Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Kamis, 02 Juli 2020

TUNTUNAN IBADAH (Lanjutan) PADA MASA PANDEMI COVID 19


Assalamu ’alaikum wr.wb.

Untuk memberikan penjelasan seputar pelaksanaan ibadah (salat) di masa pademi Covid-19, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Edaran No. 05/l.0/E/2020 tg. 4 Juni 2020 tentang Tuntunan dan Paduan Menghadapi Pandemi dan Dampak Covid-19), maka secara berseri disajikan Tutunan Ibadah pada masa Pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

    TUNTUNAN IBADAH    (Lanjutan)         
PADA MASA PANDEMI COVID 19
Tulisan – 1

a.     Hukum Salat dengan Saf Berjarak
Meluruskan maupun merapatkan saf adalah bagian dari kesempurnaan salat. Oleh karena itu, merapatkan saf sangat dianjurkan dalam kondisi salat yang normal dan tanpa ada bahaya atau kedaruratan yang mengancam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi.
1.       Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa Nabi saw bersabda: .. dan tegakkanlah saf dalam salat karena tegaknya saf termasuk dari bagusnya salat (H.R. al-Bukhari)
2.      Dari Anas bin Malik (diriwayatkan) dari Nabi saw, beliau bersabda luruskanlah saf-saf kalian karena sesungguhnya lurusnya saf termasuk dari tegaknya salat (HR. Al-Bukhari)
3.      Dari Anas bin Malik (diriwayatkan) ia berkata, Rasulullah saw bersabda:”Lurukanlah saf-saf kalian kalian, karena sungguh lurusnya saf-saf merupakan bagian dari kesempurnaan salat (HR. Muslim)
4.      Dari Anas (diriwayatkan) adalah Rasulullah saw menghadap kepada kami sebelum takbiratul ihram lalu bersabda: rapatkanlah dan luruskannlah karena sesungguhnya aku (dapat) melihat kalian dari belakangku”. (HR. Ahmad)
Adapun dalam kondisi belum normal di mana sesungguhnya masih belum terbebas dari ancaman wabah Covid 19, perenggangan jarak saf dapat dilakukan demi menjaga diri dari bahaya. Hal ini sesuai hadis Rasulullah saw, yang artinya :”Tidak boleh berbuat mudarat dan menimbulkan madarat (HR. Ibnu Majah)
Dalam kondisi sepert ini, perenggangan jarak tidak menghilangkan nilai (pahala) dan kesempurnaan salah berjamaah, karena wabah Covid – 19 merupakan uzur syar’i yang membolehkan pelaksanaan ibadah secara tidak normal. Hal ini selaras dengan spirit hadis Nabi saw, yang artinya :”Jika seorang hamba jatuh sakit atau pergi safar, maka pahalanya akan dicatat seolah-olah ia sedang tidak safar dan dalam kondisi sehat (HR. Al-Bukhari).
      Ibnu Hajar al-’Asqalani menjelaskan bahwa makna hadis ini ialah jika seseorang saat tidak bepergian jauh atau saat sehat biasa mengerjakan suatu amalan, kemudian saat ada uzur ia mengambil rukhsah atau meninggalkan sebagian amalan yang biasa dikerjaknnya, sementara dalam hati ia bertekad andai saja bukan karena uzur ini, niscaya tetap akan ia kerjakan, maka ia dicatat tetap memperoleh pahala amal tadi meskipun ia tidak melakukannya.
      Jadi, perenggangan saf  atau pembuatan jarak antara jamaah satu dengan yang lain dalam salat berjamaah di masjid atau musala dalam kondisi seperti sekarang ini boleh dilakukan.
(Lampiran 1 Edaran Pimpinan Muhammadiyah No. 05/1.0/E/2020, 4 Juni 2020, Suara MuhammdiyahEdisi Khusus, 16 April – 15 Juli 2020)

Bersambung