Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 10 Juni 2020

SALAM TAK DIJAWAB BERMINGGU-MINGGU


          Ketika Pak AR bertugas di Palembang, saat itu Muhammadiyah belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat. Bahkan masih banyak orang yang membenci Muhammadiyah, termasuk seorang ulama yang berpaham tidak sama dengan paham Muhammadiyah.
          Hampir setiap hari, ketika Pak AR akan berangkat mengajar selalu melewati depan rumah ulama tersebut. Biasanya ulama ini duduk-duduk di beranda rumah. Setiap lewat, Pak AR selalu mengucapkan salam. Namun ulama itu tidak menjawab karena tau bahwa Pak AR adalah orang Muhammadiyah.
Meskipun salam itu tidak pernah dijawab, maka Pak AR pun tetap memberikan salam. Saking telatennya Pak AR, lama-kelamaan ulama itu menjawab salam itu. Bahkan, ulama itu berkenan menemui Pak AR dan berkata:” Guru,-- Guru ini kan orang Muhammadiyah”. (orang Talang Balai waktu itu menyebut Pak AR dengan panggilan “Guru”. Jawab Pak AR “Ya”. Lalu ulama itu berkata :” orang Muhammadiyah kok baik ya?”.
Jawab Pak AR :”Lho semua orang Muhammadiyah itu baik”. Ulama itu tersenyum. Sejak itu beliau sering berkunjung dan bertukar pikiran dengan Pak AR. Akhirnya, ulama itu menjadi anggota

Lasa Hs.

0 komentar:

Posting Komentar