Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah
'Aisyiyah (FPPTMA) sukses menggelar agenda akbar Silaturahmi Nasional Perpustakaan
PTMA (Silasma) 2026, di Universitas Muhamamdiyah Semarang. Agenda besar yang mengangkat
tema krusial "High Tech, High Touch: Menjaga Ruh Kemanusiaan di
Perpustakaan Era Digital", menjadi perhelatan nasional yang berlangsung
dari tanggal 3 hingga 5 Juni 2026.
Acara yang dihadiri oleh ratusan pustakawan dari
lingkungan internal PTMA dan dari institusi non PTMA ini secara taktis
merumuskan arah baru perpustakaan akademik di tengah gempuran teknologi
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Acara diselenggarakan secara hybrid,
yang juga diikuti oleh mitra dari Universitas Malaisyia Trengganu. Acara juga dihadiri oleh jajaran
tokoh penting,seperti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa
Tengah, serta perwakilan asosiasi profesi (APPTIS, APPTNU, dan FPPTI).
FPPTMA mendorong transformasi ekosistem digital yang
tidak melupakan aspek empati, nilai keislaman, serta kehangatan interaksi
manusiawi.
SILASMA dimulai sejak Rabu, 3 Juni 2026, dibuka dengan
pengarahan fundamental oleh Penasihat FPPTMA, Drs. Lasa HS, M.Si. Dalam arahannya,
Lasa menggarisbawahi pentingnya nilai keikhlasan dalam korps pustakawan. Ia
mendorong agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) yang memiliki
kapasitas segera menginisiasi pembukaan Program Studi Ilmu Perpustakaan demi
penguatan profesi secara berkelanjutan. Lasa juga menargetkan standarisasi
database nasional untuk memetakan seluruh perpustakaan PTMA yang telah
terakreditasi resmi.
Memasuki agenda Rakornas, berlangsung Sidang Pembahasan
AD/ART FPPTMA. Pada peninjauan Pasal 3, sidang secara khidmat mengulas kembali
historisitas organisasi yang didirikan di Yogyakarta pada 23 Mei 2004 bertempat
di UMY. Organisasi yang sempat mengalami masa pasif (2006–2012), akhirnya
bangkit kembali melalui konsolidasi bersama UHAMKA dan Majlis Pustaka dan
Informasi (MPI) PP Muhammadiyah pada April 2012. FSPPTMA resmi menggunakan
nomenklatur FPPTMA pada Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tahun 2017. Beberapa pasal menjadi
bahan dikusi seru di Rakornas FPPTMA.
Puncak seremonial dan seminar ilmiah berlangsung
dinamis pada hari kedua, Kamis, 4 Juni 2026. Ketua Umum FPPTMA, Irkhamiyati,
S.IP., M.IP., dalam sambutan resminya menegaskan peran transformatif pustakawan
modern. "Sebagai mitra riset strategis di perguruan tinggi, pustakawan
tidak boleh kalah adaptif dari mahasiswa. Kami berkomitmen terus
menyelenggarakan pelatihan aplikatif berbasis AI. Namun perlu diingat, setinggi
apa pun teknologi yang diadopsi, perpustakaan wajib mempertahankan sentuhan
humanis," tegas Irkhamiyati.
Senada dengan hal itu, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof.
Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., dalam sambutannya menyatakan bahwa di tengah
derasnya arus informasi digital, tidak semua lapisan masyarakat mampu menyaring
informasi secara mandiri. "Di sinilah urgensi kehadiran perpustakaan yang
mengedepankan empati dan konsep human-centered library," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, FPPTMA turut memberikan penghargaan bergengsi berupa Excellent
Awards kepada Universitas Muhammadiyah Semarang yang diterima langsung oleh
Wakil Rektor I sebagai apresiasi atas dedikasi pengembangan literasi.
Acara ini menghadirkan Dr. Ir.
Wahyudi, S.T., M.T. selaku keynote speaker dari Majelis Diktilitbang PP
Muhammadiyah. Dalam sesi utama seminar,
Dr. Ir. Wahyudi memaparkan kebijakan strategis AI di lingkungan PTMA, di mana
nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) diposisikan sebagai fondasi etika
utama pemanfaatan AI. "Kecanggihan
teknologi tercermin dari penguasaan High Tech (AI), namun ruh utamanya berada
pada High Touch yang bersumber dari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
(AIK). Perpustakaan masa depan bertindak sebagai human interface
akademik."
Seminar kemudian dilanjutkan oleh tiga pakar kompeten
melalui panel materi oleh Novy Diana
Fauzie, M.A. (Kepala Perpustakaan UMY), yang mengupas tuntas fenomena ‘paradoks
digital' yang mampu memotong efisiensi waktu namun berisiko mengikis kedekatan
emosional dan jiwa layanan (spirit of service). Filosofi High Tech,
High Touch menjadi instrumen penyeimbang esensial bagi civitas akademika.
Pembicara kedua, Suwondo, S.Hum.,
M.Hum. (Kepala UPT Perpustakaan UNDIP), memaparkan metode akselerasi
pustakawan melalui pengolahan data perilaku mahasiswa memanfaatkan tools AI
dalam rancangan arsitektur smart library. Pembicara ketiga, Dr. Dhendra Marutho, S. Kom., M. Kom. (Dosen
Prodi Artificial Intelligence UNIMUS), menjelaskan aplikasi praktis AI
dalam manajemen database perpustakaan dan peran krusial prompt engineer.
Ia menegaskan AI hadir untuk melipatgandakan produktivitas, bukan menghilangkan
perpustakaan.
Menanggapi diskusi interaktif mengenai eksistensi riil
pustakawan dalam ekosistem smart library yang diajukan oleh FPPTI Pusat, para
panelis sepakat bahwa aspek high touch diwujudkan melalui kemampuan
berempati dengan generasi orisinil digital (digital natives). Pustakawan
masa kini wajib menguasai instrumen AI guna memahami dan menuntun perilaku
riset mahasiswa modern yang mayoritas telah aktif menggunakan teknologi
tersebut.
Sebagai penutup dari simposium berskala nasional ini,
pada hari ketiga, Jumat, 5 Juni 2026, para peserta dijadwalkan mengikuti agenda
opsional berupa Library Tour di Perpustakaan UNIMUS dan perguruan tinggi
di Semarang lainnya. Kunjungan lapangan ini dirancang secara khusus untuk
memberikan potret aplikatif bagi para peserta dalam mengamati implementasi
langsung integrasi layanan digital berbasis kenyamanan pemustaka di lokasi tuan
rumah. (Irkhamiyati)
0 Komentar