Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Kamis, 24 Mei 2018

Japanese Language Book Classification Development in Indonesia Perspective of Library Science: Expansions of Japanese Notation on DDC (Dewey Decimal Clasification)


Japanese Language Book Classification Development in Indonesia
Perspective of Library Science: Expansions of Japanese Notation on DDC
(Dewey Decimal Clasification)

Arda Putri Winata 
Pustakawan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
081904185435
Abstrak

This paper discusses the new classification development in DDC (Dewey Decimal Classification) system for Japanese language book collection. It is based on most of library in Indonesia uses DDC system for classify all book collections, while notation of Japanese language books classification is not specified. Only one notation classification in Japanese language books (495.6), whereas Japanese language studies or topics is varied. This is different in Japan which uses NDC (Nippon Decimal Classification) with many notation (code) classification for each language category. Because of the library system not effective using 2 system, DDC system and NDC system can’t be use simultaneously. The purpose of this research is to expand Japanese language books notation in DDC system according to Taylor, Barwick, Sayers, and Hamakonda based on the criteria of good classification system. This research is expected to facilitate the library of universitas muhammadiyah and library in Indonesia to classify the Japanese language book. This research use descriptive method with qualitative approaches since analyzed descriptively with qualitative method. The method of analysis used evaluating DDC system as a library collection classification system, reviewing various topics or subject in Japanese language (linguistics), reviewing and to study the NDC (Nippon Decimal Classification) system related notation Japanese language books classification.

Key words             : Japanese Language, DDC, Classification System, Library


PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KOMUNIKASI NONVERBAL PUSTAKAWAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA


Arda Putri Winata
Abstrak
Pustakawan menjadi jembatan penghubung pemustaka dengan kebutuhan mereka. Komunikasi sangat memengaruhi hal tersebut. Komunikasi yang efektif yakni ketika komunikasi verbal selaras dengan komunikasi nonverbal. Melihat pentingnya komunikasi, maka perlu dilakukan kajian untuk menilai persepsi pemustaka terhadap komunikasi nonverbal pustakawan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru angkatan 2017-2018 dari berbagai prodi sebanyak 50 orang.
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 50 (lima puluh) mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 didapatkan hasil bahwa: 1. Dari segi penekanan intonasi suara pustakawan, sebanyak 23 % mahasiswa setuju; 2. Dari penampilan fisik sebanyak 33 % mahasiswa merespon setuju (baik); 3) Sebanyak 15 % mahasiswa dengan gerakan; 4. Sebanyak 21 % setuju dengan variabel ekspresi wajah dan kontak mata, namun sebanyak 8 % mahasiswa memberikan respon yang kurang positif terhadap beberapa indikator komunikasi nonverbal pustakawan UMY.
Kata kunci: Komunikasi Nonverbal. Pustakawan. Persepsi. Perpustakaan.


PEMANFAATAN APLIKASI ANTIPLAGIASI DALAM MEMINIMALISIR TERJADINYA PLAGIASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA/UMY


Eko Kurniawan (UMY); Umi Fatimah (UIN Suka);
 M. Jubaidi (UMY)
Abstrak
Teknologi internet yang berkembang pesat memberikan danmpak yang positif bagi penggunanya. Pengguna dapat dengan mudah dan dapat mencari informasi yang mereka cari tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun demikian, di balik dampak positif juga terdapat dampak negatif. Yakni munculnya pribadi yang instan dan cenderung melakukan copy paste terhadap sumber inbformasi yang telah didapatkan. Dari sini, maka muncullah tindaKan plagiarism. Dalam kaitan ini, Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta telah 2 (dua) tahun menerapkan apliksi anti lagiasi dalam meminimalisir terjadinya plagiasi di lingkungan sivitas akademika UMY. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas bagaimana praktik dan pemanfaatan aplikasi tersebut.
Makalah ini disusun menggunakan metode kualitatif sedangkan hasil peneliitan menytakan bahwa pemanfaatan aplikasi anti plagiasi di UMY sangat efektif. Hal ini disebabkan bahwa dengan adanya aplikasi ini sivitas akademika UMY tidak serta merta bisa melakukan copy paste terhadap sumber-sumber informasi yang didapatkan. Hal ini bisa terjadi karena ada aturan Rektor UMY yang mewajibkan kepada sivitas akademika untuk mengecek karya ilmiah mereka melalui aplikasi tersebut.
Kata kunci : Plagiasi; Aplikasi anti Plagiasi Turnitin.



Rabu, 23 Mei 2018

Dakwah Kontekstual “Sebuah Refleksi Pemikiran Islam Kontemporer”


Judul Buku      : Dakwah Kontekstual “Sebuah Refleksi Pemikiran Islam Kontemporer”
Penulis Buku   : Drs. A. Busyairi Harits, M.Ag.
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Cetakan           : Pertama, 2006
Ketebalan        : 309 halaman
ISBN               : 979-2458-19-0

Dakwah bisa disampaikan dengan berbagai metode dan media, salah satunya adalah media tulisan yang bisa dibaca oleh khalayak luas. Menyampaikan dakwah dengan tulisan dirasa efektif di era globalisasi saat ini, karena bisa mempengaruhi wacana dan pemikiran publik. Dengan tulisan, isu-isu kontemporer, sejarah dan perkembangan perspektif Islam juga bisa disampaikan dengan menarik sehingga bisa lebih dimengerti oleh umat manusia yang beragam.
Buku yang ditulis oleh Drs. A. Busyairi Harits, M.Ag dengan judul “Dakwah Kontekstual” ini terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang pemikiran Islam kontemporer, yang membahas tentang revolusi seks dalam sudut pandang kaum Syi’ah, pemahaman tentang tarekat dan sufi untuk kalangan pemula, Bahasa Al-Quran, dan tulisan tentang sholat serta  dinamika industrialisasi.
Di bagian kedua, menjelaskan tentang masalah-masalah pendidikan khususnya dalam perkara budi pekerti, petingnya mengimplementasikan tasawuf dalam kehidupan serta pemikiran-pemikiran para ahli tentang ilmu akhlak. Menurut Hafiz Hasan al-Mas’udi, pribadi yang memiliki akhlak yang baik di dunia dirinya akan mendapatkan ketenangan hati dan kebaikan pancaindra, sedangkan di akhirat akan memperoleh martabat dan keuntungan derajat yang paling tinggi. Di bagian kedua buku ini juga menjelaskan bagaimana menanamkan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Baik pendidikan budi pekerti dalam rumah tangga, sekolah, masyarakat bahkan dalam pemerintahan, karena upaya menegakkan kebenaran tidak akan tercapai tanpa peran pemerintah di dalamnya. 
Buku ini juga membawa kita memahami tentang pemikiran Islam yang berhubungan dengan politik, sosial dan budaya serta bagaimana dimensi sosial kerukunan antar umat beragama harus diterapkan, karena kerukunan umat beragama dapat dijalin dengan mencerminkan ikatan persaudaraan. Di akhir dakwah kontekstual yang disampaikan, buku ini membawa para pembaca untuk mengetahui sekilas perkembangan dua organisasi besar yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) serta pentingnya dialog keterbukaan dalam Islam. Sebagai penutup, penulis juga menggambarkan tentang “revolusi religious” di bulan Ramadhan, dimana sikap dan sifat seseorang mengalami perubahan drastis untuk taqarrub atau sebuah upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh:
Yuliana Ramawati

Minggu, 20 Mei 2018

PENGEMBANGAN POTENSI DIRI PUSTAKAWAN MELALUI KETRAMPILAN KOMUNIKASI


Abstraks

            Pustakawan sebagai individu memiliki potensi diri yang dapat dikembangkan secara optimal. Pengembangan diri ini dapat terlaksana dengan baik apabila mereka mampu menjalin komunikasi yang efektif.
            Melalui berbagai media komunikasi, pustakawan dapat mengekspresikan diri, mengaruhi orang lain, menjalin kerjasama, dan meningkatkan potensi diri. Dalam hal ini, pustakawan memiliki peran strategis karena pustakawan bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan informasi. Bidang-bidang ini sangat diperlukan oleh profesi dan fungsional lain. 

Lasa Hs.