Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Minggu, 20 Agustus 2017

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PERPUSTAKAAN

Perpustakaan akan berkembang  signifikan apabila didukung oleh lembaga induk/masyarakat, manajemen perpustakaan yang profesional, anggaran yang memadai, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi. Tanpa keempat unsur ini perpustakaan asal jalan bahkan stagnan.
Perpustakaan sering  dianggap penting dalam pidato pejabat, seminar, dan tulisan.  Realita  lapangan menunjukan bawa  sebagian besar perpustakaan kita masih di bawah standar nasional. Hal ini lantaran tidak ada dukungan penuh dari lembaga induk. Bahkan di kota pelajar sekalipun.
Sebagian besar manajemen perpustakaan dikendalikan oleh orang-orang yang tidak paham manajemen dan buta tentang perpustakaan. Kapan perpustakaan akan maju kalau sang nakhoda sendiri bingung. Banyak perpustakaan yang dikendalikan oleh pejabat status,  dan sekedar mengesahkan tunjangan sertifikasi. Ibarat kucing dimasukkan salon veterinier. Di salon ini gigi kucing diganti gigi musang, kulitnya dicat bercorak kulit macan. Biar keluar berwajah macan katanya. Begitu keluar dari salon giginya copot. Lantaran giginya kebesaran. Maka jadilah macan ompong.
Anggaran perpustakaan selalu menempati angka buncit. Bahkan ibarat menunggu hujan di musim kemarau (ngenteni udan ing mongso ketiga). Kebijakan lembaga pendidikan belum sesuai amanah undang-undang. Tidak sedikit para pejabat pendidikan yang tidak tau undang-undang nomor 43 Tahun 2007, padahal sudah sepuluh tahun. Kenyataan di lapangan, lebih baik membangun gapura daripada beli buku teks,toh sudah melimpah buku paket sampai jamuran di gudang.
Dengan berbagai alasan, pengelolaan perpustakaan diserahkan kepada orang-orang yang tidak mengerti seluk beluk perpustakaan. Mereka kurang memiliki kompetensi yang memadai. Pengembangan sumber daya manusia perpustakaan di negeri ini masih rancu. Mereka yang berijasah bidang dan  strata tertentu, lalu didiklat sekian hari dengan membayar sekian juta. Sim salabim nongollah pustakawan jadi-jadian.  Dengan pola pendidikan seperti ini mana mungkin kita memeroleh sumber daya yang betul-betul kompeten.Sementara itu para lulusan perpustakaan terpaksa banting setir karena lahannya diserobot orang lain.
Sumber daya manusia perpustakaan merupakan unsur yang paling dominan bagi suatu perpustakaaan apabila dibanding dengan sumberdaya lain.Sumber daya manusia merupakan makhluk hidup yang bisa bergerak dan menggerakan sumber daya lain . Sumber daya lain seperti anggaran, koleksi, teknologi, sarana prasarana merupakan benda mati. Sumber daya ini  akan berdayaguna apabila digerakkan dan dikelola oleh sumber daya manusia.
Di samping itu, sumber daya manuia merupakan sumber daya insani yang memiliki hati nurani, akal, dan nafsu yang harus diperhatikan pemenuhan kebutuhannya. Manusia sebagai makhluk religi, makhluk politik, makhluk sosial, dan makhluk budaya yang harus dikembangkan secara optimal.
 Buku ini menyajikan pengertian manajemen sumber daya manusia, fungsi dan peran sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Diuraikan pula cara rekruitmen, pembinaan, dan pengembangan karir sumber daya manusia sampai karir puncak. Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan antara lain melalui studi lanjut, magang,pendidikan dan pelatihan, seminar, dan lainnya.
Buku ini ditulis berdasarkan berbagai literatur seputar manajemen sumber daya manusia dan perpustakaan. Tentunya ditambah pengalaman penulis yang pernah/sedang menjadi pustakawan, dosen, guru, redaktur/reviewer, tim penilai kepustakawanan (yuri lomba, tim penilai jabatan fungsional pustakawan, penulisan, ) penulis, asesor, pengurus oganisasi kepustakawanan, narasumber dan pernah/sedang menjabat sebagai kepala unit kerja maupun kepala perpustakaan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Penulis buku ini  menyadari bahwa ilmu dan pengalaman yang tidak ditulis,  akan hilang dan kurang memberikan manfaat. Ilmu, pengalaman yang ditulis terutama dalam buku juga akan ikut mengabadikan nama penulisnya.



Lasa Hs