Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Rabu, 07 Maret 2018

KIAT LOLOS Call Paper Bag 3 ANATOMI PAPER ILMIAH


Anatomi Paper/Karya Tulis Ilmiah
            Karya tulis ilmiah harus memenuhi standar minimal yang telah berlaku dalam dunia penulisan ilmiah.
Judul
            Judul hendaknya dibuat sesingkat mungkin, mudah dipahami, mudah diingat, dan mencerminkan isi naskah. Judul yang tidak jelas, terlalu umum, kurang informatif, dan  tidak memikat akan menyebabkan tulisan itu diremehkan orang lain (Mien, A. Rivai, 1995:69). Bahkan terdapat pendapat bahwa judul karya tulis ilmiah itu maksimal  terdiri sekitar 12 kata (bahasa Indonesia), 10 kata (bahasa Inggris) atau 8 kata (bahasa Jerman).
Nama penulis, profesi, dan lembaga
            Nama penulis, profesi, dan lembaga perlu dicantumkan untuk memudahkan komunikasi dan sebagai tanggung jawab substantif terhadap lembaga dan profesinya. Sebab sering terjadi bahwa seorang pembaca ingin sekali berkomunikasi dengan penulis seputar tulisan itu atau hal-hal terkait.
            Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, gelar dan pangkat tidak perlu dicantumkan. Sebab suatu tulisan itu dianggap ilmiah bukan diukur dengan deretan gelar di depan dan/atau di belakang namanya, tetapi dari substansi penulisan.
           
Abstrak
            Abstrak merupakan uraian singkat tentang bidang kajian agar mudah ditemukan kembali. Isi abstrak hendaknya mampu mengungkapkan sari karangan asli dengan menunjukkan subjek karangan, sifat karya, metode penelitian yang digunakan, tujuan karya, hasil yang diperoleh dan kesimpulan penulis. Mengingat abstrak itu merupakan penggambaran singkat isi karangan, maka abstrak harus dibuat secara ringkas, tepat, mandiri, dan obyektif.
Kata kunci
            Untuk memudahan temu kembali informasi, maka perlu adanya kata kunci sebagai alat menelusur informasi melalui bibliografi, indeks, katalog, ata melalui internet.
Kata kunci ini seharusnya ditulis oleh penulis karya ilmiah, sebab mereka lebih mengetahui hal-hal yang dipublikasikan.
Pendahuluan
            Pendahuluan berisi uraian singkat yang memberikan gambaran kepada pembaca tentang lingkup masalah yang akan dibahas dalam tulisan itu. Dari sini dapat diketahui pokok-pokok pembahasan secara umum dan cara penyajiannya. Di sini dapat pula ditulis bayangan simpulan yang akan dicapai sehingga pembaca akan menghargai bukti-bukti yang diajukan itu. Simpulan di sini dapat ditulis dua atau tiga kalimat pada paragraf terakhir pendahuluan.
Latar belakang
            Latar belakang berisi uraian kondisi obyektif persoalanb saat ini dan dukunganfakta-fakta untuk peningkatan nilai tambah. Uraian ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan menunjukkan persoalan yang akan dibahas. Oleh karena itu uraian latar belakang hendkanya ditulis secara sistematis, ringkas, lengkap, logis, dan lugas.
Rumusan Masalah
            Permasalahan atau rumusan masalah berupa uraian singkat tentang pokok masalah yang akan diketahui, dibahas, dan bila mungkin dicari solusinya. Oleh karena itu rumusan masalahini harus berorientasi pada prospek keguanannya secara operasional. Biasanya rumusan masalah dimulai dengan kalimat pertanyaan.
Tinjauan Pustaka
            Tinjauan pustaka berupa uraian singkat tentang hasil penelitian, artikel ilmiah, maupun karya akademik tentang topik yang dibahas yang pernah ditulis orang lain dengan menyebutkan deskirpsi singkat maupun karakteristiknya. Litertaur tersebut harus ditelaah penulis secara kritis, logis, dan sejauh mana hubungannya dengan topik yang akan dibahas.
Landasan Teori
            Landasan teori sebenarnya berupa konsep yang akan mendukung penulisan dan penelitian yang akan dilakukan. Landasan teori ini merupakan pisau analisis bagi penulis/peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian/penulisan. Oleh karena itu dalam penyusunan landasan teori ini, calon penulis/peneliti harus berpikir tentang tema/theme, pendekatan/approach, parasigma/paradigm, konsep/concept, dan tepri-teori/theories.
Pembahasan
            Pembahasan menyajikan permasalahan yang diajukan, penafsiran, dan jawaban dari permasalahan/rumusan masalah. Dalam hal ini apa yang telah dibahas pada tinjauan pustaka dan landasan teori tidka perlu lagi diuraikan di sini. Apabila tulisan itu berupa hasil penelitian, dapat dikemukakan rangkuman yang diperoleh penulis, kesulitan penelitian, temuan di lapangan, dan pendapat penulis.
            Dalam penyampaian pembahasan ini dapat dibuat bab per bab lalu dibagi lagi menjadi sub-sub tertentu dan seterusnya. Tetapi ada juga pembahasan yang disajikan secara agris besar. Kemudian isi pembahasan hendaknya terdiri dari:
  1. Uraian masalah yang dibahas
  2. Analisis atau interpretasi
  3. Ilustrasi maupun contoh-contoh
  4. Tabel, grafik, statistik, data, dan lainnya
Penutup
            Sebagai layaknya suatu karya ilmiah, perlu ada penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan di sini bukan merupakan rangkuman atau ikhtosar dari pembahasan yang dikemukakan pada pendahuluan. Kesimpulan dapat berupa uraian/esai atau berupa butir-butir pemikiran yang bernomor.
Daftar Pustaka
            Semua literatur yang diacu dalam penulisan ilmiah harus dicantumkan pada daftar pustaka. Sebab, daftar pustaka itu merupakan bagian integral karya ilmiah. Soehardjan (200) menyatakan bahwa pencantuman daftar pustaka pada karya ilmiah itu berfungsi sebagai dasar penyusunan argumentasi atau bahan pembahasan hasil penelitian.Literatur merupakan referensi utama yang dijadikan landasan penulisan artikel ilmiah. Penyitiran literatur bertujuan untuk mengamati perkembangan ilmu pengetahuan. Perujukan literatur  berarti memberikan penghargaan kepada sumber ide yang digunakan dalam penulisan itu.
            Tingkat kemutakhiran literatur yang dirujuk mencerminkan tingkat kekinian/actuality informasi dan sekaligus dapat diketahui sbeberapa jauh penulis itu mengikuti perkembangan bidang. Sebaiknya literatur yang dirujuk paling lama kira-kira 10 tahun lalu, dan syukur 5 tahun yang lalu.
            Dalam persyaratan akreditasi jurnal ilmiah yang tertera pada Instrumen Evaluasi untuk Akreditas Berkala Imiah (2001) ditentukan persentase antara literatur primer dan litertaur sekunder. Untuk jurnal ilmiah dengan nilai akreditasi sangat baik, proporsi rujukan primer harus lebih 80 % dan literaur sekunder sekitar 20 %.
Azas-azas Penulisan
            Dalam penulisan ilmiah perlu memerhatikan azas-azas penulisn yakni kejelasan/clearness, keringkasan/conciseness, ketapatan/correctness, kesatupaduan/unity, pertautan/coherence, pengharkatan/emphasis.
  1. Kejelasan
Ide yang dipaparkan dalam bentuk tulisan harus mudah dipahami orang lain. Untuk itu dalam penyampaian gagasan hendaknya diungkapkan dengan kalimat pendek. Kata-kata yang dipilih hendanya tepat/sesuai ide penulis. Hendaknya diusahakan jangan sampai menimbulkan salah tafsir, membingungkan, dan menimbulkan tafsir ganda.
  1. Keringkasan
Tulisan ilmiah cenderung ringkas dalam pengungkapan. Yakni tulisan yang tidak berlebihan penggunaan kata (seperti amat, sangat, sekali), pengulangan kata, tidak berputar-putar, dan tidak mengulang-ulang ide yang dikemukakan. Sedapat mungkin dihindari uraian yang berbelit-belit maupun bernada ceramah/menggurui
  1. Ketepatan
Butir-butir ide yang disampaikan itu sesuai dengan maksud penulisnya. Ketepatan ini juga berlaku pada ketatabahasaan, ejaan, tanda baca, maupun pemilihan kata
  1. Kesatupaduan
Segala sesuatu yang disajikan dalam tulisan itu harus berkisar pada tema pokok. Pembahasan harus bermuara pada tema itu dan tidak menjalar kemana-mana. Kailmat satu dan kalimat berikutnya saling mendukung dan setiap kalimat mengandung suatu nit gagasan yang utuh. Demikian pula dengan alinea. Alinea terdiri dari beberapa kalimat yang merupakan satu pengertian utuh dan saling terpaut sehingga pembaca mampu menangkap ide pada alinea itu dengan jelas dan utuh.
  1. Pertautan
Karya tulis ilmiah terdiri dari alinea, kalimat, dan kata. Antara alinea, kalimat, dan kata satu dengan yang lain terdapat hubungan yang saling terkait. Keterkaitan itu ibarat aliran yang sambung menyambung dari awal sampai akhir. Oleh karena itu sebaiknya kalimat maupun alinea berikut itu merupakan penegasan, penafsiran, penjelasan, atau sambungan dari kalimat/alinea sebelumnya.
  1. Pengharkatan
Dalam pengungkapan uraian hendaknya terdapat penekanan atau penonjolan ide tertentu. Dengan cara ini, ide itu akan mudah ditangkap dan mengesan lama pada pembaca. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu meyakinkan pembaca/writing that says something convieingly to someone .
Penutup
            Penulisan ilmiah merupakan salah satu media pengembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan profesi. Karya tulis ilmiah ini menyajikan iptek, kumulasi pengetahuan, informasi baru, dan pemecahan masalah.
            Artikel ilmiah yang dimuat jurnal ini memiliki karakteristik sistematis, logis, ringkas, tidak berlebihan, tidka mendebat, obyektif, dan tidak emosional. Karya ini menyajikan fakta, data, dan peristiwa yang sebenarnya.
            Dalam penulisan ilmiah harus memperhatikan azas-azas penulisan yakni kejelasan, keringkasan, ketepatan, kesatupaduan, pertautan, dan pengharkatan. Penulisan karya tulis ilmiah perlu ditingkatkan di kalangan pustakawan untuk mengembangkan ilmu perpustakaan, perpustakaan, dan profesi pustakawan.

Daftar Pustaka

-          Adhim, M. Fauzil. 2004. Dunia Kata. Bandung: Dar Mizan

-          Camus, Akbert dkk. 2003. Menulis Itu Indah. Yogyakarta: Jendela

-          Dirjen Dikti Depdikbud. 2001. Instrumen Evaluasi Untuk Akreditasi Berkala Ilmiah. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

-          Hermanto. Kajian Kemutakhiran Referensi Artikel Ilmiah Pada Beberapa Jurnal Ilmiah Penelitian Pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (1) 2004

-          ----------. Faktor Penghambat Pustakawan Dalam Menulis Artikel di Surat Kabar. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2) 2004

-          Hernowo. 2005. Mengikat Makna. Bandung: Mizan Learning Center

-          Kertonegoro, Mulyadhi. 2005. Seni Mengukir Kata; Kiat-Kiat Menulis Efektif-Kreatif. Bandung: Mizan Learning Center.

-          Lasa Hs. 2005. Gairah Menulis. Yogyakarta: Alinea

-          ----------. 2006. Menulis Itu Segampang Ngomong. Yogyakarta: Pinus

-          Rudatan, Rs. 2006. Menjadi Kaya Dengan Menulis. Yogyakarta: Andi Offset

-          Stevensen, R.C. 2004. Menulis dan Membuat Buku. Yogyakarta: Jendela.

-          Sudiati, Vera; A. Widyamartaya. 2005. Menjadi Penulis. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

-          Sumantri, Usep Pahing. Motivasi Pustakawan Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Yang Dipublikasikan. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2) 2004

-          Susilowati, Erni. 2006. MotivasiPustakawan PTN DIY Dalam Penulisan Artikel Yang Dipublikasikan Media Cetak. Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

-          Sutardjo. Pengaruh Jenjang Jabatan Fungsional Peneliti Terhadap Penggunaan Literatur Untuk Rujukan Karya Tulis Ilmiah. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 14 (2) 2005. .

0 komentar:

Posting Komentar