Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 11 Maret 2018

Kisah Seorang Pemuda Waro' dan Secuil Buah Apel

Alkisah, ada salah seorang pemuda yang sedang menuntut ilmu. Suatu ketia ia sedang bepergian menuju suatu tempat, dan di tengah perjalanan ia merasakan kehausan yang sangat luar bisa. Lalu ia memutuskan untuk istirahat di samping sungai yang airnya jernih. Pada saat ia sedang minum, tiba tiba ada sebuah apel yang hanyut di sungai tersbut, tanpa pikir pajang pemudia itu pun langsung mengambil dan segera memakannya.

Setelah memakan buah apel itu, tiba tiba sang pemuda berkata "Astaghfirullah, kenapa aku makan buah apel yang bukan milikku ini". Dengan menyesal, pemuda itu terus menyusuri sungai yang ia gunakan untuk istirahat itu. Ditengah perjalanan, ia melihat salah satu pohon apel yang berada di pinggir sungai, lalu ia menuju hunian warga dan bertanya siapa gerangan pemilik pohon apel itu. Kemudian ia dikaish tau oleh warga bahwa pohon apel itu adalah miliknya pak fulan.

Setelah mengetahui pemilik pohon apel itu, maka si pemuda langsung menemui pak fulan. "wahai pak fulan, kemarin aku sedang beristirahat disebuah sungai, lalu datanglah sebuah apel merah, karena lapar maka langsung aku makan buah tersebut, berapa yang harus aku bayar agar engkau ridho dengan apel yang aku makan itu". tanya sang pemuda. Lalu pak fulan menjawab "wahai anak muda, kamu nggak perlu membayarnya, tapi kamu harus menggantinya dengan bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar"

Mendengar jawaban pak fulan, sang pemuda pun berfikir panjang. Namun akhirnya ia mengiyakan permintaan pak fulan tersebut. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tanpa terasa pemuda itu sudah bekerja di kebun selama 3 tahun lamanya. Kemudian ia menghadap pak fulan, dan berkata "wahai pak fulan, aku telah bekerja di kebunmu selama 3 tahun, apakah engkau telah ridho dengan buah apek yang aku mana itu?" belum!!. jawab pak fulan.

Pemuda itu semakin bingung, karena hanya gara 1 buah apel saja ia harus bekerja selama 3 tahun tanpa dibayar, tapi ternyata ia harus menebusnya dengan hal lain jutga. Lalu ia bertanya "dengan apa laggi aku harus menebusnya wahai pak fulan". kemudian pak fulan berkata "maukah engkau menikahi putriku?". Mau! "jawab pemuda itu". Pak fulan menlanjutkan pembicarannya "wahai pemuda, pikir baik baik!!. putriku adalah seorang wanita yang tuli, bisu, lumpuh, dan buta, apakah engkau mau?".

Sang pemuda semakin heran dengan pola pikir pak tua itu, namun karena ia ingin mendpatkan ridho dari apa yang ia makan, maka ia pun mengiyakan permintaan itu.  Singkat cerita, ia pun dnikahkan dengan putri pak fulan. Setelah akad, ia disuruh pergi ke kamar pengantin, lalu ia mengucapkan salam "Assalamualaikum wr wb". tiba tiba ada seorang yang menjawabnya "wa`alaikum salam wr wb". mendengar jawaban itu, alangkah kagetnya sang pemuda, sampe ia terbirit birit lari ke luar kamar, dan menuju pak fulan.

"Wahai ayahanda, tadi aku sudah pergi ke kamar, setelah aku ucapkan salam, tiba tiba ada wanita cantik yang menjawab salamku, dan aku tidak menemui istriku" kata pemuda itu,  lalu pak fulan berkata "wahai anakku, itulah istrimu, Putriku memang tuli, ia tuli dari suara - suara yang dimurkai Allah, dan ia adalah wanita yang lumpuh, lumpuh dari tempat tempat yang di larang Allah, dan ia adalah wanita yang bisu, ia bisu dari perkataan perkataan yang meninggung orang lain".

Dari pernikahan pemuda dan pemudi yang sangat waro` itulah, maka lahir seorang ulama` fikih yang sangat luar biasa, yang kita kenal dengan imam syafi`i.






0 komentar:

Posting Komentar