Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Minggu, 11 Maret 2018

SEPUTAR KEARSIPAN


Judul                              : Pengantar Kearsipan
Penulis                           :Sulistyo Basuki
Penerbit                         : Mimika Baru Papua: Aseni, 2017
Tebal                               : 292 halaman

          

Arsip, perpustakaan, dokumentasi, dan museum merupakan lembga penyimpan budaya dan informasi yang memiliki kesamaan fungsi di lain sisi juga memiliki perbedaan fungsi.  Lembaga-lembaga ini memiliki fungsi  pengelola, penyimpan, dan pelestari peradaban manusia. Keempat lembaga itu juga bisa berfungsi sebagai sumber penelitian.
          Dari segi pemanfaatan sumber, perpustakaan dan museum lebih terbuka diakses daripada dokumen dan arsip. Pemanfaatan dokumen dan arsip terbatas pada komunitas dan kepentingan tertentu.
          Arsip dan perpustakaan merupakan kegiatan perekaman sejak ribuan tahun lalu. Media arsip dan perpustakaan berkembang dari bentuk tanah liat, perkamen, papirus, film, kertas sampai bentuk digital.
Kemudian dalam konteks Indonesia, kedua lembaga ini kadang digabung sebagaimana terjadi pada Badan Perpusakaan dan Arsip Daerah/BPAD untuk tingkat provinsi.Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota dengan nama badan yang bervariasi, misalnya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah/KPAD atau Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah/KAPD. Kemudian untuk perguruan tinggi tertentu, kedua lembaga itu dipisah. Banyak juga perguruan tinggi ternama di negeri ini yang belum memiliki unit kearsipan tersendiri.
          Arsip memang diperlukan dalam kehidupan pribadi, kelembagaan,dan kebangsaan. Arsip diharapkan berfungsi sebagai:
1.Memori individu, lembaga, dan bangsa
2.Alat pembuktian
3.Sumber penelitian
4.Kepentingan hukum, politik, dan sejarah
5.Menelusur silsilah
6.Memelihara kegiaan lembaga masyarakat.
Buku stebal 292 halaman ini memang membahas pengertian, sejarah, fungsi, dan macam-macam arsip. Namun sebagai buku yang terbit di era digital, buku ini tidak membahas bagaimana digitalisasi arsip. Dengan digitalisasi ini arsip akan lebih awet, menghemat tempat, dan mudah dtemukan kembali. Juga tidak diketahui secara pasti, mengapa buku karya seorang pakar ini diterbitkan oleh penerbit yang belum punya nama bahkan diterbitkan di Papua.
          Dari sisi cover, memang kurang menarik, sebab sekilas nampak sama dengan perpustakaan dengan penampilan rak konvensional dengan bendelan arsip yang mirip buku. Apalagi pemilihan sampul berwarna gelap yang kurang menarik pembaca.


Lasa Hs

0 komentar:

Posting Komentar