Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 12 Februari 2018

Riya’ dan Macamnya Bagian 2


Riya’ bisa saja terjadi pada ibadah mahdhah, amal jariyah, dan hal-hal yang bersifat duniawi seperti anak, harta, jabatan dan prestasi. Untuk itu perlu dipahami macam-macam riya’ agar kita bisa menghindarinya:
1.     Riya’ dalam kepercayaan
Ada sebagian orang yang suka memamerkan kepercayaannya di depan golongan umat tertentu, biar diakui bahwa dirinya sebagai seorang yang beriman. Namun sebenarnya dalam hati mereka itu tidak beriman.
            Mereka berbuat demikian karena ingin diakui eksistensinya oleh umat tersebut. Bisa juga mereka mengaku beriman lantaran mencari perlindungan.
2.     Riya’ dalam ibadah
Ada pula orang pamer dalam ibadah. Bila ke masjid datang lebih awal dan pulang belakangan hanya ingin dianggap sebagai orang sebagai orang rajin beribadah.
Ketika menjadi imam shalat jama’ah dibacanya surah yang panjang-panjang. Tetapi apabila shalat sendirian, surah yang dibaca hanya surah yang pendek-pendek. Begitu juga dengan ibadah haji. Tidak sedikit orang yang tidak mau disebut namanya apabila tidak disertai haji. Apa beratnya menyebut haji bila dibanding dengan susahnya waktu berangkat haji, pelaksanaan haji,  dan uang yang tidak sedikit itu.
Bagi mereka yang betul-betul memahami hakikat agama, akan menyadari bahwa segala bentuk ibadah itu hanya untuk Allah Swt.
Ibadah itu tidak untuk diketahui orang atau ditonjol-tonjolkan.


Kiranya tak perlu bangga sekian kali naik haji, kalau nyatanya korupsinya semakin menjadi. Demikian tak perlu bangga selfi-selfinya di depan Hajar Aswad kalau nyatanya judinya semakin menjadi. Tak perlu bangga umrah sekian kali, kalau nyatanya shalatnya tidak karuan.
3.     Menceritakan amal baiknya
Bila seseorang mampu berbuat baik pada orang lain tentu ada kepuasan tersendiri. Sebab dalam hati tumbuh rasa lega dan puas karena mampu meringankan beban orang lain misalnya. Namun tidak sedikit diantara kita yang menceritakan kebaikannya sering dan berulang kali diceritakan di ranah publik.
4.     Menipu diri dalam ibadah
Ibadah merupakan kewajiban tiap manusia. Namun tidak sedikit orang melalaikannya. Mungkin ia sibuk, lalai, malas atau memang telah tertutup hatinya. Buat apa ibadah, toh masih muda pikirnya.
            Selain itu, tidak sedikit orang yang menipu dirinya dalam ibadah. Mereka tidak melakukan ibadah apa-apa, tetapi berusaha menampakkan dirinya rajin shalat dengan menggosok-gosok keningnya dengan batu panas agar kelihatan hitam.Biar kelihatan rajin shalat lantaran banyak sujud.


Lasa Hs


0 komentar:

Posting Komentar