Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 02 Maret 2018

PERCAYA DIRI


Rasa percaya diri tinggi memacu orang mencapai prestasi. Dengan rasa percaya diri  ini seseorang akan memiliki kekuatan untuk melangkah. Tentunya langkah ini harus diikuti keuletan, ketekunan, dan ketabahan.
Betapa banyak orang mencapai keberhasilan lantaran memiliki sikap ikhlas dan sabar dalam menerima penderitaan dan kegagalan. Dengan berusaha keras mengatasai kekurangan diri, mencari peluang, dan mengasah diri akhirnya mereka berhasil dalam mengarungi kerasnya kehidupan ini.
            Adalah Dale Carniege seorang penulis terkenal semula hidup dalam kemiskinan dan penderitaan. Sebagai seorang siswa di Warrenburg, ia sempat tak kuat bayar uang asrama saking miskinnya. Dengan kepercayaan diri yang kuat, ia mulai berkarir sebagai wiraniaga sebuah kursus jarak jauh di Denver.
            Ibu Carniege semula berkeinginan agar Dale menjadi pendeta, misionaris, atau guru sekolah. Namun ternyata sejak kecil Dale bercita-cita ingin menjadi aktor, orator, dan penulis terkenal. Untuk mewujudkan cita-cita ini, ia memutuskan pergi ke New York dan masuk di American Academy of Dramatic Art.
            Setelah lulus, kemudian ia membuka kursus pidato bernama Public Speaking for Business. Dari lembaga ini ia mendapatkan modal untuk mendirikan Dale Carniege Institute pada tahun 1922.
            Sejak itu Dale semakin sibuk. Pada malam hari ia mengajar, sementaraa di pagi hari ia menulis buku. Ketekunan menulis memang luar biasa. Ia berniat hidup untuk menulis, dan menulis untuk hidup. Buku dengan judul How to Win Friends and Influence People (1936) merupakan salah satu bukunya yang selama puluhan tahun menduduki papan atas sebagai buku best seller dunia.
            Berkat keberhasilannya sebagai penulis, Dale Carniege masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh dalam sejarah Amerika. Sesungguhnya ia telah membuat keputusan mendasar yakni melakukan sesuatu yang diyakini sesuai bakat dan kemampuannya. Keputusan ini telah menjadi semacam kontrak batinnya untuk kemudian direalisir dengan antusiasme tinggi. Ia berani menghadapi resiko tinggi dan tak pernah putus asa ketika novel pertamanya ditolak beberapa penerbit. Faktor ini antara lain yang memicu dan mendorongnya untuk terus berusaha dan berjuang.
            Dale Carniege kemudian belajar serius pada teman sekampungnya bernama Abraham Lincoln yang menyatakan:” Tidak penting berapa kali Anda gagal, tetapi yang penting berapa kali Anda bangun”. Kegagalan  adalah sukses tertunda selama orang mau berusaha menggapai cita-cita. Sementara itu putus asa sama dengan bunuh diri dalam hidup.


Lasa Hs


0 komentar:

Posting Komentar