Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Jumat, 08 Juni 2018

BERHASIL KARENA TEKUN BEKERJA


Artinya “dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Allah pasti memberikan karuniaNya kepadamu, lalu (hati) kamu menjdi puas”. (Q.S. Adh Dhuha: 4 – 5)
Setiap orang ingin mencapai kemajuan dan keberhasilan. Mereka berkeinginan agar hari esok lebih baik daripada hari ini. Hari ini diushaakan lebih baik daripada hari kemarin.
Perubahan ini akan terjadi apabila orang memahami apa makna hidup.Hidup adalah anugerah Allah yang sangat berharga. Anugerah itu harus disyukuri antara lain dengan melakukan dan menghasilkan sesuatu yang positif  atau manfaat untuk diri dan orang lain. Salah satu pilihan untuk menghasilkan yang positif itu adalah bekerja.
Bekerja memiliki banyak maknadan bukan sekedar mendapatkan uang. Bekerja dapat dinilai sebagai bentuk syukur dan ibadah kepada Allah. Sebab dengan melakukan suatu pekerjaan berarti kita memanfaatkan potensi yang ada untuk diri dan orang lain. Putaran otak, gerakan tangan, dan langkah kaki untuk menggapai kemanfaatan diri atau orang lain sebenarnya merupakan langkah positif meskipun belum menghasilkan.
Agama apapun tidak mengajarkan pengikutnya untuk bermalas-malasan. Pada umumnya agama-agama di dunia ini menganjurkan umatnya untuk berusaha dan bekerja. Sebab dengan bekerja akan menaikkan status seseorang dan tidak menjadi beban orang lain.
Suatu ketika Rasulullah SAW kedatangan seorang laki-laki yang mengadukan kefakirannya. Mendengar keluhan itu, lalu Rasulullah SAW memberikan dua dirham dan bersabda :”Apakah kamu memiliki sesuatu ?. “Tidak, wahai Rasulullah”. Jawab orang itu. Lalu orang itu diberi lagi uang sebanyak 2 dirham dan Rasulullah SAW bersabda lagi “Terimalah uang ini. Belilah makanan sekedarnya untuk kamu dan keluargamu. Sisanya coba belikan kampak. Dengan kampak itu engkau mencari kayu di hutan lalu juallah kayu itu. Hal ini akan lebih baik dan bermakna daripada engkau menjadi pengemis (minta-minta pada orang lain) “. Setelah 15 hari dari pertemuan itu, lelaki itu sowan pada Rasulullah SAW dan matur “Wahai Rasulullah, Allah sungguh telah memberkahi apa yang telah Rasul perintahkan kepadaku. Alhamdulillah,kini kami telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 10 dirham. Uang yang 5 dirham saya gunakan untuk beli makanan anak isteri dan yang 5 dirham saya gunakan  membeli pakaian untuk mereka”. Mendengar cerita keberhasilan itu, Rasululah nampak berkenan, lalu bersabda “Hal itu lebih baik dari pada engkau meminta-minta kepada orang lain”.
Dengan bekerja, seseorang akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bila dibandingkan dengan orang yang menganggur. Sebab orang yang bekerja tidak menjadi beban orang lain. Orang yang bekerja tidaklah dipandang sebelah mata oleh orang lain. Bahkan predikat orang bekerja menjadi “penghasil sesuatu” dan bukan lagi sebagai peminta. Dengan kata lain, orang yang bekerja ibarat baju yang bermerek. Tentunya baju yang bermerek harganya lebih mahal daripada baju yang tidak punya merek.
Bekerja dapat menaikkan status dan gengsi seseorang dan keluarga.Maka tak heran apabila sebagian besar orang cenderung mencari pekerjaan yang bergengsi dan prospektif. Sebab dengan prestise tinggi diharapkan akan mendatangkan banyak fasilitas. Namun demikian ada pula orang yang mementingkan pada pekerjaan/bidang yang ditekuninya  itu. Dia tidak mementingkan prestise. Baginya memaknai pekerjaan itu lebih penting daripada mengejar prestise. Sebab prestise hanya bersifat sementara dan kadang orang terjebak oleh pengejaran prestise. Betapa banyak orang yang sekedar mengejar gengsi lalu kehilangan makna hidup. Maka dalam hal pekerjaan ini yang penting adalah fungsinya dan bukan statusnya. Apalah artinya status kalau toh nyatanya tidak mampu berfungsi pada bidang tertentu.
Orang-orang yang bekerja dengan baik dalam bidangnya akan memberikan makna dalam kehidupan dan namanya akan dikenang sepanjang masa. Sekedar contoh adalah karyawan sekolah tertentu, ketika masih hidup menyaksikan para siswa praktek biologi dengan tengkorak buatan. Dia berpikir alangkah bagusnya apabila anak-anak itu bisa praktek dengan tengkorak sungguhan. Dia menyadari bahwa praktek dengan tengkorak asli jauh berbeda dengan praktek dengan tengkorak buatan. Tak lama, lalu  dia berwasiat kepada keluarga dan sekolah apabila sewaktu-waktu meninggal dunia, maka tengkoraknya supaya diambil dan digunakan sebagai media praktek para siswa sekolah tersebut. Wasiat inipun dilaksanakan dan tengkorak itupun digunakan sebagai media paktek dan sekarang tersimpan di ruang leboratorium sekolah tersebut.
Meskipun karyawan tersebut termasuk pegawai rendah, namun ternyata ia mampu memberikan makna dalam kehidupan keilmuan. Sekecil apapun pekerjaan seseorang asal dilakukan dengan baik, maka  akan memberikan makna tersendiri. Dalam hal ini Martin Luther King Jr. mengatakan “Kalau anda terpanggil menjadi tukang sapu jalan, maka sapulah jalan itu seperti Michelangelo melukis,  atau Bethoven mengubah musik, atau seperti Shakespeare menulis sajak. Sapulah jalan itu sedemikian baik, sehingga semua penghuni surga dan bumi akan berhenti sejenak untuk mengatakan “Di sini pernah hidup seorang tukang sapu jalan yang hebat yang sangat baik kerjanya”.
Keberhasilan tidak begitu saja datang dari langit. Orang yang sukses adalah orang yang berusaha, mampu mengatasi kendala, dan memperoleh sesuatu yang diinginkan. Pemalas adalah orang yang enggan bekerja, takut gagal, dan maunya dapat enaknya. Kemudian orang yang berusaha adalah orang yang mampu memaknai hidup. Mereka yang malas berarti tidak tau tentang makna hidup. Bekerja merupakan salah satu upaya memberikan makna dalam kehidupan.
Apabila orang memahami bahwa bekerja merupakan makna hidup, maka dia akan merasa bahagia dalam melaksanakan pekerjaan. Sebab sesepele apapun pekerjaan asal dilaksanakan dengan baik dan senang, maka akan mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan. Dengan bekerja membuat seseorang tidak menganggur, dapat menghasilkan sesuatu, dan dapat memenuhi kebutuhan hidup. Kiranya tidak perlu dipusingkan dengan adanya kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan. Tak perlu takut dengan kelelahan. Sebab di balik kelelahan itu akan tumbuh kebahagiaan lantaran memperoleh sesuatu sebagai hasil jerih payahnya.
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan orang harus berani kompetisi dalam berebut kesempatan. Maka bangun pagi lalu melakukan aktivitas merupakan salah satu sikap siap untuk berkompetisi. Sebab bangun siang itu rizkinya sudah dipatuk ayam.
Berkatian dengan itulah, maka Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk bangun pagi hari dengan sabdanya bahwa shalat fajar itu lebih baik daripada dunia dan isinya. Artinya dengan shalat fajar tersebut orang akan bangun pagi lalu melakukan serangkaian kegiatan yang produktif. Pengertian ini bukan berarti setelah shalat fajar dan shubuh lalu tidur-tiduran atau malas-malasan. Berkaitan dengan malas-malasan ini, suatu ketika Rasulullah SAW menghampiri tempat tidur putri tercinta yakni Fatimah Az-Zahra. Saat itu Fatimah sedang tiduran seusai melaksanakan shalat subuh. Melihat putrinya yang sedang malas-malasan itu, beliau menggoyang tubuh putrinya itu dan bersabda :”Wahai putriku, bangunlah dan sambutlah rizki Allah dan jangan lalai. Sebab Allah itu membagi-bagi rizki kepada manusia antara terbit fajar sampai menjelang matahari terbit” (H.R. Baihaqi).
Pada pagi hari pikiran masih fresh yang dapat digunakan untuk kegiatan yang memerlukan konsentrasi dan perencanaan. Bagi seorang ilmuwan waktu itu dapat digunakan untuk kegiatan baca dan tulis.Bagi penjual makanan, maka pagi itu dapat digunakan untuk masak . Demikian pula bagi rumah tangga, sepagi itu banyak hal-hal yang dapat dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan jalan atau lari pun merupakan olah raga murah meriah dan menyehatkan.
Kemalasan akan melahirkan penyesalan. Kemalasan membuat orang enggan beranjak, tangan malas bergerak, kaki berat melangkah, pikiran terbelenggu, dan  kemauan beku. Kemalasan membuat hidup menjadi redup, langkah mundur, mata tertidur, dan maunya yang enak-enak tidur di atas kasur. Sikap inilah yang membuat  orang, masyarakat, bahkan bangsa ketinggalan dari yang lain. Untuk itu Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan akan bahaya kemalasan dalam sabdanya :”Beberapa hal yang sangat aku khawatirkan akan menimpa umatku yakni besar perut (doyan makan) terus menerus tidur, lemah, dan lemah keyakinan “ (H.R. Daruqutni).   


Lasa Hs                                       


MENCUAT BERKAT MINAT DAN BAKAT


“Janganlah kita dipusingkan oleh anggapan tidak adilnya Tuhan dalam membagi-bagi bakat kepada masing-masing orang. Adapun yang menjadi masalah bagi kita ialah bagaimana memanfaatkan bakat yang sudah ada pada diri kita itu, dan dengan tekun mempergunakannya sksn tercapai sesuatu yang tinggi  (Allan Loy McGinnis).
            Tiap orang memiliki bakat dan potensi yang berbeda.Bakat dan minat seseorang perlu digali dan dicoba. Orang yang tak pernah mau mencoba, maka selamanya tidak akan tau bakat dirinya.
            Bakat yang ada pada diri seseorang perlu dikembangkan dengan gigih untuk mencapai keberhasilan. Dengan kegigihan, sesuatu yang nampaknya mustahil ternyata menjadi kenyataan. Apabila seseorang punya kegigihan, insya Allah apa yang mustahil akan terwujud menjadi kenyataan. Orang ini akan berhasil daripada orang-orang yang cerdas tetapi malas.Sampai-sampai pepatah Cina kuno menyatakan bahwa lantaran kegagalan seorang bodoh sekalipun mampu memindah gunung karena memiliki kegigihan. Tidak semua orang harus menjadi polikus, penyanyi, bintang film, da’i kondang, dan lainnya bila ingin sukses. Dengan kegigihan dalam mengembangkan bakat dan minat, insya Allah akan berhasil dalam hidup. Sebab kegigihan merupakan energi yang menggerakkan seseorang untuk bekerjs lagi, bersemangat, dan menumbuhkan rasa percaya diri.  
            Walt Disney  mencuat namanya dengan mengembangkan bakat dan minatnya terhadap dunia kartun. Dalam bidang yang mungkin tidak menarik banyak orang ini justru  mampu mengantarkan Disney memperoleh 700 penghargaan lebih antara lain 31 Oscar, 5 Emmy Award, dan lainnya.
            Kehidupan Disney di kala kecil sangat sengsara. Sejak kecil dia harus bekerja keras. Bersama abangnya yang bernama Roy, dia harus mengurusi ladangnya  seluas 50 hektar . Ketika dia berumur 10 tahun terpaksa menjadi loper koran. Ia mulai bekerja menganatr koran sejak pukul 03.30 dini hari pada saat orang-orang masih tidur nyenyak. Disney juga sering membantu ibunya berjualan susu sapi. Ketika ia duduk di sekolah menengah sudah bekerja di kantor pos sebagai tenaga paruh waktu/part time untuk membeayai sekolahnya.
            Minat dan bakatnya di bidang kartun memang telah kelihatan sejak kecil. Meskipun demikian, ia tidak serta merta sukses begitu saja. Kendala, kesulitan, dan hambatan lebih dulu menghadangnya. Master kartun dunia ini pernah ditolak sebagai kartunis oleh Kansas City Star. Ia pernah bekerja di suatu agen periklanan. Di sini dia bekerja tidak lama. Karena karyanya saat itu jelek, mak iapun diberhentikan.
            Perjalanan hidup Disney ternyata bisa berubah bahkan melesat berkat kegigihan dalam pengembangan bakat dn minatnya terhadap dunia kartun. Bersama kawannya, mereka mendirikan iklan Iwerk Disney Corporation. Dalam perjalannan usaha ini ternyata  mengalami kebangkrutan.
            Tidak lama kemudian, beliau mendapat kontrak dari seorang dokter gigi. Dengan uang kontrak inilah dia mengadu nasib ke Holywood. Di sana, ia masuk kantor satu ke kantor lain bidang pefilman melamar sebagai sutradara. Nasib mujur nampaknya belum menghampirinya, maka sebagaian besar perusahaan itu belum menerimanya.
            Pekerjaan belum diperoleh, uangnya hampir habis. Dengan sisa uang 5 dolar ia kembali ke California. Sesampai di rumah  ia nampak murung dan putus asa. Roy, sebagai kakaknya memahami betul apa yang dirasakan adiknya itu. Roy pun menghibur dan menyemangatinya. Sekecil apapun bakat dan minat seseorang apabila ditekuni dan dikembangkan pasti mencapai keberhasilan.
            Setelah berhari-hari merenung lalu bersemangat lagi untuk berkarya. Dengan imajinasinya yang kuat.akhirnya ia menemukan keberhasilan setelah menciptakan tokoh tikus lucu Mickey Mouse. Raja kartun inipun kemudian mendirikan Disneyland sebagai tempat hiburan keluarga  yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai mancanegara.
            Demikian pula dengan Elvis Presley yang namanya melegenda sampai saat ini. Elvis yang  punya minat dan bakat tarik suara itu mencuat namanya berkat ketekunan dan kemauan yang kuat.  Ketika ia berumur 15 tahun telah bekerja sebagai pengiring tamu di Theather Loew dengan gaji 12.50  dolar per minggu. Ia bekerja sejak pukul 17.00 sampai pukul 22.00 malam. Ia bekerja di sini tidak terlalau lama, dan keluar. Lalu ia bekerja Marl Metal Company. Atas saran ibunya, Elvis Presley keluar dari perusahaan ini. Setelah lulus sekolah menengah ia menjadi sopir truk di Crown Electric Company. Dengan kegigihan dan ketekunan tarik suara ini, kini almbumnya telah terjual hampir satu milyar.



Lasa Hs


HAMKA – di “penjara” pun Menulis Buku


Kata orang, bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang bisa membaca peluang, mampu memanfaatkan peluang, mau menciptakan peluang, dan berhasil mengembangkan peluang. Buya Hamka adalah salah satu orang yang memenuhi kriteria ini. Beliau doktor, setelah banyak menulis buku. Bukannnya doktor yang tak punya buku.
            Ulama kharismatik, ketua MUI pertama kali itu juga seorang pujangga, penulis buku produktif, dan da’i yang disegani di kawasan Asia Tenggara bahkan Jepang. Buku-bukunya masih bisa ditemukan di toko buku dan perpustakaan antara lain; Negara Islam, Islam dan Demokrasi, Revolusi Pikiran, Revolusi Agama, Adat Minangkabau, Menghadapi Revolusi, Dari Lembah Cita-Cita. Novel-novelnya antara lain; Di Bawah Lindungan Ka’bah, Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah.Buku-buku ini ditulis sejak bertemu dengan Thaha Husein (tunanetra penulis buku Al Ayyam, dan pernah menjadi Menteri Pendidikan Mesir)  dan Fikri Abadah.
            Menurut penuturan drh.H.Taufik Ismail seorang budayawan dan sastrawan bahwa ketika PKI (Partai Komunis Indonesia) berjaya dan Masyumi mengalami penurunan, Buya Hamka dijelek-jelekkan oleh orang-orang PKI melalui rubrik Lentera d Harian Bintang Timur. Suatu ketika Buya Hamka menghadiri walimatul ‘ursy anak seorang sejawatnya. Di situ, beliau terlibat pembicaraan dengan kawan-kawan lama. Entah bagaimana lalu muncul fitnah bahwa Buya Hamka dan teman-temannya bermaksud membunuh Bung Karno dan Menteri Agama saat itu (Syaifuddin Zuhri). Dari fitnah keji itu, Buya Hamka ditangkap dan dipenjarakan selama 2 tahun 4 bulan. Namun hikmah dari penjara tanpa proses hukum ini adalah beliau berhasil menyelesaikan Tafsir Al Azhar yang 30 juz itu. Di penjara ini, beliau memanfaatkan peluang untuk menulis. Tetapi yang bebas, tidak dipenjara tak menulis buku.
            Hamka bukanlah tipe pendendam dan sakit hati yang dibawa mati. Beliau menunjukkan jiwa besar dan sikap bijaknya. Ketika Bung Karo wafat, Buya Hamka memaafkannya. Bahkan beliau mengimami shalat jenazah untuk Sang Proklamator itu. Ketika ditanya mengapa Buya mau menshalatkan Bung Karno yang pernah mendhaliminya. Beliau dengan singkat menjawab “Beliau adalah sahabat saya”. Beliau tetap menjalin silaturrahmi dengan keluarga Bung Karno. Sehingga tidak ada dusta diantara kita.
            Pahlawan Nasional ini, dipanggil pulang ke Rahmatullah tanggal 24 Juli 1981 dengan meninggalkan ilmu pengetahuan kepada kita dalam berbagai bidang sepeti politik, agama, kebudayaan, filsafat, tasauf, sastra, dan lainnya. Beliau masih hidup (ilmu, pikiran,) meskipun mati (jasadnya).
            Buya Syafi’I Ma’arif dalam Suara Muhammadiyah 3 Syawal 1435 H menyatakan : Benarlah penglihatan Sutan Mansur, bahwa Hamka adalah orang besar yang bertahun-tahun ditempa penderitaan, dan membuatnya menjadi manusia tahan banting dan halus perasaaannya. Penderitaan yang dialaminya justru menjadi tangga emas baginya yang terus berkarya dan beramal :mencari jalan pulang”. Maka tak heran berjibun rakyat dari segala lapisan masyarakat menangisi kepergiannya. Sebab yang pergi itu mewakili hati nurani mereka.
            Prof. Dr. Shawki Futaki, Presiden Japan Islamic Congress menyampaikan pesan dukanya dengan kalimat :” Atas nama 50.000 umat Islam Jepang, kami sampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulang ke rahmataullah Prof.Dr.Hamka, tokoh Islam Indonesia yang bagi kami adalah seorag pemimpin yang telah memberi bimbingan selama 4 tahun terakhir. Banyak bimbingan Buya Hamka bagi kemajuan umat Islam Jepang. Umat Islam Jepang benar-benar merasa kehilangan seorag tokoh yang selama ini dirasakan sangat dekat.
(sumber : 100 Tokoh Muhammadiyah, yang Menginspirasi, 2014)


Lasa Hs.

Selasa, 05 Juni 2018

MEMANFAATKAN DAN MENGEMBANGKAN JARINGAN KERJASAMA PERPUSTAKAAN PTMA DI SUMATERA BAGIAN SELATAN


Oleh : Ir. Genot Agung Busono, M.Si.
Kepala Perpustakaan UM Palembang, Jl.A.Yani 13 Ulu Plaju
                                               e-mail: genot2011@yahoo.co.id
ABSTRAK
Rumusan masalah dalam artikel ini  adalah bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan jaringan kerjasama perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/PTMA  khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.Dengan adanya jaringan ini diharapkan saling terhubung dan terintegrasi.Melalui integrasi ini  perpustakaan perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi perpustakaan yang  kuat, memiliki sumber informasi yang lengkap, memiliki koleksi lokal/local content yang variatif. Melalui jaringan ini, sumber informasi dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Diharapkan, dengan bekerjasama  perpustakaan  PTMA akan menjadi efektif dalam pengembangan dan penggunaan koleksi  serta efisiensi dalam penggunaan anggaran biaya.
Metode dalam penulisan adalah menggunakan studi literatur yaitu mengambil sumber-sumber dari internet, website, beberapa jurnal, dan buku-buku yang berhubungan dengan topik tersebut.
Bentuk kerjasama antar jaringan perpustakaan dimulai dengan melakukan koordinasi yang baik, kemudian melakukan kesepakatan dan pemahaman dalam penyeragaman  software, dilanjutkan dengan penyediaan infrastuktur elemen, seperti perangkat keras/hardware, perangkat lunak/software, dan manusia /brainware yang handal.

Kata kunci: Koordinasi. Standar Metadata, Jaringan, Kerjasama, Interoperabilitas.



KOMPETENSI PUSTAKAWAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI


Ana Wahyuni
Pustakawan Unversitas Muammadiyah Surakarta
ABSTRAK
Perpustakaan memerlukan dukungan sumber daya manusia unggul dan profesional antara lain pustakawan yang berkompeten dalam pengadaan bahan pustaka. Tulisan ini bertujuan memaparkan berbagai kompetensi yang dimiliki pustakawan layanan teknis khususnya pustakawan pengembangan koleksi. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pustakawan meliputi kompetensi umum dan kompetensi inti. Kompetensi umum terdiri dari penguasaan teknologi informasi, menyusun rencana kerja, dan membuat laporan kerja. Kemudian kompetensi inti pustakawan antara lain pengembangan koleksi yang terdiri dari kegiatan  melakukan seleksi koleksi  dan pengadaan koleksi.
Pustakawan penembangan koleksi harus memilki kompetensi dalam menyeleksi bahan pustaka dengan melakukan identifikasi, menilai, dan menentukan koleksi untuk keperluan pengadaan dan pengembangan berdasarkan kebijakan yang berlaku di perpustakaan tempat tugas. Kompetensi pustakawan dalam pengadaan bahan pustaka mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan membuat laporan pengadaan bahan pustaka.
Kata kunci : Pustakawan. Kompetensi. Pengadaan, Bahan Pustaka.