Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 20 November 2019

LANGKAH-LANGKAH PENGAJUAN AKREDITASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Bagi pustakawan PTMA yang ingin mengajukan akreditasi Perpustakaan, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan telah disusun Oleh Bp. Lasa Hs. silakan download pada link berikut

Manajemen Dakwah Muhammadiyah

Mendekati usia satu abad Muhammadiyah, tugas dakwah Muhammadiyah sangatiah berat, terlebih lagi menghadapi kompleksitas permasalahan dalam era globalisasi. Muhammadiyah dituntut melakukan upaya-upaya pemodeman dan profesionalisme pengelola dakwah. Tentu saja hal ini bukan merupakan tugas ringan, karena kalau berbicara profesionalisme pengelolaan dakwah mau tidak mau Muhammadiyah harus menjalankan prinsip manajerial dalam pengelolaan dakwah.

Bagi Muhammadiyah dengan predikat organisasi modern tentu saja prinsip-prinsip manajerial bukanlah hal yang asing. karena diakui atau tidak atribut organisasi dimana prinsip atau logika modemitas sudah begitu kuat melekat. Sehingga yang harus dilakukan oleh Muhammadiyah di masa mendatang adalah bagaimana mentajdidkan kembali prinsip-prinsip pengelolaan persyarikatan dan peningkatan kualitas pengelolaan dakwah. Tanpa bemaksud memberikan resep jitu, buku ini paling tidak memberikan gambaran bagaimana pengelolaan dakwah persyarikatan harus dilakukan dan bagaimana modelimplementasi prinsip manajerial di dalam pengelolaanorganisasi, pengelolaan program, dan pengelolaan kegiatan- kegiatan dapat diterapkan

Sinopsi
Judul : Manajemen Dakwah Muhammadiyah
Penulis : H.A Rosyad Sholeh
Penerbit : Suara Muhammadiyah

Minggu, 17 November 2019

REKOMENDASI KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA (KPDI) 12 Banda Aceh, 12-13 November 2019

REKOMENDASI KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA (KPDI) 12
Banda Aceh, 12-13 November 2019


Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) 12 yang berlangsung di Banda
Aceh, 12-13 November 2019 merekomendasikan hal-hal berikut:

  1. Pembangunan Bidang Perpustakaan di Indonesia telah masuk dalam arusutama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, melalui Prioritas Nasional Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan, yang diturunkan dalam Program Prioritas Meningkatkan Literasi, Inovasi dan Kreatifitas, melalui Kegiatan Prioritas Nasional (a). Peningkatan BudayaLiterasi dan; (b). Penguatan institusi Sosial Penggerak Literasi dan Inovasi.
  2. Sesuai dengan Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan BidangPerpustakaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional2020-2024 tersebut, pembangunan perpustakaan digital di Indonesia kedepan harus disinkronisasikan melalui Rencana Strategis PembangunanPerpustakaan Digital Nasional 2020-2024, yang akan disusun oleh ForumPerpustakaan Digital Indonesia (FPDI) dan dimasukkan dalam rencana kerjaFPDI 2020.
  3. Pembangunan Perpustakaan Digital Indonesia akan diorientasikan untukmenunjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul danberdaya saing, melalui (a). peningkatan konektifitas masyarakat terhadap berbagai sumber informasi dan pengetahuan; (b). peningkatan akses danketersediaan sumber informasi dan pengetahuan terbuka dan; (c).penguatan konteks sumber daya informasi dan pengetahuan sesuaikebutuhan informasi bagi setiap warga negara Indonesia
  4. Pembangunan Perpustakaan Digital Indonesia akan dilaksanakan secarainklusif untuk meningkatkan daya guna perpustakaan dalam meningkatkankesejahteraan masyarakat.
  5. Sesuai dengan mekanisme baku organisasi, untuk menjaminkeberlangsungan organisasi secara sehat, perlu dilaksanakan alihkepengurusan FPDI Periode 2015-2019 ke periode berikutnya. Untuk ituRapat FPDI yang berlangsung pada 12-13 November 2019 menetapkan Saudara Jonner Hasugian sebagai Ketua Forum Perpustakaan DigitalIndonesia Periode 2019-2023, dan diberikan waktu 1 bulan setelah ini untukmembentuk kepengurusan lengkap.
  6. Tema Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) 13 adalah:"Revitalisasi perpustakaan digital dalam percepatan transformasi"masyarakat informasi" menuju "masyarakat sejahtera".
  7. Tuan Rumah PenyelengaraanKonferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) 13 adalah UNS Surakarta


    Banda Aceh, 13 November 2019
    Forum Perpustakaan Digital Indonesia



    Prof. Zainal Hasibuan, Ph.D.

Jumat, 15 November 2019

Prof. K.H. Abdoel Kahar Mudzakir – Pahlawan Nasional


Perjuangan di Indonesia.

Setelah lulus dari Universitas Darul ‘Ulum pada tahun 1936, Kahar Mudzakir kembali ke Indonesia. Beliau aktif di Muhammadiyah, dan diangkat sebagai Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Disamping itu, beliau juga aktif dalam bidang politik.
            Pada mulanya, beliau diminta memberikan ceramah kepada para anggota Parindra di Yogyakarta. Maka sesuai dengan asas hidupnya, kemudian beliau ikut berperan serta dalam Partai Islam Indonesia (PII) yang berpusat di Yogyakarta. Saat itu, PII diketuai oleh Dr. H. Sukiman Wiryosanjoyo dan Wiwoho Purbohadijoyo dengan Sekretaris Jendral Mr.R.H.A. Kasmat.
            Di masa pendudukan Jepang, Kahar Mudzakir dipercaya sebagai Wakil Kepala Kantor Urusan Agama (Gunseikanbu Syumbu Zicho). Mulai saat itulah, beliau memiliki hubungan dengan pemimpin-pemimpin nasional Indonesia seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan lainnya. Maka dalam kedudukannya sebagai tokoh Islam, beliau dipercaya duduk dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersama dengan tokoh-tokoh lainnya. Dalam perjalanannya, beliau termasuk salah seorang penanandatangan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada tanggal 22 Juni 1945. Penandatangan lain adalah; Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, K.H.Wahid Hasyim, Abikusno Cokrosuyoso, Mr. A.Subardjo, Mr. Maramis, Mr. Mohammad Yamin, dan Kahar Mudzakir. Tim ini kemudian dikenal dengan Tim Sembilan.
            Pada detik-detik menjelang kemerdekaan, para tokoh umat Islam telah memikirkan pentingnya umat Islam memiliki perguruan tinggi Islam. Maka para tokoh Islam saat itu menyelenggarakan pertemuan yang membahas berdirinya perguruan tinggi Islam. Petemuan yang diketuai oleh Bung Hatta itu membentuk pengurus pendirian perguruan tinggi Islam dengan Mr. Suwandi sebagai Wakil Ketua, Dr. Ahmad Ramali sebagai Sekretaris, dan para anggota terdiri dari; K.H. Farid Ma’ruf, K.H. Fathurrahman Kafrawi, Kartosudarmo, dan Kahar Mudzakir. Dalam pertemuan itu disepakati untuk mendirikan Sekolah Tinggi Islam yang mulai dibuka pada tanggal 8 Juli 1945 berlokasi di Gedung Kantor Imigrasi Pusat Gondangdia Jakarta. Dalam hal ini, Kahar Mudzakir dipercaya sebagai Rektor STI, sedangkan Bung Hatta sebagai Ketua Dewan Kurator. Perguruan tinggi ini, setelah kemerdekaan pindah ke Yogyakarta.
            Dalam perkembangan selanjutnya, STI ini berubah menjadi Universitas Islam Indonesis (UII). Sedangkan Fakulas Agama diambil alih oleh Departemen Agama dijadikan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang di kemudian hari ada yang berkembang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) atau Universitas Islam Negeri.
            Jabatan Prof. Kahar Mudzakir di UII, selain sebagai Rektor, juga pernah dipercaya sebagai Dewan Kurator, Dekan Fakultas Hukum, dan Ketua Panitia pencari dana perlengkapan Universitas Islam Indonesia itu.
            Kiprahnya di Muhammadiyah, kecuali pernah menjadi Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yoyakarta, pada tahun 1958 beliau memelopori berdirinya Akademi Tabligh Muhammadiyah dan belia sebagai Deknnya. Dalam perkembangannya, akademi ini berkembang menjadi FIAD Muhammadiyah.
            Dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Kahar Mudzakir menjadi salah seorang pemimpin Angkatan Perang Sabil (APS) di Yogyakarta. Sebagaimana diketahui bahwa pasukan ini dikenal keberaniannya melawan tentara Belanda, Untuk itu, APS ini pernah mendapat peghargaan dari Panglima Besar Jendral Soedirman dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
            Dalam bidang politik, Kahar Mudzakir pernah menjadi anggota KNIP, dan menjadi Ketua Umum Masyumi DIY, bahkan mewakili Masyumi menjadi anggota Konstituante. Dalam kehidupan kemasyarakatan keagamaan, beliau pernah menjadi anggota Pengurus Yasma (Yayasan Asrama dan Masjid) yang mengyrusi Masjid Syuhada Yogyakarta. Juga pernah menjadi Ketua Umum Pusat Persaudaraan Jamaah Haji Indonesia DIY dan pernah menjadi Penasehat PITI DIY. Juga pernah menjadi Penasehat Panitia Pembantu Kurban Perang Pembebasan Palestina  dan Masjidil Aqsha Yogyakarta.
            Karya tulis beliau yang berupa terjemahan; 1) Pengantar Untuk Memelajari Syariah Islamiyah (terjemahan dari Al Mad khal  Li Dirasatil Fiqhil Islamy) karangan Prof. Dr.Yusuf Musa; 2) Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa dalam Islam  (terjemahan dari Mitsaqatul Umam Wasy Syu’ub) karya Dr. Abdul Fatah Hasan , Wakil Hakim Tinggi Majelis Daulah Kairo; 3)  
Rektor UII pertama kali itu (8 Juli 1945 – 1960) itu wafat 2 Desember 1973 dalam usia 66 tahun. Beliau meninggalkan suri tauladan perjuangan dalam politik, Islam, pendidikan, dan berMuhammadiah. Presiden RI. Ir. Joko Widodo menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. K.H. Abdoel Kahar Mudzakir pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 Nopember 2019. Tokoh lain yang mendapat Gelar Pahlawan Nasional tahun ini adalah; Prof. Dr. M. Sardjito, Ruhana Kuddus, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi,  dan DR (HC) MR. AA.Maramis, dan K.H.Masjkur.
Selesai

(Sumber : 100 Tokoh Muhammadiyah Yang Mengispirari, 2014 dan Kedaulatan Rakyat 10-11-2019, ditulis kembali oleh Lasa  Hs).



Minggu, 10 November 2019

PERPUSTAKAAN dan PENELITIAN Tulisan – 3 Peran Perpustakaan




b. Penyedia jasa penelusuran
            Perpustakaan sebagai lembaga informasi menyelenggarakan bermacam-macam pelayanan informasi seperti sirkulasi, referensi, terjemahan, literasi informasi, dan penelusuran literatur. Melalui jasa ini, peneliti dapat memperoleh berbagai informasi, data, maupun literatur terkait dengan tema penelitian mereka. Untuk itu mereka perlu melakukan studi literatur primer, dan literatur sekunder. Dari literatur primer  ini, para penelitian  memroleh data asli serta pemikiran awal dari ilmuwan lain.
c. Pendokumentasi hasil penelitian
            Setelah selesai proses penelitian, biasanya peneliti diwajibkan untuk menulis laporan penelitian. Laporan ini biasanya diserahkan kepada penyandang dana sebagai bentuk tanggung jawab atas dana yang diberikan. Mereka jarang menyerahkan hasil laporan ini ke perpustakaan terkait.
            Sebenarnya perpustakaan bisa menampung, mengolah, mendokumentasikan, bahkan mensosialisasikan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian hasil penelitian ini akan memiliki makna lebih luas.
d. Penyebar hasil penelitian
            Andaikata para peneliti menyadari pentingnya hasil penelitian itu diketahui masyarakat luas, maka mereka akan menyerahkan hasil penelitian mereka ke perpustakaan. Pada umumnya para peneliti kurang menyadari betapa besar peran perpustakaan dalam ikut serta mensosialisasikan hasil penelitian itu.
            Apabila semua hasil penelitian diserahkan ke perpustakaan terkait, maka perpustakaan itu akan mengelolanya secara profesional. Maka akan terjadi sistem transformasi keilmuan yang baik. Dengan adanya kerjasama yang baik antara perpustakaan dan lembaga penelitian dan masyarakat pemustaka, maka akan terjadi harmonisasi antar fungsional yang fungsional peneliti, fungsional peneliti, guru, maupun dosen.
            Perpustakaan akan mampu berperan aktif sebagai pengumpul, pengolah, pendokumentasian, dan penyebar hasil-hasil penelitian apabila:
1).Memiliki sistem kelola hasil-hasil penelitian yang standar;
2).Memiliki sumberdaya manusia yang kompeten;
3).Memiliki sarana teknologi informasi yang memadai
4) Terdapat ketentuan penyerahan hasil-hasil penelitian ke perpustakaan terkait.
            Penelitian merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam proses penelitian ini, belum optimal pemanfaatan perpustakaan oleh para peneliti. Padahal antara kegiatan    penelitian dan kegiatan penelitian terdapat unsur timbal balik yang saling membutuhkan.
            Proses penelitian akan berjalan baik apabila ditunjang dengan proses kajian pustaka dan jasa perpustakaan. Setelah selesai penelitian, maka hasil-hasil penelitian itu akan diolah,  didokumentasikan,  dan disosialisasikan oleh perpustakaan agar memiliki nilai tambah.
Habis

Lasa Hs.