Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Minggu, 25 Oktober 2020

Dar al ‘Ahdi wa Al Syahadah : Tulisan -1


Muhammadiyah memandang bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI  yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 adalah Negara Pancasila yang ditegakkan di atas falsafah kebangsaan yang luhur dan sejalan dengan ajaran Islam. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan , Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia secara resmi selaras dengan nilai-nilai Islam.

            Negara Pancasila yang mengandung jiwa, pikiran, dan cita-cita luhur sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 itu dapat diaktualisasikan sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur  yang berperikehidupan maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat dalam naungan ridha Allah SWT.

            Bahwa Negara Pancasila merupakan hasil konsensus nasional (dar al ‘ahdi) dan tempat pembuktian dan kesaksian (dar al syahadah) untuk menjadi negeri yang aman dan damai (dar al salam). Negara ideal yang dicita-citakan Islam adalah Negara yang diberkahi Allah, karena penduduknya beriman dan bertaqwa (Q.S. Al-A’raf: 96), beribadah dan memakmurkannya (Q.S. Al-DzARIYAT: 56); Hud; 61), menjalankan fungsi kekhalifahan (Q.S. Al-Baqarah: 11, 30), memiliki relasi hubungan dengan Allah (hablun min Allah) dan dengan sesama manusia (hablun min al-nas) yang harmonis (Q.S. Ali Imran: 112), mengembangkan pergaulan antarkomponen yang setara dan berkualitas taqwa (Q.S. Al Hujurat: 13) serta menjadi bangsa unggulan, bermartabat (khaira ummah) Q.S. Ali Imran: 110).

            Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia adalah ideologi Negara yang mengikat seluruh rakyat dan komponen bangsa. Pancasila bukan agama, tetapi substansinya mengandung dan sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa Pancasila itu Islami, karena substansi pada setiap silanya selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.

            Dalam Pancasila terkandung ciri keislaman dan keindonesiaan yang memadukan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan (humanism religious) , hubungan individu dan masyarakat, kerakyatan dan permusyawaratan, serta keadilan dan kemakmuran. Melalui proses integrasi keislaman dan keindonesiaan yang positif itu, umat  Islam Indonesia sebagai kekuatan mayoritas dapat menjadi teladan yang baik (uswah hasanah) dalam mewujudkan cita-cita nasional yang sejalan dengan idealism baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.

 

Bersambung