Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 12 Oktober 2017

KOMITEMEN

                        

            Komitmen adalah sikap menyesuaikan diri dengan sasaran yang akan dicapai oleh suatu komunitas, bidang, atau profesi. Mereka yang benar-benar komitmen akan kelihatan kinerjanya. Tetapi mereka yang tidak komitmen biasanya menghindar dari tugas dan selalu mengedepankan hak dan menuntut fasilitas. Orang-orang yang memiliki komitmen tinggi biasanya memiliki kecakapan:
a. Mau berkorban untuk mencapai sasaran komunitas, lembaga, maupun profesi tertentu
b. Selalu mencari peluang dan memanfaatkan peluang itu untuk berprestasi
c. Merasa ada dorongan dalam dirinya untuk selalu berkembang dan meningkatkan prestasi
            Komitmen adalah kata yang harus selalu disanding oleh orang yang ingin mencapai keberhasilan. Apabila seseorang ingin menjadi penulis misalnya, maka keinginan itu hanya akan menjadi mimpi kosong apabila tidak ada komitmen. Betapa banyak orang yang punya ide bagus,namun sehubungan tidak ada komitmen kuat, maka ide itu hanya berhamburan begitu saja. Dengan komitmen terhadap cita-cita semula sebagai penulis, maka Ernest Hemingway mampu melahirkan buku-buku yang gemilang misalnya The Sun Also Rises, A Forewel to Arms, The Snows of Kilimanjaro, dan The Old Man  and the Sea. Demikian pula dengan Leonardo Da Vinci, Vincent van Gogh,Pablo Picasso,  Affandi, dan Basuki Abdullah yang selalu komitmen terhadap cita-cita semula sebagai pelukis.Andaikata mereka tidak komitmen sejak semula, kita tidak bisa menikmati lukisan mereka.Maka benar juga apa yang dikatakan Calentino  Dinsi yang menyatakan “Gagasan sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan adalah seratus persen labih baik daripada gagasan hebat yang tidak ditindaklanjuti”.

Inisiatif

            Kata Douglas MacArthur “Merupakan kesalahan yang fatal apabila memasuki medan perang tanpa ada keinginan untuk menang/it is fatal to enter any war without the will to win it.
Kata-kata jendral perang ini bila direnungkan memang ada benarnya, terutama kalau kita bisa mamahami apa yang tersirat. Artinya dalam kehidupan kita ini harus bisa membaca peluang dan memanfaatkan peluang itu untuk mencapai kemenangan. Sebab betapa banyak orang yang mengetahui peluang tetapi tidak bisa berbuat banyak dengan peluang ini. Hal ini bisa diartikan sebagai kegagalan dini atau mati sebelum maju perang.
            Lain halnya dengan orang yag mampu membaca peluang dan bisa memanfaatannya. Mereka itu sebenarnya telah siap untuk menang dalam perjuangan. Sebab mereka selalu berinisiatif untuk memanfaatkan tiap lubang kecil dalam mencapai keberhasilan. Orang-orang yang berinisiatif akan memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan. Orang-orang yang berinisiatif ini biasanya memiliki kecakapan:
a. Siap memanfaatkan peluang

b. Mampu melampaui persyaratan maupun standar yang ditetapkan
c. Dalam kondisi tertentu berani melanggar batas-batas atau aturan-aturan yang selama ini berlaku
d. Berani berpetualangan
e. Mengajak orang lain untuk memperbaiki langkah-langkah yang selama ini dianggap tidak lazim atau lemah
f. Siap menghadapi celoteh, omongan, atau  suara-suara sinis
            Orang-orang yang memiliki  inisiatif biasanya bersikap berani menanggung resiko. Orang-orang seperti ini akan memperoleh keberhasilan tersendiri. Sementara itu orang yang tidak punya inisiatif cenderung mudah menyerah dan pasrah pada nasib.
            Suatu ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabat. Beliau berkisah tentang tiga orang yang masuk masjid akan shalat jama’ah. Ketiga orang itu kebetulan datang terlambat dan masjid sudah penuh jama’ah. Melihat masjid sudah penuh, maka  orang pertama segera pulang ke rumah untuk shalat sendiri. Orang kedua langsung masuk masjid meskipun duduk di barisan/shaf paling belakang. Sementara itu orang ketika memiliki inisiatif untuk menerobos shaf-shaf itu sambil mengamati barangkali ada shaf yang belumb penuh. Berkat inisiatif, keberanian, dan kejeliannya, maka orang ketiga ini mendapat tempat duduk di depan. Kemudian Rasulullah SAW memberikan komentar terhadap peristiwa itu. Kata beliau bahwa “Orang pertama adalah orang yang putus asa. Orang kedua adalah tipe orang yang malu-malu. Kemudian orang ketiga adalah tipe orang yang berinisiatif, penuh harapan, bersemangat, dan pantang menyerah. Maka orang ketiga ini memperoleh apa yang dia inginkan”.

Optimis

            Kata Teddy Roosevelt (mantan Presiden Amerika Serikat) “Seluruh sumberdaya yang anda  perlukan itu sebenarnya telah ada pada diri anda. Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk menjadi pemenang”. Pesan ini mendorong kita untuk selalu optimis dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sebab pada diri tiap orang telah ada kekuatan yang bisa dioptimalkan, asal tekun, sabar, tabah, dan selalu berusaha. Sebab pada dasarnya perubahan diri orang tergantung seberapa usaha seseorang untuk merubah dirinya. Allah berfirman :”Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum, selama mereka itu tidak mau berusaha untuk merubah diri mereka (Q.S. Ar-Ra’d:   ?). Oleh karena itu, dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini diperlukan sikap optimis.
            Optimis adalah kegigihan dalam memperjuangkan sasaran. Orang yang optimis tidak gentar menghadapi kegagalan dan tantangan. Sebab dalam pikirannya tertanam keyakinan bahwa dalam setiap kegiatan hanya ada dua jawabannya, yakni gagal atau berhasil. Bila gagal, dia siap menerima kegagalan itu dan berusaha untuk bangkit lagi. Kemudian bila usaha itu berhasil dan itulah yang diharapkan dan akan mempertahankan keberhasilan itu. Orang-orang yang memiliki optimisme tinggi biasanya memiliki kecakapan:
a. Tekun dalam mencapai tujuan meskipun ditemukan hambatan dan kesulitan
b. Berharapan besar untuk sukses
c. Berpandangan bahwa segala sesuatu pasti ada solusi
            Dengan optimisme yang tinggi, orang bisa mencapai keberhasilan meskipun tadinya biasa-biasa saja. Sekedar contoh adalah Steve Jobs (Apple), Bill Gates (Microsoft) Abdul Rahman dan Budiono (Detic.com) adalah orang-orang yang optimis, tekun bergerak, dan berhasil di belantika dunia maya. Demikian pula terdapat beberapa nama penulis yang mencuat namanya berkat karya-karya mereka. Dale Carniegate muncul ke permukaan dengan bukunya How to Win Friend and Influence People dan How to Stop Worrying and Start Living. Demikian pula Fadlul ‘Adhim optimis sebagai penulis dan berani keluar sebagai dosen salah satu perguruan tinggi. Namanya mencuat antara lain melalui bukunya Kupinang Kau Dengan Hamdalah. Konon dengan hanya beberapa judul bukunya yang laris, beliau bisa membeli tanah dan rumah dari royalti yang diterimanya.
            Di bidang pengembangan diri kita kenal  nama Stephen Covey yang namanya menghiasi toko-toko buku, artikel, internet, dan terdengar di ruang-ruang seminar. Beliau muncul ke dunia pengembangan diri antara lain lewat   buku-bukunya  The 7 Habits of Highly Effective People, The 7 Habits of Highy Effective Family, dan Livings the 7 Habits 

                                           

 

Lasa Hs


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar