Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

MOMEN

Selasa, 13 Oktober 2020

Mengenal Ortonom Muhammadiyah

Organisasi otonom Muhammadiyah adalah organisasi yang di bawah naungan dan arahan Persyarikatan Muhammadiyah yang diberi hak, kewajiban, dan wewenang untuk mengatur rumah tangga sendiri. Organisasi ini bertugas untuk membina anggota Persyarikatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Beberapa contoh organisasi otonom (ortom) ini adalah; ’Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul ’Aisyiyah/NA, Ikatan Pelajar Muhammadiyah/IPM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah/IMM, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, dan Hizbul Wathan. 

1.’Aisyiyah

        ’Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom wanita yang didirikan tanggal 19 Mei 1917 di Yogyakarta  dengan ketua pertama kali Ny. Walidah (Ny. Ahmad Dahlan). Saat ini,’Aisyiyah telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah (setingkat provinsi) , 370 Pimpinan Daerah  ’Aisyiyah (setingkat kebupaten), 2.332 Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (setingkat kecamatan), dan 6.924 Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (setingkat kelurahan). Selain itu, ’Aisyiyah juga mengembangkan amal usaha yang bergerak di berbagai bidang seperti; pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Lembaga ini juga berkontribusi dalam literasi antara lain dengan penerbitan Suara ’Aisyiyah. Yakni majalah bulanan yang telah  terbit sejak tahun 1926 sampai kini. Majalah ini merupakan majalah wanita tertua  di Indonesia yang terbit sampai sekarang. Majalah ini berfungsi sebagai alat organisasi yang mensosialisasikan program-program ’Aisyiyah, menambah pengetahuan, dan penyadaran warga ’Aisyiyah akan peran perempuan dalam dunia domestik dan publik. 

2. Pemuda Muhammadiyah

    Berdirinya organisasi Pemuda Muhammadiyah ini berawal dari keberadaan Siswo Proyo Priyo  (SPP). Yakni suatu gerakan yang sejak awal oleh K.H.Ahmad Dahlan diharapkan dapat melakukan pembinaan para remaja/pemuda Islam. Perkembangan Siswo Proyo Priyo semakin pesat. Maka pada Kongres Muhammadiyah ke 21 di Makassar tahun 1932 diputuskan untuk mendirikan Muhammadiyah Bagian Pemuda. Organisasi ini merupakan bagian dari organisasi dalam Muhammadiyah yang secara khusus mendidik dan mengasuh para remaja dan pemuda keluarga Muhammadiyah. 

3. Nasyiatul ’Aisyiyah 

Nasyiatul ’Aisyiyah adalah organisasi remaja putri Muhammadiyah yang didirikan tanggal 16 Mei 1931 di Yogyakarta. Prinsip gerakan Nasyiatul ’Aisyiyah ini adalah bergerak dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. Lebih jauh, organisasi ini bertujuan untuk membentuk pribadi putri Islam yang berguna bagi agama, keluarga, dan bangsa menuju terwujudnya masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhai Allah Swt. Adapun susunan organisasi Nasyiatul ’Aisyiyah dibuat secara berjenjang dari tingkat Pimpinan Pusat hingga tingkat Ranting. Kini organisasi Nasyiatul ’Aisyiyah telah berkembang menjangkau remaja putri di seluruh wilayah Indonesia.

4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berdiri 18 Juli 1961.  Organisasi ini berdiri sebagai konsekuensi banyaknya  sekoah/madrasah Muhammadiyah sebagai wadah pembinaan kader  Muhammadiyah. Adapun semboyan IPM sejak tahun 1990 adalah  Tri Tertib, yakni Terbit Ibadah, Tertib Belajar dan  Tertib Berorganisasi. Semboyan ini merupakan ruh gerakan dan  merupakan cita-cita serta karakter khas pribadi anggota IPM.


Bersambung  

Raisa Fadelina 
Pustakawan UMY