Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 01 Desember 2017

ABANG BECAK SAJA MENULIS BUKU

Judul               : Book Writing for Popularity and Personal Branding
Pengarang       : Haryono
Penerbit           : Elex Media Komputindo
Kota Terbit      : Jakarta
Th. Terbit         ; 2018




Menulis kadang menjadi keinginan banyak orang. Bahkan tidak sedikit, orang yang kepingin menjadi penulis terkenal. Apalagi kalau mereka memahami hakekat dan realita kehidupan rohaniah dan dunaiawiyah penulis.
Penulis mendapatkan kebahagiaan rohaniah yang tidak dirasakan mereka yang tidak pernah menulis. Penulis profesional (ikhlas)  bisa berbagi kepada orang banyak. Sebab mereka yakin bahwa tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. Bukankah penulis itu memberi informasi, nilai, dan ilmu kepada masyarakat pembaca. Sedangkan pembaca adalah penerima. Kalau dalam bahasa agama dikatakan yadu al ‘ulya khairun min alyadi as sufla (tangan di atas (pemberi) lebih baik dari tangan di bawah (penerima).
            Ide, informasi, nilai, dan ilmu yang disampaikan dalam bentuk tulisan (terutama buku) akan memiliki nilai keabadian. Ilmu yang ditulis akan dibaca dan dikutip  banyak orang dari generasi ke generasi bahkan lintas benua. Tentunya hal ini berbeda kalau ilmu itu disampaikan melalui ceramah, kuliah, dan lainnya. Sebab kutipan pendapat yang disampaikan secara lisan tidak boleh dikutip dalam penulisan ilmiah. Sementara itu, kutipan dari buku untuk penulisan ilmiah akan dibaca dan dikutip dari orang ke orang, dari waktu ke waktu.
            Pemanfaatan ilmu oleh banyak orang berarti penulis memberikan nilai lebih banyak dari meraka yanga tidak pernah menulis. Hal ini merupakan upaya menjadi orang yang mulia secara rohaniah. Hal ini sebagaimana sering kita dengar adalah sebaik-baik orang adalah mereka yang memberi manfaat kepada sebanyak-banyak orang. Dengan logika banyak orang,  tentunya sejelek-jelek orang adalah mereka yang menyengsarakan banyak orang.
            Siapapun yang mampu memanfaatkan potensi diri (ilmu, harta, kekuasaan, kopemimpinan, pengalaman  ) kepada sebanyak-banyak orang, mereka memiliki kedudukan terhormat dalam sejarah bangsa  dan masyarakat.  Dalam bahasa agama dikatakan khairunnasi anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah mereka yang bisa memberikan sebanyak-banyak manfaat kepada sebanyak-banyak manusia). Sebab ilmu mereka dimanfaatkan dan dikembangkan oleh orang ke orang, dari generasi ke generasi. Hal ini dalam bahasa agama disebut dengan ‘ilmun yuntafa’u bih yang berarti amal jariyah (tidak terputus). Maka hal ini merupakan pengabadian ilmu dan diri. Jasmani bisa pisah dengan rohani dan dapat dikatakan kematian. Tetapi ide dan pemikiran yang ditulis akan memiliki keabadian. Maka dapat dikatakan bahwa penulis itu tidak mati (ide, pemikiran, ilmu) meskipun mati jasadnya. Oleh karena itu      jangan sampai ilmu dan pengalaman kita terkubur bersama jasad kita
            Sementara itu secara duniawiyah, tidak sedikit  penulis mendapatkan kehidupan yang menggiurkan dari hasil penulisan. Hal ini bagi mereka yang tidak dong dunia kepenulisan sering mngatakan bahwa menulis buku tidak ada duitnya. Maka lebih baik mengejar kegiatan yang duitnya sudah kelihatan, meskipun penulisan dilakukan karena keterpaksaan oleh tuntutan kenaikan jabatan, pangkat, terancam penghentian tunjangan jabatan, dan lainnya.
            Ternyata kehidupan dunaiwiyah penulis terkenal membuat orang kepingin menjadi penulis terkenal. Kecuali popularitas, tidak sedikit para penulis itu mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sekedar contoh adalah Habiburrahman Elshirazy sang penulis novel Ayat-ayat Cinta telah mendapatkan royalti lebih dari 1,2 milyar rupiah. Emha ‘Ainun Najib yang bukunya laris manis bak kacang goreng dengan royalti yang cukup lumayan (halaman: 86). Begitu juga nama Asma Nadia (nama asli Asmarani Risalba) yang telah menulis lebih dari 50 judul buku, Nama yang sangat dikenal para remaja ini menjadi penulis ini pernah mengalami gegar otak, sakit jantung, dan paru-paru. Beliau berubah dan meningkat hidupnya setelah menjadi penulis.
            Menulis buku dapat dilakukan oleh siapapun. Dunia ini bukan monopoli akademisi. Hari van yang nama aslinya Blasius Haryadi sebagai abang becak juga mampu menulis buku Becak Away.Azka Nikola Corbuzier (umur 10 tahun) putra semata wayang presenter Hitam Putih Deddy Corbuzer itu menulis buku Story of My Live #Azkacorbuzier yang menceritakan kisah hidup pribadi Azka, Bahkan Marie Roughol seorang gelandangan Prancis juga menulis buku Je tape la manche; Une vie dans la rue (hidup saya sebagai pengemis; kehidupan di jalanan. Buku setebal 176 halaman ini ditulis sebagai kisah hidup di jalanan sebagai pengemis selama 30 tahun di Paris. Buku ini pernah menjadi buku terlaris di Prancis yang otomatis merubah nasib seorang gelandangan. 
            Buku ini memberikan motivasi bagi siapapun yang ingin menulis atau menjadi penulis. Dalam buku ini disajikan beberapa contoh penulis-penulis terkenal dalam dan luar negeri. Ternyata diantara nama-nama itu ada yang sebagai pedagang beras, abang becak, anggota DPR, bahkan orang yang hanya punya satu tangan, karena tangan kirinya diamputasi yakni Gol A Golagong. Beliau mengawali penulisan melalui buku Balada si Ray  yang pernah menjadi buku best seller. Kemudian disusul buku-bukunya berjudul Aku Anak Matahri, Langit Merah Saga.Musyafir dan Travel Writer.
Mestinya kita malu dan pekewuh dengan  mereka. Kita yang punya status jelas dan sehat jasmani kok tidak menulis buku. Kapan?.



Lasa Hs

Perpustakaan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar