Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Minggu, 20 Januari 2019

Transformasi Peran Pustakawan Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Layanan Perpustakaan yang Humanis


Endang Fatmawat
Pustakawan UNDIP Semarang

Abstrak
Artikel ini mengemukakan bagaimana transformasi peran pustakawan dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang humanis. Di era teknologi informasi  ini memungkinkan pemustaka menjadi asosial, karena mereka lebih senang berintegrasi dengan perangkat teknologi dalam akses informasi daripada bertanya kepada pustakawan.
Permasalahannya adalah bagaimana pustakawan mentransformasi perannya agar dapat mewujudkan layanan perpustakaan yang humanis. Humanis berarti memanusiakan manusia, sehingga pustakawan membutuhkan berbagai parameter yang diperlukan pemustaka.
Untuk mewujudkan layanan yang humanis, maka perlu adanya layanan orientasi pemustaka, dan kompetensi. Pustakawan harus memiliki daya juang yang tinggi,kreatif, dan inovasi.
Pustakawan perguruan tinggi menjadi agen perubahan perpustakaan terutama dalam memberikan layanan yang humanis. Layanan yang humanis akan memiliki dampak positif bagi pemustaka. Untuk itu diperlukan fasilitas yang humanis, sarana prasarana  yang ergonomis, dan berbagai kegiatan yang humanis.

(Bunga Rampai Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme, 2013: 39)





Kamis, 17 Januari 2019

Kunjungan STIkes Panti Rapih ke Perpustakaan UMY

Jum`at, 28 Januari 2018 Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapatkan kunjungan dari TIM STIKes Panti Rapih. Kunjungan tersebut berupa sharing informasi terkait persiapan akreditasi prodi, untuk itu ada beberapa hal yang dititik beratkan dalam diskusi :
  1. Pengembangan Koleksi
    - Cara mengukur kajian pengguna
    - Strategi seleksi bahan pustaka
    - Pengadaan bahan pustaka
  2. Pengolahan
  3. Pelayanan
    - Sistem otomasi yang digunakan
    - Literasi Informasi
    - Penjelasan sirkulasi
  4. Serta pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Perpustakaan UMY



Rabu, 16 Januari 2019

Shalat yang Ditolak

Shalat yang Ditolak

Pada suatu hari Nabi SAW menemui para sahabat, kemudian beliau bertanya “Wahai Manusia, Jauhilah Syirik yang tersembunyi”. Kemudian para sahabat bertanya, : Ya Rasulullah, Apakah syirik yang tersembunyi itu?”
Kemudian nabi SAW menjawab, “seseorang yang berdiri mengerjakan shalat. Dia mengerjekan shalatnya dengan sungguh-sungguh karena tahu ada orang yang melihatnya. Itulah syirik yant tersembunyi”.
Dari percakapan antara rasulullah saw dengan parasahabat dapat diambil peringatan buat kita semua dalam menjalankan ibadah shalat. Yaitu jangan menjalankan shalat dengan sungguh-sungguh hanya karena ada manusia yang melihatnya melainkan bukan karena Allah swt, karena hal itu termasuk jenis perbuatan syirik yang tersembunyi.
Dan syirik merupakan salah satu dosa besar karena telah menduakan Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 110 yang berbunyi:
Artinya:”katakanlah, bahwa aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku “bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah tuhan yang esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan dengan apapun dalam beribadat kepada tuhannya”.
Oleh sebab itu, kita harus menjalankan ibadah shalat ikhlas karena Allah swt bukan karena ingin di beri ”label” baik oleh manusia. Ingatlah bahwasanya Allah mengetahui apapun yang kita kerjakan, bahkan yang kita pikirkan sekalipun.
Jadi pelajaran yang dapat diambil dalam setiap hal yang kita kerjakan kuncinya adalah ikhlas lillahi ta’ala agar segala yang kita kerjakan mendapat pahala, ridlo, dan berkah dari Allah swt dan dapat dijauhkan dari segala macam bentuk syirik, sekeceil apapun syirik itu.
Arda P.W.

Kisah-kisah Teladan Pencerah Hati


Judul Buku      : Kisah-kisah Teladan Pencerah Hati  
Penulis Buku   : Achmad Mufid A.R
Penerbit           : Gallery Ilmu  
Cetakan           : I, 2010  
Ketebalan        : 142
ISBN               : 979-1519-55-2




Cerita adalah penggalan-penggalan kisah yang biasa terjadi dalam kehidupan, cerita sering kali mengandung kisah dengan beragam makna yang luas, memberikan pelajaran yang penuh hikmah kepada para pembaca dan pendengarnya. Cerita tidak hanya menjadi gambaran hidup sehari-hari, dengan cerita seseorang bisa belajar dan memetik nasehat yang tersirat di dalamnya.

Kisah-Kisah Teladan Pencerah Hati merupakan kumpulan cerita yang memiliki beragam makna, memberikan pelajaran kepada para pembaca tentang makna kehidupan dan bagaimana besarnya rahmat Allah SWT. Buku ini menceritakan beragam kisah kehidupan para Nabi, sahabat Nabi, Raja hingga pencuri dan waria. Kearifan seorang guru dalam mendidik muridnya, hingga bagaimana bersikap memberi tanpa memberikan syarat.

Tidak sedikit cerita yang akan membuat para pembaca bersyukur dan merasa penuh dosa, sehingga ingin segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Buku ini juga membuat para membaca untuk mengingat tentang rasa malu atas segala perbuatan yang telah dilakukan, serta belajar arti keikhlasan dan kebijaksanaan tanpa kata.

Achmad Mufid A.R sebagai penulis buku Kisah-kisah Teladan Pencerah hati ini menuliskan 72 cerita yang penuh hikmah, membawa kita belajar bagaimana perjuangan nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya, serta tak lupa menceritakan bagaiamana seorang pemimpin menjaga kearifannya. Membaca buku ini akan membuat hati dan pikiran menjadi lebih tercerahkan, lebih bijak serta mengingatkan kembali para pembaca bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.

Disetiap akhir cerita, terdapat banyak nasehat yang bisa dipetik oleh para pembaca, seperti halnya jangan takut untuk berpikir dan berbicara karena pemikiran dan perkataan itulah yang akan melindungi nilai-nilai kemanusian. Penulis juga mengingatkan bahwa kehidupan dengan menanggung kehinaan dan kezaliman akan lebih mulia di hadapan tuhan daripada kemuliaan yang dihasilkan dari merampas kebahagiaan sesama.
Kisah-kisah yang diceritakan tentunya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para pembaca, karena tidak hanya bisa di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga bisa di implementasikan dalam kehidupan bekelurga, peran seorang ayah, pemimpin, ibu dan anak menjadi kisah yang banyak diceritakan, agar para pembaca menyadari bagaiaman peran seorang tua terhadap anaknya, dan bagaimana peran anak dalam menghormati dan mencintai orangtua. 

Selasa, 15 Januari 2019

MEWUJUDKAN SINERGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH 'AISYIYAH BERKEMAJUAN


Oleh: Irkhamiyati, M.IP.
Kepala UPT Perpustakaan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Jl.Ring Road Barat No.63, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY
081328073556/085743744165

Abstrak
Mukhlis (2006) menyampaikan bahwa kemajuan tidak dapat dicapai tanpa penguasaan ilmu pengetahuan, dimana salah satu pilar ilmu pengetahuan berupa perpustakaan. Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah/PTMA merupakan Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta terbanyak di Indonesia. Jumlah PTMA mencapai ratusan yang tersebar di seluruh nusantara. Jumlah yang banyak tersebut ternyata sangat beragam kondisinya. Ada kesenjangan yang terjadi di antara Perpustakaan PTMA. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut adalah dengan menjalin kerjasama untuk saling menguatkan. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sinergi Perpustakaan PTMA berkemajuan.  Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mewujudkan sinergi antar Perpustakaan PTMA, mulai dari pembuatan MOU antar perpustakaan; peningkatan kualitas SDM bersama; reshourches sharing, pembuatan katalog bersama, Inter Library Loan; konsorsium, pemanfaatan  berbagai group dari kemajuan TI, dilaksanakannya diskusi dan presentasi, serta menggerakkan Forum Silaturrahmi Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Jalinan kerjasama yang kuat akan menghasilkan sinergi yang kuat pula, sehingga akan memberikan manfaat bersama. Saran yang penulis tuliskan adalah agar kerjasama antar Perpustakaan PTMA bisa lebih diperkuat dan direalisasikan untuk menghasilkan sinergi demi kemajuan perpustakaan bersama-sama.

Kata Kunci: kerjasama, sinergi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Muhammadiyah, 'Aisyiyah, FSPPTMA, berkemajuan.