ketat. Dalam kompetisi ini, penyedia jasa dan penghasil produk yang tidak mutu akan gulung tikar.

        Mutu adalah kondisi dinamis yang berkaitan dengan barang, jasa,  manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melampaui batas harapan. Untuk memenuhi mutu tertentu, maka diperlukan standar dan proses standardisasi.

Standar adalah hasil kesepakatan para pihak terkait yang telah didokumentasikan yang didalamnyaterdiri dari spesifikasi-spesifikasi teknis, ukuran yang akurat . Standar ini digunakan sebagai peraturan, petunjuk, dan pedoman untuk menjamin bahwa suatu produk atau jasa telah sesuai dengan yang dinyatakan.

Dalam pengertian lain, standar adalah  persyaratan teknis atau sesuatu yang dilakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak/pemerintah/keputusan internasional yang terkait dengan memperhatikan keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, serta perkembangan masa kini dan masa depan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi.

        Standardisasi adalah proses merencanakan, merumuskan,  menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara, dan mengawasi standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan.

Salah satu cara mengetahui suatu jasa atau barang telah memenuhi standar mutu atau belum dengan penyelenggaraan akreditasi. Untuk itu, sejak tahun 2011 Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan  akreditasi pada perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum , perpustakaan daerah, maupun perpustakaan kota/kabupaten.

Perlunya perpustakaan sekolah/madrasah dilakukan akreditasi yang bisa disebut standardisasi dengan maksud dan tujuan untuk; a) meningkatkan jaminan mutu; b) meningkatkan efisiensi; c) meningkatkan daya saing; d) meningkatkan perlindungan kepada masyarakat; e) meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi kegiatan.

Akreditasi merupakan rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga/badan akreditasi yang menyatakan bahwa suatu lembaga (perpustakaan sekolah misalnya) telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan penilaian terhadap kinerja dan sarana prasarana lembaga itu. Proses akreditasi dimulai dari penyusunan borang, melengkapi sarana prasarana dan lampiran-lampiran, sampai visitasi, dan penilaian akhir.

B.Makna Akreditasi

Para pengelola perpustakaan sekolah/madrasah masih banyak yang bertanya-tanya dan cenderung ragu-ragu tentang kegunaan akreditasi. Malah ada yang beranggapan bahwa akreditasi hanya rekayasa dan bisa diatur. Mereka yang beranggapan seperti ini tidak bisa disalahkan. Karena itu hak mereka untuk berpendapat. Dan memang mereka belum tahu makna akreditasi yang sesungguhnya. Mereka itu ibarat orang yang berenang di laut atau di sungai. Mereka itu baru di bagian atas air. Mungkin hanya sampah dan riak air yang terlihat, bahkan ombak yang bergulung-gulung menakutkan.

Tentu hal ini berbeda dengan orang yang berhasil menyelam ke dasar laut. Mereka mampu melihat panorama alam dasar laut yang indah. Mereka bisa menyaksikan beraneka ragam ikan dan indahnya mutiara.

Akreditasi memiliki makna perubahan. Yang tadinya tidak punya, menjadi punya. Yang tadinya kotor menjadi bersih. Yang tadinya konvensional menjadi modern. Beberapa makna akreditasi antara lain:

1.     Perpustakaan sekolah/madrasah semakin eksis.

Sebelum akreditasi, mungkin orang melihat perpustakaan sekolah dengan sebelah mata. Sebab tata letak (lay out)nya tidak menarik, ruangnya sempit sesak selonjor saja susah, koleksi sedikit dan lainnya.

Dengan adanya akreditasi yang menuntut standar perpustakaan, maka kondisinya akan berubah. Perubahan itu meliputi jumlah koleksi, sarana prasarana, anggaran, sumberdaya manusia, dan sistem pengolahan dan layanan

Apabila perpustakaan telah berhasil terakreditasi dengan nilai sangat baik (A) maka hal ini akan meningkatkan kepercayaan pada pimpinan sekolah, guru, dan siswa.  Dengan adanya kepercayaan ini akan ada peningkatan perhatian dan pemberian fasilitas bagi perpustakaan sekolah/madrasah.

2.     Pemanfaatan tenologi informasi

Di era teknologi informasi ini, sudah semestinya tidak ada lagi perpustakaan sekolah/madrasah yang masih konvensional. Dengan adanya akreditasi, perpustakaan sekolah dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pengolahan, manajemen, administrasi, maupun layanan.

Apabila masih ada perpustakaan sekolah yang konvesional, maka dapat diramalkaa pasti akan sepi pengunjung.

3.     Menuju sistem mutu

Dengan adanya akreditasi, menuntut pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah oleh tenaga profesional. Tenaga inilah yang nanti akan melakukan pekerjaan kepustakawanan dengan sistem manajemen mutu.

4.     Mendukung kinerja lembaga induk (sekolah)

Dalam proses akreditasi lembaga induk (sekolah) pasti ditanyakan bagaimana akreditasi perpustakaannya. Apabila ternyata perpustakaan sekolah/madrasah belum terakreditasi,maka hal ini akan memengaruhi nilai akreditasi lembaga induk (sekolah) nya. 

5.     Merupakan indikator kemajuan

        Akreditasi tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Apabila suatu perpustakaan sekolah terakreditasi A, maka akan dilakukan reakreditasi setiap 5 tahun sekali. Apabila suatu perpustakaan sekolah terkareditasi B,maka akan dilakukan reakreditasi setiap 4 tahun sekali. Apabila mendapatkan nilai akreditasi C, maka akan dilakukan reakreditasi setiap 3 tahun.

Proses penilaian ini dilakukan secara rutin untuk mengetahui maju mundurnya suatu lembaga. Maka sangat mungkin terjadi bahwa perpustakaan sekolah dulunya mendapat nilai A, tetapi pada 5 tahun mendatnag turun menjadi nilai B karena pengelolaannya tidak memenuhi standar dan ini merupakan kemunduran. Demikian pula bisa terjadi bahwa pada akreditasi pertama , perpustakaan sekolah mendapat nilai C, dan 3 tahun kemudian dilakukan reakreditasi lalu mendapat nilai A. Hal ini berarti ada kemajuan sesuai Standar Nasional.

 

Lasa Hs

 

Bersambung