Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Kamis, 11 Januari 2018

IMAN dan HATI


                                              
Iman yang ada pada manusia bisa tambah dan bisa kurang, bahkan sewaktu-waktu bisa lenyap dari kita. Selama orang masih memiliki iman yang kuat, maka tidak mungkin orang itu berbuat kerjahatan. Namun ketika iman hilang, maka terbuka peluang untuk berbuat kejahatan. Oleh karena itu iman tidak saja dihadirkan pada saat shalat, pengajian, umrah, dan lainnya. Tetapi perlu dibawa dalam kegiatan duniawi kalau ingin selamat.
            Kiranya perlu direnungkan kembali kisah seorang budak dengan ‘Umar bin Khattab. Suatu saat ‘Umar bin Khattab bertemu seorang penggembala kambing. Umar menghampiri penggembala kambing itu seraya merayu agar mau menjual satu kambingnya kepada Umar. Umar pun merayu lagi dengan mengatakan bahwa majikannya tidak mengetahuinya. Lalu anak itupun menjawab:”Di mana Allah Swt”. Jawaban ini tak terkira akan keluar dari mulut seorang budak. Mendengar jawaban yang tegas danb lugas ini, Umar pun meneteskan air mata karena terharu dan trenyuh terhadap kekuatan iman seorang budak itu. Setelah termenung sejenak, lalu beliau mencari majikannya dan membeli budak itu untuk dimerdekakannya. Maka anak itupun bebas dan tidak lagi dijualbelikan.
            Inilah contoh pribadi orang kecil dan hina di mata masyarakat saat itu, namun mulia karena memiliki iman yang kuat. Kita yang mungkin berstatus lebih tinggi dari budak tersebut, belum tentu memiliki iman yang sekuat itu.
            Iman yang baik diharapkan mampu menyinari hati. Hati yang terang dan bersih akan memengaruhi perbuatan seseorang. Untuk itu Imam Ghazali membagi hati menjadi 4 (empat) macam, yakni hati yang bersih, hati yang terbalik, hati yang tertutup, dan hati yang campur aduk.
1.     Hati yang bersih
Hati yang bersih adalah qalbun salim . Yakni hati yang tenang, tenteram, dan sejahtera. Hati ini ibarat lampu yang mampu menerangi dirinya dan orang lain. Orang yang memiliki hati yang bersih memang tindakannya bersih dan jujur dan membawa ketenteraman pada pada lingkungan dan masyarakat secara luas   
2.     Hati yang terbalik
Pemilik hati ini memang betul-betul buta, tidak bisa melihat mana yag benar dan mana yag salah. Mereka tidak mengetahui mana yang halal dan mana yang haram. Mata, telinga, dan hatinya telah tertutp awan hitam sehingga apa yang dilihat, didengar, dan drrasakan hatu itu serba hitam kelam.
3.     Hati yang tertutup
Hati ini dibungkus dengan bungkus yang manis dan sedap dipandang.Namun di dalamnya justru berbeda dengan luarnya. Ibarat buah memang manis luarnya tetapi pahit rasanya. Orang-orang semacam ini membahayakan masyarakat pada umumnya. Sebab mereka biasanya suka adu domba dan cari muka.
4.     Hati yang campur aduk 
Mereka yang memiliki hati campur aduk ini tidak memiliki keteguhan yang kuat. Ketika sekelilingnya baik, maka mereka berusaha untuk menjadi baik. Tetapi apabila mereka itu bergabung dengan lingkungan jahat, mereka menunjukkan sikap jahat pula. Mereka sangat mudah tergoda terhadap hal-hal yang sangat sepele.

Lasa Hs


0 komentar:

Posting Komentar