Berpedoman pada surat Nomor 4373/B4/DT.04.01/2025, tanggal 19 November 2025, tentang Penawaran Program Tendik Berdampak: Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme, 10 Pustakawan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA), dinyatakan lolos seleksi. Kesepuluh Pustakawan FPPTMA tersebut antara lain yaitu: Irkhamiyati (Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Afnan Rizqiana Salsabila (Universitas Muhammadiyah Ponorogo), Ema Nur Iftitah (Universitas Muhammadiyah Purworejo), Ema Nur Iftitah (Universitas Muhammadiyah Purworejo), Fachrina Aprilia (Universitas Muhammadiyah Malang), Hendri Uut F (Universitas Muhammadiyah Jember), Nidaul Haq (Universitas Muhammadiyah Jakarta, Iqbal (Universitas Muhammadiyah Sorong), Wisna Ramdani (Universitas Muhammadiyah Bone), M. Fanny Syecham (Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung), Putir Prakasiwi Bawono (Universitas Muhammadiyah Semarang).
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berdasarkan beberapa ketentuan. Pertama Adalah berdasarkan kuota yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Workshop-Benchmarking Program Tendik Berdampak. Kedua berdasarkan hasil reviu kelengkapan administrasi rekomendasi Perguruan Tinggi dan administrasi pendaftar. Ketiga berdasarkan urutan nilai serta ketuntasan urutan waktu penyelesaian modul digital yang diikuti peserta.
Workshop-Benchmarking awalnya direncanakan pada tanggal 15-19 Desember 2025. Realisasi workshop-benchmarking penyelenggaraannya dilaksanakan pada Senin-Jumat, 6-10 April 2026. Tempat workshop di Hotel Mercure Lebak Bulus Jakarta Selatan dan Perpustakaan UI. Pembukaan workshop-benchmarking dilakukan secara hybrid. Acara pembukaan bersamaan untuk jabatan fungsional tendik lainnya, seperti pranata laboratorium, Humas, SDM, analisis kebijakan, arsiparis, dan pranata komputer yang dilaksanakan di berbagai daerah dan Perguruan Tinggi lainnya.
Total tendik yang lolos seleksi sejumlah 385 orang dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Adapun jumlah tendik dari jabatan fungsional sebanyak 60 orang dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia. 10 Pustakawan FPPTMA termasuk di dalamnya. Materi workshop-benchmarking sangat bermanfaat untuk peningkatan kompetensi pustakawan di era AI. Dalam sambutannya Menteri Pendidikan Saintek menyampaikan bahwa kekuatan tata kelola perguruan tinggi dan layanan prima juga dipengaruhi oleh Tendik. Guna menghasilkan kualitas perguruan tinggi yang berdaya saing juga dibutuhkan peran penting tendik melalui modal kerja yang efektif, efisien, dan adaptif. Harapannya Tendik tidak hanya sebagai tenaga pelaksana administrasi saja, namun juga sebagai lokomotif yang inspiratif. Begitu pula bagi pustakawan juga sangat penting untuk mengambil peran tersebut agar bisa terus adaptif di era AI.

0 Komentar