Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Kamis, 16 November 2017

Kesombongan

Manusia diciptakan di muka bumi ini memiliki kelebihan dan kekurangan satu dari yang lain.Dengan kelebihan itu seyogyanya manusia bersyukur. Sebaliknya dengan adanya kekurangan, maka selayaknya  mereka itu sabar.
Namun demikian, dalam kehidupan sehar-hari tidak sedikit orang yang diberi kelebihan justru sombong dan merendahkan orang lain. Orang bisa saja sombong lantaran diberi kelebihan harta,  jabatan& kekuasaan, keturunan,dan ilmu
Memang  ada orang yang diberi kelebihan harta entah itu berasal dari warisan, hasil kerja keras atau penemuan. Dengan kekayaan yang melimpah itu dikiranya mereka mampu menggapai segala yang diinginkannya. Dengan harta dikira semua bisa diatur, semua orang bisa  diperintah, dibentak-bentak dan lainnya. Kadang tidak disadari bahwa harta  yang diburu sejak bangun tidur sampai tidur lagi itu malah menjebak dan menipu bagaikan fatamorgana.
Kisah Qarun menjadi pelajaran menarik  bagi mereka yang menyombongkan harta. Qarun diberi anugerah harta yang melimpah dan itu tidak mengakui bahwa kekayaan itu dari Allah. Qarun mengklaim bahwa kekayaan itu diperolehnya melalui kepandaian/ilmu dan kerja kerasnya. Tidak ada campur tangan Tuhan disitu, katanya.. Alquran S. Al Qashash: 76 menyatakan yang artinya: Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
Nasib Qarun memang mengenaskan yakni seluruh harta kekayaan, bahkan Qarun sendiri hancur ditelan bumi. Hal ini dinyatakan  dalam Alquran S.Al  Qashash: 81 yang artinya:
“Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri”.   
Ternyata harta yang dicari siang malam itu kalau tidak hati-hati justru mengenaskan pemiliknya. Tanah luas, rumah mewah, mobil model mutakhir tau-tau disita negara. Hal ini terjadi karena dalam menjalankan kehidupan dan kekuasaan tidak amanah. Mereka bangga dengan memamerkan kekayaan yang justru ujung-ujungnya menghabiskan sisa hidupnya di penjara.
Demikian pula halnya dengan pangkat dan jabatan, yang kadang membuat orang menjadi pongah  dan sombong. Ketika ingin meraih kekuasaan, mereka mengumbar janji simpati. Berbagai cara mereka tempuh untuk menjadi pejabat penting Sejak tidur di makam-makam tokoh sampai mandi kembang tiap malam Jum’at, bahkan minta wansit pada ular yang hidup di suatu sendang. Setelah terpilih menjadi orang penting, lalu muncul sikap aslinya yakni  sombong sebagai pejabat karena memiliki kekuasaan.Padahal jabatan yang dipangkunya itu hanya beberapa tahun.
Kalau tidak hati-hati, dengan jabatan itu justru menjadi sengsara. Fir’aun mati mengenaskan tenggelan di Laut Merah karena kesombongan kekuasaan. Fir’aun telah menunjukkan keangkuhan, kecongkakan, dan ksewenang-wenangan pada rakyatnya. Kekejaman dan kebengisan Fira’un ini digambarkan Allah dalam Q.S. Al Qashash: 4:
Artinya: “ Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Kepongahan, arogansi, dan kesombongan Fir’aun ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita bahwa akhir sikap ini adalah kehinaan dan kenistaan. Apalah artinya sombong jabatan kalau toh akhirnya tanah, rumah, dan rekening disita KPK/negara. Mereka menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Isteri lepas dan anak-anak merana.
Untuk itu bagaiamanaa nasib Fir’aun yang notabene melambangkan kesombongan itu. Dalam Q.S. Al A’raf: 136:  yang artinya:” Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat Kami itu”.
Orang bisa sombong lantaran keturunan. Mereka bangga dengan nenek moyangnya. Memang ada orang yang merasa lebih karena masih keturunan darah biru, anak cucu orang terkenal. Mereka tidak mau bergaul denan orang-orang kebanyakan. Bahkan mereka menolak informasi, ajaran, dan dalil yang datang dari luar garis keturunan. Maka benar bahwa kesombongan itu bisa menolak kebenaran, karena nuraninya tertutup oleh berbagai kepentingan
Disamping itu, kesombongan dan kepongahan bisa menimpa pada para intelektual. Mereka yang memiliki kemampuan bidang tertentu merasa lebih hebat dari yang lain. Lulusan dari perguruan tinggi tertentu kadang merasa lebih berkualitas dari lulusan perguruan tinggi lain. Demikian pula mereka yang lulusan luar negeri sering merasa lebih berbobot dari lulusan dalam negeri. Mereka kadang kurang menyadari bahwa wafauqa dzi ‘ilmin alim.(Di atas orang pintar masih ada lagi yang lebih pintar)
Sikap sombong/kibr, takabur adalah sikap bahwa  dirinya merasa lebih tinggi, lebih hebat, dan lebih agung dari yang lain. Sikap ini akan menjauhkan diri dari yang lain dan akan membentuk kelompok-kelompok kelas elit.
Penyakit  sombong, pongah,congkak ini dapat menghapus kebaikan dan jasa orang itu. Apabila sikap ini dikembangkan dapat merusak akidah.  .
Apabilasikap ini telah berakar dalam hati dan selalu bersikap sombong dalam kehidupan kesehariannya, maka penyakit  ini sulit dihilangkan. Untuk itu sikap ini perlu dipahami dan diantisipasi sebelumnya.
Bahaya sombong
Untuk  menghindarkan diri dari sikap smbong ini, perlu dipahami bahaya-bahaya yang ditimbulan dari sikap ini antara lain:
Terhalang dari kebenaran
Kesombongan dapat menutup akal sehat dan menyelimuti hati nurani. Oleh karena itu  orang yang sombog  tak dapat membedakan manayan terang dan mana yang gelap. Telinga tertutup dari saran dan masukan dari orang lain meskipun yang disampaikan itu merupakan kebenaran.  Dalam  hal ini Allah berfirman dalam Q.S.: Al A’raf: 146 yang  artinya: “Aku akan memalingka dari tanda-tanda (kekuasaanKu) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar”
Mendapat balasan neraka dan azab/siksa yang pedih
Keagungan, kebesaran, kekayaan, dan kemuliaan itu sebenarnya mutlak milik Allah. Manusia hanya diberikan  sangat sedikit dari kelebihan-kelebihan itu. Tentunya dengan kelebihan-kelebihan itu seseorang harus bersyukur. Sebab tidak semua orang diberikan kelebihan harta, kekuasaan, keturnan, maupun kelebihan ilmu pengetahuan. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman,yang artinya:”Kesombongan itu adalah pakaian kebesaran-Ku dan keagungan itu adalah kain penghias-Ku. Oleh karena itu,siapa saja yang menyaingi Aku pada salah satu dari keduanya, maka Aku akan memasukkannya ke dalam Neraka Jahannam”
Tidak disukai Allah
Sikap menjunjung diri dan merendahkan orang lain ini merupakan salah satu sikap yang tidak disukai Allah SWT, baik itu  sombong ilmu,sombong kekuasaan, sombong keturunan, maupn sombong harta/kekayaan. Dalam hal ini Allah menyatakan dalam  Q.S Lukman: 18 ,yang  artinya: Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yan sombong dan membanggakan diri:.
Hina di dunia dan akhirat
Sikap sombong tidak hanya dimurkai oleh Allah, tetapi menusiapun muak melihat kesombongan dan pamer kekayaan misalnya dengan pamer akiknya seharga  sekian milyar, rumahnya di hampir tiap kota, mobilnya model mutakhir. Sikap pamer di media publik ini justru menyakitkan orang lain terutama bagi orang miskin yang cari makan sendiri saja susah.     
Dalam pentas kehidupan kita, dapat disimak bagaimna akhir dan nasib
orang-orang yang sombong. Dalam kenyataan, ribuan tanah mereka akhirnya diberi papan bertuliskan; Tanah Ini Disita oleh KPK atau Rumah ini menjadi pengawasan  Kehakiman dan lainnya..
Menyikapi kesombongan ini, Imam Ghozali dalam bukunya “Minhajul Abidin mengutip perkataan Hatim yang menyatakan:”Hindarilah bertemu kematian dalam tiga keadaan; sombong, rakus, dan angkuh. Orang yang sombong itu tidak akan bertemu kematian sebelum dihinakan oleh keluarga, kerabat, dan pelayannya. Sedangkan orang yang rakus, ia tidak akan menemui kematian sebelum hidup dalam kekurangan makanan dan minuman. Bagi orang yang angkuh, tidak dikeluarkan oleh Allah swt dari dunia ini (kematian) sebelum dilumuri oleh kencing dan kotorannya sendiri. Siapa saja yang bersikap sombong atas sesuatu yang tidak dibenarkan, maka Allah swt akan mewariskan kepadanya kehinaan yang tidak ada kebaikan sedikitpun padanya::
 
Lasa Hs


Universitas Muhammmdiyah Yogyakarta.

Rabu, 15 November 2017

Pustakawan FPPTMA Kembali Eksis dalam CFP Nasional

Kamis, 16 - 18 November 2017 Perpustakaan UNILA bersama FPPTI Lampung, serta Dinas Perpustakaan Kearsipan Provinsi Lampung mengadakan sebuah seminar dan call paper dengan tema "Perpustakaan sebagai inkubator inovasi dan kreativitas sumber daya manusia dan teknologi informasi".
Alhamdulilah, berkat motivasi dari masing - masing pimpinan perpustakaan, serta dorongan dari sesama anggota FPPTMA, banyak pustakawan FPPTMA yang esksis menjadi pemakalah pada acara kalini. Diantaranya adalah :

UMS
1. Cahya K.W.

UMY
1. Arda Putri W.
2. Laela Niswatin
3. Aidilla Q.T.
4. Eko Kurniawan
5. M. Jubaidi

UAD
1. Tedy Setyadi.
2. Ana P.
3. Nanik A.
4. Gretha
5. Ardiansyah
6. Maria Dwi Harbono
7. Didit Setia Budi

 STIKes Aisyah
Pringsewu-Lampung
1. Aminuddin

UMJ
1. Rismiyati


Senin, 13 November 2017

JANGAN TAKUT GAGAL.

“Tidak penting berapa kali anda gagal, yang penting berapa kali anda bangkit “. (Abraham Lincoln).
            Kata-kata itu dilontarkan oleh seorang anak manusia yang berkali-kali mengalami kegagalan. Namun toh dengan kegagalannya itu akhirnya berhasil menjadi orang nomor satu  Amerika Serikat di usianya yang ke 51. Wajahnya yang keras itu pernah menghiasi dolar Amerika Serikat.
            Pria kelahiran tahun 1809 itu, dulu ketika masih berumur 7 (tujuh) tahun dia dan keluarganya diusir dari tanah miliknya. Kemudian pada umur 9 tahun, ibunya meninggal dunia.  Pada umur 22 tahun, ia bekerja sebagai staf administrasi suatu toko. Namun karena terlibat hutang, dia lalu dipecat. UntUk melunasi hutangnya diperlukan waktu untuk mengangsur selama 17 tahun.
            Penderitaan dan kegagalan ini tidak membuat anak manusia yang berhati baja ini loyo dan cepat menyerah. Justru dengan kegagalan itu dia bangkit dan bangkit lagi. Diapun nekad untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan kali ini juga gagal. Lalu ia mencoba berbisnis lagi dan usaha ini ternyata bangkrut. Sementara kepedihan satu belum sirna, lalu muncul kepedihan lain yakni ditinggal mati kekasihnya yang bernama Ann Rutledge.
            Ketika memasuki usia 31 tahun, ia kembali nekad mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan gagal lagi. Kemudian pada usia 34 tahun dan 39 tahun ia mencoba mencalonkan diri sebagai anggota Kongres dan kali ini  juga gagal. Bahkan saat itu ditinggal mati ketiga anak-anaknya (satu berumur 4 tahun dan yang lain umurnya tidak sampai 18 tahun).
            Penderitaan demi penderitaan ini tidak membuatnya frustasi dan tidak kehilangan semangat hidup. Justru dengan berbagai kegagalan ini akan menempa diri seseorang untuk semakin tangguh dalam menggapai cita-cita luhur. Semangat yang luar biasa ini mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai angggota Senat Amerika Serikat di usianya yang ke 45. Kenekadannya ini semakin menjadi dengan mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat di umurnya yang ke 47. Untuk pencalonan ini memang gagal. Namun dengan semangat baja, keuletan, kelincahan, dan keberanian akhirnya toh cita-cita luhur sebagai Presiden Amerika Serikat  itupun tercapai di usianya yang ke 51. 
            Ini sepenggal kisah seorang anak manusia yang bernama Abraham Lincoln yang sejak kecil nasibnya terlunta-lunta. Kegagalan dan penderitaan selalu menyelimuti kehidupannya. Kegagalan dan penderitaan yang bertubi-tubi itu antara lain; diusir dari tanah kelahirannya sendiri, ditinggal mati oleh orang-orang yang dicintainya (anak, kekasih, dan ibunya) dan kegagalan menggapai cita-cita  sebagai anggota Senat, maupun anggota Kongres. Bagi mereka yang tidak kuat iman dan jiwanya, dengan penderitaan semacam ini mungkin membuat orang itu sakit jiwa, stress, frustasi, bunuh diri, atau masuk penjara.
            Dari berbagai kepedihan dan penderitaan yang dialaminya itu akhirnya beliaupun memberikan pesan :”Tidak penting berapa kali anda gagal, yang penting berapa kali anda bangkit”.
Keteguhan hati
            Berbagai macam penderitaan yang menimpa seseorang bisa membuat patah semangat terutama bagi mereka yang nyalinya kecil. Sebaliknya, berbagai penderitaan itu justru akan mendorong seseorang untuk bangkit dan bangkit lagi lantaran orang itu memiliki keteguhan hati.
            Keteguhan merupakan kekuatan yang mampu mendorong seseorang untuk mencapai kesuksesan meskipun harus mengalami kondisi yang menyulitkannya. Dengan keteguhan hati seseorang dapat mencapai prestasi gemilang meskipun tadinya biasa-biasa saja. Salah satu contoh adalah Kolonel Sander’s si pendiri dan pemilik Kentucky Fried Chicken. Pensiunan ini memiliki keteguhan hati dalam meraih keberhasilan. Dia tidak ingin menggantungkan nasibnya pada bantuan sosial. Kemudian ia mendirikan usaha penyajian ayam goreng. Beliau tidak segan-segan menawarkan sajian ayam goreng itu dari satu restoran ke restoran lain bahkan dari satu kota ke kota lain. Dengan keteguhan hati, akhirnya ada juga restoran yang mau menerimanya. Usaha ini dikelola dengan sabar, telaten, ulet, dan kreatif. Akhirnya perkembangan usaha ini sampai ke berbagai mancanegara. Di Indonesia sendiri juga banyak berdiri Kentucky Fried Chicken di beberapa kota.
            Menghadapi kesulitan atau kondisi belum sukses perlu keteguhan hati. Maka tidak berlebihan bila Ray Kroc si mantan Kepala Cabang Restoran cepat saji McDonald mengatakan :”Jalani terus. Di dunia ini tidak mungkin ada yang bisa menggantikan posisi kebulatan tekad (keteguhan). Hanya mengandalkan bakat saja tidaklah cukup. Banyak sekali orang yang memiliki bakat, tetapi mereka gagal. Hanya mengandalkan intelektual saja tidaklah cukup karena banyak sekali orang pintar yang tidak bisa memetik manfaat dari keintelektualannya. Hanya mengandalkan pendidikan saja tidaklah cukup karena seorang ilmuwan dikelilingi oleh para murid yang kurang menghargainya. Akan tetapi, kebulatan hati (keteguhan) mampu untuk melakukan segalanya (Ibrahim Elfiky, 2005: 136).
Optimis
            Optimis adalah harapan lebh baik di masa mendatang. Orang yang optimis akan memiliki pandangan jauh ke depan dan berusaha untuk mencapai keadaan yang lebih baik daripada keadaan sekarang. Apapun yang terjadi, orang ini tetap memiliki harapan sukses lebih besar dari pada orang lain. Kesuksesan ini tidak harus diukur dengan materi, pangat, jabatan, maupun kedudukan. Harapan ini ibarat sebuah mobil yang membawa seseorang ke tempat tujuan. Orang yang optimis, insya Allah apa yang  dikehendakinya akan tercapai asal mau berusaha sekuat tenaga, berani menderita. Sebab jaman sekarang tidak ada istilah tenguk-tenguk nemu getuk (diam saja menunggu rizki datang). Justru sekarang ini tenguk-tenguk remuk (kalau diam saja akan hancur sendiri). Maka kalau mau mamah (makan) harus obah (berusaha). Oleh karena itu secara sederhana dapat dikatakan bahwa harapan secara total akan menjadi kenyataan dalam hidup seseorang asal serius dalam merealisirnya.
            Akal dalam diri manusia ibarat magnet dalam ilmu metafisika. Magnet ini akan menarik situasi, lingkungan, keinginan, dan tugas pada pikiran yang serupa. Ketika seseorang memikirkan sesuatu yang positif, maka hal-hal yang positif pula akan mengikutinya. Demikian pula dengan yang negatif. Ketika orang berpikiran negatif (menjadi orang yang negatif) , maka hal-hal yang negatif pula yang mengelilinginya. Kalau orang berpikiran (senang, hobi) sepak bola, maka bacaannya, kawannya, bahkan kamarnya bernuansa sepak bola. Demikian pula orang yang berpikiran/bergelut di bidang bisnis. Otaknya, pergaulannya, dunianya siang malam adalah dunia bisnis.
            Orang-orang yang optimis tidak takut  akan kesulitan dan kegagalan. Kegagalan justru dijadikan sebagai pelajaran dan kekuatan. Bukankah Henry Ford si raja mobil itu bolak-balik gagal dan pernah bangkrut. Demikian pula dengan Bung Karno yang berulang kali dipenjara bahkan nyaris terbunuh ketika menggerakkan revolusi kemerdekaan dan memimpin negeri ini. Dipenjara secara politis lebih terhormat daripada dipenjara karena korupsi.
            Mereka yang optimis menyadari bahwa kualitas hidup itu tergantung sejauh mana respon/tanggapan seseorang terhadap kejadian dan fenomena yang terjadi. Kalau orang itu tidak responsif terhadap fenomena yang dialaminya terutama fenomena yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, maka sulit diharapkan adanya kualitas hidup pada orang itu. Mereka cenderung memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Padahal kualitas hidup itu 10 % ditentukan oleh apa yang menimpa seseorang dan yang 90 % tergantung respons/tanggapan seseorang terhadap kejadian-kejadian tersebut. Maka disinilah perlunya orang itu harus bersikap proaktif dalam merespon kejadian-kejadian yang mereka alami, lihat, dengar, dan rasakan.
            Proaktif menurut Stephen R. Covey adalah keleluasaan, kebebasan, dan kemampuan untuk memilih respon-respon terhadap apa yang menimpa seseorang berdasarkan nilai-nlai yang mereka anut. Mereka mampu mengembangkan dan memberdayakan karunia Allah yang berupa kesadaran diri, hati nurani, imajinasi, dan kebebasan.
            Kesadaran diri adalah perasaan yang timbul pada diri manusia akan eksistensi dirinya sebagai manusia dan kesadaran untuk bertindak sebagai pengejawantahan eksistensi dirinya. Dengan kata lain aku berbuat karena aku ada.
            Hati nurani yang merupakan karunia Allah itu merupakan landasan moral seseorang untuk bertindak dan berperilaku berdasarkan tuntunan Allah SWT. Nurani inilah yang akan menghubungkan diri orang dengan kearifan jaman dan kebijaksanaan hati, memahami bakat dan minat, dan menentukan visi dan misi hidupnya.
                Orang-orang yang proaktif akan memiliki imajinasi kreatif. Yakni kemampuan melihat jauh ke depan, mampu memberikan tanggapan, dan mampu mencari solusi dengan kegiatan-kegiatan yang sinergis. Imajinasi kreatif ini adalah fokus dari gerakan visualisasi dan kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran ini juga disebut positive thinking (Vincent Peale dkk), possibility thinking (Robert Schuller dk), ateral thinking (Edward de Bono), psycho-cybernetics (Maxwell Malzt) (Harefa, 2005: 130)
            Manusia memiliki kebebasan dalam bertindak.Namun kebebasan ini juga sebenarnya dibatasi oleh kebebasan orang lain. Kebebasan di sini berarti kemauan untuk menemukan jalan dalam mengatasi problema yang terjadi. Mereka yakin bahwa segala problema pasti ada solusinya. Dengan kata lain, dimana ada kemauan tentu ada jalan, tiada derita tanpa prestasi/no pain no gain

Lasa Hs

Perpustakaan UMY

Jumat, 03 November 2017

Launching Lomba Desain Banner Perpustakaan sebagai Pembuka Pelatihan Literasi Informasi oleh Perpustakaan UNISA Yogyakarta

Kamis, 2 November 2017 bertempat di Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, telah terlaksana pelatihan literasi informasi dan Muswil Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah/FPPTMA. Pelatihan literasi informasi kali ini dengan subyek pelatihan pada reference management dan akses eresources bagi Pustakawan Perguruan Tingi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se Indonesia. Peserta yang berasal dari Aceh sampai Papua sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini. Materi reference management yang dipelajari adalah Zotero, yang disampaikan oleh Pustakawan handal, sekaligus Kepala Perpustakaan FT UGM, Bp. Purwoko, SIP., MA. Apa itu Zotero, apa manfaatnya, dan bagaimana cara mengaplikasikannya sebagai reference management dipelajari oleh Pustakawan FPPTMA secara bersama di UNISA Yogyakarta.
Materi lain dalam pelatihan ini adalah akses eresources Proquest yang disampaikan oleh Bp. Dwi Janto Suandaro. Bagaimana cara mengakses berbagai data base yang ada dari Proquest disampaikan, termasuk bagaimana mengelola hasil akses secara lebih efekti dan efisien. Materi pelatihan bias diakses di https://lib.unisayogya.ac.id/materi-pelatihan. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan Perpustakaan PTMA. Irkhamiyati, M.IP, ketua panitia sekaligus Kepala UPT Perpustakaan UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa pustakawan PTMA harus terus berkembang untuk turut berkontribusi nyata bagi civitas akademikanya.

Hal itu juga didukung oleh Wakil Rektor II UNISA Yogyakarta, Ibu Yuli Isnaeni, M.Kep., Sp.Kom, yang mewakili Rektor UNISA Yogya dalam memberikan sambutan dan membuka acara pelatihan. Bu Yuli menyampaikan bahwa Perpustakaan PTMA sebagai jantungnya perguruan tinggi sudah seharusnya terus maju dan mengembangkan diri untuk mendukung kemajuan perguruan tingginya. Berbagai hal dapat dilakukan untuk mengembangkan perpustakaan termasuk meningkatkan daya tarik layanannya. Oleh karena itu, untuk membuka pelatihan ini sekaligus dilakukan launching Lomba Desain Banner Perpustakaan UNISA Yogyakarta, yang bertujuan untuk lebih meningkatkan daya tarik mahasiswa dalam memanfaatkan layanan Perpustakaan UNISA Yogyakarta. (Irkhamiyati)

MUSWIL FPPTMA di Perpustakaan UNISA Yogyakarta

Kamis, 2 November 2017 bertempat di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, telah terlaksana Musyawarah Wilayah/Muswil Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah/FPPTMA. Muswil diikuti oleh Pustakawan Perguruan Tingi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se Indonesia. Peserta berasal dari berbagai PTMA se Indonesia, mulai dari UM Aceh, UM Bengkulu, UHAMKA, UM Tasikmalaya, Stikes Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, STIE Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, UM Semarang, UM Purworejo, UM Purwokerto, UM Surakarta, UMY, UAD, UM Magelang, Politeknik Muhammadiyah Magelang, Stikes Muhammadiyah Gombong, STT Muhammadiyah Kebumen, Stikes Muhammadiyah Klaten, STAIM Klaten, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Stikes ‘Aisyiyah Surakarta, UM Sidoarjo, UM Malang, UM Banjarmasin, UM Makasar, STIE Muhammadiyah Mamuju, UM Sorong Papua, dll.

Muswil diawali dengan pemaparan kepengurusan FPPTMA Korwil/Koordinator Wilayah DIY Jawa Tengah Selatan. Pemaparan program kerja juga disampaikan untuk memberikan gambaran bagi Pengurus Korwil lainnya se Indonesia. Muswil ini sangat bermanfaat untuk pengembangan Perpustakaan PTMA. Irkhamiyati, M.IP, sebagai pengurus pusat FPPTMA sekaligus Kepala UPT Perpustakaan UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa Muswil dilakukan sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan. Muswil sebagai ajang sharing antar sesama pustakawan PTMA sekaligus sebagai bentuk sinergi dan realisasi kerjasama. Lasa Hs, selaku Ketua FPPTMA berharap agar Kepengurusan Korwil lainnya segera terealisasi, untuk mempermudah koordinasi dan mewujudkan kemajuan Perpustakaan PTMA se Indonesia. Pada acara Muswil juga dilakukan penandatangan dan serah terima Naskah Kerjasama antara Perpustakaan UNISA Yogyakarta dengan Stikes Muhammadiyah Gombong, dan  antara Perpustakaan UM Magelang dengan UM Bengkulu. (Irkhamiyati)