AKREDITASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH Tulisan 5

 3.Pembentukan tim/panitia

          Kegiatan akreditasi memerlukan pemikiran, pelaksanaan tugas yang variatif. Oleh karena itu untuk memperlancar kegiatan perispan akreditasi ini perlu pembentukan tim. Tim yang dibentuk syukur terdiri dari 7 orang yang bisa terdiri dari guru maupun karyawan. Masing-masing orang bertanggung jawab pada satu komponen dan seorang sebagai coordinator. Namun bila tidak mungkin, maka kepala sekolah dapat mengambil kebijakan untuk mencari tenaga di luar sekolah/madrasah untuk membantu proses akreditasi ini.

3.                 Penjelasan pengisian borang & kelengkapan

Agar masing-masing penangung jawab komponen memahami cara mengisi borang beserta kelengkapannya, kiranya perlu diselenggarakan penjelasan. Penjelasan ini dapat diminta pada Dinas Perpustakaan & Arsip Provinsi, atau Dinas Arsip & Perpustakaan Kota/Kabupaten setempat. Bisa juga mengundang orang yang memahami seluk beluk akreditasi, atau bisa minta petunjuk perpustakaan sekolah yang pernah melaksankaan akreditasi daring maupun luring.

            5. Pengisian boran dan melengkapi sarana & lampiran

Apabila suatu perpustakaan sekolah/madrasah kira-kira sudah siap untuk akreditasi, maka dapat mengisi borang akreditasi. Borang ini dapat dodowload di internet dari Perpustakaan Nasional RI. Setelah diisi sejujurnya, kiranya dapat dilakukan penilaian sendiri. Dari penilaian mandiri ini dapat diketahui kira-kira dapat dinilai berapa dan diketahui kekurangannya. Kalau kira-kira nilainya masih jauh dari standar (nilai minimal total 61 dengan kategori C) kiranya perlu melengkapi kekurangan tersebut.

Dalam pengiriman borang ini perlu disertakan profil perpustakaan sekolah dalam bentuk video dengan durasi maksimal 10 menit. Disamping itu, borang yang dikirim cukup softcopy, tetapi perlu juga memiliki dokumen cetak dan softcopynya.

4.                 Pengiriman borang

Apabila pengisian borang dan kelengkapannya dianggap telah dianggap selesai, kiranya dapat dikirim ke Perpustakaan Nasional RI. Pengiriman ini dapat melalui Dinas Perpustakaan & Arsip Provinsi, atau dikirim langsung ke Perpustakaan Nasional RI (bisa diantar langsung) atau melalui online. Di era Pandemi Covid-19 pengiriman dilakukan melalui online. Dari sini nanti akan diberitahu kira-kira kapan akan dilakukan visitasi (langsung maupun daring)

5.                 Gladi bersih

Sebelum dilakukan visitasi (daring maupun luring) sebaiknya diselenggarakan gladi besih. Melalui gladi bersih ini untuk menyiapkan mental, memperbaiki yang kurang, dan melengkapi sarana-prasarana maupun lampiran yang diperlukan.

Dalam gladi bersih ini, sebaiknya diundang asesor setempat (bila ada) agar memberikan masukan dan sekaligus penilaian awal. 

6.                 Visitasi

Pada hari, tanggal, jam yang ditentukan akan dilakukan visitasi. Visitasi dapat dilakukan langsung maupun secara daring. Visitasi ini bertujuan untuk mengecek isian borang  dengan keadaan lapangan, menggali informasi tambahan yang mungkin belum dicantumkan/disertakan dalam borang.

Mengingat visitasi ini sering dilakukan secara bersamaan. maka sebaiknya tidak terlalu banyak acara penyambutan. Sebab biasanya satu hari dilakukan visitasi antara 4 – 5 perpustakaan sekolah/madrasah.

Perlu dipahami bahwa biaya akreditasi pertama ditanggung dengan anggaran APBN Perpustakaan Nasional. Artinya seluruh biaya yang terkait proses akreditasi seperti transportasi asesor, penginapan, dan uang lelah ditanggung oleh Perpustakaan Nasional RI. Dengan demikian pihak sekolah/madrasah tidak perlu mengeluarkan biaya. Biaya yang dikeluarkan adalah sebatas pembiayaan internal yang terkait kinerja tim persiapan akreditasi.

Apabila perpustakaan sekolah/madrasah akan mengajukan reakreditasi, maka seluruh biaya ditanggung oleh sekolah/madrasah terkait. Biaya itu antara lain untuk asesor meliputi transport Jakarta ke lokasi (berangkat dan pulang), biaya penginapan, dan uang lelah. Biaya itu juga diperhitungkan berapa jumlah asesor dan biasanya ada tenaga adminnya.

7.                 Asesor menyerahkan hasil visitasi ke Perpustakaan

           Nasional RI

Setelah asesor melakukan verifikasi data, kemudian mereka rapat tertutup untuk membicarakan skor. Setelah itu akn disampaikan masukan dan saran perbaikan borang dan sarana prasarana yang perlu diperhatikan di masa depan. Setelah itu kemudian ada acara penandatanganan berita acara. Saat itu secara tidak langsung bisa diberitahukan nilai dan skornya. Namun nilai saat itu belum resmi, maka belum boleh diumumkan. Sebab nilai resmi setelah dirapatkan oleh tim di Perpustakaan Nasional RI. Hasil rapat inilah yang secara resmi akan diberitahukan. Maka nilai akhir bisa berkurang, tetap,  atau tambah dari penilaian di lapangan tadi. 

8.                 Pemberitahuan nilai

Setelah dilakukan penilaian dan pembahasan di Perpustakaan Nasional , lalu jumlah nilai dan kriteria akreditasi akan diberitahukan. Namun jumlah nilai tidak boleh diumumkan. Artinya hanya untuk kalangan sendiri.

9.                 Pengiriman sertifikat

Tidak terlalu lama setelah rapat tersebut, kemudian sertifikat akan dikirim langsung ke sekolah/madrasah yang berkepentingan.

         

          Lasa Hs

          Selesai

 

0 Komentar