Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 05 Maret 2018

Membaca Adalah Sumber Kekayaan Yang Hakiki


                Semakin hari semakin besar nafsu manusia dalam memenuhi kesejahteraan dan kekayaan demi mencapai sebuah kepuasan. Kesejahteraan tersebut akan dirasakan oleh manusia ketika mereka telah merasakan  makmur, damai, sehat, dan terpenuhi atas segala kebutuhannya yang identik dengan materi dan harta benda. Dalam memenuhi hal tersebut, semua orang berlomba-lomba membanting tulang demi mendapatkan materi dan harta benda yang diinginkannya. Padahal sejatinya materi dan harta benda tidak akan dapat bertahan lama atau hanya bersifat sementara. Dapat dibayangkan ketika kebutuhan atau keinginan manusia semakin hari akan semakin bertambah seiring waktu. Hal tersebut yang kemudian membuat harta kekayaan yang kita miliki akan habis oleh kebutuhan dan keinginan kita.
            Materi dan harta benda tidak dapat membuat kita “kaya” maupun sejahtera dalam arti yang sesungguhnya. Rasulullah saw bersabda, "Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta tetapi kekayaan adalah kaya akan jiwa". Kaya akan jiwa berarti memiliki jiwa yang taqwa dan selalu merasa cukup atas apa yang telah dimilikinya tanpa berambisi untuk memiliki materi dan harta benda yang berlimpah ruah. Pada hakikatnya wajar ketika manusia menginginkan kesejahteraan dan kekayaan untuk menghidupi dirinya di dunia karena manusia memiliki hawa nafsu dan rasa tidak puas, namun terkadang langkah dan pemikiran orang yang selalu mengidentikkan sebuah kesejahteraan dengan mengejar materi dan harta benda adalah sebuah kekeliruan yang dapat berujung dengan kriminalitas. Sepatutnya manusia memahami cara atau langkah demi memenuhi kebutuhan dan keinginan dengan sesuatu yang lebih cerdas, yaitu dengan membaca. Membaca merupakan sumber kekayaan dan kesejahteraan yang kekal dan tidak akan habis seperti halnya materi dan harta benda. Dengan membaca kita akan memiliki pengetahuan dan informasi yang nantinya akan memberikan ide untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat mensejahterakan kehidupan umat manusia dengan baik dan bijak.
            Sebuah ilmu pengetahuan dan informasi yang bersifat kekal akan memberikan kita sebuah ide dan “bekal” untuk dapat kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain itu membaca dapat menjadi modal dalam menciptakan sesuatu yang memiliki nilai penghasilan bagi masyarakat, salah satu contohnya yaitu sebuah buku resep makanan dimana pembaca akan mendapatkan informasi tentang bagaimana membuat berbagai jenis makanan / minuman yang memiliki nilai jual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarkat. Tidak hanya dari segi ekonomi keluarga saja, manfaat membaca juga menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan dalam kemajuan negara. Masyarakat yang gemar membaca akan menciptakan genarasi-generasi yang memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas, sehingga dia akan terbebas dari kebodohan dan ketertindasan. Bisa kita bayangkan apabila kita hanya memiliki materi dan harta benda yang berlimpah ruah dan lambat laun semua kekayaan tersebut akan habis, maka kesejahteraan yang kita rasakan akan musnah seketika. Berbeda apabila kita memiliki ilmu pengetahuan dari hasil kita membaca, maka apabila harta benda atau materi kita telah habis, kita masih bisa memiliki akal dan ilmu pengetahuan yang bisa kita pergunakan untuk kembali mendapatkan sesuatu yang kita butuhkan.
            Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam mendapatkan sebuah kekayaan maupun kesejahteraan yang hakiki bukanlah berasal dari materi dan harta benda yang harus berlimpah ruah, melainkan sebuah modal yang sesungguhnya, yaitu pola pemikiran dan ilmu pengetahuan yang luas dan sebuah kreatifitas yang hanya bisa didapatkan dan diasah melalui kegiatan membaca.

Aidilla Qurotianti



0 komentar:

Posting Komentar