Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 10 November 2019

PERPUSTAKAAN dan PENELITIAN Tulisan – 3 Peran Perpustakaan




b. Penyedia jasa penelusuran
            Perpustakaan sebagai lembaga informasi menyelenggarakan bermacam-macam pelayanan informasi seperti sirkulasi, referensi, terjemahan, literasi informasi, dan penelusuran literatur. Melalui jasa ini, peneliti dapat memperoleh berbagai informasi, data, maupun literatur terkait dengan tema penelitian mereka. Untuk itu mereka perlu melakukan studi literatur primer, dan literatur sekunder. Dari literatur primer  ini, para penelitian  memroleh data asli serta pemikiran awal dari ilmuwan lain.
c. Pendokumentasi hasil penelitian
            Setelah selesai proses penelitian, biasanya peneliti diwajibkan untuk menulis laporan penelitian. Laporan ini biasanya diserahkan kepada penyandang dana sebagai bentuk tanggung jawab atas dana yang diberikan. Mereka jarang menyerahkan hasil laporan ini ke perpustakaan terkait.
            Sebenarnya perpustakaan bisa menampung, mengolah, mendokumentasikan, bahkan mensosialisasikan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian hasil penelitian ini akan memiliki makna lebih luas.
d. Penyebar hasil penelitian
            Andaikata para peneliti menyadari pentingnya hasil penelitian itu diketahui masyarakat luas, maka mereka akan menyerahkan hasil penelitian mereka ke perpustakaan. Pada umumnya para peneliti kurang menyadari betapa besar peran perpustakaan dalam ikut serta mensosialisasikan hasil penelitian itu.
            Apabila semua hasil penelitian diserahkan ke perpustakaan terkait, maka perpustakaan itu akan mengelolanya secara profesional. Maka akan terjadi sistem transformasi keilmuan yang baik. Dengan adanya kerjasama yang baik antara perpustakaan dan lembaga penelitian dan masyarakat pemustaka, maka akan terjadi harmonisasi antar fungsional yang fungsional peneliti, fungsional peneliti, guru, maupun dosen.
            Perpustakaan akan mampu berperan aktif sebagai pengumpul, pengolah, pendokumentasian, dan penyebar hasil-hasil penelitian apabila:
1).Memiliki sistem kelola hasil-hasil penelitian yang standar;
2).Memiliki sumberdaya manusia yang kompeten;
3).Memiliki sarana teknologi informasi yang memadai
4) Terdapat ketentuan penyerahan hasil-hasil penelitian ke perpustakaan terkait.
            Penelitian merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam proses penelitian ini, belum optimal pemanfaatan perpustakaan oleh para peneliti. Padahal antara kegiatan    penelitian dan kegiatan penelitian terdapat unsur timbal balik yang saling membutuhkan.
            Proses penelitian akan berjalan baik apabila ditunjang dengan proses kajian pustaka dan jasa perpustakaan. Setelah selesai penelitian, maka hasil-hasil penelitian itu akan diolah,  didokumentasikan,  dan disosialisasikan oleh perpustakaan agar memiliki nilai tambah.
Habis

Lasa Hs.

Prof. K.H. Abdoel Kahar Mudzakir – Pahlawan Nasional


                                              

            Putra Kotagede Yogyakarta ini lahir 16 April 1907 di Gading Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Beliau adalah  putra H. Mudzakir, seorang pedagang dan tokoh Muhammadiyah di Kotagede. Beliau adalah cicit dari Kiyai  Hasan Busyairi seorang pemimpin suatu tarikat dan seorang komandan Lasykar Pangeran Diponegoro. Kiyai Hasan Busyairi ikut dibuang bersama Pangeran Diponegoro dan wafat di Tondano (Minahasa) yang meninggalkan keluarga Islam di Kampung Jawa Tondano. Kakeknya adalah Kiyai Abdullah Rasyad, seorang guru agama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, demikian pula ayahnya Kiyai Haji Mudzakir.
            Abdoel Kahar Mudzakir memeroleh pelajaran agama Islam  pertama kali  dari ayahnya sendiri. Kemudian beliau belajar di Manba’ul ‘Ulum Surakarta dan menjadi santri di Ponpes Jamsaren Surakarta dibawah asuhan K.H.Idrus, dan kemudian juga menjadi santri di Ponpes Termas Pacitan.
            Pada tahun 1924, beliau menunaikan ibadah haji, dan mukim di sana untuk memelajari agama Islam lebih mendalam. Namun situasi saat itu kurang kondusif lantaran adanya Revolusi Arab, maka beliau pindah ke Mesir tahun 1925. Dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo. Kemudian pada tahun 1927, beliau pindah ke Universitas Darul ‘Ulum di Kairo sampai lulus tahun 1936. Beliau mahir bahasa Arab, bahasa Assirian dan bahasa Ibrani.

Perjuangan di Luar Negeri
            Semasa di Mesir selama 13 tahun, beliau aktif berjuang bagi upaya kemerdekaan Indonesia dan bagi kebangkitan kembali dunia Islam. Beliau tampil gigih dalam perjuangan untuk Palestina yang ketika itu berada dalam mandat Inggris. Beliau menjadi salah satu tokoh mahasiswa Indonesia di Mesir memimpin “Perhimpunan Indonesia Raya” yakni organisasi gerakan mahasiswa seperti “Perhimpunan Indonesia” di negeri Belanda. Beliau juga sebagai sekjen organisasi Al Jami’ah Khairiyah.      
            Pada tahun 1930, beliau menghadiri Kongres Islam se dunia di Baitul Maqdis Palestina sebagai wakil umat Islam Indonesia. Ketika itulah nama beliau banyak dikenal di dunia Arab dan dunia Islam sebagai seorang pejuang pemuda Islam Indonesia. Sebagai anggota Kongres termuda, Kahar Mudzakir diangkat sebagai Sekretaris Kongres. Sebagai Ketua Kongres adalah H. Amin Al Hussainy Mufti Besar Palestina.
            Ketika Kahar Mudzakir di Mesir sudah mulai senang menulis di koran-koran yang terbit di negeri Arab maupun surat kabar yang terbit di Indnesia. Beliau juga pernah mendirikan kantor berita “Indonesia Raya” yang memberikan berita-berita bagi surat kabar yang terbit di dunia Arab dan Indonesia.
            Hubungan yang dimulai sejak di Mesir itu dengan dunia Arab, maka hubungan dengan dunia Arab dan dunia Islam terus berlanjut sampai akhir hayatnya. Beliau menjadi anggota Muktamar Alam Islamy dan Ketua Perwakilan Muktamar itu di Indonesia.
Bersambung


Lasa Hs

Rabu, 06 November 2019

Penelitian Sebagai Proses Keilmuan


Dalam perkembangan bangsa untuk jangka panjang diperlukan pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas. Kualitas sumberdaya ini dapat ditingkatkan terus menerus atara lain melalui pendidikan dan pelatihan. Proses pendidikan dan pelatihan ini sebenarnya merupakan upaya penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/IPTEK.. Dengan perkembangan IPTEK diharapkan mampu mendorong tercapainya kesejahteraan manusia.
            Proses pengembangan ilmu pengetahuan ini dapat dilakukan melalui tatap muka, penulisan, maupun peelitian. Penelitian pada hakikatnya adalah metode studi yang dilakukan melalui penyelidikan dengan hati-hati tentang suatu masalah. Dari hasil penelitian ini akan diketahui fenomena-fenomena yang selanjutnya akan berkembang menjadi gagasan, ide, rumusan, dan konsep. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian senenarnya merupakan proses pencarian ilmu pengetahuan terhadap suatu bidang yang berlangsung terus menerus.
            Proses penelitian sangat penting dalam pengembangan kehidupan intelektual bangsa. Sebab dengan adanya peningkatan hasil-hasil penelitian ini akan semakin pesat pengembangan ilmu pengetahuan. Maka tidak heran bila akhir-akhir ini mulai menjamur lembaga-lembaga penelitian yang muncul. Sedangkan Pemerintah juga meningkatkan anggaran penelitian dari tahun ke tahun.
            Penelitian memang memegang peran penting dalam rangka memberikan dasar maupun fondasi dalam pengambilan keputusan segala aspek pembangunan. Kiranya sulit dibayangkan bagaimana suatu rencana    pembangunan akan dapat berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
            Seorang peneliti sebelum melakukan penelitian, semestinya mereka itu melakukan persiapan awal. Sekurang-kurangnya mereka akan menyusun suatu rencana kerja yag dituangkan dalam bentuk proposal. Yakni suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Kemudian apabila dilihat dari segi lain, maka proposal ini masih dapat dianggap sebagai suatu rencana yang bersifat tentatif.
            Dalam penyiapan proposal ini, seorang calon peneliti harus melakukan kajian teori, merumuskan masalah, mengemukakan hipotesis, dan penyusunan penelitian. Disamping itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian dapat ditinjau dari segi keilmuan, metode keilmuan, dan kepentingan penelitian (Sudjana, 2003: 21 – 22). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dilakukan penelusuran literatur dan informasi dari sumber cetak maupun digital.
Peran Perpustakaan
            Untuk menunjang kepentingan penelitian dan mengembangkan ilmu pengetahuan, maka perpustakaan (terutama perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus) perlu melakukan antisipasi. Sebab perpustakaan ini merupakan sumber informasi utama bagi para peneliti. Dengan dukungan sumber dana dan sumber daya manusia, kedua jenis perpustakaan ini dapat difungsikan sebagai perpustakaan penelitian. Apalagi di beberapa perpustakaan khusus kini sudah memiliki subject specialist. Mereka memiliki kompetensi yang diperlukan peneliti seperti penelusuran informasi e-resources, reference tools, pengetahuan tentang antisipasi plagiasi, sitasi, gramarly, zotero, mendely dan lainnya.
            Kedudukan perpustakaan dalam proses penelitian memiliki peran strategis antara lain sebagai penyedia sumber rujukan, penyelenggara jasa penelusuran, pendomentasi hasil penelitian, dan penyebar hasil-hasil penelitian.
a.Penyedia Sumber Rujukan
            Perpustakaan sebagai lembaga keilmuan yang dalam aktivitasnya menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, pendokumentasian, dan penyebaran sumber-sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Sumber informasi ilmiah ini disediakan bagi para peminat informasi khusus seperti pendidik, peneliti, pengamat, maupun peserta didik dalam berbagai bidang
            Sumber informasi itu akan lebih berdaya guna apabila dimanfaatkan pemustaka. Oleh karena itu perpustakaan harus proaktif dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara optimal.
            Para peneliti sebelum melakukan penelitian, lebih dulu melakukan survey dan kajian pustaka. Yakni suatu langkah studi terhadap sejumlah literatur untuk memeroleh informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya, tanpa harus terikat apakah penelitian itu menggunakan data primer maupun skunder.
            Survei terhadap data ini untuk memeroleh ide tentang masalah apa saja yang paling up to date untuk dirumuskan dalam penelitian. Dari sini juga akan diperoleh teori-teori ilmiah yang telah berkembang. Manfaat lain dengan kajian pustaka ini untuk menghindari adanya duplikasi dalam penelitian. Duplikasi ini hanya mengulang penelitian orang lain dan ini merupakan pemborosan.
            Tanpa adanya kajian literatur yang mendalam, maka kemungkinan besar akan melahirkan penelitian asal-asalan atau sekedar uji coba (trial and error). Apabila demikian, maka akan dipertanyakan validitas penelitian dan kemampuan intelektual peneliti itu sendiri.
Bersambung

Lasa Hs

Senin, 04 November 2019

Bung Karno : Demokrasi Terpimpin Milik Rakyat Indonesia

Sinopsis :
Judul buku : Bung Karno : Demokrasi Terpimpin Milik Rakyat Indonesia
Penyunting : Wawan Tunggul Alam
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Untuk menjadi bangsa yang besar, kita harus mengenal pemikiran orang-orang besar. Tidak diragukan, kita memiliki orang besar yang reputasinya diakui oleh dunia pada zamannya. Dialah Soekarno, Presiden RI Pertama.

Karena keterbukaan pikirannya, ia tidak ragu menyerap ide-ide besar yang bergulir pada zamannya, sekalígus mengenali dan berusaha menghidupi tradisi pemikiran dan budaya bangsanya sendiri. Ide-ide itu bergolak dalam benaknya dan muncul sebagaí semacam sintesis, yang akan tercermin dalam ucapan dan tulisannya.

Sebagai salah seorang Founding Fathers negeri ini, ia telah meletakkan dasar-dasar kehidupan sosial politik kita. Karena itu, mempelajari pemikirannya, berarti menyelami akar-akar keberadaan kita sebagai bangsa ini. Dalam konteks itulah, buku ini membahas tentang Kumpulan Pidato Bung Karno di sekitar Demokrasi Terpimpin. Ide Ide itu sepantasnya kita bedah, kita olah kembali, kita revitalisasi, dan bahkan mungkin harus kita kritik, untuk memunculkan ide baru yang lebih baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Minggu, 03 November 2019

Pelantikan HIMPUSMA Sleman dan Seminar Nasional oleh Perpustakaan UNISA Yogya




Selasa, 22 Oktober 2019 bertempat di Ruang Hj Baroroh Baried, Kampus UNISA Yogyakarta, telah berlangsung Seminar Nasional yang diadakah oleh Perpustakaan UNISA Yogya. Sebelum acara seminar, terlebih dahulu dilakukan pelantikan pengurus Himpunan Pengelola Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah (HIMPUSMA) Sleman. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PDM Sleman yang diwakili oleh Hj. Sudarto, S.Pd, dengan saksi oleh Sekretaris PDM Sleman, Rektor UNISA Yogya, Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, dan sejumlah pejabat PDM Sleman. Setelah pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan hibah buku sebagai aplikasi program wakaf pustaka yang sudah dicanangkan oleh FPPTMA (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah).
Seminar Nasional kali ini mengangkat tema tentang Pengembangan Perpustakaan Kraetif dan Inovatif di Era Library 4.0. Seminar menghadirkan pembicara hebat, yaitu para pustakawan berprestasi. Pembicara pertama Arda Putri Winata, SIP, MA menyampaikan tentang bagaimana mewujudkan perpustakaan yang menarik di era 4.0 ini. Sedangkan pembicara kedua Anna Nurhayati, SIP, MA. Lebih menyampaikan tentang best practice atau aplikasi perpustakaan yang kreatif dan inovatif agar kita bisa menyesuaikan dengan perkembangan era Library 4.0. Seminar terasa sangat menarik audiens, yang dimoderatori oleh Subhi Waltono, S.I.Pust, Pustakawan SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Peserta seminar berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar peserta dari Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah di wilayah Sleman dan Kabupaten/Kota di DIY. Selain itu banyak juga peserta dari Perpustakaan khusus, Perguruan Tinggi, mahasiswa Magister Ilmu Perpustakaan UGM, dan sebagainya. Hadir pula dalam seminar beberapa unsur organisasi profesi, seperti Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) DIY,  perwakilan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman, beberapa pejabat PDM Sleman, pengurus HIMPUSMA Kota Yogyakarta, dan pengurus ATPUSI (Asosiasi tenaga Perpustakaan Sekolah ) Yogyakarta. Ketua panitia sekaligus Kepala Perpustakaan, Irkhamiyati, M.IP, menjelaskan bahwa adanya acara ini sebagai wujud penguatan sinergi lintas sektor. Tujuannya agar perpustakaan sekolah di wilayah Sleman dan perpustakaan lainnya saling menguatkan untuk mewujudkan kemajuan bersama.