Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 11 Maret 2018

MENULIS ITU EKSISTENSI DIRI



Judul                    : Jejak Pena Pustakawan
Penulis                  : Atin Istiarni dan Triningsih
Penerbit                : Yogyakarta: Azyan Mitra Media, Februari 2018
ISBN                    : 978-602-5552-01-4
Tebal                    : 263 halaman


          Tulisan merupakan ekspesi diri. Melalui tulisan, seseorang mampu mengemukakan ide,  pemikiran, penemuan, dan pengalamannya kepada khalayak. Maka menulis memerlukan keberanian dan percaya diri. Mereka yang percaya diri akan menemukan jati diri. Maka mereka akan eksis dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan karirnya.
          Tidak sedikit penulis yang namanya mencuat meskipun tadinya bukan siapa-siapa.Marie Roughoul semula adalah gelandangan di kota Paris Prancis. Pengemis ini mengekspresikan kehidupan yang terlunta-lunta yang dia  lakoni selama 30 (tiga puluh) tahun. Bukunya yang ditulis selama 2 (dua) tahun itu ternyata pernah menjadi buku best seller saat itu. Buku yang berjudul Je tape la manche. Une vie dans la me (Hidup saya sebagai Pengemis;Kehidupan di Jalanan) konon telah terjual sampai 50.000 eksemplar.
          Imam Ghazali tidak bisa dilupakan dan akan terus eksis,  berkat tulisan-tulisan beliau yang dituangkan dalam bentuk buku . Buku-bukunya dalam bidang fiqh, filsafat, tasawuf, akhlak, dan akidah itu selalu dirujuk orang dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Dengan demikian tulisannya itu ikut memberikan andil dalam eksistensi diri seorang Imam Ghazali.
          Buku karya Atin Istiani (Pustakawan UM Magelang) dan Triningsih (Pustakawan IAIN Surakarta) ini merupakan bentuk ekspresi diri dan usaha eksistensi diri sebagai seorang pustakawan (dalam arti luas). Mereka memilki mtotivasi ingi dan keyakinn kuat untuk berhasil (dalam artisesunguhnya).Keyakinan inilah yang memberikan kekuatan luar biasa untuk mengatasi  ketakutan, kritikan, maupun cemooh orang lain. Maka kita dapat memelajari bagaimana keyakinan para penulis hebat kalau ingin eksis melalui tulisan.  Maka patur kita renungkan kata Pramuda Ananta Toer : Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama tidak menulis , ia akanhilan di daam masyarakat dan dari sejaah. Menulisadalah beerjauntuk keabadian (Sutanto Leo, 2017: 8).
          Imam Ghazali sebagai ulama terkemuka, penulis produktif, dan pemikir Islam menyadari betapa pentingnya penulisan dan mulianya kedudukan seorang penulis Hal ini diungkapannya : If you are neiher a prince nor a child of a famous religous leader, do write)     (Apabila kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama,maka menulislah). Disini, Imam Ghazali memposisikan penulis sama dengan kedudukan anak raja atau anak ulama.ustadz dan lainnya.


Lasa Hs.

0 komentar:

Posting Komentar