Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 29 Oktober 2017

GELIAT LITERASI DI KALANGAN MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah sebagai gerakan kemajuan, tidak saja memajukan dakwah Islamiyah, tetapi kini juga merambah ke bidang literasi. Langkah ini terinspirasi Iqra sebagai dorongan membaca dan nun walqalami wama yasthurun sebagai dorongan untuk menulis. Membaca dan menulis merupakan inti gerakan literasi yang menopang Muhammadiyah sebagai gerakan keilmuan. Demikian disampaikan David Efendi (anggota pengurus MPI PP Muhammadiyah) dalam Workshop Literasi PP ‘Aisyiyah beberapa waktu lalu.
Dipaparkan juga bahwa memang mayoritas masyarakat kita masih senang menonton daripada membaca. Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sampai 2015 menyatakan bahwa pembaca surat kabar hanya 13,1 % dan penonton televisi mencapai 91, 5 %. Menyikapi data ini, kalangan Muhammadiyah tidak mencari kambing hitam. Bertindak akan lebih bijak dalam membangkitkan semangat belajar di kalangan masyarakat. Apresiasi ini antara lain diwujudkan dengan terbitnya beberapa buku tentang Muhammadiyah. Menurut rencana pada awal November nanti akan diselenggarakan launching 12 judul buku di gedung dakwah PP Muhammadiyah Menteng Jakarta.
Ghirah literasi informasi ini juga ditunjukkan oleh ‘Aisisyah (Lembaga Kebudayaan) yang kini sedang mencari bentuk/model literasi informasi ala ‘Aisyiyah. Potensi gerakan literasi di kalangan Muhammadiyah memang potensial. Misalnya saja gerakan itu bisa melalui perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren se Indonesia. Muhammadiyah –‘Aisyihah memiliki ratusan perguruan tinggi. Ribuan sekolah, dan ratusan pondok pesantren. Potensi ini dapat digerakkan untuk memajukan masyarakat Indonesia.
Bagi anda yang ingin membaca tulisan tulisan tentang literasi informasi, anda bisa berkunjung ke http://www.literasiinformasi.com/

Lasa Hs.

                        

0 komentar:

Posting Komentar