Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 18 April 2018

MUSIK BUKAN SEKEDAR HARMONI


Judul Buku      : Terapi MUSIK Bidang Keperawatan
Penulis Buku   : Dian Natalina, M.Mus.The
Penerbit           : Jakarta; Penerbit Mitra Wacana Media, 2013
Ketebalan        : + 71 halaman
ISBN               : 978-602-1521-42-7

            Terapi Musik adalah suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan Musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi; fisik/tubuh, emosi, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan sosial.  Pengetahuan penyembuhan berbagai penyakit dan gangguan psikologi melalui Terapi Musik telah berada sejak berabad-abad sebelum Masehi. Terapi Musik dikenal kemudian diterapkan  di Indonesia sejak tahun 2000.
            Melalui buku Dian Natalina, M.Mus. The dalam buku yang berjudul “Terapi Musik Bidang Keperawatan” memberikan pengenalan akan terapi musik, bagaimana bentuk terapi musik, faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses terapi dan bagaimana langkah-langkah dalam proses terapi musik tersebut.
            Selain itu, buku ini juga memperkenalkan apa dan bagaimana terapi musik itu diterapkan sehingga musik bisa menjadi media dalam proses penyembuhan bukan sekedar relaksasi. Dan hal yang peling penting dari lembaran buku ini adalah bagaimana seorang terapis menggunakan alat musik dan memilih jenis musik untuk mencapai hasil akhir yang tepat bagi klien.
            Buku ini dilengkapi beberapa contoh lagu dengan dibubuhi beberapa not balok dan gambar alat - alat instrumen musik agar dapat memudahkan pembacanya dalam melakukan proses terapi musik. Diharapkan melalui buku ini, proses terapi musik akan diketahui secara menyeluruh dan lebih dikembangkan lagi di indonesia.
Niken Wahyu Rohmawati

Minggu, 15 April 2018

JADWAL SEMINAR PERPUSTAKAAN TH. 2018

1. 18 April Seminar Kepustakawanan “Peran Pustakawan dalam Mobilisasi Pengetahuan Untuk Masyarakat“ dan Musyawarah Daerah | IPI DKI Jakarta
2. 19 April Seminar Nasional & Workshop “Menulis Cerdas Tanpa Plagiasi di Era Digitalisasi" | Univ Begkulu
3. 20 April Seminar Nasional “Future Librarianship in Knowledge Society” | UPI Bandung
4. 23 April Diskusi Layanan Informasi Perpustakaan | ISIPII, FPPTI, FPKI Jakarta
5. 25 -26 April ICOAL International Conference of Airlangga Library “Transformasi Perpustakaan Sebagai Manajemen Data Research Untuk Mendukung World Class University" | UNAIR Surabaya
6. 28 April "Sosialisasi Unit Layanan Perpustakaan Berorientasi pada Disabilitas, Perempuan dan Lanjut Usia" | UK Petra Surabaya
7. 30 April Seminar Nasional “Kompetensi Kepustakawanan di Era Digital dalam Rangka Mendukung Knowlegde Management dan Karya Ilmiah” | UNIKA Soegijapranata Semarang
8. 1- 5 Mei CONSAL XVII “Next Generation Libraries : Collaborate And Connect” | Myanmar
9. 3 Mei International Seminar “Intl Conference of Digital Literacy and Library Based Creative Knowledge in Digital Era” | UNS Surakarta
10. 14-15 Mei International Conference on Knowledge and Scholarly Communication | Pascasarjana UGM Yogyakarta
11. 17 Juli Seminar Perpustakaan Univ 17 Agustus (Untag) Surabaya
12. 18-19 Juli ICLICK International Conference on Life, Innovation, Change and Knowledge | UNPAD Bandung
13. 19 Juli Seminar Nasional “Literasi Informasi Membangun Kreativitas Generasi Muda” | Pustaka Bogor
14. 24-30 Agustus IFLA WLIC 2018 “Transform Libraries, Transform Societies”
15. 13 September 2018 International Conference on Record and Library (ICRL), Surabaya
16. 19-20 September  ICDI International Conference on Documentation and Information “The Development of Knowledge Product in Libraries and Information Centers”
16. Oktober Seminar Ilmiah dan Kongres IPI | Surabaya
17. November KPDI 11 | Medan

Kamis, 12 April 2018

KEMANDULAN Oleh Lasa, Hs


Kemandulan kadang hanya dikonotasikan sebagai orang yang tidak memiliki keturunan. Kemandulan dalam arti substantif adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok untuk memanfaatkan potensi secara optimal. Mereka yang kaya harta tidak mampu menikmati kekayaan itu. Mereka yang punya jabatan ternyata tidak mampu memanfaatkan kekuasaan itu. Mereka yang berilmu dikatakan mandul apabila dengan ilmu mereka tidak mampu melahirkan pemikiran intelektual. Deretan gelar di depan maupun belakang namanya itu tidaklah berarti kalau memang nyatanya tidak mampu memanfaatkan ilmunya itu untuk kemaslahatan umat.
            Rasulullah Saw menyatakan tentang hakikat kemandulan dalam salah satu hadistnya, yang artinya beliau bersabda:” Tahukah kamu sekalian apa yang dimaksud dengan orang yang mandul ? Kami (para sahabat) menjawab. “ialah mereka yang tidak mempunyai keturunan atau tidak punya anak”. Kemudian Rasulullah Saw bersabda : Yang dimaksud orang mandul ialah orang yang mempunyai anak, kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikanpun dari mereka (anak-anaknya). Kemudian beliau bertanya lagi ,”Tahukah kamu siapa yang disebut miskin itu ?. Mereka (para sahabat) menjawab “ialah mereka yang tidak memiliki harta”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda: orang yang miskin itu ialah setiap orang yang punya harta kemudian ia mati tanpa memeroleh suatu kebaikan pun dari hartanya itu” (H.R. Ahmad). 



Senin, 09 April 2018

IBNU RUSYD ( 1126 – 1198) – Filosuf, pemikir Islam dan Bapak Ilmu Kedokeran.

Ahli hukum, pemikir Islam, filosuf, dan ahli ilmu kedokteran ini di Barat lebih dikenal dengan nama Averus. Beliau lahir dengan nama Abu al Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad yang lahir tahun 1126 di Kordoba. Beliau menguasai fikih, kedokteran, logika, filsafat, maupun matematika. Ia juga dikenal sebagai Penerjemah Agung (Asy Syarih al A’dzam)  lantaran jasanya sebagai komentator, menerjemahkan dan memberi penjelasan terhadap pemikiran Arisoteles, Al Farabi, Ibnu Sina, dan Al Ghazali. Dalam hal filsafat, beliau berbeda pendapat dengan Al Ghazali.
            Imam Ghazali menyatakan dalam bukunya Tahafut al Falasifah bahwa filsafat itu bisa menyesatkan manusia.  Sedangkan Ibnu Rusyd berpendapat dalam bukunya Tahafut at Tahafut  bahwa filsafat itu tidak menyesatkan manusia.
Filosuf dan pemikir terbesar dunia ini pernah menjadi qadi di Sevilla (1169) , di Kordoba (1171), dan pernah menjadi dokter istana (1182). Diantara bukunya yang terkenal adalah Al Kulliyat fi ath Thib terdiri dari 7 jilid. Di buku ini beliau sangat detail menjelaskan berbagai penyakit dan pengobatannya, pembedahan, dan peredaran darah. Karyaya dalam fiqh  adalah Bidayatul Mujtahid telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.   
Lasa Hs.

2 PUSTAKAWAN FPPTMA LOLOS CFP IFLA



Alhamdulillah,  tahun 2018 ini dua orang pustakawan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/FPPTMA lolos Call for Paper yang diselenggarakan oleh Internationa Federation Library Association. Mereka adalah Raisa (UM Yogyakarta) dan Atin (UM Magelang) akan presentasi tanggal 26 Agustus 2018 di Kualalumpur. Raisa akan menyampaikan makalah dengan judul Instagram as a media to get information: a case study at Grhatama Pustaka special Region of Yogyakarta.