Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 12 Februari 2018

TERBUKA PUSTAKAWAN UTAMA PNRI & PTN

Gonjang-ganjing berita dicoretnya Pustakawan Utama dari Peraturan Kemenristekdikti cukup meresahkan pustakawan terutama pustakawan plat merah. Namun dari penjelasan SDM Kemenristekdikti sebenarnya Pustakawan Utama terbuka di PNRI dan PT. Artinya bagi pustakawan yang kepingin meniti karir sampai Pustakawan Utama dapat mutasi ke Perpustakaan Nasional. Malah di sana sudah disediakan ruang kerja yang luks di lantai 24 gedung baru Jl. Merdeka Selatan 11 Jakarta Pusat.
Di kalangan PTN dapat diusulkan Pustakawan Utama (bagi yang memenuhi syarat) dengan lebih dulu pihak Perpustakaan PTN menyusun naskah akademik, analisis jabatan, menyebutkan jenis layanan, dan jumlah pemustaka. Untuk itu, bagi calon pemangku jabatan Pustakawan Madya dan Pustakawan Utama dapat memahami tugas pokok mereka sebagai mana tersebut dalam PERMENPAN No. 9 Tahun 2014. Jangan sampai kegiatan prajurit, kegiatan kopral diajukan sebagai kegiatan jendral. Memang selama ini yang sering terjadi dalam pengajuan DUPAK dengan berkas berbobot (sekian kilogram) tetapi kurang/tidak mutu.   
Hal ini dijelaskan oleh Biro SDM Kemenristekdikti dalam pertemuan/diskusi dengan Pengurus forum perpustakaan perguruan tinggi se Indonesia di Surabaya tanggal 8 Februari 2018. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Syantika Surabaya itu diikuti para pengurus (ketua & sekretaris ) Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah/FPPTMA, Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam/APPTIS, Forum  Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia/FPPTI, Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri/FKP2TN, Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Katolik, dan Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Kristen.
Dalam pertemuan itu juga dibahas tentang pengembangan Sumber Daya Manusia Perpustakaan, yang intinya forum mengusulkan agar Kemenristekdikti :
  1. Memberikan fasilitas/beasiswa untuk  studi lanjut, magang kepada pustakawan PT  di kalangan Kemenristekdikti
  2. Memberikan fasilitas penelitian bagi pustakawan PT
  3. Menberikan fasilitas temu ilmiah, studi banding ke luar negeri
  4. Menerbitkan instruksi, edaran, himbauan kepada pimpinan PT terutama PTS agar memfungsionalkan pustakawannya sesuai kemampuan atau memberikan renumerasi kepada mereka sesuai prestasi masing-masing.
Dalam pertemuan itu  juga diusulkan agar dana untuk langganan database e-journal yang disalurkan melalui Kemenristekdikti dan beberapa perpustakaan PTN dapat dikelola satu pintu yakni oleh Perpustakaan Nasional RI. Dengan demikian database e-journal yang harganya selangit itu dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika PTN dan PTS se Indonesia.




Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar