Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 24 September 2017

KREATIFKAH ANDA ?


Dalam pengembangan diri, profesi, dan kepustakawanan diperlukan kreatifitas. Yakni usaha menciptakan sesuatu yang baru dan belum pernah terjadi atau belum pernah ada. Sesuatu ini bisa berupa barang, kegiatan, keadaan, atau jasa. Oleh karena itu dalam pengembangan perpustakaan diperlukan orang-orang yang kreatif. Adapun ciri-ciri orang kreatif antara lain:
1.Berinisiatif
             Orang-orang yang berinisiatif  selalu mencari peluang, berusaha memanfaatkan peluang, mengembangkan peluang, bahkan mampu menciptakan peluang. Orang-orang yang berinisiatif biasanya memiliki karakteristik:
a.Siap memanfaatkan peluang
b. Mampu melampaui batas, persyaratan, dan standar yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, orang ini mampu melebihi  rata-rata orang lain.
c.Dalam kondisi tertentu berani melawan arus dan sudah diperhitungkan tidak akan terbawa arus
d. Berani melakukan petualangan dan berkorban untuk orang lain
e. Mengajak orang lain untuk memperbaiki langkah-langkah yang selama ini dianggap lemah, kurang,dan  jelek
f. Siap menghadapi celoteh, kritikan, cemoohan orang lain
             Orang yang memiliki inisiatif  biasanya berani menanggung resiko. Orang-orang seperti ini akan memeroleh keberhasilan tersendiri. Sementara itu, orang yang tidak punya inisiatif cenderung mudah menyerah, pasrah, dan kalah sebelum bersaing.
             Suatu ketika Rasulullah Saw berkumpul dengan para sahabat. Beliau berkisah tentanga tiga orang yang masuk masjid untuk mengikuti shalat jama’ah. Kebetulan tiga orang ini datang terlambat dan masjid sudah penuh jama’ah. Melihat masjid sudah penuh jama’ah , maka orang pertama pulang dan shalat sendirian/munfarid. Orang kedua langsung masuk dan mendapat tempat shalat jama’ah di serambi. Sementara  itu, orang ketiga menerobos shaf-shaf jama’ah yang masih menunggu iqomah. Orang yang berinisiatif ini mendapatkan tempat di shaf paling depan. Memperhatikan kejadian ini, Rasulullah Saw memberikan komentar bahwa orang pertama adalah gambaran orang yang putus asa.Orang kedua merupakan gambaran tipe orang yang malu-malu/tidak berani. Kemudian orang ketiga dikatakannya sebagai tipe orang yang berinisiatif, penuh harapan, bersemangat, dan pantang menyerah. Maka tipe orang ke tiga inilah akan memeroleh apa yang diinginkan.
2.Terdorong untuk berprestasi
             Mereka yang kreatif  biasanya memiliki motivasi tinggi. Mereka ini selalu memacu dirinya untuk berkompetisi, menjadi orang pertama/terdepan dalam bidang tertentu. Upaya pencapaian prestasi ini disebut achievment motivation. Motif berprestasi ini merupakan dorongan untuk menyelesaikan kesukaran, mengatasi kesulitan, dan berusaha untuk melebihi prestasi orang lain. Oleh karena itu motif   berprestasi ini dapat dipahami sebagai motif yang mendorong individu untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan tidak harus diukur dengan materi, kedudukan, maupun jabatan. Keberhasilan dapat diukur dengan keberhasilan kompetisi itu sendiri sebagai ukuran keunggulan (standard of excelence
3.Optimis berhasil
             Kata Teddy Rooselevelt (mantan Presiden Amerika Serikat) “ Seluruh sumber daya yang anda perlukan itu sebenarnya telah ada pada diri anda. Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk menjadi pemenang”. Pesan ini mendorong orang untuk selalu optimis dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sebab dalam diri manusia telah disiapkan penangkal kegagalan.
             Optimis adalah kegigihan memperjuangkan sasaran. Orang yang optimis tidak akan gentar menghadapi kegagalan dan tantangan. Sebab dalam pikirannya telah tertanam keyakinan bahwa dalam setiap kegiatan hanya ada dua pilihan.Yakni keberhasilan atau kegagalan. Apabila gagal, dia siap untuk menerima kegagalan dan berusaha untuk bangkit kembali. Kemudian apabila usaha itu berhasil, inilah yang diharapkan dan berusaha untuk mempertahankannya.
Orang-orang yang memiliki optimisme tinggi biasanya memiliki kecakapan tekun dalam mencapai tujuan, berusaha dengan harapan sukses, dan berpandangan bahwa segala sesuatu itu pasti ada solusinya.
4.Mandiri
             Sikap mandiri merupakan kemampuan seseorang untuk tidak tergantung pada orang lain dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Orang yang kemandiriaannya kuat, dia akan memiliki inisiatif, mampu mengatasi kesulitan, dan percaya diri.
             Kemandirian seseorang dapat dilihat dari aspek emosi,aspek ekonomi, aspek intelektual, dan aspek sosial (T.Havighurst, 1972). Dari aspek emosi, orang dikatakan mandiri apabila mampu mengontrol emosi diri dan tidak terpancing oleh emosi maupun kemarahan orang lain. Dia tidak cepat gembira apabila mendapatkan kegembiraan. Orang ini juga tidak cepat sedih apabila menerima penderitaan. Semua itu disikapi wajar-wajar saja. Dari segi ekonomi, orang dapat dikatakan mandiri apabila tidak lagi menggantungkan kebutuhan ekonominya kepada orang lain. Orang ini tidak mau merepotkan orang lain termasuk pada anak-anaknya sendiri. Kemudian orang dikatakan mandiri secara intelektual apabila betul-betul mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Dia yakin bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluar dan setiap masalah ada solusinya. Secara sosial, orang dikatakan mandiri apabila orang itu mampu mengadakan interaksi dengan orang lain tanpa menunggu reaksi dari orang lain.
             Orang yang mandiri akan percaya diri dan mudah bergaul dengan siapapun. Dengan modal ini, orang akan dikenal masyarakat secara luas. Dari sinillah dia bisa mengekspresikan diri dan mengembangkan diri, serta berani bersaing secara terbuka.
5.Berani menghadapi kegagalan
             Seperti yang pernah dikatakan oleh Abraham Lincoln bahwa yang penting bukan kegagalan itu yang ditangisi, tetapi bagaimana orang itu bangkit dan bangkit setelah mengalami kegagalan. Kata-kata ini dilontarkan oleh anak manusia yang berulang kali mengalami kegagalan. Di usianya yang ke 7 tahun, Lincoln dan keluarganya diusir dari rumahnya. Pada umur 22 tahun ia bekerja dan tidak begitu lama ia keluar . Pada usianya yang ke 34 dan 39 dia mencalonkan diri sebagaai anggota Kongress tetapi gagal . Penderitaan ini masih dicoba dengan meninggalnya tiga orang anaknya.
             Semangat yang membara tetap menyala meskipun berulang kali mengalami kegagalan. Di usianya yang ke 45 tahun ia mencalonkan diri sebagai anggota Senat Amerika Serikat. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai calon Presiden Amerika pada usianya yang ke 47, dan baru berhasil menjadi Presiden negara adikuasa itu di usianya yang ke 51.
.
Lasa Hs. UMY

0 komentar:

Posting Komentar