Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Senin, 05 Maret 2018

MEREKA HEBAT, KARENA “MEMBACA”


Judul          : Berguru Sukses Dengan Meniru Kebiasaan Tokoh-Tokoh
                                Sukses dan Hebat Sejagad
          Penulis        : Been Rafanani
          Penerbit      : Yogyakarta; Araska, 2017
          ISBN          :  978-602-300-425-6
          Tebal           : 208 hlm

Setiap orang punya peluang untuk menjadi hebat. Potensi diri, kemauan, pengalaman hidup, dan pengetahuan merupakan modal utama untuk menjadi hebat. Orang hebat bukan sekedar pintar. Ternyata, tidak sedikit orang yang pintar justru untuk membodohi masyarakat. Bahkan mereka mendhalimi bangsa. Orang-orang seperti ini justru menunjukkan kebodohannya di depan publik.
Orang hebat adalah mereka yang menginspirasi, optimis, rela menderita demi cita-cita. Mereka berhasil mengalahkan kemalasan, penderitaan, bahkan kegagalan.
Bung Karno sang proklamator yang pernah dipenjara di Digul itu, menjadi hebat antara lain  lantaran membaca dan menulis. Pernah beliau menyatakan, silahkan aku dipenjara tetapi aku jangan pisahkan dengan buku. Tulisan-tulisannya betul-betul menggugah semangat rakyatnya untuk bersatu dan berjuang mengusir penjajahan. Buku-buku itu antara lain Sarinah, Di Bawah Bendera Revolusi, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat, Indonesia Menggugat, dan lainnya.
Pak Habibi (ketika naskah ini ditulis (6-3-2018), beliau dirawat di rumah sakit Muenchen Jerman) hebat karena mau membaca literatur, membaca situasi, membaca dan memanfaatkan pengalaman. Gus Dur yang tak sempat menjadi sarjana itu menjadi hebat karena jagoan  membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Konon saking betahnya membaca di perpustakaan (ketika beliau di Bagdad) sampai-sampai sering diserahi kunci petugas perpustakaan untuk mengunci pintu perpustakaan. Sebab sampai hampir tutup, Gus Dur masih asyik membaca. Inilah kebaikan pustakawan yang mempercayai pemustaka. Mungkinkah hal ini terjadi di negeri kita ?.
Hamka yang secara formal hanya sekolah sampai kelas 3 suatu madrasah di kampungnya. Beliau hebat karena membaca dan menulis. Tafsir Al Azhar yang sampai kini menjadi rujukan itu ditulisnya ketika dipenjara pada masa Pemerintahan Orde Lama. Kini koleksi Hamka yang dulu menemaninya di rumah bahkan ketika dipenjara itu menjadi koleksi Muhammadiyah Corner  Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Koleksi itu terdiri dari berbagai bidang dan sebagian besar berbahasa Arab.
Terlepas dari kontroversi sejarah. Hitler mampu menggerakkan bangsa  Jerman, bermula dari membaca. Perjalanan  hidupnya yang kontroversial itu ternyata sejak sekolah dikenal sebagai siswa yang paling rajin ke perpustakaan untuk membaca/belajar. Disini, dia menemukan buku-buku tentang kebesaran bangsa Jerman. Bahkan dia memelajari buku-buku filsafat karya penulis terkenal seperti Niestzhe dan lainnya.  Buku yang ditulisnya dalam penjara berjudul Mein Kampf  menyadarkan bangsa Jerman untuk bangkit untuk menumbangkan musuh-musuhnya.
Dalam buku ini diuraikan beberapa pengatahuan dan pengalaman orang bisa menjadi hebat antara lain:
1.     Menentukan impian
2.     Membuat keputusan
3.     Memuuk keberanian
4.     Aktif melakukan tindakan
5.     Tidak takut gagal.
6.     Dekat pada Allah Swt.
7.      Memotivasi diri
8.     Tidak mudah putus asa
Keberhasilan apalagi kehebatan tidak bisa hanya dengan sim salabin.Kehebatan harus diusahakan sungguh-sungguh, penuh perjuangan bahkan penderitaan. Mereka mau membaca literatur, mampu membaca situasi, dan mampu menemukan solusi. Untuk menyebarkan pemikiran mereka, mereka juga menulis artikel maupun buku untuk memengangaruhi orang kain.


Lasa Hs.


0 komentar:

Posting Komentar