Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Jumat, 28 Februari 2020

Raih Akreditasi A, Perpustakaan UMY Jadi Ruang Publik yang Berwarna dan Nyaman

Gelap, berdebu, sunyi dan kuno adalah kesan perpustakaan bagi sebagian orang. Hal itu yang menyebabkan banyak orang terlebih lagi anak muda enggan menghabiskan waktu di tempat itu. Namun, kesan itu akan hilang ketika kita memasuki perpustakaan pusat milik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bersih, santai, nyaman ceria dan warna-warni adalah tampilan yang dihadirkan serta lebih tepat untuk disebut sebagai taman baca. Berkat inovasi itu, perpustakaan UMY mendapatkan Akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan.
Melalui surat resmi bernomor 00135/LAP.PT/II.2020 yang dikeluarkan pada Rabu (5/2) di Jakarta. Kepala Perpustakaan UMY, Lasa HS mengatakan bahwa hasil ini didapat setelah melakukan banyak perubahan dan inovasi. Ia menjelaskan bahwa perubahan harus selalu dilakukan guna menghilangkan kesan negatif dan mampu menarik perhatian untuk ke perpustakaan.
“Kalau tidak ada perubahan fisik di sini dengan asesor dari lima tahun yang lalu dengan sekarang kok tidak ada perbedaan. Muhammadiyah itu berkemajuan, maka hari ini harus lebih baik dari kemarin. Itu menjadi konsep utama kami untuk melakukan perubahan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2) di UMY.
Saat ini perpustakaan UMY yang bertempat di Gedung K.H Mas Mansyur UMY memiliki fasilitas yang menarik selain koleksi buku yang banyak. Pada lantai pertama memiliki konsep yang ceria dan berwana. Pengunjung diberi kebabasan untuk melakukan diskusi dimana pun, menggunakan kursi warna warni atau lesehan. Selain itu terdapat juga kedai kopi yang berada di pojok ruangan. Dimana pengunjung dapat memesan minuman dan makanan kecil.
Selain mengusung konsep yang meriah, perpustakaan UMY juga menyediakan sembilan bilik kecil diperuntukan bagi mahasiswa atau dosen yang butuh ketenangan guna mengerjakan tugas. Sebelum melakukan berbagai perubahan di perpustakaan, Lasa telah mengamati tipe dan kebutuhan dari pengunjung.
“Kalau ada yang tiduran, ya silahkan dan jangan dibangunkan, kan mereka capek. Kalau ada yang pakai sandal ya silahkan. Kalau dipikir-pikir jika kita keras, orang-orang pada takut ke perpustakaan. Tetapi berpakaian yang sopan harus diutamakan, orang mau pintar kok dilarang. Mau ngobrol ya silahkan, mahasiswa kan kalau ngobrol pasti ilmiah, pokoknya macam-macam orang yang datang ke sini. Ada juga tempat bagi mereka yang butuh ketenangan,” ujarnya.
Pustakawan senior ini juga mengatakan bahwa kampus harusnya memiliki ruang terbuka publik yang nyaman dan dapat digunakan oleh siapa pun. Baginya setiap diskusi yang baik akan menghasilkan pemikiran yang baik pula. Ia juga bertekad dengan perpustakaan yang berkonsep anak muda ini dapat menjadi tempat bagi mahasiswa dan dosen untuk menghabiskan waktu.
“Sekarang mulai semakin banyak mahasiswa yang berdiskusi dan berkumpul di sini. Selain itu juga ada dosen yang melakukan bimbingan dan menerima tamu dari luar di perpustakaan. Lalu keuntungan lain bagi UMY dengan adanya hasil akreditasi, akan memudahkan bagi proses akareditasi Program Studi dan universitas. Selain itu, dengan akreditasi A yang kita miliki juga akan memberi kemudahan dan nilai tambah ketika ada prodi yang akreditasi,” pungkasnya. (ak)

sumber :umy.ac.id

MAKNA IKHLAS : Tulisan – 2



       
Perbuatan ikhlas memang berbeda dengan perbuatan yang disertai dengan kepentingan-kepentingan tertentu seperti perbuatan riya’, sum’ah, dan lainnya. Perbuatan riya’ adalah perbuatan baik yang dilakukan dengan maksud pamer dan bangga atas kebaikan yang dilakukan kepada orang lain. Apalagi kalau perbuatan itu disertai dengan katakaburan. Na’udzu billahi mindzalik.
Kemudian perbuatan sum’ah adalah perbuatan baik yang sengaja disiar-siarkan (didengar-dengarkan) berlebihan melalui berbagai media agar orang lain mengerti dan kagum terhadap perbuatan baik itu.
Tidak mudah memang untuk menegakkan keiklasan, sebab manusia itu pada dasarnya adalah makhluk yang lemah. Syetan selalu mengintai manusia. Syetan mengetahui gerak gerik manusia, sedangkan manusia tidak mengetahui gerak gerik syetan. Menyikapi kondisi seperti ini, Sofyan Ats Tsauri ulama terkena  pernah menyatakan :”Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya berubah-rubah.
          Keikhlasan tidak saja dituntut dalam kegiatan ibadah mahdhah maupun beramal saleh. Dalam melakukan kegiatan keilmuan pun dituntut untuk ikhlas. Ikhlas tidaknya seseorang dalam melakukan aktivitas keilmuan tersebut besar pengaruhnya terhadap keberkahan ilmu pengetahuan itu sendiri. Artinya kalau mereka ikhlas, maka ilmu itu insyaa Allah akan memberikan keberkahan pada diri orang itu atau pada orang lain. Dalam hal ikhlas  melakukan kegiatan keilmuan ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw :” Siapa yang menuntut ilmu pengetahuan hanya dengan motivasi keduniaan (pangkat, jabatan, gelar, uang, kedudukan dan lain-lain), maka besok pada hari akhir tidak akan mendapatkan bau surga”. (H.R. Abu Daud).
Tentang keikhlasan berilmu pegetahuan ini, Imam Daroquthni mengakui betapa pentingnya dalam menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Untuk itu beliau menyatakan :”Pada awalnya saya menuntut ilmu pengetahuan bukan karena Allah, ternyata selama itu ilmu pengetahuan enggan menghamapiri saya. Kemudian saya menyadari untuk ikhlas dalam menuntut ilmu dengan mengharap ridha Allah)”.

Bersambung

(Lasa Hs)

Kamis, 27 Februari 2020

MENJAGA KESEHATAN : Tulisan – 2


        
Agar orang tetap sehat, beberapa pakar kesehatan menganjurkan untuk menkonsumsi gizi yang cukup, olah raga yang cukup, jiwa yang tenang, dan menjauhkan diri dari berbagai pengaruh yang menjadikannya kena penyakit (rohani & jasmani). Badan Kesehatan Dunia World Health Organization/WHO memberi batasan tentang sehat adalah sesuatu keadaan jasmaniah, rohaniah, dan sosial yang baik, tidak hanya tidak berpenyakit atau cacat. Definisi ini pada tahun 1984 ditambah dengan agama (religion). Dengan demikian sehat itu meliputi bio-psiko-sosio-spiritual. Oleh karena itu seseorang dapat dikatakan sehat yang sesungguhnya apabila tubuh/jasmaninya tidak berpenyakit, mentalnya yang baik,kehidupan sosial yang baik, dan pelaksanaan agamanya juga baik.
Dalam menjaga kesehatan ini, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (wafat 1350M) salah seorang ulama terenal, dalam bukunya yang berjudul Al Thibb al-Nabawi  membagi cara pencegahan menurut Nabi Muhammad saw menjadi 3 (tiga) kategori yakni obat alami, obat Ilahy, dan gabungan diantara keduanya (Departemen Agama RI, 2003: 24). Sedangkan al-Dzahabi dalam bukunya yang berjudul al-Thibb al Nabawi  menyatakan bahwa inti ilmu pengetahuan Nabi Muhammad saw adalah perpaduan kesehatan pada diri seseorang yang meliputi aspek spiritual, psikologis, fisik, dan moral.
Berkaitan dengan penjagaan kesehatan ini, Rasulullah saw menegaskan bahwa pada dasarnya obat itu ada dua dalam sabdanya yang artinya:” Berobatlah kamu sekalian dengan 2 (dua) macam penyembuhan yakni madu dan Al-Quran (H.R. Ibnu Majah).
          Dari sisi akurasi pernyataan Nabi Muhammad saw ini, para ahli kesehatan sepakat tentang khasiat madu bagi kesehatan  fisik saja, sedangkan Al-Quran menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjadi obat berbagai jenis penyakit jasmani dan rohani, duniawi dan ukhrawi dengan mengamalkan tuntunan-tuntunannya (Departemen Agama RI, 2003: 25).
          Rasulullah Muhammad saw adalah  orang yang patut menjadi teladan dalam menjaga kesehatan. Dari berbagai sumber dapat dirumuskan tentang cara-cara Nabi Muhammad saw dalam menjaga kesehatan antara lain dengan menjaga pola makan minum, menjalankan puasa, menjaga keseimbangan, minum madu, menggunakan air bersih, minum air susu murni, makan buah kurma, pengobatan, dan olah raga.

Bersambung

(Lasa Hs)    

Rabu, 26 Februari 2020

MENJAGA KESEHATAN : Tulisan - 1


                   
          Setiap orang pada umumnya kepingin sehat terus. Mereka tidak ingin sakit meskipun sakit ringan misalnya. Sakit dianggap sesuatu yang menyedihkan dan merupakan penderitaan tersendiri.
Orang yang sehat, Insyaa Allah dapat melakukan banyak kegiatan.   Sehat dalam hal ini adalah sehat dalam segala aspek baik fisik, sosial, maupun akidah. Mereka yang sehat adalah  orang yang kuat.Untuk itu perlu dipahami prinsip utama dalam kesehatan. Yakni segala upaya secara teratur dan optimal agar seseorang menjadi kuat. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda yang artinya :”Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah ” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah).
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa Islam sangat memerhatikan kesehatan fisik, jiwa, akal, dan akidah. Penjagaan kesehatan jasmani memang bermacam-macam cara. Oleh karena itu menjaga kesehatan di saat sehat lebih baik daripada berobat setelah sakit. Pepatah Arab mengatakan alman’u ashalu min arraf’i (mencegah itu lebih mudah dari pada menghilangkannya).
Sehat rohani dan jasmani merupakan dambaan dan kebahagiaan tersendiri bagi seseorang dalam hidup ini. Rasulullah saw selalu berdo’a pagi dan sore agar diberikan kesehatan. Dalam hadist yang diriwayatkan ’Abdullah bin ’Umar r.a., ia berkata bahwa Rasulullah saw selalu berdo’a pagi dan sore :”Allahumma innii as alukal ’afwa wal’afiah  fii diinii wa dunyaa wa ahlii wa maalii (Ya Allah aku mohon kepada-Mu kesehatan di dunia dan akhirat nanti.Ya Allah aku memohon kepada-Mu ampunan dan kesehaan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku” (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
Bersambung

(Lasa Hs)


Selasa, 25 Februari 2020

SOEKARNO MENDAPAT PENCERAHAN DARI SANG PENCERAH TULISAN - 2


GORESAN PENA LIMA TAHUN LALU
 SOEKARNO MENDAPAT PENCERAHAN
 DARI SANG PENCERAH
TULISAN - 2        

Karena ketertarikannya dengan ajaran KH Ahmad Dahlan, tidak dilewatkannya untuk mendengarkan tabligh dari Sang Pencrah :”Nah dengan demikian, makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungannya erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu , saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada Kiai Ahmad Dahlan sehibga mengintil kepadanya.”
                Namun ia menjadi anggota dan sekaligus pengurus Muhammadiyah baru 22 tahun kemudian setelah ia pertemuannya pertama dengan KH Ahmad Dahlan. Saat itu, ia sedang dibuang oleh Belanda ke Bengkulu. Soekarno resmi masuk menjadi anggota Muhammadiyah pada tahun 1938. Bersama Hasan Din, di Bengkulen Soekarno berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah. Yang kemudian menjadi mertua beliau karena ayah dari Fatmawati, seorang perempuan yang dinikahi Soekarno.
        Tahun 1946 beliau meminta jangan dipecat dari Muhammadiyah.Ini karena perbedaan paham politik. Orang Muhammadiyah umumya berafiliasi kepada Masyumi sedangkan Soekarno adalah pendiri Partai Nasional Indonesia/PNI. Baginya sekali Muhammadiyah (dalam paham agama ) tetap Muhammadiyah.
  Kata-katanya mengenai kecintannya pada Muhammadiyah patut kita simak :”Nah, dengan demikian makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungan erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu, saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati Kiai Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya, tahun 1938 saya resmi menjadi anggota Muhammadiyah, tahun 1946 saya minta jangan dicoret menjadi anggota Muhammadiyah, tahun 1962 ini saya berkata :”moga-moga saya diberi umur panjang oleh Allah swt dan jikalau saya meninggal, supaya dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan saya”.
Habis
(Sumber Suara Muhammadiyah, 1-15 Agustus 1915 edisi khusus Muktamar ke 47 di Makasar 2015: 46)