Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Kamis, 17 Oktober 2019

PERPUSTAKAAN & PENELITIAN : Tulisan 1


               
Penelitian merupakan salah satu upaya menemukan rumusan, teori, maupun ilmu pengetahuan tertentu dengan metode ilmiah. Upaya ini untuk memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan manusia dan makhluk lain. Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan langkah-langkah terencana yang diawali dengan kajian teori, penemuan, maupun rumusan-rumusan yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian  terhadap literatur primer maupun sekunder yang relevan. Literatur semacam ini dapat diperoleh melalui perpustakaan dan sumber infomasi lain. Sebab kedua lembaga ianformasi ini menyediakan jasa pelayanan informasi, bimbingan literasi informasi, bimbingan rujukan, pelayanan akses database e-journal, jaringan informasi, layanan antisipasi plagiasi, dan kerjasama antarperpustakaan.
Hasi- hasil penelilitan yang telah ditulis, seharusnya didokumentasikan, disimpan, dan disosialisasikan melalui perpustakaan, ditulis dalam bentuk artikel ilmiah, maupun dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah. Bukan hanya sebagai dokumen lalu dijual kiloan.
Mengingat begitu pentingnya perpustakaan dalam menunjang kegiatan penelitian, maka perlu meningkatkan peran perpustakaan dalam proses penelitian. Perlunya peningkatan iani didasarkan pada pemikiran bahwa:
1.Perpustakaan belum optimal dalam menunjang kegatan penelitian
            Beberapa perpustakaan kita terutama perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan penelitian telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam penyediaan koleksi, sarana prasarana akses informasi, sumber daya manusia, dan sistem. Namun fasilitas ini belum dimanfaatkan optimal oleh para peneliti. Padahal kalau dicermati bahwa kegiatan penelitian tidak bisa lepas dari kegiatan perpustakaan. Sedangkan kualitas dan kuantitas penelitian erat hubungannya dengan ketersediaan sumber informasi oleh perpustakaan.
Di satu sisi, memang Pemerintah selalu meningkatkan anggaran penelitian dari tahun ke tahun. Peningkatan ini antara lain dengan meningkatnya tunjangan peneliti, penambahan anggaran penelitian dan berbagai macam hibah kompetisi penelitian.
b. Peneliti belum optimal memanfaatkan perpustakaan
Perpustakaan sebenarnya menyediakan sumber informasi mutakhir dan relevan dengan berbagai tema penelitian. Sumber informasi ini antara lain jurnal ilmiah, makalah seminar, e-book, repository institusi. Sumber-smber ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh para peneliti. Mereka cenderung memanfaatkan koleksi milik sendiri atau dari kolega.
c. Peneliti belum memiliki kesadaran tingi untuk menyerahkan hasil penelitian ke perpustakaan.
Sebagian besar peneliti kita belum memiliki kesadaran perlunya menyerahkan hasil penelitian ke perpustakaan. Mereka hanya menyerahkan hasil penelitian ke sponsor sebagai bukti administrasi. Di pihak sponsor atau lembaga penelitian perguruan tinggi, hasil penelitian itu difungsikan sebagai bukti administrasi dan disimpan beberapa waktu. Nanti kalau sudah lama tidak tau bagaimana nasib hasil penelitian yang menelan biaya milyaran rupiah itu. Semoga  nasib hasil penelitian itu tidak berakhir di penampungan kertas bekas. 
            Hal ini tentu berbeda nasibnya, apabila para peneliti itu menyerahkan hasil penelitian perpustakaan. Dalam hal ini akan diperoleh beberapa kebaikan antara lain bahwa penelitian yang diserahkan ke perpustakaan akan didokumentasikan, diolah, disimpan secara baik, dan disosialisasikan oleh perpustakaan,
            Di satu sisi, para peneliti juga belum memiliki kesadaran tinggi untuk menulis hasil penelitian itu menjadi artikel ilmiah yang dimuat oleh jurnal ilmiah. Dengan demikian, kita ini miskin publikasi ilmiah bila dibanding dengan negara lain. Sedikitnya tulisan dari hasil-hasil penelitian sebagai artikel ini ada kemungkinan disebabkan oleh, pertama: tidak adanya motivasi menulis sebagai artikel ini lantaran tidak ada reward. Kedua, minimnya ketrampilan menulis terutama dalam bahasa Inggris. Beberapa peneliti masih mengharapkan insentif yang memadai atas tulisan yang dimuat jurnal. Jadi tidak ada reward, maka mereka malas menulis.

Bersambung


Lasa Hs.

Kamis, 10 Oktober 2019

Pelayanan Sektor Publik

Pelayanan sektor publik adalah segala bentuk pelayanan baik dalam bentuk barang maupun jasa yang menjaditugas dan tanggungjawab negara untuk menyediakannya. Sifatnya yang harus terbuka karena tuntutan transparansi dan akuntabilitas sertakarakteristiknya yang tidak diatur oleh pasar, seringkali menjadikan pelayanan sektor publik tidak fleksibel dan tidak kompetitif. Selain itu tujuan pelayanan sektor publik untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial selalu meghadapi berbagai dinamika yang membutuhkan efort lebih dari sekedar tujuan mencari laba. Sehingga untuk mengelolanya membutuhkan sentuhan dan manajemen yang berbeda dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh swasta.

Buku ini mengulas tentang bagaiamana mengelola pelayanan pada sektor publik. Adalah negara yang memiliki hajat terhadap penyelenggaraan pelayanan ini. Karena tidak semua sektor dapat melayani apa kebutuhan warga negaranya. Namun demikian pada beberapa hal negara justru akan melimpahkannya kepada warga negara untuk turut serta membantu melayani warga yang lainnya. Oleh sebab itu dinamika pelayanan pada sektor ini menjadi menarik untuk dikaji. Baik dari hakikatnya, ruang lingkupnya, organisasi pelaksananya, budaya penyelenggaraannya, hingga alternatif pemecahan masalahnya.

Politik Inklusif Muhammadiyah : Narasi Pencerahan Islam untuk Indonesia Berkemajuan

Politik inklusif menjadi topik utama dalam buku ini. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang telah berkembang pesat sejak 1912 berada pada landasan inklusivitas. Di satu sisi, Muhammadiyah adalah gerakan pemurnian (purifikasi), di sini yang lain terjadi dinamisasi di tubuh organisasi ini tanpa meninggalkan jejak asal. Perpaduan antara pemurnian dan dinamisasi menunjukkan bahwa gerakan inklusivitas menjadi fondasi Muhammadiyah untuk dapat survive sepanjang Zaman, saleh li kulli zaman wa al-makaan. 

Politik inklusif Muhammadiyah tidak hanya dipahami dalam arti sempit politik kekuasaan atau politik kepemiluan, tetapi jauh lebih luas lagi, bahwa politik inklusif yang dilakukan oleh Muhammadiyah juga menyentuh wilayah pemberdayan ekonomi rakyat, filantropi, kebencanaan, lingkungan hidup, konstitusi, dan pedamaian global.Empatpuluhtiga artikel yang dikelompokkan dalam lima bab Sebagaimana tertuang dalam buku ini ditulis oleh para intelektual Muhammadiyah dari berbagai kalangan yang memiliki perspektir Deroeda-beda, tetapi mereka pada dasarnya memiliki kesamaan P n8an: Muhammadiyah telah memberi bukti nyata dalam mengaktualisasikan Islam berkemajuan di berbagai dimensikehidupan. Inilah narasi pencerahan Islam untuk sebuah cita-cita bernama: INDONESIA BERKEMAJUAN.

Bahan Organik dan Produktifitas Lahan Pasir Pantai

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah tujuan wisata dan pendidikan dari tahun ke tahun mengalami penurunan luas lahan produktif, terutama lahan-lahan yang diperuntukkan dalam mengejar laju produksi tanaman pangan utama, yaitu beras, jagung, kedelai dan sayuran. Di satu sisi laju perkembangan kota dan kabupaten lebih banyak mengalihfungsikan lahan produktif menjadi kawasan infrastruktur kawasan. Kulon Progo sebagai salah satu kabupaten di DIY juga mengalami persoalan perluasan lahan pertanian. Oleh karena itu, lahan-lahan marginal dengan produktivitas rendah telah disasar menjadi pengganti berkurangnya luasan lahan produktif.

Lahan marginal pantai Selatan Kulon Progo selama ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai lahan pertanian kelas menengah dengan komoditi utama, semangka, cabai merah keriting, padi dan jagung. Berdasarkan hal tersebut, upaya serius harus dilakukan untuk mengembangkan penelitian potensi lahan pasir pantai sebagai salah satu harapan peningkatan produksi bahan pangan.

Buku yang ditulis oleh Rektor Universitas Muhammadiyah ini membahas secara detail terkait kandungan bahan organik dan produktifikas lahan pasir pantai di Kulonprogo, DIY, sehingga buku ini sangat cocok bagi mahasiswa Prodi Pertanian.

Rabu, 09 Oktober 2019

Materi Seminar Nasional Asta Etika Pustakawan (IPI DIY)

Rabu, 9 Oktober 2019 Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI ) DIY menyelenggarakan seminar nasional asta etika pustakawan. Materi  DR. H. Zulfikar Zen, S.S., M.A  dalam seminar tersebut dapat di download melalui link ini