Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 21 Januari 2018

Dibalik ketergesa-gesaan



Manusia memiliki akal dan hasrat sehingga manusia memiliki kecendurangan untuk senantiasa mengikhtiarkan kehidupan yang lebih baik.
Manusia berpotensi serakah karena syahwatnya dan berpotensi taat karena akal yang dimilikinya.
Satu tahap awal sikap syahwati yaitu sikap tergesa-gesa (isti’jal). Sikap tergesa-gesa selalu berbandinglurus dengan dominasi syahwat duniawi di dalam hati. Sikap ketergesaan selalu menghiasi kehidupan kita sebagaimana dalam surat Al Anbiya: 37 yang artinya “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” Dalam surat tersebut terkandung peringatan yakni apabila kita menuruti tabiat tergesa-gesa maka ia akan jatuh pada dosa sementara jika ia bersabar maka Allah menjanjikan balasan besar bagi kesabarannya.
Ketergesaan akan membuka pintu masuk bagi setan, sehingga berbagai penyakit hati akan sangat mudah muncul diantaranya:
  1. Orang yang tergesa-gesa lemah dalam komitmen ketaatan
  2. Mudah putus asa
  3. Hilang kepekaan
  4. Lupa mensyukuri nikmat
  5. Tidak sabar
Sikap tergesa-gesa dalam urusan duniawi merupakan sebuah akhlak yang buruk, namun berbeda bila ia dalam amal akhirat dan pemenuhan hak-hak Allah. Dalam hal ini kita justru dituntut bersegera dan menjadikan Allah prioritas utama sebagaimana dala QS Al Imron: 133 yang artinya “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” hal tersebut juga dijelaskan pada QS Al Hadid: 21 yang artinya “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”  Setan tidak menyukai tergesa-sgesa dalam hal tersebut malah sebaliknya setan mengajak kita menunda-nunda urusan akhirat seperti menunda sholat dll. Berikut beberapa macam ketergesaan yang baik:
  1. Bersegera dalam bertaubat
QS An Nisa: 17 “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
  1. Bersegera dalam memenuhi hak orang lain
Hadis Nabi: “Aku pernah shalat ‘Ashar di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah. Setelah salam, tiba-tiba beliau berdiri dengan tergesa-gesa sambil melangkahi leher-leher orang banyak menuju sebagian kamar isteri-isterinya. Orang-orang pun merasa heran dengan ketergesa-gesaan beliau. Setelah itu beliau keluar kembali menemui orang banyak, dan beliau lihat orang-orang merasa heran. Maka beliau pun bersabda: “Aku teringat dengan sebatang emas yang ada pada kami. Aku khawatir itu dapat menggangguku, maka aku perintahkan untuk dibagi-bagikan.” HR. Bukhari.
  1. Bersegera dalam perintah haji
  2. Menyegerakan fitar (Buka Puasa)
  3. Bersegera dalam memenuhi panggilan adzan
  4. Bersegera dalam membayar hutang

Oleh : Arda Putri Winata
Disarikan dari Majalah Nurul Hayat no 168 Januari 2018



0 komentar:

Posting Komentar